Siapa yang tidak ingin daya tahan tubuh tetap terjaga walau aktivitas padat seharian? Imboost force bisa menjadi solusinya. Dengan cuaca yang tidak menentu saat ini tubuh jadi mudah untuk diserang penyakit. Jadi perlu bagi kita untuk memelihara tubuh agar aktivitas berjalan lancar dan tidak mudah sakit. Imboost force merupakan suplemen yang digunakan untuk memelihara kesehatan tubuh dan menjaga daya tahan tubuh. Imboost force mengandung echinacea purpurea yang mampu menjaga daya tahan tubuh. Imboost force sudah beragam jenis kemasannya yaitu dalam bentuk tablet, sirup dan kaplet. Selain itu, imboost force juga bisa digunakan oleh anak-anak. Bagi anak-anak umur 1-2 tahun, untuk dosisnya harus sesuai dengan anjuran dokter. Imboost dapat dikonsumsi sesudah makan.
Walaupun imboost force merupakan suplemen dan bukan obat keras namun ada baiknya, jangan dikonsumsi setiap saat. Tentunya harus sesuai dengan aturan. Karena yang berlebihan tidak baik ya. Jangan lupa untuk menjaga gaya hidup dan tetap istirahat yang cukup, agar tidak mudah sakit.
Setelah beberapa lama duduk dalam posisi kaki tertekuk atau saat tertidur sambil bertumpukan lengan, yang biasanya akan dirasakan kemudian adalah kesemutan, sensasi seperti digelitik, ditusuk-tusuk jarum dan juga kebas atau mati rasa di anggota badan yang tertindih tadi. Kesemutan atau bahasa medisnya parestesia adalah kondisi yang disebabkan oleh tekanan pada saraf, biasanya hanya sementara dan sensasi kesemutan akan hilang saat kita berganti posisi.
Parestesia yang berlangsung terus-menerus bisa jadi indikasi adanya gangguan kesehatan atau kelainan yang perlu ditangani secara medis. Kelompok orang yang sering mengalami kesemutan tidak hilang-hilang adalah para penderita diabetes. Parestesia pada penderita diabetes umumnya merupakan gejala neuropati perifer yang merupakan komplikasi dari penyakit kencing manis tersebut.
Parestesia pada penderita diabetes diakibatkan oleh terlalu tingginya kadar glukosa dalam darah sehingga merusak pembuluh darah. Kerusakan itu menyebabkan pembuluh darah tidak optimal mengantarkan nutrisi yang dibutuhkan saraf-saraf sehingga serat-serat saraf pun ikut rusak.
Diabetes yang tak terkontrol akan menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah-pembuluh darah yang paling kecil dan saraf-saraf paling luar terlebih dahulu, karena itu parestesia komplikasi diabetes biasa mulai dirasakan di ujung jari-jari kaki dan tangan.
Yang paling dikhawatirkan dari parestesia pada penderita diabetes adalah bila kaki terasa baal sehingga penderita sering tidak sadar saat terjadi lecet atau luka di kaki. Kalau lecet atau luka kecil tidak segera dirawat, risikonya berkembang menjadi ulkus kaki diabetik yang mesti ditangani khusus secara medis.
Parestesia yang dirasakan penderita diabetes bisa membaik asalkan kadar glukosa dalam darah berhasil dikontrol. Mengatur pola makan serta berolahraga umumnya bisa membantu menurunkan kadar gula dalam darah sesuai yang disarankan oleh dokter.
Konsultasikan dengan dokter olahraga apa yang tepat dilakukan supaya tidak meningkatkan risiko cedera atau luka pada kaki. Kalau rasa kesemutan di kaki sampai membuat penderita diabetes susah tidur di malam hari, dokter bisa meresepkan obat untuk membantu mengatasi masalah tersebut.
Selain diet, olahaga dan obat, banyak penderita diabetes melaporkan manfaat dari pijat untuk meredakan parestesia dan rasa baal di kaki mereka.
Kalau Anda termasuk pengidap diabetes, sebaiknya lakukan pemeriksaan rutin ke dokter dan kontrol kadar gula darah Anda supaya tidak sampai terkena parestesia dan komplikasi lainnya.
Istilah usus tersumbat rasanya cukup sering kita dengar, biasanya kita mendengar ada bayi atau anak kecil yang dirawat di rumah sakit karena ususnya tersumbat. Nah, salah satu penyebab usus tersumbat adalah intususepsi yang paling sering dialami bayi dan anak-anak di bawah usia 3 tahun.
Intususepsi merupakan kondisi ketika ada bagian usus yang terlipat dan menyusup masuk ke bagian usus lainnya. Bisa terjadi di usus kecil atau usus besar, tapi paling sering terjadi di bagian antara usus kecil dan usus besar.
Lipatan tersebut bisa menyebabkan usus tersumbat, memblokir jalannya makanan dan minuman yang sedang dicerna di dalam usus. Dinding usus pada bagian terlipat juga jadi saling menempel dan bisa menimbulkan iritasi serta pembengkakan.
Kalau sudah begitu, aliran darah ke bagian usus tersebut bisa terputus dan tanpa aliran darah jaringan usus akan mati. Kematian jaringan usus menimbulkan komplikasi infeksi rongga perut (peritonitis) karena bagian yang mati bisa robek atau bolong dan isi usus masuk ke rongga perut. Peritonitis adalah kondisi yang mengancam nyawa.
Penyebab terjadinya intususepsi tidaklah diketahui, tetapi seringnya menimpa bayi dan anak-anak di bawah 3 tahun, berjenis kelamin laki-laki. Kejadian usus terlipat ini juga lebih sering terjadi pada anak-anak yang punya riwayat keluarga mengalami intususepsi atau orang yang sudah pernah mengalami intususepsi sebelumnya.
Karena usus terlipat ini lebih sering dialami bayi dan anak di bawah 3 tahun yang belum bisa mengeluhkan kondisi fisiknya dengan jelas, orangtua mesti waspada pada gejala-gejala intususepsi. Pada bayi gejalanya adalah tangisan keras tiba-tiba yang diakibatkan rasa sakit di perut. Untuk tahu bayi sakit perut, perhatikan kakinya.
Bayi akan menarik kedua lututnya ke dada sambil menangis sebagai tanda sakit di perutnya. Rasa sakit yang ditimbulkan usus terlipat awalnya hilang-timbul dengan interval 20 menit, jadi ketika sakitnya sedang hilang mungkin saja bayi dan anak berhenti menangis, kemudian mendadak menangis lagi ketika rasa sakit muncul kembali.
Selain sakit perut, si kecil bisa muntah-muntah, bahkan terkadang muntahnya berwarna hijau atau kehitaman. Ketika buang air besar, terjadi diare dan kotorannya bercampur lendir serta darah. Gejala lain yang mungkin menyertai adalah demam, ada benjolan di perut atau perut tampak menggembung.
Segera bawa ke rumah sakit jika ada gejala-gejala tersebut di atas pada bayi atau anak. Intususepsi adalah kondisi darurat medis yang harus segera ditangani kalau bisa dalam 24 jam setelah timbul gejala.
Dokter akan melakukan pencitraan dengan ultrasound atau rontgen juga enema udara atau barium untuk memastikan kondisi usus yang terlipat. Pada sebagian besar anak tidak diperlukan tindakan operasi untuk mengembalikan usus terlipat ke posisi normal, karena enema udara dan enema barium juga dapat memperbaiki intususepsi.
Bisoprolol digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi) yang mencegah terjadinya stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal
Beberapa obat-obatan dapat digunakan untuk mengobati hipertensi atau tekanan darah tinggi. Salah satu obat-obatan yang paling sering digunakan adalah obat yang bernama Bisoprolol. Yuk baca artikel berikut untuk tahu apa itu obat Bisoprolol dan bagaimana cara penggunaan dari Bisoprolol.
Apa itu obat Bisoprolol?
Apabila tidak pernah mendengar nama obat bisoprolol, beberapa nama obat berikut adalah nama dagang bisoprolol yang mungkin pernah kita dengar seperti Beta-One, Bipro, Carbisol, Concor, Hapsen, B-Beta, Biscor, Bisovell, Maintate, Lodoz, Probeta, Bisorin, Biscor Plus, dan Minite. WHO menyatakan bisoprolol merupakan salah satu obat yang memiliki kerja yang paling efektif dengan tingkat keamanan yang tinggi penggunaannya di bidang klinis.
Bisoprolol merupakan obat dari golongan penghambat reseptor beta yang memiliki efek untuk menurunkan tekanan darah dan beban kerja jantung. Selain bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi, bisoprolol juga dapat digunakan untuk mencegah terjadinya stroke, serangan jantung, dan gangguan pada ginjal.
Bagaimana cara memakai obat Bisoprolol?
Bisoprolol dijual dalam bentuk tablet dalam berbagai dosis seperti dosis 2.5 mg, 5 mg, dan 10 mg. Untuk mendapatkan bisoprolol diperlukan resep dari dokter karena dosis bisoprolol bersifat individual dan harus dilakukan konsultasi sebelum mengkonsumsi bisoprolol.
Pada pasien dengan tekanan darah tinggi dan angina pektoris dosis bisoprolol dapat dimulai 5-10 mg satu kali sehari dengan dosis maksimal 20 mg/hari. Sedangkan pada penderita gagal jantung dosis dimulai dengan 1.25 mg satu kali sehari dan disesuaikan dengan respon yang dialami pasien dan dapat ditingkatkan bertahap hingga dosis maksimum 10 mg/hari.
Bisoprolol dapat dikonsumsi dengan makanan atau tanpa makanan. Untuk mendapatkan manfaat obat dengan maksimal bisoprolol harus digunakan secara teratur dan jangan berhenti menggunakan bisoprolol apabila sudah merasa sehat.
Apakah Bisoprolol aman?
Bisoprolol merupakan obat kategori C, yang berarti penggunaan pada wanita hamil harus dipertimbangkan meskipun berisiko. Hal ini disebabkan pemberian bisoprolol pada hewan coba memberikan efek buruk terhadap janin hewan coba, tetapi tidak didapatkan data yang memadai terkait penelitian di manusia.
Beberapa efek samping juga dapat terjadi pada pemakaian bisoprolol seperti rasa lelah, detak jantung yang terasa lebih lambat, diare, dan pusing. Apabila terjadi pingsan, kesulitan bernafas, perubahan afek, dan pusing berat setelah mengkonsumsi bisoprolol segera datangi dokter terdekat.
Bagi sebagian orang, berobat ke rumah sakit ketika menderita cedera tulang seperti patah atau dislokasi memang menakutkan. Bukan saja soal biaya, tetapi mungkin juga takut dengan kemungkinan harus dioperasi. Merupakan hak setiap orang untuk memilih ke dokter atau mencari pengobatan alternatif, tetapi hati-hati ya. Cedera tulang dan sendi yang tidak tertangani dengan baik bisa menyebabkan nekrosis tulang.
Sering juga disebut avaskular nekrosis dan osteonecrosis, nekrosis tulang adalah suatu penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan suplai darah ke tulang. Tanpa aliran darah yang cukup, jaringan-jaringan tulang akan mati dan tulang akan jadi rapuh bahkan hancur.
Jika nekrosis terjadi di area tulang sekitar sendi, maka sendi juga akan ikut hancur. Avaskular nekrosis bisa terjadi di semua tulang, tetapi kebanyakan terjadi di tulang paha, tulang panggul, tulang lengan atas, sendi lutut, sendi bahu dan sendi pergelangan kaki.
Seperti telah disebut di atas, avaskular nekrosis bisa muncul sebagai komplikasi ketika ada patah tulang atau dislokasi sendi yang tidak ditangani dengan baik. Patah tulang dan dislokasi sendi memiliki kemungkinan disertai kerusakan pembuluh darah di sekitar area cedera.
Tanpa perawatan medis, mungkin saja kerusakan pembuluh darah tidak tertangani sehingga mengganggu suplai darah ke tulang dan menyebabkan nekrosis. Penyebab lain dari nekrosis tulang adalah penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang atau dengan dosis tinggi, konsumsi alkohol yang berlebihan, kondisi medis tertentu misalnya mengidap penyakit anemia sel sabit, dan pengobatan medis misalnya kemoterapi dan radiasi.
Gejala-gejala nekrosis tulang yang umum adalah rasa sakit di tulang atau sendi. Awalnya rasa sakit muncul saat ada tekanan pada tulang, lama kelamaan rasa sakit akan makin parah dan muncul secara konstan sehingga mengganggu kemampuan gerak.
Penanganan avaskular nekrosis ditentukan oleh dokter berdasarkan usia penderita, kondisi kesehatannya secara umum dan riwayat kesehatannya. Tingkat keparahan penyakit serta lokasi dan jumlah tulang yang terkena nekrosis juga jadi pertimbangan dalam menentukan pengobatan.
Tujuan pengobatan nekrosis tulang adalah mencegah kerusakan lebih jauh pada tulang dan sendi, serta memperbaiki fungsi anggota gerak yang terpengaruh nekrosis tulang. Penderita bisa diberi obat-obatan untuk mengatasi rasa sakit di tulang serta alat bantu untuk mengurangi tekanan pada tulang dan sendi, namun jika nekrosis sudah parah kemungkinan besar perlu ditangani dengan operasi.
Obat fenitoin biasanya banyak diketahui sebagai salah satu jenis obat untuk mengendalikan kejang. Istilah lain dari fenitoin adalah obat antikovulsan atau obat antiepilepsi.
Cara kerjanya adalah dengan mengurangi intensitas aktivitas kejang di otak. Artinya, obat fenitoin bekerja pada jaringan saraf otak untuk menghentikan kejang. Baik anak-anak maupun orang dewasa bisa mengonsumsi obat ini, tapi tentu saja harus sesuai dengan dosis.
Bagaimana dengan ibu hamil? Sebenarnya, sudah ada bukti positif bahwa ada risiko konsumsi obat fenitoin terhadap janin. Meski demikian, tetap diperbolehkan jika ada manfaatnya. Misalnya, ketika terjadi penyakit serius yang dapat mengancam kondisi penderitanya jika tidak diobati.
Bagaimana cara pemakaiannya?
Obat apapun perlu dikonsumsi dengan hati-hati, tidak terkecuali fenitoin. Dokter akan memberikan resep yang sesuai dengan diagnosis setiap orang. Konsumsinya bisa 2-3 kali sehari sesuai kondisi medis.
Tapi ingat yaa, jangan langsung menambah dosis atau mengonsumsinya dengan frekuensi lebih tinggi tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Bisa-bisa yang terjadi justru sebaliknya, kejang jadi semakin memburuk!
Jangan ragu ya untuk berkonsultasi pada dokter ketika ada perubahan sekecil apapun pada diri Anda. Justru itu penting dikomunikasikan supaya dokter bisa memantau perkembangan sekecil apapun.
Dosis obat fenitoin
Bagaimana dengan dosis obat fenitoin? Selain dengan berpatokan pada resep dari dokter, rata-rata dosisnya berbeda tergantung pada penyakitnya. Beda orang, bisa beda pula dosisnya.
Contohnya:
Epilepsi
Untuk dewasa, biasanya dosis awal adalah 3-4 mg/kg per hari atau 150-300 mg/hari. Bila perlu, mungkin saja meningkat secara progresif jadi 600 mg per hari selama kurun waktu 10 hari.
Sedangkan untuk anak-anak, dosis awalnya adalah 5 mg/kg sehari yang dibagi dalam 3 dosis. Dalam satu hari, dosis maksimal adalah 300 mg.
Kejang tonik-klonik status epilepticus
Untuk orang dewasa, bisa juga diberikan obat intravena sebagai tambahan pada terapi benzodiazepine. Besarannya 10-15 mg/kg dengan injeksi lambat.
Sementara untuk anak, dosisnya adalah 15-20 mg/kg dengan kecepatan kurang dari 1-3 mg/kg/menit.
Selalu konsultasikan pada dokter berapa dosis yang tepat untuk Anda. Jangan sampai salah dosis justru membuat obat fenitoin tidak efektif mengatasi penyakit Anda.
Flek paru-paru (Tuberkulosis) adalah penyakit yang berbahaya
Siapa bilang gaya hidup yang negatif seperti merokok tak bisa berpengaruh pada kesehatan paru-paru? Kebiasaan merokok bisa membuat seseorang terkena flek paru-paru, atau dikenal dengan tuberkulosis.
Jangan salah, tuberculosis ini juga jadi salah satu penyebab kematian nomor satu loh di Indonesia! Penyebabnya adalah bakteri Mycrobacterium tuberkulosis. Parahnya, penularannya bisa sangat mudah yaitu lewat percikan ludah penderitanya. Waduuh, bayangkan betapa besarnya kemungkinan tertular penyakit berbahaya ini!
Gejala flek paru-paru
Meski demikian, bukan berarti semua batuk itu adalah flek paru-paru. Ada ciri-ciri tertentu bagi penderita tuberkulosis, seperti:
Batuk tak kunjung sembuh (lebih dari 3 minggu)
Keringat dingin saat malam hari
Rasa nyeri di dada saat batuk atau bernapas
Kelelahan
Batuk berdarah
Tidak nafsu makan
Berat badan turun drastis
Demam
Berbeda kan, dengan batuk biasa? Batuk yang biasa cenderung sembuh dalam hitungan hari dan tidak terlalu parah. Sangat berbeda dengan flek paru-paru.
Penularannya biasanya terjadi apabila seseorang tinggal satu rumah dengan penderita. Artinya, semakin besar kemungkinan terkena percikan air liur ketika penderita terbatuk.
Apakah flek paru-paru bisa disembuhkan?
Tentu salah satu pertanyaan besar bagi penderita flek paru-paru adalah apakah penyakit ini bisa disembuhkan? Tenang, penyakit ini bisa sembuh sepenuhnya! Tentu tidak instan, ada proses pengobatan yang harus dijalani selama beberapa bulan.
Rata-rata pengobatan selama 6-9 bulan hingga penderita flek paru-paru akan sembuh dengan sendirinya. Semuanya bergantung pada kondisi, resistensi terhadap obat, usia, dan sistem imun. Pengobatan dari dokter biasanya berupa obat antibiotik.
Namun, salah satu hal yang kerap terjadi adalah penderita flek paru-paru berhenti berobat di tengah jalan ketika merasa sudah baikan. Ini salah besar looh. Justru, sebaiknya tuntaskan pengobatan seperti apa yang direkomendasikan oleh dokter.
Menghentikan pengobatan di tengah jalan justru membuat bakteri dalam tubuh jadi resisten terhadap antibiotik. Bisa-bisa, nantinya bakteri lebih tahan banting dan sulit disembuhkan!
Ingat pula bahwa tahap pengobatan adalah fase yang paling penting. Maksimalkan asupan nutrisi, pola istirahat, dan hentikan gaya hidup pemicunya seperti merokok.
Polip rahim tumbuh pada dinding bagian dalam dari rahim yang meluas ke dalam uterus
Ketika mendengar kata polip, tentu erat kaitannya dengan jaringan abnormal yang tumbuh di bagian tertentu di tubuh manusia. Bentuknya seperti jamur, dengan tangkai dan ukuran kecil. Salah satu tempat tumbuhnya polip adalah di dinding rahim yang disebut polip rahim.
Ketika tumbuh di rahim, polip bisa tumbuh tunggal atau lebih dari satu. Ukurannya pun berbeda-beda. Mulai dari beberapa millimeter saja sampai lebih dari 6 cm. Tapi tenang saja, sebagian besar polip rahim sifatnya jinak.
Gejala polip rahim
Tak perlu panik, polip tidak selalu berarti kanker. Keduanya adalah hal yang berbeda. Polip rahim biasanya rentan terjadi pada perempuan yang berada dalam periode pra-menopause atau telah mengalami menopause.
Tentu ada gejala-gejala yang dirasakan ketika polip rahim tumbuh, meski ada perempuan yang tidak merasakan apapun.
Beberapa gejalanya adalah:
Keluar bercak darah meski tidak sedang menstruasi
Perdarahan hebat
Perdarahan pada perempuan yang telah menopause
Infertilitas
Salah satu faktor yang menyebabkan tumbuhnya polip rahim adalah hormon. Hormon estrogen sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan polip. Biasanya, selain wanita yang berada di fase pra-menopause dan menopause, polip rahim juga bisa terjadi pada penderita obesitas dan hipertensi.
Perempuan yang mengonsumsi obat untuk kanker payudara seperti tamoxifen juga punya risiko mengalami polip rahim.
Apa yang harus dilakukan?
Sangat wajar dong, kalau penderita polip rahim merasa bingung apa yang harus dilakukan atau langkah apa yang harus diambil. Sebenarnya, polip rahim bisa hilang dengan sendirinya, loh! Namanya juga hormon, jadi bisa datang dan pergi tergantung pada kondisi hormon.
Namun demikian, ada juga langkah yang perlu dilakukan apabila polip rahim tetap ada. Beberapa langkah tersebut adalah:
USG panggul ketika ada gejala perdarahan hebat padahal tidak sedang dalam siklus menstruasi
Histeroskopi untuk menggambarkan kondisi dinding rahim (lebih jelas daripada USG panggul)
Operasi polipektomi untuk menghilangkan polip rahim
Histerektomi atau prosedur pengangkatan uterus untuk menghilangkan plip. Bisa lewat vagina ataupun dinding perut.
Namun sebelum melaksanakan prosedur di atas, penting juga untuk memastikan pemeriksaan kesehatan telah dilakukan secara menyeluruh. Kemudian, hentikan juga obat yang memicu perdarahan seperti aspirin, clopidogrel, atau ibuprofen.
Kebiasaan merokok juga perlu dihentikan apabila Anda akan mengambil langkah operasi, setidaknya 2 bulan sebelum tindakan.
Penderita paraplegia akan mengalami kelumpuhan pada tumbuh bagian bawah
Penderita paraplegia atau mereka yang mengalami gangguan fungsi motorik dan sensorik pada tubuh bagian bawah hingga kaki tak bisa bergerak dengan leluasa. Meski demikian, ada gerakan senam yang bisa dilakukan dan sangat disarankan.
Memang, apa pentingnya, ya? Semakin aktif mengusahakan bergerak, penderita paraplegia atau masalah kelumpuhan lainnya bisa jadi semakin bugar dan kuat. Jika otot semakin kuat, maka mobilitas pun jadi lebih mudah.
Nah, blog saya kali ini akan menjabarkan beberapa gerakan latihan otot yang sangat bermanfaat bagi penderita paraplegia. Gerakan senam ini bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Gerakan senam untuk penguatan otot
Sebaiknya, gerakan senam di bawah ini dilakukan secara konsisten. Yah setidaknya dua kali dalam satu pekan. Alat bantunya bisa berupa barbel atau resistance band yang bisa melatih otot.
Ini dia gerakannya:
Shoulder press
Pertama, pegang barbel di masing-masing tangan. Kemudian, angkat tangan ke samping sejajar dengan bahu (posisi barbel vertikal). Setelah itu, tekuk siku agar barber berada di samping kanan dan kiri kepala.
Perlahan, dorong dumbel ke atas sembari meluruskan siku. Tahan selama beberapa detik sebelum kembali ke posisi awal.
Ulangi gerakan ini sebanyak tiga set, masing-masing 10 hitungan.
Bicep curl
Gerakan senam lainnya yang juga bisa dijajal adalah bicep curl. Genggam barbel di masing-masing tangan. Kemudian, posisikan siku sehingga bertumpu pada paha dan tangan menghadap ke atas.
Perlahan-lahan, tekuk siku sehingga barbel mendekat ke arah lengan. Tahan selama beberapa detik sebelum kembali ke posisi semula.
Ulangi gerakan ini selama tiga set dengan 10 kali hitungan di tiap gerakan.
Masih ada banyak gerakan senam lain yang bisa dilakukan untuk semakin meningkatkan otot dan menjaga kebugaran penderita paraplegia. Tapi ingat, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter serta fisioterapis.
Dengan demikian, bisa diketahui gerakan senam apa yang cocok untuk kondisi setiap orang. Jangan lupa, konsisten dalam melakukan tiap gerakan senam sehingga manfaatnya benar-benar terasa.
Mata ikan kerap disamakan dengan kapalan karena ciri-cirinya yang mirip yaitu penebalan kulit. Seringnya, mata ikan muncul di kaki akibat gesekan berlebihan. Bedanya, kapalan tidak perlu diobati. Sedangkan mata ikan perlu diberi obat seperti salep mata ikan.
Asam salisilat pilihan untuk mengobati penyakit Mata Ikan
Hal lain yang juga membedakan mata ikan dan kapalan adalah rasa nyerinya. Kapalan tidak menimbulkan rasa nyeri, sementara mata ikan bisa menimbulkan rasa nyeri ketika ditekan. Bentuk mata ikan pun lebih besar ketimbang kapalan.
Oh ya satu lagi bedanya, kapalan biasanya muncul di area kulit yang menahan beban seperti telapak kaki, tumit, telapak tangan, atau lutut. Sementara mata ikan? Bisa muncul di bagian kulit yang tidak menahan beban sekalipun.
Apa gejala mata ikan?
Selanjutnya, yuk kita mengenali gejala mata ikan agar bisa membedakannya dengan penyakit kulit lainnya. Gejalanya yang mudah dikenali adalah:
Muncul benjolan di kulit
Area kulit kering dan bersisik
Bercak tebal dan keras pada kulit
Rasa tidak nyaman
Nyeri saat ditekan
Biasanya, mata ikan ini terjadi karena banyak hal. Ada kondisi bawaan yang membuat seseorang rentan mengalami mata ikan, seperti bunion dan hammertoe. Bunion adalah benjolan tulang yang berbentuk tidak normal pada sendi di pangkal jempol kaki.
Sedangkan kondisi hammertoe adalah kelainan bentuk jari kaki. Biasanya, bentuknya cenderung menekuk seperti cakar.
Penyebab lain dari mata ikan bisa juga dari faktor eksternal seperti memakai sepatu dengan ukuran terlalu longgar atau sepatu yang membuat area kaki tertekan berlebihan.
Bagaimana mengobati mata ikan?
Untuk awalnya, mata ikan bisa diatasi dengan merendam kaki di air hangat selama 10-15 menit. Kemudian, gosok dengan batu apung untuk mengikis penebalan kulit.
Tapi hal ini baru bisa terjadi apabila sudah tidak terasa nyeri. Jika masih nyeri, wah jangan coba-coba ya. Lebih baik gunakan salep mata ikan terlebih dahulu. Salep mata ikan mudah ditemukan kok dan banyak dijual bebas di apotek.
Anda bisa memilih salep mata ikan dengan jenis tertentu. Ada banyak jenis salep mata ikan seperti asam salisilat, tretinoin, triamcinolone, atau amonium laktat. Jika ragu, periksakan saja ke dokter agar tidak salah beli obat ya!