Jika orang-orang ingin memiliki gigi yang terlihat bagus dan kuat untuk jangka waktu yang panjang, tentunya salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan implan gigi. Implan gigi sebenarnya dapat dilakukan ketika kondisi di dalam mulut seseorang terlihat lemah atau tidak memiliki gigi.
Tujuan diterapkannya operasi ini adalah untuk menjaga kesehatan pada tubuh (termasuk yang ada di dalam mulut), penampilan gigi yang lebih baik dan bersih, meningkatkan kesehatan pada mulut, peningkatan kemampuan bicara, kemampuan makan lebih baik, daya tahan lebih lama, dan kenyamanan terasa seperti gigi asli. Ini bisa saja menjadi opsi bagi sebagian orang.
Walaupun proses implan gigi bisa dibilang mudah, tetap saja ada beberapa faktor yang menghambat orang untuk melakukan operasi tersebut. Salah satunya adalah harga yang cenderung mahal. Biaya operasi ini dimulai dari Rp 2.500.000,00, bahkan ada yang mencapai Rp 25.000.000,00. Selain itu operasinya harus ditangani dengan tepat jika ingin mendapat hasil yang bagus.
Namun, hasil operasi pada implan gigi belum tentu sepenuhnya bagus. Hal ini bisa disebabkan karena di dalam mulut seseorang bisa saja terjadi kompilasi sehingga menyebabkan operasi tersebut gagal untuk dijalankan. Perkiraan bisa mencapai antara 5 hingga 10% operasi berujung gagal setelah melakukan prosedur selama bulanan hingga kurang lebih selama setahun.
Walaupun persentasenya kecil, tetapi tetap saja ada orang yang gagal operasi implan gigi disebabkan karena faktor atau komplikasi berikut:
- Penyakit gusi
Salah satu kriteria yang harus diterapkan dalam menjalankan operasi tersebut adalah harus memiliki gusi yang sehat. Jika seseorang mengalami penyakit gusi aktif, maka dapat merusak gigi dan tulang rahang. Jika tidak diobati, maka akan mengalami kegagalan pada gigi.
- Tulang rahang yang tidak mencukupi
Tulang rahang harus dalam kondisi sehat. Jika tidak, maka dokter bedah akan mengalami kesulitan untuk menempatkan gigi buatan ke dalam rahang. Tulang rahang juga sebenarnya tergantung pada gusi. Jika gusi mengalami penyakit yang cukup parah, maka ada kemungkinan kerusakan pada tulang rahang.
- Perawatan gigi yang buruk
Salah satu kriteria yang memungkinkan untuk menjalankan operasi adalah harus memiliki kondisi gigi yang baik. Bisa saja seseorang tidak bisa mengalami operasi tersebut jika mengalami keterbatasan yang mempengaruhi rentang gerak atau kemampuan untuk membersihkan gigi.
- Kondisi medis
Selain penyakit yang ada di mulut seperti penyakit gusi, kemungkinan seseorang tidak dapat menjalankan operasi ini disebabkan karena ada penyakit lain yang dialami seperti diabetes yang bisa saja menghambat penyembuhan pada gigi.
Tidak hanya pada penyakit tertentu yang menghambat kondisi medis, namun juga obat-obat yang digunakan dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang dan menghambat pertumbuhan pada gigi. Berdasarkan penelitian di Universitas McGill pada tahun 2016, ditemukan bahwa obat-obatan seperti obat maag dapat mengurangi pertumbuhan tulang baru. Artinya, peluang untuk melakukan operasi implan gigi akan menjadi sulit karena kurangnya tempat untuk memasang gigi buatan.
Menurut University at Buffalo (UB) pada tahun yang sama, orang-orang sebaiknya tidak menggunakan obat antidepresan karena alasan yang sama seperti di atas, yaitu menghambat pertumbuhan tulang baru.
- Dokter gigi yang kurang berpengalaman atau malapraktik
Memilih dokter bedah gigi itu juga penting sebenarnya. Jika memilih dokter yang kurang berpengalaman, maka kemungkinan dalam hasil implan gigi tidak sesuai harapan, bahkan bisa juga mengalami malapraktik jika tidak diterapkan dengan benar.