
Waspadai Leukoplakia sebagai Gejala Awal Kanker Mulut
Bercak putih di lidah merupakan hal yang normal yang terjadi pada bayi hingga orang dewasa. Namun, keberadaan bercak itu dapat menandakan masalah kesehatan yang biasa disebut dengan leukoplakia.
Leukoplakia adalah bercak putih yang biasanya terjadi pada gusi, bagian dalam pipi, bagian bawah mulut atau bawah lidah, dan lidah. Jika bercak putih ini bercampur dengan bintik merah, kamu harus waspada kaena kondisi tersebut menunjukkan gejala awal kanker mulut.
Leukoplakia sering dianggap sebagai bercak putih akibat jamur (oral trush). Untuk membedakannya, berikut gejala leukoplakia yang harus kamu ketahui.
- Bercak putih keabu-abuan yang menebal atau mengeras.
- Bentuk tidak beraturan.
- Permukaan yang sedikit menonjol dibanding sekitarnya yang datar.
- Bercak putih tidak dapat dikikis, dihapus, atau dihilangkan.
Leukoplakia biasanya bersifat nonkanker. Namun, kelainan tersebut dapat menjadi kemerahan (leukoplakia berbintik atau erythroplakia) yang merupakan gejala prakanker. Untuk menentukan leukoplakia merupakan gejala kanker atau bukan, kamu harus memeriksakan diri ke dokter gigi, terutama jika kamu mengalami hal-hal berikut:
- Plak putih atau luka di mulut yang tidak sembuh dalam waktu dua minggu.
- Benjolan atau bercak putih, merah, maupun gelap.
- Perubahan jaringan mulut.
- Nyeri pada telinga saat menelan.
- Penurunan kemampuan membuka rahang secara progresif.
Bagaimana cara mengobati leukoplakia?
Pengobatan untuk leukoplakia tidak selalu diperlukan karena bisanya bersifat nonkanker. Walaupun demikian, pemantauan berkala harus tetap dilakukan untuk memastikan bercak putih tidak bertambah besar atau berkembang menjadi gejala kanker.
Pastikan juga kamu berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol karena kedua hal ini adalah faktor utama pencetus leukoplakia. Jikapun kamu tetap ingin mengilangkan leukoplakia, dokter bisa merekomendasikan kamu untuk menjalani operasi pembuangan bercak putih leukoplakia.
Selain itu, ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kamu terkena leukoplakia. Pencegahan ini juga bisa mengurangi risiko kamu terkena kanker mulut, yaitu:
- Jaga kebersihan mulut dan gigi dengan baik, termasuk menggosok gigi secara teratur.
- Jadwalkan pemeriksaan gigi rutin.
- Jika kamu menggunakan gigi palsu, pastikan itu terpasang dengan benar.
- Lakukan diet seimbang.
- Jangan merokok.
- Kurangi konsumsi alkohol.
Sumber:
