Hormon memainkan peran yang penting dalam mengatur fungsi tubuh. Oleh karena itu, menjaga kesehatan hormon merupakan hal yang sangat penting. Hormon merupakan bagian dari sistem endocrine, jaringan komunikasi tubuh, yang terbuat dari kelenjar tubuh yang membuat serta melepaskan hormon ke darah. Pembawa pesan kimia tersebut akan menuju bagian-bagian tubuh dan mengatur fungsi serta proses tubuh, seperti kepadatan tulang, siklus tidur, nafsu makan, fungsi hati, pertumbuhan dan reproduksi, suasana hati, metabolisme, mengatur suhu tubuh, keseimbangan cairan, mengatur gula darah, dan lain-lain. Faktor genetik dan gaya hidup tidak sehat terkadang dapat mengganggu keseimbangan kesehatan hormon tersebut. Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam menjaga kesehatan hormon, yaitu dengan menghindari gula dan karbohidrat olahan serta mengonsumsi lemak sehat. Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendetail.
Hindari gula dan karbohidrat olahan
Gula dan karbohidrat olahan dianggap menyebabkan beberapa masalah kesehatan, salah satunya memengaruhi kesehatan hormon. Menghindari atau meminimalisir konsumsi gula dan karbohidrat olahan dapat membantu Anda dalam mengoptimalkan fungsi hormon dan menghindari obesitas, diabetes, dan penyakit serius lainnya. Penelitian dengan konsisten menunjukkan bahwa fruktosa dapat meningkatkan kadar insulin dan menyebabkan resistensi insulin, terutama pada mereka yang kelebihan berat badan atau mereka yang menderita obesitas dan memiliki kondisi prediabetes atau diabetes. Kebanyakan jenis gula setengahnya terbuat dari fruktosa, bahkan jenis gula alami seperti madu ataupun sirup maple.
Dalam sebuah studi, orang-orang dengan kondisi prediabetes mengalami peningkatkan level insulin dan resistensi insulin yang serupa, baik mereka mengonsumsi 50 gram madu, gula, ataupun sirup jagung berfruktosa tinggi. Sebagai tambahan, diet yang tinggi karbohidrat olahan, seperti roti putih dan pretzel, dapat mengakibatkan resistensi insulin dalam porsi yang besar pada orang dewasa dan orang tua. Di sisi lain, menjalankan diet dengan asupan karbohidrat rendah hingga sedang dapat mengurangi level insulin pada mereka yang kelebihan berat badan dan orang-orang obesitas yang memiliki prediabetes dan kondisi resistensi insulin lainnya, seperti sindrom ovarium polikistik.
Mengonsumsi lemak yang sehat
Cara lain untuk meningkatkan kesehatan hormon dan mengurangi resistensi insulin adalah dengan mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung lemak sehat. Trigliserida rantai medium (MCT) merupakan lemak unik yang akan digunakan langsung oleh hati sebagai energi. MCT telah menunjukkan kemampuannya dalam mengurangi resistensi insulin pada orang dengan masalah kelebihan berat badan serta mereka yang menderita obesitas dan diabetes. MCT banyak ditemukan di minyak kelapa, minyak sawit, dan minyak MCT murni.
Lemak dairy dan lemak tak jenuh tunggal yang banyak ditemukan di minyak zaitun dan kacang-kacangan juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin, menurut beberapa penelitian pada orang dewasa sehat dan mereka yang menderita diabetes, prediabetes, hati berlemak, dan trigliserida tinggi. Sebagai tambahan, banyak penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi lemak yang sehat pada saat makan memicu pelepasan hormon yang membuat Anda merasa kenyang dan puas, termasuk cholecystokinin atau CKK, GLP-1, dan PYY. Di sisi lain, lemak trans dapat memicu resistensi insulin dan meningkatkan penyimpanan lemak perut. Untuk dapat meningkatkan kesehatan hormon, konsumsi lemak sehat setiap kali Anda makan.
Hormon terlibat dalam semua aspek kesehatan Anda. Anda membutuhkan hormon dalam jumlah yang sepsifik agar tubuh dapat berfungsi dengan lebih optial. Ketidakseimbangan hormon dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan masalah kesehatan lainnya. Dengan menghindari atau meminimalisir konsumsi gula dan karbohidrat olahan, serta konsumsi lemak sehat, Anda bisa meningkatkan kesehatan hormon.



