Cuci darah atau hemodialisis merupakan prosedur medis yang harus dijalani oleh penderita gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis. Terdapat beberapa gejala yang muncul ketika seseorang mengalami gagal ginjal dan membutuhkan cuci darah. Pertama yaitu kadar asam dalam darah (asidosis) dan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia) menjadi tinggi. Kedua yaitu adanya tanda terjadi uremia seperti kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah. Ketiga yaitu terjadi pembengkakan pada bagian tubuh tertentu sebab ginjal tidak berfungsi baik sehingga zat sisa metabolisme tidak dapat dibuang. Untuk melakukan hemodialisis, akan dibantu dengan mesin cuci darah di rumah sakit.
Penyebab harus cuci darah
Penyebab utama seseorang harus menjalani cuci darah yaitu gagal ginjal. Penyakit gagal ginjal bisa terjadi karena beberapa hal. Pertama yaitu terjadinya penyumbatan pada saluran urine. Kedua yaitu terjadinya kerusakan pada ginjal. Ketiga yaitu terjadinya gangguan aliran darah menuju ginjal. Penyakit gagal ginjal dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat.
Persiapan cuci darah
Sebelum melakukan cuci darah, terdapat beberapa persiapan yang harus dilakukan. Pasien akan diperiksa guna menghindari kemungkinan penyakit yang dapat menular melalui darah seperti HIV, hepatitis B, dan hepatitis C. Setelah itu, dokter akan melakukan operasi untuk membuat akses pembuluh darah agar darah dapat keluar masuk tubuh dengan lancar. Pada umumnya operasi yang dilakukan adalah pemasangan kateter atau selang ke dalam pembuluh darah. Selain pemasangan kateter, terdapat operasi jenis akses lain yang bisa dilakukan yaitu cimino dan cangko arteri-vena.
Cara kerja mesin cuci darah
Cara kerja mesin cuci darah sebenarnya cukup sederhana. Sebagai pengganti ginjal, mesin cuci darah akan membantu membersihkan darah sehingga sisa zat metabolisme tubuh dapat terbuang. Cara kerja mesin cuci darah yaitu dengan mengalirkan darah pada tubuh melalui kateter yang sudah terpasang. Darah akan dialirkan ke filter yang ada dalam mesin cuci darah. Setelah melalui proses pembersihan, darah pun menjadi bersih dan dialirkan kembali ke dalam tubuh.
Manfaat mesin cuci darah
Mesin cuci darah sangat dibutuhkan bagi penderita gagal ginjal. Manfaatnya sangat banyak dan hampir mirip seperti fungsi ginjal. Meski begitu, mesin cuci darah memang tidak bisa menggantikan ginjal 100%. Beberapa manfaat mesin cuci darah bagi tubuh pasien gagal ginjal sebagai berikut ini.
- Membuang zat sisa metabolisme tubuh
- Mengaktifkan vitamin D untuk penyerapan kalsium
- Membersihkan darah
- Membantu mengatur tekanan darah
- Menjaga keseimbangan jumlah mineral
Efek samping menggunakan mesin cuci darah
Menggunakan mesin cuci darah tetap menimbulkan efek samping. Risiko yang mungkin muncul karena cuci darah seperti kram otot, gangguan tidur, mual, gatal-gatal, dan depresi. Pada penderita diabetes, terdapat risiko turunnya tekanan darah karena melakukan cuci darah. Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir. Efek samping menggunakan mesin cuci darah lebih rendah jika dibandingkan dengan manfaatnya yaitu menjadi pengganti ginjal di tubuh Anda.
Umumnya cuci darah dilakukan 3 kali seminggu, namun juga bergantung pada tingkat keparahan gagal ginjal yang terjadi. Setiap sesi cuci darah membutuhkan waktu 3 hingga 4 jam. Setelah proses cuci darah, dokter akan menyarankan pasien untuk mengonsumsi berbagai makanan sehat. Hal tersebut bertujuan agar asupan nutrisi berupa protein, garam, dan cairan di tubuh tetap seimbang setelah proses cuci darah.



