Manfaat dan Efek Samping Penggunaan Mesin Cuci Darah

Cuci darah atau hemodialisis merupakan prosedur medis yang harus dijalani oleh penderita gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis. Terdapat beberapa gejala yang muncul ketika seseorang mengalami gagal ginjal dan membutuhkan cuci darah. Pertama yaitu kadar asam dalam darah (asidosis) dan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia) menjadi tinggi. Kedua yaitu adanya tanda terjadi uremia seperti kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah. Ketiga yaitu terjadi pembengkakan pada bagian tubuh tertentu sebab ginjal tidak berfungsi baik sehingga zat sisa metabolisme tidak dapat dibuang. Untuk melakukan hemodialisis, akan dibantu dengan mesin cuci darah di rumah sakit.

Penyebab harus cuci darah

Penyebab utama seseorang harus menjalani cuci darah yaitu gagal ginjal. Penyakit gagal ginjal bisa terjadi karena beberapa hal. Pertama yaitu terjadinya penyumbatan pada saluran urine. Kedua yaitu terjadinya kerusakan pada ginjal. Ketiga yaitu terjadinya gangguan aliran darah menuju ginjal. Penyakit gagal ginjal dapat dicegah  dengan menerapkan pola hidup sehat.

Persiapan cuci darah

Sebelum melakukan cuci darah, terdapat beberapa persiapan yang harus dilakukan. Pasien akan diperiksa guna menghindari kemungkinan penyakit yang dapat menular melalui darah seperti HIV, hepatitis B, dan hepatitis C. Setelah itu, dokter akan melakukan operasi untuk membuat akses pembuluh darah agar darah dapat keluar masuk tubuh dengan lancar. Pada umumnya operasi yang dilakukan adalah pemasangan kateter atau selang ke dalam pembuluh darah. Selain pemasangan kateter, terdapat operasi jenis akses lain yang bisa dilakukan yaitu cimino dan cangko arteri-vena.

Cara kerja mesin cuci darah

Cara kerja mesin cuci darah sebenarnya cukup sederhana. Sebagai pengganti ginjal, mesin cuci darah akan membantu membersihkan darah sehingga sisa zat metabolisme tubuh dapat terbuang. Cara kerja mesin cuci darah yaitu dengan mengalirkan darah pada tubuh melalui kateter yang sudah terpasang. Darah akan dialirkan ke filter yang ada dalam mesin cuci darah. Setelah melalui proses pembersihan, darah pun menjadi bersih dan dialirkan kembali ke dalam tubuh.

Manfaat mesin cuci darah

Mesin cuci darah sangat dibutuhkan bagi penderita gagal ginjal. Manfaatnya sangat banyak dan hampir mirip seperti fungsi ginjal. Meski begitu, mesin cuci darah memang tidak bisa menggantikan ginjal 100%. Beberapa manfaat mesin cuci darah bagi tubuh pasien gagal ginjal sebagai berikut ini.

  1. Membuang zat sisa metabolisme tubuh
  2. Mengaktifkan vitamin D untuk penyerapan kalsium
  3. Membersihkan darah
  4. Membantu mengatur tekanan darah
  5. Menjaga keseimbangan jumlah mineral

Efek samping menggunakan mesin cuci darah

Menggunakan mesin cuci darah tetap menimbulkan efek samping. Risiko yang mungkin muncul karena cuci darah seperti kram otot, gangguan tidur, mual, gatal-gatal, dan depresi. Pada penderita diabetes, terdapat risiko turunnya tekanan darah karena melakukan cuci darah. Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir. Efek samping menggunakan mesin cuci darah lebih rendah jika dibandingkan dengan manfaatnya yaitu menjadi pengganti ginjal di tubuh Anda.

Umumnya cuci darah dilakukan 3 kali seminggu, namun juga bergantung pada tingkat keparahan gagal ginjal yang terjadi. Setiap sesi cuci darah membutuhkan waktu 3 hingga 4 jam. Setelah proses cuci darah, dokter akan menyarankan pasien untuk mengonsumsi berbagai makanan sehat. Hal tersebut bertujuan agar asupan nutrisi berupa protein, garam, dan cairan di tubuh tetap seimbang setelah proses cuci darah.

Waspadai Dampak Stres Saat Hamil bagi Kesehatan Bayi

Tidak sedikit wanita hamil yang mengalami kesulitan dalam mengendalikan stres. Sebenarnya, stres saat hamil merupakan kondisi yang wajar. Hal ini bisa terjadi karena pengaruh perubahan hormon, perubahan fisik yang tidak nyaman, gangguan makan, dan lain sebagainya.

Meski umum terjadi, stres yang dialami oleh ibu hamil harus diatasi. Bila dibiarkan terlalu lama, stres bisa membawa dampak negatif pada kondisi kesehatan janin.

Gejala stres saat hamil

Selama masa kehamilan, tubuh Anda akan mengalami perubahan fisik yang juga berdampak pada perubahan kondisi emosional. Ketika stres terjadi, Anda mungkin mengalami gejala umum, seperti:

  • Kehilangan nafsu makan atau nafsu makan berlebih
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Gangguan tidur
  • Mudah lelah
  • Merasa khawatir, frustasi, marah, dan sedih
  • Kehilangan minat untuk bersosialisasi dengan orang lain
  • Takut sendirian

Selain gejala-gejala emosional, Anda juga mungkin akan merasakan gejala fisik berupa:

  • Nyeri punggung
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Peningkatan detak jantung

Hal-hal yang menyebabkan stres saat hamil

Pada setiap orang, faktor pemicu stres saat hamil mungkin berbeda-beda. Akan tetapi, terdapat beberapa penyebab umum, yaitu:

  • Takut merawat bayi
  • Takut keguguran
  • Takut melahirkan
  • Beban pekerjaan yang dijalani meski sedang hamil
  • Perubahan fisik yang tidak nyaman
  • Perubahan suasana hati
  • Tekanan finansial untuk membesarkan anak setelah dilahirkan

Selain faktor-faktor di atas, beberapa wanita hamil juga merasa stres karena mereka tidak bisa mengendalikan stres yang mereka alami. Hal ini seringkali menjadi salah satu penyebab utama stres tak kunjung berhenti.

Karena itu, jangan anggap stres sebagai suatu beban. Lakukanlah upaya mengendalikan stres dengan tenang demi kesehatan Anda dan bayi.

Dampak negatif stres saat hamil pada bayi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres yang dialami di masa kehamilan dapat berakibat buruk pada kesehatan bayi. Meski begitu, dalam beberapa kasus, efek negatif tersebut mungkin baru muncul beberapa tahun setelah bayi dilahirkan.

Sebuah penelitian di tahun 2012 menunjukkan bahwa bayi yang dilahirkan oleh wanita yang mengalami stres lebih beresiko terkenal penyakit attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Selain itu, stres yang dialami oleh ibu hamil juga bisa membuat anak mengalami depresi saat memasuki usia remaja.

Dalam jangka pendek, bayi yang dilahirkan di bawah kondisi stres lebih rentang mengalami kelainan fisik. Tidak hanya itu, stres yang Anda alami membuat Anda dan bayi lebih mudah terserang penyakit, sehingga kesehatan bayi setelah dilahirkan pun menurun.

Bagaimana cara mengetasi stres saat hamil?

Mengatasi stres di tengah masa kehamilan sangat penting untuk dilakukan untuk memastikan kesehatan fiisk dan mental bayi. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan guna mengatasi kondisi ini, seperti:

  • Menenangkan pikiran

Menenangkan pikiran bisa dilakukan dengan mengikuti kelas yoga atau meditasi. Selama meditasi, pikirkan dan bayangkan hal-hal baik sambil mencoba mengatur pola napas. Hal ini sangat membantu dalam mengatasi stres.

  • Mencari sumber kesenangan

Kunci utama dalam mengendalikan stres adalah dengan tertawa. Anda tidak perlu memaksakan diri untuk tertawa, cukup mencari sumber kesenangan yang bisa membuat Anda tertawa dengan tulus. Misalnya dengan menyaksikan serial komedi, berlibur dengan teman-teman, atau membaca buku fiksi.

  • Curahkan isi hati dengan teman terdekat

Mintalah bantuan kepada pasangan, keluarga, atau teman dekat Anda untuk mencurahkan isi hati ketika mengalami masalah. Dengan begitu, Anda akan merasa lebih lega dan stres dapat dikendalikan dengan sendirinya.

Meski stres saat hamil sangat sering terjadi, jangan remehkan kondisi ini. Demi kesehatan Anda dan bayi, sebisa mungkin hindari stres dengan melakukan upaya pengendalian stres.

Susunan Tubuh Manusia dari Rangka Aksial dan Apendikular

Dalam tubuh manusia terdapat lebih dari 200 tulang yang terbagi menjadi dua kategori besar, yaitu rangka aksial dan apendikular. Sudah pernah mendengar tentang rangka aksial dan apendikular? Jika belum, informasi berikut ini layak untuk Anda perhatikan agar semakin berhati-hati dalam menjaga kesehatan tulang.

Keseluruhan tulang dalam tubuh tersusun dari protein kolagen dan mineral kalsium fosfat yang manfaatnya saling melengkapi. Kolagen adalah suatu materi unik yang sangat lembut, sementara itu kalsium fosfat bertekstur lebih keras, memiliki fungsi untuk melindungi kolagen dari tekanan yang berasal lingkungan luar tulang.

Mengenal struktur rangka aksial dan apendikular

Susunan tulang dalam tubuh manusia serupa dengan sarang lebah yang berongga. Sebenarnya, tulang bertekstur kuat dari luar, namun ringan pada bagian dalam, sehingga memudahkan manusia untuk dapat bergerak secara fleksibel.

Rangka aksial

Secara keseluruhan, terdapat 80 tulang yang ada pada rangka aksial. Tulang-tulang tersebut terletak pada sumbu vertikal atau garis tegak pada tubuh, terbagi menjadi tiga bagian, yaitu tengkorak, kolom vertebral, dan toraks.

  1. Tengkorak

Terdapat 22 tulang pada tulang tengkorak dalam susunan rangka aksial yang dibagi berdasarkan lokasinya, yaitu tulang kranial dan fasial. Sebutan tulang kranial yang terdiri atas delapan tulang meliputi batok kepala yang melindungi otak. Sementara itu, tulang fasial yang berjumlah 14 tulang memiliki susunan tulang yang membentuk wajah manusia. 

Di dalam tulang tengkorak juga terdapat tulang auditori yang lokasi tepatnya berada pada telinga bagian dalam. Tulang ini berukuran sangat kecil terdiri dari malleus, incus, dan stapes, berfungsi untuk menerima suara.

  1. Kolom vertebral

Dalam rangka aksial terdapat kolom vertebral yang terdiri dari 26 tulang dan 24 di antaranya merupakan tulang belakang. Dua tulang lain adalah sakrum dan tulang ekor. 24 tulang ini dibagi menjadi tiga bagian, antara lain:

  • Vertebra servikal, terletak di kepala dan leher (tujuh tulang)
  • Vertebra toraks, terletak di punggung atas (12 tulang)
  • Vertebra lumbal, terletak di punggung bawah (lima tulang)
  1. Toraks

Rangka aksial juga memiliki toraks yang terdiri dari sternum atau tulang dada dan juga 12 pasang tulang rusuk. Tulang-tulang ini menjadi pelindung organ bagian atas, seperti paru-paru atau jantung dari bahaya benturan di luar tubuh.

Rangka apendikular

Rangka apendikular dalam tubuh memiliki 126 tulang, yang terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu tulang lengan (bagian atas), kaki (bagian bawah), bahu (girdel pektoral), dan pinggul (girdel pelvis). 

  1. Bagian atas, terdiri dari 30 tulang, antara lain:
  • Humerus, tulang panjang lengan atas
  • Radius, salah satu dari dua tulang lengan bawah yang berada di sisi ibu jari
  • Ulna, yaitu tulang panjang kedua lengan bawah, terletak di sisi jari kelingking
  • Karper (karpal), merupakan delapan tulang berkelompok pada daerah pergelangan tangan
  • Metakarpal, lima tulang di area tengah tangan
  • Falang, terdiri 14 tulang penyusun jari
  1. Bagian bawah, terdiri dari 30 tulang dengan pembagian:
  • Femur, tulang besar di kaki bagian atas
  • Tibia, tulang utama tungkai bawah yang membentuk tulang kering
  • Fibula, tulang kedua pada tungkai bawah yang berada di tungkai bagian luar
  • Patela, tulang tempurung lutut
  • Tarsal, tujuh tulang yang menyusun pergelangan kaki
  • Metatarsal, lima tulang penyusun area tengah kaki
  • Falang, kumpulan 14 tulang penyusun jari-jari kaki
  1. Girdel pektoral: bagian rangka apendikular yang menjadi tempat tulang dari rangka aksial menempel, terdiri dari tulang klavikula (selangka) dan skapula (tulang belikat).
  1. Girdel pelvis: pinggul tempat kaki menempel pada rangka aksial, yang terdiri dari dua tulang pinggul tiap kaki. 

Cara Mengeluarkan Air dari Telinga dengan Alat

Kita akan sangat terganggu dan tidak nyaman saat telinga kemasukan air. Tentunya, hal tersebut membikin kita ingin segera mengeluarkan cairan itu. Sekalipun ada cara mengeluarkan air dari telinga dengan alami, sebagai alternatif tidak ada salahnya kita mengeluarkan air dari telinga dengan bantuan alat atau obat.

Sekalipun terkesan sepele, lekas-lekas mengeluarkan air dari dalam telinga memang harus dilakukan karena salah-salah bisa menimbulkan risiko tuli. Hal itu bisa terjadi apabila air terperangkap dan menyebabkan infeksi pada telinga di bagian luar.

Jika kita ingin tahu lebih lanjut, jangankan menunggu parah seperti itu, saat infeksi ringan saja sudah sangat mengganggu, seperti pendengaran menjadi samar, suara menjadi menggema, gatal, bahkan menimbulkan kemerahan pada telinga bagian luar. Lantaran hal tersebutlah tidak ada salahnya bagi kita untuk meluangkan waktu membaca artikel cara mengeluarkan air dari telinga dengan bantuan alat.

Sebelum membahas lebih lanjut, tentu kita sudah familiar dengan cara-cara alami dalam mengeluarkan air dari telinga, seperti berbaring menyamping, teknik mengunyah, menguap, dan lain sebagainya. Sesungguhnya metode itu baik digunakan, tetapi jika tak berhasil, pembaca bisa melakukan hal-hal berikut ini.

  • Pengering rambut

Cara mengeluarkan air dari telinga ialah dengan menggunakan alat pengering rambut atau biasa kita sebut sebagai hair dryer. Cara penggunaan alat tersebut juga sangat mudah. Anda hanya butuh mengarahkan pengering rambut ke telinga yang kemasukan air.

Kendati demikian, pastikan juga tingkat kepanasannya rendah saja dan jarak hair dryer dengan telinga jangan terlalu dekat. Untuk jarak sendiri, disarankan paling tidak sekitar 30 centimeter.

Di sisi lain, ketika mengoperasikan alat tersebut, jangan luput pula menggerakan alat pengering rambut ke arah depan dan belakang atau maju dan mundur. Tujuan alat ini sendiri adalah untuk menguapkan air yang ada di telinga dengan bantuan hangat dari hair dryer.

  • Menggunakan obat

Hal berikutnya yang bisa dilakukan dalam mengeluarkan air dari telinga adalah dengan memakai obat tetes telinga. Pada umumnya, obat ini berbahan dasar alkohol dan dalam penggunaannya sendiri bisa dengan meneteskan ke bagian telinga yang tersumbat air. Setelah itu, pembaca cukup menunggu selama 30 detik sebelum memiringkan kepala.

Hanya saja, yang perlu diingat adalah cara mengeluarkan air dari telinga dengan metode ini tidak boleh dilakukan apabila pembaca memiliki beberapa masalah, seperti infeksi telinga luar, gendang telinga berlubang, dan memakai tuba timpanostomi atau tuba yang terpasang pada gendang telinga.

  • Hidrogen peroksida

Tidak jauh berbeda dengan obat tetes yang mengandung bahan dasar alkohol, hidrogen peroksida juga bisa menjadi alternatif dalam mengeluarkan air dari telinga. Umumnya, jenis obat ini dipakai untuk membersihkan kotoran pada telinga, tetapi dapat dipakai untuk menangani telinga yang kemasukan air juga.

Serupa dengan obat tetes, cara mengeluarkan air dari telinga dengan metode ini juga sangat disarankan tidak digunakan bagi kalian yang mengalami infeksi telinga luar, gendang telinga berlubang, dan memakai tuba timpanostomi atau tuba yang terpasang pada gendang telinga.

  • Minyak zaitun

Tidak ada yang menyangkal jika minyak zaitun memiliki banyak manfaat. Dalam kasus kuping kemasukan air, minyak zaitun dipercaya ampuh untuk mencegah infeksi, termasuk mengeluarkan air dari telinga.

Dalam penggunaannya, kamu hanya butuh meneteskan minyak zaitun secukupnya ke telinga yang tersumbat air. Sesudahnya, pembaca perlu berbaring miring paling tidak selama 10 menit. Ketika sudah 10 menit, anda tinggal duduk dan memiringkan kepala untuk mengeluarkan minyak serta air dari telinga.

Dari penjelasan di atas, kita tahu terdapat cara mengeluarkan air dari telinga dengan bantuan alat, seperti pengering rambut. Selain itu, jika kondisi telinga sesuai dengan persyaratan, maka bisa juga menggunakan obat tetes atau hidrogen peroksida. Namun, apabila dari setiap cara belum juga teratasi, segeralah pergi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

7 Manfaat Rajin Menggunakan Masker Wajah Alami

Perawatan wajah bisa berbagai macam jenisnya termasuk penggunaan masker secara teratur. Masker wajah alami untuk kulit sering menjadi pilihan sebab dirasa lebih sehat dan tidak berbahaya bagi kulit. Bahan yang bisa digunakan untuk membuat masker alami sangat banyak dan beragam. Anda bisa membuat masker alami sesuai dengan tipe kulit Anda atau permasalah kulit yang sedang dihadapi. Apabila Anda menggunakan bahan yang kurang sesuai dengan tipe kulit Anda, maka hasilnya pun tidak akan maksimal. Manfaat masker alami sendiri sangat banyak, dan berikut ini merupakan 7 di antaranya. Simak penjelasan lengkapnya!

  1. Mengatasi jerawat

Manfaat yang bisa Anda dapatkan dari rajin memakai masker alami yaitu berkurangnya jerawat di wajah. Gunakan putih telur untuk bahan masker alami bagi Anda yang berjerawat. Selain itu, masker alami berbahan pisang juga dapat mengatasi jerawat di wajah. Gunakan 3 hari sekali atau seminggu dua kali agar jerawat di wajah segera teratasi.

  • Melembapkan kulit yang kering

Kulit kering dapat diatasi dengan masker alami berbahan alpukat. Mengapa demikian? Alpukat mengandung omega 6 dan omega 9 yang berguna untuk melembakann kulit serta mengatasi kulit kering. Anda dapat memakai masker alpukat setiap hari agar wajah selalu lembap dan tidak kering.

  • Menjaga elastisitas kulit

Menggunakan masker alami secara teratur juga dapat membuat elastisitas kulit wajah Anda senantiasa terjaga. Jika kulit tetap kencang maka Anda pun dapat terlihat awet muda. Masker alami yang dapat menjaga elastisitas kulit seperti masker susu bercampur kunyit. Anda dapat menggunakannya 3 hingga 4 kali seminggu untuk mendapatkan hasil maksimal.

  • Mengurangi produksi minyak

Manfaat lain yang bisa didapatkan ketika menggunakan masker alami secara teratur yaitu berkurangnya produksi minyak di wajah. Hal ini dapat membantu mencegah munculnya jerawat. Masker wajah ini juga membantu membersihkan wajah yang terlalu sering menggunakan makeup. Penggunaan make up dapat menyumbat minyak di wajah. Minyak yang tersumbat tersebut menyebabkan munculnya jerawat.

  • Mencerahkan kulit wajah

Masker alami juga bermanfaat untuk mencerahkan kulit wajah. Anda tidak perlu khawatir jika memiliki wajah kusam. Gunakan masker alami berbahan tomat agar kulit lebih bercahaya dan sehat. Anda dapat menggunakan masker tomat tiga hari sekali untuk hasil maksimal. Lebih sering lebih baik.

  • Menyamarkan flek hitam

Manfaat lain dari masker alami yaitu dapat menyamarkan flek hitam pada wajah. Bahan alami yang cocok untuk permasalahan flek hitam yaitu lemon. Masker alami berbahan lemon dapat membantu pengelupasan kulit sehingga memudarkan bintik noda dan flek pada wajah.Anda dapat mencampurkan lemon dengan bahan lain seperti oatmeal atau madu ketika membuat masker wajah.

  • Mengurangi kerutan

Kulit berkerut merupakan salah satu tanda penuaan. Masker alami yang dipakai secara teratur dapat membantu mengurangi kerutan pada wajah, lho! Pepaya merupakan salah satu bahan alami yang baik untuk dijadikan masker wajah. Kandungan likopen dan vitamin C pada pepaya nantinya berfungsi untuk mengurangi kerutan pada wajah.

Setelah mengetahui berbagai manfaat menggunakan masker wajah alami tentu Anda tertarik untuk mencobanya, bukan? Gunakan sesuai kebutuhan kulit Anda dan jangan berlebihan. Segera hentikan pemakaian masker apabila muncul gejala alergi seperti ruam merah, gatal, sensasi panas, perih, dan muncul pembengkakan pada wajah. Konsultasikan pada dokter terlebih dahulu agar pemakaian masker alami aman dan dipastikan tidak membuat kulit Anda terluka.

Mengatasi Gatal dengan Obat Gatal Kulit Alami

Gatal pada kulit tentu membuat Anda merasa tidak nyaman. Rasa gatal  yang parah bisa menganggu aktivitas sehari-hari, bahkan membuyarkan konsentrasi. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda perlu menggunakan obat gatal kulit.

Saat ini, ada banyak obat gatal yang dijual secara bebas di apotek. Akan tetapi, daripada menggunakan obat dengan zat kimia yang bisa memicu alergi, akan lebih baik kalau Anda bisa mengatasi gatal dengan obat gatal kulit alami.

Macam-macam obat gatal kulit alami

Obat gatal berbahan alami tidak memerlukan biaya yang mahal dan dapat diolah dengan cepat. Anda bisa menghemat waktu dan biaya pengobatan. Berikut ini beberapa jenis obat gatal alami yang bisa Anda coba:

  • Cuka apel

Cuka apel banyak digunakan sebagai bahan masakan dan pengganti produk perawatan kulit. Tidak hanya itu, bahan alami ini juga bisa Anda manfaatkan untuk mengobati rasa gatal.

Di dalam cuka apel, terdapat kandungan asam asetat, yaitu asam yang dipercaya mampu bekerja sebagai disinfektan dan antiseptik alami. Fungsi ini membuat cuka apel mampu meredakan rasa gatal, khususnya gatal yang timbul di kulit kepala.

Untuk menggunakannya, campurkan cuka apel dan air dengan perbandingan satu banding satu. Lalu, oleskan campuran tersebut ke permukaan kulit yang terasa gatal.

Pastikan kulit yang gatal tidak terluka, karena cuka apel bisa menimbulkan rasa perih dan terbakar pada luka yang terbuka. Anda juga mungkin harus mempersiapkan diri agar untuk menghadapi aroma cuka apel yang sangat menyengat.

  • Baking soda

Baking soda atau bubuk soda kue dipercaya memiliki efek antijamur. Efek ini membantu kulit yang terasa gatal akibat infeksi jamur.

Berdasarkan penelitian, baking soda merupakan pengobatan yang paling efektif untuk mengatasi kondisi infeksi jamur pada kulit, termasuk rasa gatal yang tak terkendali. Karena itu, baking soda bisa menjadi pilihan obat gatal kulit alami yang tepat.

Penggunaan baking soda sebagai obat gatal bisa Anda lakukan dengan mencampurkan seperempat cangkir bubuk soda kue ke dalam bak mandi. Pastikan air yang terisi di bank mandi adalah air hangat.

Kemudian, aduk sampai bubuk larut dan tekstur air menjadi sedikit menggumpal. Oleskan air yang sudah menggumpal itu ke permukaan kulit yang terasa gatal.

  • Oatmeal

Untuk mengatasi gatal, Anda harus menggunakan oatmeal khusus berjenis colloidal oatmeal. Oatmeal jenis ini bukanlah oatmeal yang biasanya dikonsumsi saat sarapan. Bentuknya pun berbeda, menyerupai bubuk karena telah melalui proses penggilingan sampai halus.

Banyak orang menggunakan bubuk oatmeal ini sebagai sabun mandi dan juga pelembab. Anda juga bisa menambahkannya ke dalam bak mandi yang berisi air dingin.

Colloidal oatmeal dipercaya memiliki manfaat antioksidan dan anti peradangan yang berperan dalam meredakan iritasi di kulit. Tidak hanya itu, menurut penelitian, oatmeal ini juga mampu meredakan kekeringan di kulit, kulit kasar, dan rasa gatal berlebih pada kulit.

Oatmeal jenis ini bisa Anda dapatkan di apotek ataupun mini market. Harganya mungkin sedikit lebih mahal dibandingkan dengan oatmeal yang umumnya digunakan sebagai bahan sarapan.

Masih banyak jenis-jenis bahan alami yang bisa mengobati kondisi kulit yang gatal, baik karena gigitan serangga maupun karena alergi. Penggunaan bahan alami bisa menghemat biaya dan mengurangi kemungkinan reaksi alergi pada kulit sensitif.

Apabila obat gatal kulit alami tidak ampuh untuk mengatasi rasa gatal Anda, Anda mungkin perlu menggunakan obat dengan kandungan yang lebih keras berdasarkan resep dokter.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Manuver Epley

Manuver Epley merupakan salah satu terapi untuk membantu mengatasi vertigo posisi paroksismal jinak atau benign proxysmal positional vertigo (BPPV). Kondisi ini disebabkan oleh keluar atau terlepasnya kristal-kristal kalsium (kanalit) dari utricle (bagian di dekat telinga) ke dalam kanal setengah lingkaran. Jika kristal kalsium tersebut bergerak, maka akan memberikan ‘banyak’ sinyal ke otak tentang posisi Anda sekarang. Alhasil, Anda akan merasakan kepala seperti berputar-putar.

Langkah-langkah melakukan manuver Epley

Penemu manuver Epley pertama kali adalah Dr. John Epley, seorang ahli bedah telinga di Portland, Oregon. Terapi ini berupa serangkaian gerakan yang dapat dilakukan sendiri di rumah atau bersama tenaga profesional di pusat layanan kesehatan. Biasanya, dilakukan dalam 1 sesi sekitar 10 – 15 menit.

Tujuan manuver Epley adalah untuk memindahkan kristal kalsium yang menyebabkan vertigo keluar dari kanal setengah lingkaran ke telinga bagian dalam, sehingga tidak lagi menimbulkan gejala. Adapun langkah-langkah melakukan manuver Epley sebagai berikut:

  • Duduk di tempat yang nyaman.
  • Arahkan kepala 45 derajat ke bagian telinga yang bermasalah.
  • Baringkan badan hingga posisi horizontal dengan cepat dan posisi kepala tetap 45 derajat. Tahan selama 30 detik – 1 menit.
  • Lalu, putar kepala 90 derajat ke arah telinga yang tidak terkena. Gulung badan Anda ke sisi telinga yang tidak terkena, sehingga posisi Anda sekarang melihat ke lantai. Tahan selama  30 detik – 1 menit.
  • Setelah itu, Anda dapat kembali duduk seperti semula.

Jika dokter atau ahli terapi fisik melihat Anda sudah mampu melakukannya sendiri, Anda dapat melakukan manuver Epley di rumah untuk menghilangkan gejala vertigo jika sewaktu-waktu muncul.

Hal-hal yang harus diperhatikan

Manuver Epley merupakan terapi yang aman untuk dilakukan. Meskipun begitu, latihan ini tidak dianjurkan bagi Anda yang memiliki cedera atau masalah punggung (tulang belakang). Dikhawatirkan manuver Epley dapat memindahkan kotoran dari satu saluran telinga bagian dalam ke saluran lainnya. Akibatnya, muncul jenis vertigo atau masalah kesehatan lainnya.

Sebagian besar, penderita BPPV dapat mereda gejalanya setelah melakukan manuver Epley, tetapi tidak sedikit pula yang perlu mengulanginya beberapa kali, misalnya melakukan manuver Epley tiga kali sebelum tidur di malam hari. Dengan begitu, saat Anda merasa pusing setelah latihan, Anda dapat langsung tidur dan beristirahat.

Dokter atau ahli terapi fisik Anda mungkin menyarankan untuk menghindari posisi tertentu sementara waktu setelah gejala hilang. Umumnya, Anda dilarang tidur dengan bersandar pada dua buah bantal, agar leher Anda tidak lurus.

Perlu diketahui juga, manuver Epley hanya terbukti efektif untuk orang yang memiliki masalah BPPV. Artinya, terapi ini belum tentu akan efektif untuk jenis vertigo lainnya yang bukan karena BPPV. Meskipun manuver Epley aman bagi kebanyakan orang, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter Anda jika memiliki masalah kesehatan lainnya, termasuk penyakit atau cedera leher, punggung, kondisi vaskular, atau ablasi retina.

Jika Anda masih mengalami BPPV setelah melakukan manuver Epley, segeralah temui dan konsultasikan dengan dokter atau ahli terapi fisik. Anda mungkin saja tidak melakukan manuver Epley dengan cara yang benar atau mungkin mengalami masalah kesehatan lain yang dapat memicu munculnya gejala vertigo, seperti anemia, migrain, infeksi telinga, atau stroke.

Catatan

Kalau ternyata Anda memiliki masalah kesehatan tersebut, terapi manuver Epley mungkin tidak akan efektif untuk menyembuhkan gejala vertigo Anda. Diskusikan dengan dokter Anda untuk menemukan pengobatan lain yang lebih efektif, seperti obat-obatan tertentu untuk mengurangi gejala vertigo.

Konsumsi Aloe Vera Gel, Aman atau Tidak?

Aloe vera merupakan tanaman populer yang terkenal khasiatnya sebagai campuran kosmetik dan produk perawatan kulit. Beberapa orang juga memanfaatkan aloe vera gel sebagai bahan pangan, hasil olahan jus menjadi resep yang sering dibuat. Meskipun demikian, ternyata masih banyak pro dan kontra mengenai konsumsi aloe vera gel.  

Mengapa aloe vera gel aman dikonsumsi?

Secara umum, aloe vera gel aman untuk dikonsumsi, kecuali apabila Anda dalam kondisi tertentu seperti alergi terhadap jenis tanaman Liliaceae family, hamil, atau menyusui. Selain jus, olahan pangan lain yang bisa dibuat dari aloe vera gel diantaranya smoothies dan makanan salsa khas Meksiko. 

Gel pada tanaman aloe vera merupakan bagian yang paling banyak dimanfaatkan. Namun, terdapat lateks atau bagian diantara kulit dan gel aloe vera yang menyumbang rasa pahit. Lateks juga mengandung senyawa aloin yang menyebabkan bahaya kesehatan seperti gangguan pencernaan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Berikut ini adalah manfaat mengonsumsi aloe vera gel

  1. Diabetes mellitus

Mengonsumsi aloe vera gel sebanyak 1 sendok makan selama 6 minggu terbukti membantu mengurangi konsentrasi kadar gula darah dan menurunkan kadar lemak trigliserida. Cara tersebut baik untuk membantu meringankan kondisi pada pasien diabetes mellitus. Meskipun demikian, lakukanlah konsultasi dokter sebelum melakukan tindakan alternatif pengobatan apapun pada pasien diabetes mellitus. 

  1. Mengurangi penyebaran kanker

Campuran aloe vera gel, alkohol, dan melatonin yang diujikan kepada pasien tumor terbukti lebih efektif untuk meningkatkan kesembuhannya dibandingkan hanya dengan melatonin saja. Melatonin merupakan salah satu obat yang berfungsi memperlambat penyebaran kanker. Jenis tumor ganas mampu berubah menjadi kanker dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. 

  1. Meringankan ulser dan peradangan saluran pencernaan

Aloe vera gel telah banyak disebutkan sebagai bahan pangan yang efektif untuk membantu penyembuhan ulser atau tungkak lambung dan inflammatory bowel disease. Akan tetapi, perlahan seiring penemuan baru, studi lain menyebutkan bahwa informasi tersebut tidak konsisten dan tidak menunjukkan efek yang signifikan.     

Mengapa aloe vera gel tidak aman dikonsumsi? 

Aloe vera gel tidak aman dikonsumsi jika Anda dalam kondisi seperti saat kehamilan, menyusui, atau sedang dalam konsumsi obat tertentu. Proses pembersihan aloe vera gel juga harus dilakukan dengan tepat.  

  1. Diare

Konsumsi aloe vera gel harus benar-benar bersih dari getah. Jika keduanya tercampur dan dikonsumsi dalam jangka waktu lama, akan menyebabkan diare dengan tekstur cair. Jika dibiarkan berlarut-larut, diare ini mengganggu keseimbangan kadar elektrolit dalam tubuh dan mengakibatkan hipokalemia atau kekurangan kadar kalium dalam darah.  

  1. Interaksi obat dan aloe vera 

Sebuah studi menyebutkan bahwa interaksi aloe vera dengan sevoflurane atau obat bius akan menghambat pembekuan darah. Pada sebuah kasus, terdapat seorang wanita yang kehilangan sebanyak 5 L darahnya saat dioperasi diduga karena mengonsumsi obat herbal yang mengandung aloe vera sebelum melakukan operasi. 

  1. Bagi ibu hamil dan menyusui

Ibu hamil tidak direkomendasikan untuk mengonsumsi aloe vera gel karena bisa menimbulkan kontraksi uterus. Sedangkan untuk ibu menyusui, bahan pangan ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan sehingga mengganggu produksi ASI. 

Apabila Anda ragu saat akan mengonsumsi aloe vera gel, sebaiknya konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu agar mendapatkan penjelasan yang tepat. Konsumsi dalam jumlah banyak dan jangka panjang juga sebaiknya dihindari.

Mengenal Manfaat Tepung Almond dan Alternatif Pengganti Tepung Terigu Lainnya

Tidak semua orang bisa mengkonsumsi tepung terigu yang terbuat dari gandum. Apalagi mereka yang menderita penyakit Celiac. Sebagai alternatif penggantinya, Anda bisa menggunakan tepung lain, salah satunya tepung almond. Tenang saja, selain bebas gluten, manfaat tepung almond bagi kesehatan juga melimpah.

Alternatif Tepung yang Bebas Gluten

Selain tepung almond, ada juga jenis tepung lain yang bisa menjadi tepung alternatif untuk mengganti tepung terigu. Selain sehat, rasanya juga sama lezatnya dengan panganan yang menggunakan tepung terigu.

Berikut alternatif tepung pengganti terigu yang gluten free.

  • Tepung Kelapa

Tepung kelapa terbuat dari ampas kelapa yang digiling halus dan kemudian dikeringkan. Tepung kelapa ini memiliki indeks glikemik yang lebih rendah. Sehingga saat masuk ke dalam tubuh, tepung ini akan diproses menjadi gula darah dengan lebih lambat. Sehingga tidak menyebabkan adanya lonjakan gula darah dan menghindarkan tubuh dari risiko diabetes.

Selain itu, tepung kelapa juga kaya akan serat, protein, dan karbohidrat yang lebih baik dibanding tepung terigu.

Akan tetapi, tepung kelapa mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi dibanding tepung alternatif lainnya. Pun saat diolah untuk menjadi panganan, biasanya akan memiliki tekstur yang padat sehingga sebaiknya tepung kelapa dicampur dengan jenis tepung lain atau dengan yoghurt polos.

  • Tepung Sorgum

Pernah mendengar tepung sorgum? Tepung ini memiliki tekstur yang ringan dan cenderung manis. Biasanya digunakan sebagai campuran dengan tepung gluten free lain. Atau digunakan saat membuat panganan yang butuh sedikit tepung.

Tepung sorgum kaya akan serat dan protein tinggi. Selain itu juga mengandung zat besi dan antioksidan yang dapat membantu peradangan dalam tubuh.

Sebagai tips, jika ingin mendapatkan tepung sorgum, bacalah dengan seksama yang bebas gluten. Sebab, ada sebagian tepung sorgum yang tercampur dengan gluten saat proses pembuatannya.

  • Tepung Jagung

Tepugn jagung merupakan jenis tepung yang memiliki tekstur sangat halus. Tepung ini dibuat dari biji jagung yang sudah bersih digiling sebanyak dua kali. Tepung jagung ini tinggi serat dan sebagai sumber karotenoid yang baik bagi tubuh. Selain itu ada juga vitamin B6, mangan, tiamin, magnesium, dan selenium.

Tepung jagung sering digunakan untuk membuat kue kering, roti, kue basah, dan sebagainya, Selain itu juga digunakan untuk menjadi pengental cairan.

  • Tepung Umbi Garut

Umbi garut atau Maranata arundinacea memang biasanya diolah menjadi tepung. Tepung arrow root ini biasanya digunakan sebagai campuran saat pembuatan puding, biskuit, bubur, kue basah maupun kue kering, serta kunkwe.

Selain itu, dalam setiap 100 gram tepung umbi garut ini mengandung setidaknya 355 kalori, 85,2 gram karbohidrat, 0.7 gram protein, serta 0.2 gram lemak. Ada juga kandungan mineral lain seperti 8 mg kalsium, 1,5 mg zat besi, dan 22 mg fosfor.

  • Tepung Tapioka

Tepung tapioka atau tepung singkong ini juga sering dijadikan alternatif pengganti tepung terigu. Tepung tapioka hampir mirip tepung sagu. Tepung tapioka seringnya dijadikan sebagai pengental sop atau saus, maupun bahan perekat dalam makanan.

  • Tepung Almond

Tepung almond juga termasuk tepung yang bebas gluten. Sesuai namanya, tepung ini terbuat dari kacang almond utuh atau ada juga dari kacang almond yang kulitnya sudah dibersihkan.

Tepung almond mengandung banyak nutrisi. Sehingga manfaat tepung almond sudah tidak diragukan lagi.

Tepung ini kaya akan vitamin E dan magnesium yang baik bagi kesehatan. Vitamin E ini juga berperan sebagai antioksidan yang dapat mencegah sel tubuh dari bahaya radikal bebas. Sedangkan magnesium juga bermanfaat dalam proses pada tubuh.

Dalam 28 gram tepung almond, terkandung nutrisi berikut ini:

  • 163 kalori
  • 6,1 gram protein
  • q4,2 gram lemak
  • 5,6 gram karbohidrat
  • 3 gram serat makanan
  • 35 persen vitamin E (dari kebutuhan harian yang direkomendasikan)
  • 31 persen mangan (dari kebutuhan harian yang direkomendasikan)
  • 19 persen magnesium (dari kebutuhan harian yang direkomendasikan)
  • 16 persen tembaga (dari kebutuhan harian yang direkomendasikan)
  • 13 persen fosfor (dari kebutuhan yang direkomendasikan)

Dari kandungan yang banyak inilah, wajar jika manfaat tepung almond juga segudang. Apa saja manfaat tepung almond bagi kesehatan?

  • Mengendalikan gula darah dalam tubuh
  • Menurunkan kolesterol jahat dan tekanan darah tinggi yang menjadi faktor risiko penyakit jantung
  • Bebas gluten yang bisa dikonsumsi oleh penderita penyakit Celiac atau intoleransi gandum.

Untuk mendapatkan manfaat tepung almond ini, Anda bisa menggunakan tepung almond untuk membuat pancake, kue, hingga roti. Namun, tepung almond juga dapat memicu alergi seperti ruam, batuk, pusing, gatal, mual, hingga sesak napas.

Cara Menghilangkan Bekas Koreng? Gunakan 5 Bahan Ini

Tidak ada yang menyukai hadirnya koreng di kulit akibat bekas luka. Namun, masih banyak orang yang menyepelekan keberadaan bekas koreng tersebut karena dinilai bisa menghilang dengan sendirinya. Pendapat tersebut tidaklah salah. Koreng memang bisa menghilang dengan sendirinya, namun dengan proses yang cenderung lama.

Kalau Anda ingin mencari cara menghilangkan bekas koreng dengan cepat, perawatan ke dokter kulit dapat menjadi salah satu opsi. Hanya saja, selain menggunakan perawatan medis dan obat-obatan farmasi, ternyata banyak produk alami yang bisa Anda manfaatkan untuk memudarkan bekas koreng yang mengganggu rasa percaya diri.

Beragam bahan alami di bawah ini dapat menjadi alternatif untuk menghilangkan bekas koreng yang mengganggu tersebut. Tidak hanya mudah diperoleh di mana saja, mengaplikasikan bahan-bahan alami ini sebagai cara menghilangkan bekas koreng ternyata juga tidak sulit.

  1. Minyak Kelapa

Minyak kelapa ampuh memudarkan bekas koreng karena fungsinya sebagai pelembap kulit yang sangat ampuh. Mengaplikasikannya pun tidak sulit. Anda hanya perlu melumuri bekas koreng Anda dengan minyak kelapa yang sudah dipanaskan. Cobalah pula untuk memijat minyak kelapa tersebut di area luka agar lebih menyerap. Setelah itu, diamkan minyak kelapa di area tersebut selama kurang lebih satu jam baru Anda bisa membersihkannya dengan handuk hangat. Untuk hasil maksimal, ulangi cara menghilangkan bekas koreng dengan minyak kelapa ini sebanyak 2—4 kali tiap harinya.

  • Madu

Cobalah menggunakan madu sebagai cara menghilangkan bekas koreng. Pasalnya, baan alami yang satu ini memiliki sifat antiradang yang dapat membantu menghaluskan kulit dan mengangkat sel kulit mati yang menimbulkan koreng. Cara menggunakannya pun tidak sulit. Anda hanya perlu mengoleskan satu sendok makan madu pada bekas luka yang menghitam. Setelah itu, Anda hanya perlu mendiamkannya selama kurang lebih 30 menit.

  • Lidah Buaya

Lidah buaya juga ampuh menghilangkan bekas luka yang menghitam atau koreng. Hal tersebut karena bahan alami yang satu ini memiliki sifat antiperadangan yang mencegah luka baru timbul. Dengan sifat tersebut, lidah buaya juga mampu memperbaiki kerusakan dan meregenerasi kulit. Cara menghilangkan bekas koreng dengan lidah buaya juga mudah. Anda cukup mengoleskan daging lidah buaya yang telah dihancurkan ke bekas luka secara merata. Diamkan selama 15 menit kemdian bilas dengan air bersih. Lakukan cara ini tiap bangun tidur dan malam sebelum tidur guna memperoleh hasil optimal.

  • Kentang

Kentang sudah terkenal berfungsi mencerahkan kulit sekaligus memudarkan flek hitam pada wajah. Untuk bekas koreng, bahan alami ini pun layak dijajal. Iris kentang agak tebal dan usapkan pada bagian bekas koreng Anda sampai kentang mengering dan kehitaman. Biarkan cairan dari kentang mengering selama kurang lebih 10 menit di kulit. Setelah itu, Anda cukup membilasnya dengan air dingin. Cukup lakukan proses ini 1—2 kali sehari agar bekas koreng cepat menghilang.

  • Lemon atau Jeruk Nipis

Satu lagi bahan alami yang dapat menjadi cara menghilangkan bekas koreng yang jitu, yaitu jeruk nipis atau lemon. Kemampuan bahan alami ini menghilangkan bekas luka yang menghitam dikarenakan adanya kandungan alpha hydroxyl acids (AHA) yang berfungsi mengangkat sel kulit mati sekaligus meregenerasi kulit dengan cepat. Cara menggunakan lemon atau jeruk nipis untuk bekas koreng sangatlah mudah. Cukup iris jeruk tersebut dan oleskan pada area bekas luka yang menghitam secara merata. Diamkan kira-kira 30 menit, lalu Anda bisa membilasnya dengan air bersih.

***

Selain kelima bahan alami di atas, sebenarnya masih banyak cara menghilangkan bekas koreng menggunakan bahan natural. Namun, kelima bahan alami di atas merupakan bahan-bahan yang paling mudah didapatkan di mana saja. Selamat mencoba!

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai