Bagaimana Cara Mendidik Anak Penderita Celebral Palsy? Simak Penjelasannya!

cara mendidik anak penderita celebral palsy

Memiliki anak dengan kondisi perkembangan yang sama dengan anak-anak diusianya tentu dapat membuat orang tua tidak perlu khawatir atas perkembangan sang anak. Namun, terdapat beberapa orang tua yang memiliki anak dengan kondisi-kondisi tertentu sehingga orang tua perlu memberikan perawatan yang ekstra hingga memberikan cara mendidik anak yang baik dengan kondisi yang dialami oleh anak.

Anak yang divonis menderita celebral palsy merupakan salah satu kondisi kelumpuhan pada otak yang membuat orang tua harus lebih ekstra merawat anak. Selain itu, orang tua juga perlu memperhatikan bagaimana cara mendidik anak yang mengalami celebral palsy.

Berikut cara mendidik anak yang baik untuk penderita celebral palsy.

1. Konsisten

Sebagai permulaan orang tua dapat mengajarkan anak untuk disiplin. Tentu saja hal tersebut bukan suatu hal yang mudah dilakukan oleh orang tua. Namun hal tersebut perlu dilakukan demi kebaikan sang anak.

2. Mempelajari kondisi anak

Mencari tahu dan memperlajari kondisi anak yang menderita celebral palsy akan membantu Anda dalam mendidik anak. Sebagai orang tua, Anda juga perlu memahami bagaimana kondisi anak Anda dengan baik.

3. Buat perencanaan

Menyusun aturan dan disiplin bagi anak penderita cerebral palsy bisa jadi tantangan bagi orangtua manapun. Usahakan untuk membuat perencanaan yang sederhana dan bertahap.

4. Konsekuensi dan hadiah

Ketika anak sudah bisa mencapai satu target, beri ia hadiah berupa pujian. Sebaliknya, anak juga harus diajarkan konsekuensi jika ia memberontak atau menolak cara didik Anda.

5. Gunakan pesan yang simpel dan jelas

M enyampaikan pesan dengan sederhana, tapi jelas agar tetap dimengerti oleh anak penderita celebral palsy.

6. Bangun rutinitas

Ketika anak sudah terbiasa melakukan hal yang sama setiap hari, ia akan merasa aman dan lebih jarang tantrum.

7. Percayalah kepada anak Anda

Percayalah bahwa anak Anda bisa survive jika Anda menerapkan cara mendidik anak yang baik sedini mungkin.

8. Percaya kepada diri Anda sendiri

Meski Anda akan menemukan banyak rintangan, percayalah bahwa Anda mampu mendidik anak dengan cerebral palsy dengan baik.

Alternatif Sumber Vitamin D Bagi Penderita Alergi Seafood

sumber vitamin D

Vitamin D merupakan salah satu zat yang berperan dalam kepadatan tulang manusia. Pada dasarnya vitamin ini diproduksi oleh tubuh ketika kulit terpapar sinar matahari. Selain itu, vitamin D juga dapat ditemukan pada beberapa jenis ikan. Namun, bagi Anda yang memiliki alergi seafood, masih ada beberapa pilihan sumber vitamin D lain.

Normalnya vitamin D memang diproduksi oleh tubuh kita sendiri. Ketika kulit terkena sinar matahari, maka produksi vitamini D akan dimulai. Inilah mengapa orang yang sering terkena sinar matahari cenderung memiliki tulang yang lebih kuat dibanding mereka yang jarang terkena matahari.

Selain produksi dari tubuh sendiri, vitamin ini dapat diperoleh dari beberapa sumber makanan seperti ikan. Namun, jika Anda memiliki alergi seafood, jangan khawatir, masih ada beberapa alternatif sumber vitamin D bagi Anda.

  1. Kuning telur

Bagi Anda yang alergi seafood, telur dapat menjadi pilihan yang baik. Vitamin D sendiri terdapat pada bagian kuning telur. Didapati bahwa kuning telur dari ayam yang dipelihara di luar ruangan atau terkena matahari dengan baik mengandung vitamin D lebih tinggi hingga 3-4 kali dibanding dengan telur dari ayam yang dipelihara di dalam ruangan.

  • Jamur

Jamur merupakan satu-satunya sumber non hewani dari vitamin D. Sama seperti manusia, jamur juga memproduksi vitamin D sendiri ketika terkena sinar ultraviolet dari matahari. Memang pada umumnya jamur tumbuh di tempat dengan sedikit paparan sinar matahari, tetapi beberapa produsen jamur ada yang memberi paparan sinar ultraviolet dalam perawatan sebelum pemasaran.

  • Produk dengan vitamin D tambahan

Selain telur dan jamur, beberapa produk diberikan vitamin D tambahan untuk menambah nilai gizinya. Normalnya, produk-produk ini tidak mengandung vitamin D sebelum penambahan vitamin ini. Produk-produk tersebut yaitu susu sapi, susu kedelai, jus jeruk, sereal, dan oatmeal.

Sumber-sumber vitamin D di atas hanyalah sebagai tambahan bagi tubuh Anda. Pada dasarnya, tetap disarankan bagi Anda untuk terkena sinar matahari pagi sebagai bahan produksi vitamin D alami.

Bahayakah Bercak Merah pada Kulit Anak?

bercak merah pada kulit

Apakah ibu sedang khawatir karena muncul bercak merah pada kulit anak? Tidak usah panik ya, Bu, karena biasanya bercak merah pada kulit anak tidak berbahaya kok.

Bercak merah pada kulit anak termasuk hal yang umum terjadi. Pasalnya, kulit anak lebih sensitif dari kulit orang dewasa sehingga gangguan sedikit saja pada kulitnya bisa menyebabkan iritasi, salah satu tandanya adalah bercak merah tadi.

Banyak hal bisa menjadi penyebab munculnya bercak merah pada kulit anak, mulai dari udara (panas dan dingin), jamur, bakteri, air liur, hingga alergi. 

Beberapa penyakit juga bisa menyebabkan munculnya masalah pada kulit ini, misalnya:

  • Biang keringat: bentuknya mirip jerawat kecil yang biasanya muncul di leher, kepala, dan bahu. Anak bisa terkena biang keringat jika kepanasan dan akan hilang jika hal yang membuat ia gerah disingkirkan.
  • Eksim atau dermatitis atopik: bentuknya seperti kulit kering yang terasa gatal. Gangguan kulit ini tidak ada obatnya, tapi ibu bisa memberi pelembap untuk mengurangi rasa kering dan gatal pada kulit anak.
  • Biduran: bercak merah yang muncul akibat alergi makanan (tiram, telur, kacang), obat-obatan (antibiotik), udara dingin dan panas, serta infeksi tenggorokan akibat bakteri streptococcus. Biduran dikenal sebagai bentol-bentol yang lebar dan berwarna merah dan terasa gatal sehingga gejalanya bisa dihilangkan dengan obat anti histamin.
  • Kurap: bercak yang bersisik dengan tepi merah seperti cincin serta terasa sangat gatal. Karena penyebabnya adalah jamur, kurap bisa disembuhkan dengan obat antijamur oles yang diresepkan oleh dokter.
  • Pityriasis rosea: bercak disertai permukaan bersisik dan terasa sangat gatal. Gejala itu sebetulnya bisa hilang sendiri dalam 12 minggu, tapi kalau anak terlalu rewel karena gatal, ibu bisa mengoleskan pelembap atau memeriksakan anak ke dokter dan mendapat resep krim steroid serta obat antihistamin.

Meski sebagian besar bercak merah pada kulit anak tidak berbahaya, ibu tetap harus waspada. Segera bawa anak ke dokter jika bercak terjadi berbarengan dengan demam tinggi plus anak tidak mau makan sehingga terlihat lemah atau lesu.

Gejala Karsinoma Sel Basal Bisa Bervariasi Antara Satu Penderita Dengan Lainnya

karsinoma sel basal

Kanker kulit seringkali timbul akibat seringnya terkena paparan sinar matahari yang mengandung sinar ultraviolet. Salah satu jenis kanker kulit yang sering sekali terjadi adalah karsinoma sel basal.

Kanker kulit ini merupakan pertumbuhan abnormal pada sel-sel basal yang terletak di bagian bawah lapisan epidermis kulit. Meski pun orang ras kaukasia yang berkulit putih punya risiko lebh besar terkena kanker kulit, bukan berarti ras lain yang memiliki kulit lebih gelap dipastikan aman. Ada juga kok, orang berkulit hitam yang terkena kanker kulit.

Gejala karsinoma sel basal bisa muncul berbeda-beda antara satu penderita dengan penderita lainnya. Beberapa variasi gejala yang mungkin timbul dan perlu diwaspadai antara adalah:

  • Timbulnya luka berdarah lalu mengering yang terjadi berulang kali di tempat yang sama.
  • Muncul kemerahan dan iritasi di sebidang kulit pada wajah, dada, tangan, atau kaki yang kadang disertai gatal-gatal atau rasa sakit.
  • Muncul nodul berwarna putih, merah muda, atau merah. Pada mereka yang berkulit gelap, nodul yang muncul bisa berwarna hitam atau cokelat sehingga tampak seperti tahi lalat biasa.
  • Munculnya benjolan di kulit yang tumbuh perlahan-lahan dan memiliki pembuluh darah halus di permukaannya ketika ukurannya cukup besar. 

Karsinoma sel basal adalah kanker kulit paling ringan karena sel-sel kankernya berkembang dengan lambat dan jarang sekali menyebar ke luar lokasi awal tumbuhnya. Tapi bukan berarti kanker ini boleh ditunda pengobatannya.

Kalau terlalu lama dibiarkan tanpa pengobatan, karsinoma sel basal bisa tumbuh makin melebar dan semakin ke dalam lapisan kulit. Akhirnya sel-sel abnormal akan menghancurkan jaringan kulit, otot dan tulang di sekitar lokasi tumbuhnya karsinoma. Walau tidak sampai menyebabkan kematian, kondisi tersebut bisa meninggalkan kecacatan pada kulit.

Karsinoma sel basal biasa tumbuh di area kulit yang sering kena sinar matahari karena tidak tertutup pakaian seperti wajah, telinga dan leher. Untuk mencegah timbulnya karsinoma sel basal, hindari beraktivitas di luar ruang saat sinar matahari sedang ‘galak-galaknya’ yaitu antara jam 10 pagi hingga jam 2 siang. Selalu gunakan tabir surya pada kulit yang tidak tertutup pakaian walau pun Anda beraktivitas luar ruang bukan pada saat matahari bersinar terik. Terakhir, cermati perubahan-perubahan yang terjadi pada kulit Anda dan segera periksa ke dokter kulit bila timbul keluhan.

Mengenal Penyebab Kista Ovarium

penyebab kista

Salah satu penyakit yang menghantui wanita sejak masa menstruasi hingga menopause adalah munculnya kista ovarium. Kista ovarium adalah terbentuknya kantung berisi cairan di indung telur atau ovarium. Kadang, penderitanya tidak merasakan gejala sama sekali.

Meski demikian, kadang kista ovarium dapat memunculkan rasa nyeri hingga perdarahan. Penyebab kista ovarium pun beragam dan bisa terjadi pada berbagai usia.

Yuk kenali lebih jauh penyebab kista sehingga dapat menentukan langkah perawatan apa yang tepat.

Penyebab kista ovarium

Kista ovarium dapat dibagi menjadi beberapa jenis, seperti kista dermoid dan endometrium. Kista yang paling banyak dialami oleh wanita adalah kista fungsional yang bisa dibagi lagi menjadi dua jenis. Berikut jenis dan penyebab kista tersebut:

  • Kista folikel

Ketika seorang wanita sedang berada pada fase menstruasi, sel telur bertumbuh dalam sebuah kantong yang diberi nama folikel. Letaknya adalah di dalam indung telur.

Idealnya, kantong ini akan terbuka dan mengeluarkan sel telur. Namun pada kondisi tertentu, kantong ini tidak terbuka sehingga menyebabkan penumpukan cairan di dalam folikel yang bisa menjadi kista di ovarium.

  • Kista korpus luteum

Penyebab kista lainnya berkaitan dengan kondisi kantong folikel. Seharusnya, kantong ini akan larut setelah melepaskan sel telur. Namun jika tidak, artinya ada penumpukan cairan yang menjadi penyebab kista korpus luteum.

Selain kedua jenis kista di atas, ada juga jenis kita lain seperti kista dermoid. Bentuknya serupa kantong dengan isi rambut, lemak, dan jaringan lainnya.

Kemudian ada juga kistadenoma yang non-kanker dan terbentuk di luar ovarium. Ketiga adalah endometrioma yaitu jaringan yang seharusnya tumbuh di dalam rahim namun menjadi tumbuh di luar rahim dan menempel pada ovarium. Ini juga merupakan salah satu penyebab kista.

Untuk mengetahui akar masalahnya, perlu diketahui terlebih dahulu apa penyebab kista yang terjadi pada seseorang. Setelah itu, konsultasikan kepada dokter untuk tahu langkah perawatan apa yang akan diambil. Jangan sepelekan kista karena bisa mengganggu kinerja organ dalam lainnya. Dengan segera mengetahui dan mengambil langkah perawatan, maka kemungkinan untuk mengalami komplikasi juga bisa dihindari.

Ketombe vs Kulit Kepala Kering, Beda Cara Mengobatinya

kulit kepala kering

Ketika kamu menemukan serpihan putih yang menempel di bahu baju, mungkin hal pertama yang terpikirkan adalah ketombe. Padahal, serpihan putih juga bisa mencirikan masalah yang bertolak belakang, yakni kulit kepala kering. 

Kulit kepala kering terjadi jika kulit mengalami dehidrasi sehingga tubuh kekurangan kelembapan atau cairan. Kulit kepala kering dipicu oleh banyak faktor, misalnya udara dingin dan kering, alergi terhadap produk perawatan rambut (hairspray, shampo, dan gel styling), serta usia lanjut.

Sebaliknya, penyebab utama ketombe justru karena kulit kepala jadi lebih lembab, lebih tepatnya berminyak. Minyak ini muncul bisa karena kamu menderita dermatitis seboroik alias penyakit kulit yang membuat kulit kepala kamu berminyak, bersisik, dan gatal. Sisik putih atau kuning yang mengelupas inilah yang disebut ketombe. 

Cara lain untuk membedakan antara kulit kepala kering dan ketombe adalah melihat bentuknya. Serpihan ketombe berukuran lebih besar dan terlihat berminyak, sedangkan sisik akibat kulit kepala kering cenderung lebih halus dan kering.

Kulit kepala kering dan ketombe sama-sama menimbulkan rasa gatal di kulit kepala. Namun, ketombe bisa sampai mengakibatkan kulit kepala meradang alias berwarna kemerahan, sedangkan kulit kepala kering bisa mengakibatkan kekeringan yang sama di kulit bagian tubuh kamu yang lain.

Apakah perbedaan ciri ini juga mengakibatkan cara mengobati mereka juga berbeda?

Jelas dong!

Kulit kepala kering diobati dengan memberikan pelembap berformula ringan ke kulit kepala sebelum tidur malam. Pelembap ini akan membuat serpihan putih kering terlepas dari kulit kepala dan akan langsung hilang begitu kamu keramas.

Sedangkan untuk membasmi ketombe, kami bisa memakai sampp antiketombe yang dijual bebas di pasaran. Pilihlah sampo yang mengandung bahan-bahan pembasmi ketombe, misalnya tar, pyrithione zinc, selenium sulfida, asam salisilat, maupun ketokonazole.

Tetapi ingat, jangan lupa membaca petunjuk pemakaian serta peringatan penggunaan yang biasanya tercantum di label kemasannya ya. Pasalnya, beda kandungan sampo, beda juga efek sampingnya. 

Misalnya, sampo yang mengandung tar bisa memudarkan warna rambut atau kandungan asam salisilat bisa membuat rambut menjadi kering. Jika kamu tidak yakin dengan shampo apa yang harus digunakan, minta saran atau berkonsultasi dengan dokter kulit.

Ingin Mendapatkan Manfaat Temulawak? Cermati Penggunaannya

Temulawak adalah salah satu tanaman asli Indonesia yang dikenal memiliki banyak khasiat. Manfaat temulawak dipercaya dapat melindungi sel hati, meningkatkan nafsu makan, meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan gangguan pencernaan, hingga mencegah kanker. Penggunaannya sebagai jamu sudah lazim di kalangan masyarakat Indonesia, dan dilakukan secara turun-temurun.

Bagian temulawak atau Curcuma xanthorhiza yang dianggap berkhasiat adalah bagian akar atau rhizomanya. Bagian inilah yang diolah menjadi obat. Bentuknya sangat mirip dengan kunyit, baik bentuk, warna, maupun nama latinnya.

Namun sayangnya, manfaat temulawak ini belum didukung oleh penelitian sahih pada manusia. Padahal hasil penelitian penggunaan ekstrak temulawak pada hewan dan juga secara in vitro sangat menjanjikan. Hal ini menyebabkan belum adanya standardisasi penggunaan temulawak, baik kegunaan maupun aturan pakainya.

Di Indonesia sendiri, temulawak selain diolah sendiri sebagai jamu, juga sudah dipasarkan menjadi obat herbal yang terdaftar. Obat-obatan herbal mengandung ekstrak temulawak yang diperjualbelikan di Indonesia digunakan untuk tujuan berikut:

  • Multivitamin
  • Pelindung sel hati (hepatoprotektor)
  • Suplemen penambah nafsu makan

Dosis ekstrak temulawak yang terkandung didalam obat-obatan ini sangat bervariasi, mulai dari sekecil 10 mg, sampai sebanyak 150 mg. Sebagai multivitamin, terkandung rata-rata 10-20 mg ekstrak temulawak, sedangkan sebagai pelindung sel hati, kandungan rata-rata ekstrak temulawaknya lebih besar. Oleh karena temulawak masih digunakan sebagai terapi tambahan atau ajuvan, belum ada dosis baku standar yang digunakan.

Penggunaan ekstrak temulawak dalam jangka pendek (kurang dari 18 minggu) cukup aman bagi sebagian besar orang. Penggunaan yang terlalu lama atau terlalu banyak dapat menimbulkan efek samping, seperti rasa mual ataupun iritasi lambung.

Obat yang berasal dari tumbuhan memang lebih diminati daripada obat kimiawi sintetis, apalagi jika manfaatnya sebanyak temulawak. Obat-obatan alami pada umumnya lebih cocok dengan kondisi biologis tubuh serta memiliki efek samping yang lebih sedikit. Namun penelitian pada manusia tetap dibutuhkan. Hal ini dilakukan untuk menemukan penggunaan temulawak yang tepat untuk kondisi apa saja, dosis yang aman, serta standardisasi dalam proses mengekstrak temulawak.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengkonsumsi Vometa

Vometa merupakan obat yang dapat membantu mengatasi rasa mual, muntah, rasa tidak nyaman di lambung dan reflux lambung. Meskipun khasiat dari obat ini terdengar dapat membantu meredakan gejala yang umum dan dapat diatasi sendiri namun perlu diingat bahwa obat ini termasuk kedalam obat keras dan memerlukan resep dokter untuk bisa mengkonsumsinya.

Perlunya resep dokter ini dikarenakan kandungan dalam vometa adalah domperidone. Apabila penggunaan domperidone disalahgunakan  dapat menyebabkan gangguan ginjal, hati, kehamilan dan laktasi. Oleh karena itu, Penggunaannya harus dilakukan secara hati-hati karena memiliki risiko yang tinggi.

Dosis yang dapat digunakan pada pasien dispepsia fungsional yaitu 10-20 mg. Konsumsi obat dilakukan sebanyak 3 kali sehari. untuk dosis dewasa dan lansia memerlukan resep dokter untuk meminumnya.

Penggunaan obat ini tidak boleh lebih dari 12 minggu. Obat jangka pendek ini memiliki beberapa efek samping yang mungkin terjadi seperti mengantuk, sakit kepala, diare dan mulut kering. Konsumsi obat sebaiknya dilakukan saat perut masih kosong sekitar 15-30 menit sebelum makan agar vometa dapat bekerja lebih efektif. Jangan mengkonsumsi Vometa lebih dari dosis yang dianjurkan oleh dokter karena akan meningkatkan risiko timbulnya efek samping dibandingkan khasiatnya.

Hal-hal berikut ini perlu anda perhatikan sebelum menggunakan vometa:

  • Vometa dilarang dikonsumsi oleh bayi, anak-anak dibawah 12 tahun dan berat kurang dari 35 kg
  • Vometa dilarang dikonsumsi oleh orang dewasa dan remaja dengan berat kurang dari 35 kg
  • Vometa dilarang dikonsumsi oleh penderita tumor prolaktinoma hipofisis, pasien dengan hipersensitif terhadapan domperidone atau salah satu eksipien
  • Vometa dilarang dikonsumsi oleh penderita penyakit jantung, gangguan hati dan perdarahan gastrointestinal
  • Bagi ibu hamil, harap menyesuaikan penggunaan vometa dengan anjuran dokter
  • Tidak disarankan ibu menyusui menggunakan vometa karena dapat menimbulkan keluarnya air susu berlebihan dari payudara
  • Jika setelah mengkonsumsi terjadi alergi atau overdosis, segera temui dokter untuk mendapatkan perawatan intensif.

Simpan obat vometa sesuai dengan aturan yaitu pada suhu ruangan 15-30°C dan hindari dari sinar matahari langsung.

Promedex, Solusi Tepat untuk Atasi Bronkitis

Promedex dijual bebas dan bisa dibeli tanpa resep dokter

Promedex adalah obat untuk meringankan bronkitis, radang saluran pernapasan, batuk, influenza, asma, dan alergi. Obat ini dijual dalam bentuk sirup dalam kemasan 60 ml dan dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter.

Kandungan Promedex

Promedex mengandung beberapa zat yang memiliki fungsi yang berbeda, seperti:

  • Promethazine (obat antihistamin generasi pertama)
  • Dextromethorphan (obat penekan batuk)
  • Tinct ipecac (ekspektoran dan emetic)
  • Guaiphenesin (obat batuk ekspektoran)
  • Natrium citrate (menetralkan kondisi asam)

Kontraindikasi obat Promedex

Walaupun Promedex dijual bebas dan bisa dibeli tanpa resep dokter, Anda harus ingat bahwa obat ini memiliki beberapa kontraindikasi.

  1. Jangan diberikan pada pasien dengan riwayat hipersensitif terhadap kelima kandungan obat ini.
  2. Jangan lupa memberikan Promedex pada bayi prematur, bayi baru lahir, dan penderita asma akut.
  3. Tidak direkomendasikan untuk penderita hipertensi, hipertiroid, dan pasien yang sedang menjalani terapi dengan obat-obatan golongan MAOI.

Apakah Promedex aman untuk ibu hamil?

Menurut Food and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat, Promedex masuk dalam kategori C. artinya, penggunaan obat pada ibu hamil bisa saja diberikan meskipun ada potensi risiko yang cukup besar.

Jadi, jangan lupa untuk terus bijak mengetahui apa yang tepat diberikan bagi tubuh Anda. Jika memang Promedex dirasa cocok untuk mengatasi penyakit seputar batuk yang Anda alami, maka bisa dilanjutkan. Tapi ingat, menjaga daya tahan tubuh dengan asupan makanan bernutrisi tetap lebih bermanfaat.

Bagaimana Cara Aman Melakukan Tummy Time pada Si Kecil?

Tummy time harus dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan bayi.

Bayi sudah bisa melakukan tengkurap atau tummy time sejak dini.  Tummy time adalah latihan tengkurap yang harus dilakukan bayi untuk mencegah terjadinya kondisi kepala bagian belakang menjadi datar akibat terlalu lama dalam posisi telentang.

Latihan ini dilakukan dengan mengajak bayi mengangkat kepalanya dalam posisi tengkurap. Orang tua juga harus memantau pergerakan bayi karena meninggalkannya dalam posisi tummy time dapat meningkatkan risiko terjadinya terjadinya SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau kejadian mati mendadak pada bayi.

Berikut tips-tips aman dalam menerapkan tummy time pada si kecil.

  1. Lakukan di tempat yang rendah dan empuk

Kondisi tempat yang rendah dan empuk membuat si kecil terhindar dari berguling hingga terjatuh. Hindari melakukan tummy time pada kasur yang tinggi karena meningkatkan risiko jatuh.

  • Pastikan lingkungan aman

Pastikan tidak ada anak lain yang aktif atau binatang peliharaan yang dapat mengganggu si kecil dalam latihan tummy time.

  • Fokus dalam melakukan pengawasan

Jangan pernah tinggalkan bayi Anda tanpa pengawasan dalam posisi sudah tengkurap. Sebab, bayi dapat bergerak ke posisi yang berbahaya bagi dirinya sendiri.

  • Hindari bayi tidur saat melakukan Tummy Time

Apabila si buah hati mengalami kantuk saat tengkurap, pindahkan bayi Anda kembali ke posisi telentang untuk tidur. Jangan biarkan posisi tidur tengkurap karena berisiko tinggi mengalami SIDS.

Awalnya, bayi akan rewel saat melakukan tummy time karena merasa tidak nyaman. Namun, Anda harus terus membiasakan bayi untuk melakukan tummy time hingga waktu bertahan bayi terus bertambah setiap hari.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai