Tips Aman Menggunakan Sepatu Roda

Meskipun saat ini dunia menghadapi pandemi virus Corona atau Covid-19, hal tersebut tidak menghentikan sebagian orang untuk bersenang-senang tidak hanya di rumah, namun juga bisa dilakukan di luar rumah, karena setiap negara telah melonggarkan PSBB atau lockdown untuk memulihkan ekonomi, dan agar masyarakat bisa beraktivitas kembali seperti semula, meskipun protokol kesehatan tetap harus dipatuhi. Ada berbagai aktivitas yang bisa dicoba selama pandemi Corona berlangsung, salah satunya adalah sepatu roda.

Mungkin Anda, pada saat kecil, ingin berkeliling di lingkungan menggunakan sepatu roda. Sepatu roda tidak hanya dinikmati anak-anak, namun juga dinikmati oleh remaja dan orang dewasa. Tidak hanya itu, sepatu roda juga dapat membakar banyak kalori di dalam tubuh manusia, serta meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh mereka.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan

Meskipun sepatu roda merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan jika ingin bersenang-senang, Anda juga perlu pahami bahwa sepatu roda juga bisa menimbulkan risiko. Jika tidak berhati-hati menggunakan sepatu roda, maka Anda bisa mengalami kecelakaan di bagian tubuh.

Sama seperti olahraga lain, seorang pemula yang ingin beraktivitas dengan sepatu roda perlu belajar menggunakannya sampai dia mahir sehingga dia tidak perlu ditemani teman atau anggota keluarga ke tempat yang ingin dituju.

Seseorang yang ingin menggunakan sepatu roda perlu menjaga keseimbangan tubuh dan memiliki refleks tubuh yang baik. Tidak hanya itu, seseorang yang menggunakan sepatu roda juga harus selalu waspada terhadap lingkungan sekitar seperti orang-orang yang melewati di jalur yang sama.

Tidak hanya orang-orang yang perlu diwaspadai, jalanpun juga perlu diwaspadai, apakah jalan tersebut aman untuk dilewati atau tidak. Pastikan Anda melewati jalan yang memiliki permukaan yang bagus sehingga tidak dapat merusak sepatu roda Anda.

Jika Anda tidak memperhatikan protokol keamanan, seperti yang disebutkan di atas, Anda bisa mengalami risiko cedera di bagian tubuh. Area cedera bisa beragam, namun cedera biasanya dialami di sendi-sendi atau lekukan tubuh seperti siku, pergelangan tangan, dan lutut. Kondisi yang dialami akibat kecelakaan juga dapat menyebabkan seseorang mengalami luka gores, pegal, bahkan patah tulang.

Tips Untuk Menggunakan Sepatu Roda

Untuk mengatasi masalah seperti ini, setiap orang sebaiknya belajar hal-hal tentang sepatu roda terlebih dahulu, apalagi jika mereka adalah anak-anak. Berikut adalah tips yang dapat diterapkan jika ingin menggunakan sepatu roda:

  • Perlengkapan

Jika Anda pemula, Anda sebaiknya lindungi diri dengan perlengkapan sepatu roda seperti helm dan pelindung lutut untuk mencegah terjadinya cedera.

  • Produk

Anda juga sebaiknya beli sepatu roda yang menawarkan kualitas yang bagus. Harga yang murah atau diskon belum tentu memberikan kualitas yang bagus bagi pengguna.

  • Lokasi

Lokasi atau lingkungan sekitar juga perlu Anda perhatikan jika Anda ingin menggunakan sepatu roda. Pastikan Anda melewati jalan yang memiliki permukaan yang bagus dan bisa dilalui sepatu roda. Selain itu, jika Anda menggunakannya di jalan, Anda perlu memahami teknik dasar sepatu roda seperti menjaga keseimbangan tubuh dan mengerem.

  • Latihan

Anda juga sangat dianjurkan untuk terus berlatih menggunakan sepatu roda jika ingin menggunakannya tanpa ditemani teman atau anggota keluarga. Anda bisa mencari tahu lebih banyak tentang sepatu roda dan trik-trik untuk menggunakannya melalui internet.

  • Perawatan

Sama seperti kendaraan, Anda juga perlu perhatikan kondisi sepatu roda Anda jika Anda terus menggunakannya. Anda sebaiknya periksa kondisi sepatu roda Anda secara berkala seperti jika ada kotoran atau tidak. Jika tidak terawat dengan baik, maka bisa menimbulkan ketidaknyamanan pada sepatu roda Anda, dan bisa menimbulkan cedera.

  • Pengawasan

Pengawasan sangat diperlukan jika anak Anda ingin menggunakan sepatu roda. Pastikan anak Anda menggunakannya dengan hati-hati untuk melindungi diri dari cedera. Anak-anak masih dalam tahap perkembangan dan keseimbangan tubuh belum terlihat sempurna sehingga mereka perlu didampingi sampai dia mahir.

Kesimpulan

Sepatu roda merupakan salah satu cara yang dapat Anda lakukan jika Anda ingin bersenang-senang. Meskipun demikian, Anda juga perlu menerapkan protokol kesehatan (seperti menggunakan masker) di saat pandemi dan keamanan untuk melindungi diri dari cedera. Ada baiknya jika Anda terus belajar menggunakan sepatu roda jika ingin menguasainya.

5 Tips Sukses Program Diet Mayo Beserta Menu Makanannya

Diet mayo menjadi salah satu diet yang paling banyak dicoba oleh pejuang berat badan untuk menurunkan bobot tubuhnya. Diet ini awalnya diterbitkan oleh Mayo Clinic yang didasarkan pada penelitian serta pengalaman klinis. Menurut program diet ini, untuk mencapai berat badan ideal itu tidak harus menyiksa tapi tetap ideal. Sehingga seseorang tidak hanya mendapatkan benefit berupa berat badan turun, tetapi juga membuat tubuhnya sehat, bugar, dan fit.

Singkatnya, diet mayo adalah adanya perubahan gaya hidup yang akan membantu membuat bobot badan seseorang turun dengan cara yang sehat dan gaya hidup sehat ini dilakukan konsisten dan permanen dalam jangka panjang. Cara hidup ini tidak akan membuat Anda merasa tersiksa, sebaliknya, Anda akan menikmatinya.

Rahasia Menurunkan Berat Badan Diet Mayo

Jika Anda ingin berhasil menurunkan berat badan dan mempertahankan berat badan ideal tersebut, berikut ada tips yang bisa Anda terapkan. Tips ini didukung oleh ahli Mayo Clinic, seperti yang dilansir dari Everyday Health berikut ini:

  • Hindari Makan saat Menonton TV

Menikmati makanan sembari menonton TV kedengarannya menyenangkan dan tidak berbahaya. Namun, hati-hati, ya. Sebab rutinitas ini dapat menambah berat badan Anda. Ketika Anda diam dan fokus menonton film atau serial kesukaan, ada kemungkinan Anda tetap mengunyah tanpa sadar.

Itulah mengapa ahli diet mayo menetapkan aturan bahwa tidak ada waktu menonton saat makan. Ketika Anda fokus mengunyah makanan, ada kecenderungan seseorang akan makan lebih sedikit.

  • Makanlah “Real Food”

Real food atau jika diartikan adalah makanan sebenarnya, yaitu yang diolah dengan tidak berlebihan, makanan alami tanpa pengawet maupun pewarna buatan.

Menurut para ahli diet mayo, memperbolehkan makan makanan apa saja asal segar dan sehat, seperti buah, sayuran, daging tanpa lemak, hingga gandum. Namun, hindari makanan beku, makanan ringan kemasan, makanan cepat saji, dan makanan-makanan yang mengandung sedikit nutrisi. Makanan seperti itu biasanya lebih banyak mengandung lemak, gula, kalori, dan garam.

Kandungan-kandungan tersebut tentu saja menjadi bencana bagi upaya Anda mendapatkan berat badan ideal dan jauh dari kata sehat.

Oleh karena itulah para ahli diet mayo merekomendasikan untuk membatasi makanan olahan dan mengonsumsi makanan segar.

  • Tetapkan Tujuan Realistis yang Bisa Anda Patuhi

Kebanyakan orang yang ingin memulai program diet menetapkan hasil akhir tanpa fokus pada prosesnya. Padahal dengan fokus pada proses akan membantu Anda menentukan langkah-langkah untuk mencapai tujuan akhir. Misalnya dengan menentukan target olahraga 30 menit setiap hari, atau target makan empat porsi sayur setiap hari, dan target harian lainnya. Dengan konsisten pada proses harian seperti itu, cepat atau lambat goals program diet Anda akan tercapai.

  • Kurangi Makan di Luar

Hindari makan di restoran ketika Anda menjalani program diet. Wangi aroma makanan, suasana, dan hal-hal lainnya yang memikat Anda untuk makan di luar dan memilih makan makanan berkalori tinggi. Sehingga program diet Anda tidak akan berhasil.

Sebaiknya Anda memperbanyak waktu makan di rumah. Karena itu akan membantu  Anda terhindar dari obesitas dan makanan yang Anda konsumsi akan jauh lebih sehat.

Anda bisa merencanakan menu makanan Anda selama seminggu, mulai dari sarapan, makan siang, hingga malam, lengkap dengan cemilannya. 

Menu Makanan DIet Mayo

Ada beberapa tingkatan kalori dalam diet yang satu ini. Berikut menu makanan diet mayo bagi Anda yang butuh asupan 1.200 kalori per hari, berikut yang bisa Anda coba:

Menu Sarapan

  • Masak 1/2 cangkir oatmeal dengan secangkir susu
  • 1/4 cangkir mangga
  • 2 sdm kismis
  • air mineral/air putih

Menu Makan Siang

  • Salad sehat tanpa saus yang mengandung lemak
  • Kue ubi jalar dan quinoa
  • Air mineral/air putih

Menu Makan Malam

  • Pizza
  • 3/4 cangkir buah-buahan
  • Air mineral/air putih

Camilan

Anda bisa menikmati camilan berupa 1 cangkir paprika dengan 2 sendok makan hummus.

Jika Anda suka camilan manis, tidak masalah. Camilan favorit Anda tetap bisa dikonsumsi asal kalorinya dibatasi, hanya boleh 75 kalori per harinya.

Saat menjalani program diet mayo, pastikan Anda juga memperbanyak aktivitas fisik seperti rutin berolahraga. Setidaknya 30 menit setiap hari secara teratur sudah cukup untuk membakar kalori dan membuat tubuh Anda tetap fit.

4 Tips Diet Perimenopause yang Mudah Kamu Terapkan

Tidak sedikit perempuan yang mengkhawatirkan tubuhnya akan berubah drastis saat memasuki masa menopause. Biasanya, gejala atau perubahan akan muncul menjelang puncak menopause tiba, yaitu pada fase perimenopause. Saat perubahan pada tubuh mulai dirasakan, maka Anda bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi puncak menopause dengan nyaman. Hal penting yang harus Anda lakukan adalah menerapkan diet perimenopasue dan gaya hidup sehat.

Ini dia, 4 tips diet perimenopause yang bisa Anda coba.

Menurut Sherry Ross, MD, seorang dokter obgyn dari Pusat Kesehatan St. John di Santa Monica, California, tidak semua perempuan akan mengalami gejala perimenopause yang sama. Meskipun begitu, diet perimenopause tetap penting dilakukan untuk meringankan ketidaknyamanan dan menjaga tubuh tetap sehat seiring bertambahnya usia. Inilah 4 langkah diet perimenopause yang mudah untuk Anda terapkan.

  1. Cukupi kebutuhan kalsium.

Dikutip dari National Institutes of Health (NIH), saat Anda memasuki usia 50 tahun, kebutuhan kalsium akan meningkat dari 1000 mg menjadi 1200 mg per hari. Namun, bukan berarti Anda harus menunggu usia 50 tahun baru mengisi cadangan kalsium di dalam tubuh. Ketika gejala menopause sudah muncul, ini berarti kadar estrogen di tubuh juga mulai berkurang. Rendahnya kadar estrogen akan membuat penyerapan kalsium jadi menurun, sehingga Anda berisiko tinggi mengalami osteoporosis atau tulang keropos. Komplikasi parahnya adalah patah tulang.

Oleh sebab itu, tambahkan menu tinggi kalsium ini ke dalam diet perimenopasue Anda, seperti susu, yogurt, sayuran hijau (kangkung, pokcoy, bayam, dan sejenisnya), ikan sarden, ikan salmon, buah-buahan, roti, serta sereal. Mengonsumsi makanan tersebut 2-3 porsi dapat memenuhi kebutuhan kalsium Anda sehari-hari.

  • Kurangi konsumsi alkohol dan kafein.

Dikutip dari Women’s Health Journal, sering mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kanker payudara, terutama saat usia 40 tahun ke atas. Ini mungkin saja karena alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen secara drastis yang berkaitan dengan kanker payudara. Jika Anda memang memutuskan untuk minum alkohol, maka batasi satu gelas sehari.

Mengurangi konsumsi alkohol dan kafein dalam diet perimenopause juga dapat meredakan gejala hot flashes, yaitu berkeringat atau kepanasan di malam hari. Selain itu, konsumsi gandum dan ikan salmon dapat menurunkan kadar kolesterol, sehingga gejala hot flashes berkurang. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan kadar kolesterol tinggi lebih sering mengalami gejala hot flashes dibandingkan wanita dengan kadar kolesterol normal.

  • Cukup minum air putih.

Menurut Sherry Ross, MD, perubahan hormonal tubuh selama perimenopause dapat menyebabkan retensi cairan dan peningkatan gas, sehingga perut terasa kembung. Dengan minum air putih lebih banyak, maka gejala ini dapat diatasi. Anda bisa mencukupi kebutuhan cairan dengan minum minimal 8 gelas sehari.

Selain itu, bisa juga menambahkan makanan yang mengandung banyak air ke dalam diet perimenopause Anda, seperti semangka, mentimun, selada, beri-berian, dan sejenisnya. Minum teh juga dapat membantu meredakan gejala perut kembung. Hindari asupan makanan asin yang dapat meningkatkan produksi gas di lambung, diantaranya kacang, brokoli, kubis, kembang kol, dan lainnya.

  • Batasi konsumsi junk food.

Seiring bertambahnya usia, massa otot Anda akan berkurang dan simpanan lemak terus bertambah. Hal ini alamiah terjadi pada tubuh yang semakin menua. Tidak jarang ditemui perempuan yang mengalami perimenopause memiliki masalah dengan berat badannya. Oleh sebab itu, tidak disarankan mengonsumi junk food apalagi terlalu sering.

Junk food merupakan makanan yang tinggi lemak, namun rendah serat, vitamin, dan mineral. Menambahkan asupan protein dan serat ke dalam diet perimenopasue dapat mengontrol nafsu makan dengan baik. Buah dan sayuran adalah makanan yang kaya serat, vitamin, dan mineal, sedangkan biji-bijian dan kacang-kacangan sumber protein dan lemak yang baik untuk tubuh.

Pentingnya Tes Kesehatan Calon Pengantin Pra Nikah

Tes kesehatan calon pengantin amatlah penting untuk dilakukan sebelum pernikahan dilangsungkan. Tahapan ini pun telah menjadi salah satu persyaratan perndaftaran di Kantor Urusan Agama.

Cek kesehatan calon pengantin sangat membantu dalam mengidentifikasi masalah kesehatan dan risikonya untuk diri Anda sendiri dan pasangan. Hal ini juga penting dilakukan untuk mencegah masalah kesehatan (seperti penyakit keturunan) atau keterbatasan pada calon anak Anda. Dengan begitu, upaya pencegahan dapat dilakukan.

Kemudian, untuk bisa hamil sampai melahirkan anak, pasangan suami istri harus berada dalam kondisi kesehatan yang optimal. Ini meningkatkan peluang Anda untuk memiliki anak atau keturunan yang sehat. Tentunya, semua calon orangtua mengharapkan hal ini.

  • Apa Saja Tes Kesehasatan Pra Nikah?

Calon pengantin akan melakukan berbagai macam tes kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Tes-tes tersebut telah diatur dan disesuaikan dengan kebutuhan calan pasangan. Berikut ini adalah tes yang dilakukan sebagai tahapan cek pra nikah, seperti:

  • Tes Hematologi. Tes ini berfungsi untuk mengetahui apakah terjadi kelainan pada jumlah sel darah atau tidak.
  • Tes Urine. Tes ini berguna untuk memeriksa apakah terdapat infeksi saluran kemih dan kelainan ginjal.
  • Tes Golongan Darah. Tes ini dilakukan untuk mengetahui golongan darah dan rhesus pada pasangan tersebut.
  • Tes Gula Darah. Tes ini berfungsi untuk melihat kadar gula darah dalam tubuh.
  • Venereal Disease Research Laboratory. Tes ini berfungsi untuk mengetahui penyakit yang berhubungan dengan kelamin.
  • TORCH. Tes ini berfungsi untuk mengetahui adanya infeksi penyakit pada kesuburan pria dan wanita.

Biasanya, tes kesehatan calon pengantin ini sudah dijadikan satu paket. Anda dan pasangan tinggal memilih paket yang sesuai dengan kebutuhannya. Sudah hampir fasilitas kesehatan di Indonesia menyediakan fasilitas dan layanan ini.

  • Manfaat Tes Kesehatan Calon Pengantin Pra Nikah

Selain untuk mengetahui penyakit yang terjadi pada pasangan, tes kesehatan calon pengantin juga difungsikan sebagai upaya pencegahan agar penyakit yang terdeteksi tidak menjadi semakin parah. Selain itu tes kesehatan sebelum menikah juga untuk membatasi menyebarnya penyakit darah genetik, seperti anemia sel sabit dan thalasemia, serta penyakit menular seperti hepatitis B dan C, serta HIV/AIDS.

Selain membatasi penularan penyakit, keuntungan lainnya mengikuti tes kesehatan ini adalah

  • Membuat calon pengantin lebih memahami arti kehidupan berumah tangga yang sehat secara keseluruhan
  • Mengurangi beban asuransi kesehatan dan keharusan Palang Merah untuk menyediakan darah  Mengurangi beban finansial pada keluarga dan lingkungan karena harus mengobati penyakit tertentu.
  • Menghindari munculnya beban sosial dan psikologis pada anak jika menderita penyakit keturunan dari gen orang tuanya.
  • Biaya Tes Kesehatan Pranikah

Banyak hal yang menjadi penyebab sungkan atau enggan melakukan pemeriksaan sebelum pernikahan, antara lain karena biaya tes kesehatan pranikah yang terlalu mahal. Anda memang perlu menyiapkan budget khusus untuk menjalaninya, karena biaya tes kesehatan pranikah ini biasanya tidak di-cover oleh asuransi.

Namun, beberapa tes ini bisa dilakukan di beberapa Puskesmas secara gratis untuk pemilik kartu BPJS, misalnya tes untuk mendeteksi HIV/AIDS. Biaya tes kesehatan pranikah umumnya bervariasi, tergantung pada seberapa banyak rangkaian tes yang akan dilakukan, rumah sakit mana yang dipilih, serta fasilitas yang ditawarkan.

***

Persiapan sebelum menikah memang begitu banyak, mulai dari akad hingga resepsi. Belum lagi Anda dan pasanga diwajibkan menjalani tes kesehatan calon pengantin sebelum menikah. Semua itu tak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Jadi, jangan lupakan salah satu dari beberapa hal tesebut, ya, agar penikahan Anda bisa berjalan dengan lancar.

MERS

Tradisi Sulitkan Penanganan MERS | DUNIA: Informasi terkini dari ...

(Middle East respiratory syndrome), atau nama lainnya sebagai MERS-CoV, merupakan penyakit yang dapat menular manusia dimana kondisi tersebut disebabkan oleh virus Corona. Jenis virus Corona penyebab MERS tidak sama dengan SARS (severe acute respiratory syndrome), namun bisa menyebabkan kondisi yang sama pada manusia.

MERS pertama kali terjadi di Arab Saudi sejak tahun 2012. Pada saat itu, infeksi MERS menyebar ke wilayah Timur Tengah, dan dapat menyebar ke seluruh dunia.

Sebagian besar kasus MERS tersebar melalui perjalanan dari Timur Tengah ke luar negeri atau orang-orang yang datang ke Timur Tengah. Sebagian besar penderita MERS menderita infeksi saluran pernafasan bawah yang menyerupai dengan pneumonia, dan bisa menyebabkan gejala berupa batuk, demam, dan sesak nafas.

Tidak hanya itu, MERS juga dapat menyebabkan gagal pernafasan atau gagal ginjal, bahkan bisa mengarah pada kematian. 3 atau 4 dari 10 pasien dinyatakan meninggal dunia akibat MERS. Oleh karena itu, jika Anda berencana untuk pergi ke Timur Tengah, atau pulang dari Timur Tengah, Anda sebaiknya menjaga diri dengan menerapkan protokol kesehatan.

Gejala

Gejala MERS serupa dengan influenza, dan seseorang bisa mengalami gejala akibat MERS dalam waktu 2 hingga 14 hari setelah mengalami infeksi virus. Sama seperti virus Corona, MERS juga bisa tidak membuat seseorang mengalami gejala sama sekali. Namun, jika penderita mengalami gejala akibat MERS, mereka kemungkinan akan menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Batuk.
  • Demam.
  • Sesak nafas.
  • Nyeri dada.
  • Menggigil.
  • Sakit tenggorokan.
  • Tubuh terasa pegal.
  • Nyeri di bagian kepala.
  • Diare.
  • Mual.
  • Muntah.

Komplikasi

MERS juga bisa menyebabkan komplikasi pada tubuh seperti kegagalan organ (khususnya di bagian ginjal) dan pneumonia. Sebagian kasus juga menunjukkan bahwa penderita bisa menderita gangguan pernafasan yang berat sehingga membutuhkan alat bantu nafas berupa ventilator.

Penyebab

Pada dasarnya, penyakit MERS dipengaruhi oleh virus Corona. Virus Corona bisa menyebar melalui dua cara, antara lain:

  • Dari hewan ke manusia

Virus Corona bisa menyebar melalui unta. Unta yang terinfeksi virus Corona bisa menular ke manusia melalui kontak fisik, atau konsumsi susu atau daging unta yang tidak dimasak dengan matang.

  • Dari manusia ke manusia

MERS bisa menular dari manusia ke manusia lain. Contohnya, ketika seseorang merawat penderita yang menderita MERS, orang yang merawatnya bisa terkena MERS melalui kontak dekat melalui percikan air liur atau udara pada saat penderita batuk.

Diagnosis

Jika Anda mengalami MERS, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter akan membantu mereka dengan melakukan diagnosis. Sebelum melakukan diagnosis, dokter perlu menanyakan kondisi Anda.

Setelah menanyakan kondisi Anda, dokter akan melakukan diagnosis. Diagnosis dapat dilakukan melalui pemeriksaan penunjang untuk mengetahui jika ada virus di dalam tubuh Anda atau tidak. Pemeriksaan penunjang melibatkan tes darah, tes usap tenggorokan, dan rontgen dada.

Pengobatan

Meskipun belum ada pengobatan yang tepat untuk mengatasi MERS, MERS dapat diatasi dengan terapi suportif. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi gejala dan mencegah terjadinya komplikasi pada tubuh Anda.

Pencegahan

Sama seperti virus Corona, Anda bisa mencegah MERS melalui cara berikut:

  • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih minimal 20 detik.
  • Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut sebelum mencuci tangan.
  • Jika batuk atau bersin, sebaiknya tutupi hidung dan mulut dengan tisu, kemudian segera buang tisu yang telah digunakan ke tempat sampah.
  • Menggunakan semprotan disinfektan untuk membersihkan permukaan barang yang sering disentuh orang-orang.
  • Jangan pergi ke tempat yang terdapat wabah mematikan seperti MERS.

Kesimpulan

Menjaga kebersihan diri adalah hal yang penting untuk dilakukan supaya dapat terhindar dari penyakit seperti MERS. Cara-cara untuk mencegah MERS mudah untuk dilakukan. Namun, jika Anda merasakan gejala akibat MERS, Anda bisa konsultasikan masalah tersebut dengan dokter.

Penyebab Sakit Gigi dan Cara Mencegahnya

Sakit gigi adalah salah satu penyakit umum yang sering dialami oleh masyarakat di seluruh dunia. Kebiasan hidup yang tidak menyadari pentingnya kebersihan gigi dapat menjadi penyebab sakit gigi atau masalah mulit lainnya. Pada dasarnya, sakit gigi adalah rasa sakit di dalam atau sekitar gigi. Berikut beberapa faktor yang umumnya menjadi penyebab sakit gigi:

  • Gerakan berulang seperti gigi menggemeretak

Gigi menggemeretak yang dibiarkan begitu saja tanpa menerima pengobatan akan merusak gigi dan menimbulkan komplikasi kesehatan mulut lainnya. Gesekan gigi secara rutin akan menimbulkan masalah-masalah seperti sakit gigi, gigi retak, sensitif, hingga patah.

  • Gigi berlubang

Gigi yang berlubang disebabkan oleh kerusakan pada gigi akibat makan-makanan yang mengandung karbohidrat, seperti roti, nasi, sereal, susu, soda, buah-buahan, kue, atau permen yang menetap ada gigi Anda. Bakteri dalam mulut dapat mengubah sisa makanan tersebut menjadi asam. Kombinasi bakteri, asam, sisa makanan, dan air liur menyebabkan pembentukan plak yang menempel pada gigi. Asam di plak tersebut larut dalam enamel sehingga membuat gigi berlubang.

  • Abses gigi

Abses gigi merupakan kantung berisis nanah yang terbentuk di akar pada gigi yang mengalami infeksi. Kondisi ini dapat disebabkan oleh gigi berlubang atau kerusakan gigi, penyakit gusi, atau gigi retak. Jika tidak segera ditangani, infeksi ini dapat membunuh saraf dan menyebabkan abses gigi sehingga sakit gigi bisa terjadi.

  • Infeksi gusi

Bakteri dari plak gigi yang menggunung dapat menyebabkan gusi menjadi meradang dan mudah berdarah saat menyikat gigi. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi gusi dan jika tidak segera ditangani, infeksi gusi dapat menyebabkan sakit gigi dan gigi mengendur dari gusi.

Cara Mencegah Sakit Gigi

Sebagian besar penyebab sakit gigi adalah kerusakan gigi. Maka sebaiknya, setiap orang harus memerhatikan kebersihan mulut. Anda harus menyikat gigi secara teratur dengan pasta gigi yang mengandung fluoride. Selain itu, gunakan dental floss sekali sehari, obat kumur antiseptik dua kali sehari, dan melakukan pemeriksaan rutin 6 bulan sekali ke dokter gigi.

Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Tumor Feokromositoma?

Feokromositoma adalah tumor langka yang biasanya tumbuh di kelenjar adrenalin atas ginjal. Sebagian besar feokromositoma bersifat jinak. Sekitar 3-13% dari tumor ini yang bersifat ganas dan menyebar ke organ lain.

Tumor ini bisa terjadi pada satu kelenjar adrenal, bisa juga menyerang keduanya. Jika penyakit ini tidak diberikan perawatan segera, bisa mengancam keselamatan jiwa.

Kebanyakan penderita feokromositoma ini tidak pernah atau jarang didiagnosis karena gejalanya hampir mirip dengan penyakit lain.

Penyebab Feokromositoma

Penyebab tumor jinak yang mengganggu kerja kelenjar adrenal ini belum diketahui hingga kini. Namun, tumor jinak ini berkembang di sel kromafin yang berada di tengah kelenjar adrenal.

Feokromositoma ini juga bisa muncul di luar kelenjar adrenal, meskipun kasus seperti ini jarang terjadi.

Berikut kelainan genetik yang membuat seseorang berisiko mengidap feokromositoma (pheochromocytoma) ini:

  • Sindrom paraganglioma
  • Neurofibromatosis tipe 1
  • Penyakit von Hippel-Lindau
  • Multiple endocrine neoplasia type 2

Faktor lain yang dapat menjadi pemicu timbulnya gejala pheochromocytoma yaitu:

  • Kelelahan
  • Persalinan
  • Mengalami kecemasan dan stres
  • Menggunakan obat-obatan terlarang
  • Menjalani operasi dengan bius
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung tyramine tinggi, seperti makanan diawetkan, difermentasi, dimasak terlalu matang, atau diasamkan.

Bagaimana Cara Mengobati Feokromositoma?

Penyakit tumor jinak ini bisa diobati dengan dengan metode operasi dan juga obat. Ini akan bergantung pada ukuran dan jenis tumor serta kondisi kesehatan pasien.

  1. Operasi Pengangkatan Tumor

Operasi merupakan metode utama yang bisa dipilih untuk mengobati tumor feokromositoma ini. Operasi bertujuan untuk mengurangi produksi hormon adrenalin dan nonadrenalin yang berlebihan sehingga tekanan darah menjadi stabil kembali.

Operasi ini bisa dilakukan pengangkatan tumor saja atau keseluruhan kelenjar adrenal dengan menggunakan metode laparoskopi.  Metode ini adalah teknik pembedahan dengan sayatan kecil, alatnya dilengkapi dengan kamera.

  • Obat-obatan

Sebelum dilakukan operasi pembedahan, biasanya pasien akan diberikan obat untuk menurunkan tekanan darah. Tujuannya agar selama pembedahan, risiko peningkatan tekanan darah berkurang.

Obat yang diberikan biasanya adalah obat alpha blockers dan beta blockers yang dikonsumsi 7-10 hari sebelum dilakukan operasi.

Obat penghambat alfa (alpha blockers) berguna untuk meningkatkan aliran darah dan juga menurunkan tekanan darah.

Sedangkan obat penghambat beta (beta blockers) berfungsi untuk membuat detak jantung lebih pelan dan membuat pembuluh darah terbuka serta lebih rileks.

Jika kasus tumor feokromositoma yang dialami pasien tergolong ganas, biasanya metode pengobatan yang dilakukan bisa radioterapi dan kemoterapi.

Gejala Feokromositoma

Ada pengidap feokromositoma yang tidak merasakan gejala apapun. Tapi, secara umum, gejala dari tumor jinak ini dapat berupa:

  • Wajah pucat
  • Sakit kepala
  • Jantung berdebar
  • Tekanan darah tinggi
  • Keringat berlebihan
  • Sembelit
  • Mual dan muntah
  • Penurunan berat badan
  • Merasa cemas
  • Kesulitan tidur
  • Napas sesak
  • Kejang
  • Nyeri perut atau dada
  • Tremor pada tangan

Biasanya, semakin besar tumor yang menyernag, gejala feokromositoma yang dialami oleh pasien akan semakin parah dan sering muncul.

Oleh karenanya, jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut dan berulang, segera temui dokter agar mendapat diagnosis. Dokter akan melakukan pmeriksaan fisik secara menyeluruh, seperti cek tekanan darah, suhu tubuh, dan lainnya.

Untuk melanjutkan proses diagnosis terhadap feokromositoma ini, dokter juga akan melakukan sederet pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan genetik, serta pemeriksaan pencitraan.

Ini Gejala Gigitan Serangga yang Perlu Diketahui

Digigit serangga pada umumnya bisa terjadi pada siapa saja dalam kehidupan sehari-hari dan rata-rata orang yang mengalami memiliki reaksi berbeda setelah digigit serangga. Gigitan serangga bisa dalam bentuk sengatan, gigitan maupun mengeluarkan racun yang merupakan pertahanan melindungi diri ketika berada dalam keadaan yang mengancam nyawanya.

Digigit serangga juga merupakan salah satu bentuk dermatitis kontak iritan, merupakan reaksi peradangan kulit sebagai respons akibat kontak dengan alergen. Alergen dalam hal ini bisa berupa liur, bulu hingga gigitan dari serangga tersebut atau istilahnya disebut venenata. Sebelum bereaksi, gigitan dari serangga ini menimbulkan beberapa gejala.

Gejala Gigitan Serangga

Gejala yang ditimbulkan dari gigitan atau sengatan sengaja merupakan reaksi hipersensitivitas, adalah reaksi alergi yang timbul setelah kulit dari tubuh yang berkontak dengan serangga atau racun yang masuk pada kulit akibat gigitan atau tusukan. Jenis dari reaksi yang timbul akibat sengatan ini tergantung dari jenis serangga dan macam racun, berikut beberapa gejala yang muncul.

Reaksi yang muncul bisa berupa reaksi lokal, hanya terbatas pada tempat gigitan atau sengatan, rasanya bisa berupa reaksi gatal, nyeri tidak nyaman di tempat gigitan atau sengatan, panas seperti terbakar hingga muncul bengkak atau kulit melepuh di sekitar tempat gigitan atau sengatan serangga terhadap kulit.

Namun demikian, bagi sebagian orang tertentu dan juga jenis serangga yang beracun bisa menimbulkan reaksi berbeda pada seluruh tubuh akibat sengatan dan gigitan. Berikut ini beberapa gejala dan reaksi yang muncul di seluruh tubuh.

  • Bentol dan gatal yang muncul di seluruh tubuh atau urtikaria.
  • Bengkak pada wajah dan bibir atau angioedema.
  • Kelemahan tubuh sampai menimbulkan kelumpuhan disertai demam.
  • Mengalami gejala sistem pencernaan seperti mual, muntah dan diare.
  • Pusing hingga pingsan, serta mengalami reaksi anafilaktik atau syok anafilaktik.

Reaksi anafilaktik merupakan reaksi alergi berat, bahkan reaksi ini bisa mengancam nyawa seseorang yang mengalaminya. Beberapa gejala dari reaksi ini terdapat beragam, seperti munculnya ruam dan gatal yang menjalar ke seluruh tubuh. Kemudian pembengkakan tenggorokan, sesak napas, jantung berdebar, tekanan darah menurun hingga gelisah keringat dingin.

Beberapa kondisi di atas muncul bisa dalam waktu beberapa detik hingga beberapa menit sesaat setelah tergigit atau tersengat serangga, racun dari serangga masuk ke dalam tubuh sebagai alergen atau zat perangsang reaksi alergi dan jika tidak ditangani dengan cepat maka reaksi bisa menimbulkan kematian.

Penyebab Gigitan Serangga

Seperti yang sedikit dijelaskan di atas, penyebab timbulnya reaksi akibat gigitan dari serangga merupakan reaksi hipersensitivitas atau reaksi alergi yang tumbuh akibat adanya alergen asing dan tubuh berusaha untuk menghilangkan alergen yang ada tersebut. Terdapat dua jenis serangga yang secara umum menyebabkan timbulnya reaksi.

  • Beracun

Merupakan jenis serangga yang mengeluarkan racun lewat gigitan atau sengatan, racun yang dikeluarkan menimbulkan reaksi lokal, seluruh tubuh atau juga disebut reaksi berat. Beberapa jenis serangga yang muncul di antaranya seperti lebah, tawon, kalajengking, semut api, laba-laba hingga tomcat.

  • Tidak Beracun

Serangga jenis ini merupakan jenis yang tidak mengeluarkan racun dan menimbulkan reaksi akibat kontak dari bagian serangga dengan kulit manusia. Reaksi yang ditimbulkan dari gigitan serangga biasanya ringan dan lokal, hanya pada lokasi dan sekitar tempat atau kulit yang digigit saja. Jenis serangga bisa seperti nyamuk, lalat, kutu hingga ulat bulu.

Gawat Janin

Berkurangnya pergerakan janin dan detak jantung yang abnormal menjadi gejala umum gawat janin.

Gawat janin merupakan komplikasi persalinan yang tidak biasa dimana gangguan tersebut terjadi ketika janin belum menerima oksigen dalam jumlah yang cukup. Orang-orang berpikir bahwa gawat janin dan asfiksia lahir merupakan hal yang sama, namun tidak demikian.

Asfiksia lahir terjadi ketika bayi tidak memiliki jumlah oksigen yang cukup, baik sebelum, selama, maupun setelah persalinan. Gawat janin bisa terjadi pada saat masa kehamilan berlangsung terlalu lama dan wanita yang terkena komplikasi pada masa kehamilan atau persalinan.

Gejala

Seseorang yang mengalami gawat janin dapat menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Berkurangnya pergerakan janin dalam kandungan.
  • Detak jantung janin yang bergerak secara tidak teratur.
  • Hasil biophysical profile (BPP) yang tidak baik.
  • Kram.
  • Pendarahan pada bagian vagina.
  • Berat badan kurang atau lebih saat hamil.

Penyebab

Ibu hamil yang mengalami gawat janin bisa dipicu oleh faktor berikut:

  • Anemia.
  • Rendahnya cairan amnion di sekitar janin.
  • Cairan amnion dicemari mekonium.
  • Hipertensi pada masa kehamilan.
  • Masa kehamilan yang berlangsung terlalu lama (42 minggu atau lebih).
  • Pertumbuhan janin terhambat.
  • Infeksi janin.
  • Tekanan pada pembuluh darah sehingga dapat mempengaruhi jumlah oksigen bayi.

Faktor Risiko

Wanita yang hamil bisa mengalami risiko yang lebih besar terhadap gawat janin jika mereka:

  • Berada di usia 35 tahun atau lebih.
  • Mengandung lebih dari satu anak.
  • Adalah penderita diabetes gestasional.
  • Adalah penderita preeklampsia.
  • Adalah penderita kronis.
  • Tidak memiliki jumlah cairan ketuban yang tepat.

Diagnosis

Jika Anda merupakan salah satu wanita yang sedang hamil dan mengalami gawat janin, maka Anda perlu periksa diri ke dokter. Dokter akan membantu Anda dengan melakukan diagnosis dengan melakukan pemantauan janin selama kehamilan. Prosedur ini perlu dilakukan untuk memastikan jika ada komplikasi pada janin atau tidak.

Dokter dapat menggunakan Fetal Heart Rate (FHR) untuk mengetahui denyut jantung janin. Tidak hanya itu, FHR juga dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan hipoksia (kondisi dimana janin tidak menerima jumlah oksigen yang cukup), respons janin terhadap hipoksia, kontraksi ibu, serta risiko-risiko lain yang berhubungan dengan gawat janin.

Pengobatan

Dokter dapat melakukan pengobatan terhadap pasien yang hamil dan mengalami gawat janin melalui resusitasi intrauterus dimana prosedur tersebut meliputi:

  • Perubahan posisi pada ibu hamil.
  • Kondisi yang terjaga dengan baik dengan tetap terhidrasi.
  • Jumlah oksigen yang cukup.
  • Penyaluran cairan ke dalam rongga ketuban (amnioinfusion) untuk mengurangi kompresi tali pusar.
  • Terapi untuk menunda persalinan prematur.
  • Dekstrosa hipertonik intravena.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda ingin berkonsultasi dengan dokter, Anda bisa membuat janji dengan dokter. Sebelum berkonsultasi dengan dokter, Anda sebaiknya mempersiapkan diri dengan melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Mencatat gejala yang Anda rasakan.
  • Mencatat penyakit yang Anda rasakan (jika ada).
  • Mencatat obat-obatan yang Anda gunakan (jika ada).
  • Mencatat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Minta teman atau anggota keluarga untuk menemani Anda untuk membantu mengingatkan nasihat dokter.

Selama Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter dapat menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala akibat gawat janin terjadi?
  • Apakah Anda punya riwayat penyakit, atau sedang mengalami penyakit tertentu?
  • Apakah Anda mengkonsumsi obat-obatan?

Kesimpulan

Gawat janin merupakan salah satu gangguan medis yang serius dimana gangguan tersebut bisa menghambat perkembangan janin. Faktor-faktor yang dapat membuat seseorang mengalami gawat janin harus segera ditangani. Oleh karena itu, jika Anda mengalami kondisi seperti ini, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Pengobatan dapat dokter lakukan melalui cara-cara di atas. Untuk informasi lebih lanjut mengenai gawat janin, Anda bisa konsultasikan masalah ini ke dokter.

Diagnosa dan Perawatan Hipertensi Pulmonal

Hipertensi pulmonal adalah salah satu jenis tekanan darah tinggi yang memengaruhi arteri di paru-paru dan bagian kanan jantung Anda. Kondisi ini membuat pembuluh darah di paru-paru menyempit, tersumbat, atau bahkan rusak. Kerusakan tersebut memperlambat aliran darah ke paru-paru, dan tekanan di arteri paru-paru meningkat. Jantung Anda harus bekerja dengan lebih keras dalam memompa darah melewati paru-paru. Kinerja yang lebih tersebut akhirnya dapat menyebabkan otot jantung Anda menjadi lemah atau gagal. Pada beberapa kasus, hipertensi pulmonal semakin lama akan semakin memburuk dan berpotensi untuk mengancam nyawa. Meskipun tidak ada obat untuk beberapa jenis hipertensi pulmonal, perawatan yang cepat dan tepat dapat membantu mengurangi gejala yang ditimbulkan serta meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Diagnosa hipertensi pulmonal

Apabila dokter mencurigai Anda memiliki gangguan hipertensi pulmonal, dokter akan meminta Anda untuk mendapatkan tes fungsi arteri pulmonalis dan jantung. Beberapa tes diagnosa hipertensi pulmonal di antaranya adalah:

  • Electrocardiogram, yang berfungsi untuk memeriksa adanya tanda-tanda regangan atau ritme tidak normal pada jantung
  • Echocardiogram, bertujuan untuk memeriksa struktur dan fungsi jantung serta mengukur tekanan arteri pulmonalis
  • Sinar-X dada, untuk mempelajari arteri pulmonalis atau ventrikel kanan jantung membesar
  • Pemindaian CT atau MRI, untuk mencari gumpalan darah, penyempitan, atau kerusakan pada arteri pulmonalis
  • Kateterisasi jantung aknan, untuk mengukur tekanan darah pada arteri pulmonalis dan ventrikel kanan jantung
  • Tes fungsi paru-paru untuk memeriksa kapasitas dan aliran udara ke dan dari paru-paru
  • Tes darah untuk memeriksa zat-zat yang berhubungan dengan hipertensi pulmonal atau kondisi kesehatan lainnya

Dokter dapat melakukan tes-tes tersebut guna memeriksa tanda-tanda hipertensi pulmonal dan penyebab-penyebab lain yang mengakibatkan gejala yang dirasakan.

Perawatan hipertensi pulmonal

Saat ini, tidak ada obat untuk penyakit hipertensi pulmonal. Namun, beberapa pilihan perawatan dapat meringankan gejala yang ditimbulkan serta mengurangi risiko komplikasi, sekaligus memperpanjang harapan hidup. Beberapa pilihan perawatan tersebut di antaranya adalah:

  • Obat-obatan

Untuk membantu mengatasi kondisi Anda, dokter akan meresepkan satu atau obat-obatan berikut ini, seperti terapi prostacyclin atau stimulator siklase guanylate terlarut untuk memperbesar pembuluh darah; antagonis reseptor endotelin untuk menghambat aktivitas endotelin, sebuah zat yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah; dan antikoagulan untuk mencegah penggumpalan darah.

Apabila hipertensi pulmonal berhubungan dengan kondisi kesehatan lainnya, dokter akan meresepkan obat-obatan guna membantu mengatasi kondisi utama tersebut. Dokter juga akan menyesuaikan obat-obatan apapun yang Anda sedang konsumsi saat ini.

  • Operasi

Tergantung seberapa parah kondisi Anda, dokter dapat merekomendasikan perawatan dalam bentuk operasi. Septostomi atrium dapat dilakukan untuk mengurangi tekanan pada sisi kanan jantung, dan transplantasi jantung dan atau paru-oaru dapat dilakukan untuk megganti organ tubuh yang rusak. Dalam prosedur septostomi atrium, dokter akan memasukkan kateter melalui salah satu pembuluh darah utama menuju  serambi kanan jantung. Pada sekat serambi jantung, dari kanan ke serambi kiri, dokter akan membuat sebuah bukaan. Dokter kemudian akan mengembangkan balon kecil pada ujung kateter untuk memperbesar bukaan, menyebabkan darah dapat mengalir di antara kedua serambi jantung Anda, yang nantinya dapat melegakan tekana pada sisi kanan jantung.

Selain kedua perawatan medis di atas, perubahan haya hidup dapat mengurangi risiko Anda terkena komplikasi hipertensi pulmonal. Beberapa perubahan haya hidup tersebut di antaranya adalah makan makanan yang sehat, latihan dengan teratur, mengurangi berat badan dan menjaga berat badan yang sehat, serta berhenti merokok.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai