Manfaat Guru BK bagi Perkembangan Mental Anak

Tidak hanya Pendidikan akademi, faktanya layanan bimbingan dan konseling yang biasa disebut guru BK di sekolah juga sangat penting bagi perkembangan mental anak. Mengalami bullying di sekolah? Tugas sekolah jarang terselesaikan karena orang tua terus bertengkar di rumah? Bingung masuk sekolah lanjutan mana atau ingin berkarir apa setelah selesai bersekolah? Nah, disinilah pentingnya peran divisi bimbingan dan konseling di sekolah.

Bimbingan dan konseling adalah divisi yang menyediakan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mandiri dan bisa berkembang secara optimal. Bimbingan dan konseling meliputi perkembangan pribadi, sosial, belajar, maupun karir peserta didik. Bimbingan dan konseling tersedia dalam berbagai tahapan didik, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Hal ini karena setiap tahapan didik memiliki spesifikasinya sendiri-sendiri di mana karakter peserta didik akan berbeda tergantung rentang usianya. Tidak hanya itu, beberapa universitas juga menyediakan layanan ini.

Manfaat Guru BK untuk perkembangan mental anak

  • Melakukan studi kelayakan pelayanan bimbingan dan konseling
  • Menyusun dan melaksanakan program bimbingan dan konseling yang meliputi waktu kegiatan, metode bimbingan konseling, dan pengolahan data hasil bimbingan.
  • Melaksanakan program pelayanan bimbingan dan konseling
  • Menilai proses dan hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling
  • Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian layanan
  • Mempersiapkan diri, menerima, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas BK
  • Bekerjasama dengan guru mata pelajaran dan wali kelas serta pihak terkait dalam pelaksanaan program BK
  • Mengadakan koordinasi dengan wali kelas dan guru bidang studi dalam rangka pembinaan siswa dan orangtua wali murid
  • Bersama dengan wali kelas, menangani kondisi psikis dan kenakalan murid, seperti penyimpangan disiplin dan gangguan belajar
  • Mengembangkan potensi peserta ajar sesuai dengan minat dan bakatnya
  • Mengembangkan potensi peserta ajar dalam pengenalan lingkungan, karir, dan dunia kerja
  • Memberikan bimbingan dan konseling kepada siswa secara individu yang berkaitan dengan hambatan hidup, latar belakang sosial, pengaruh lingkungan, kesulitan belajar, dan hal-hal lainnya
  • Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas bimbingan dan konseling

Kelas atau sesi konseling akan dipandu oleh konselor atau biasa disebut guru BK. Tergantung instansi pendidikannya, seorang guru BK perlu berpendidikan minimal sarjana pendidikan atau sarjana psikologi dengan pelatihan khusus seputar bimbingan dan konseling di lingkungan sekolah. Kelas bimbingan dan konseling juga bukan seperti kegiatan pembelajaran seperti bidang studi lain. Kelas ini lebih kepada layanan untuk memandirikan peserta didik secara mental.

Guru BK pun akan berusaha menilai dan membantu menyelesaikan pertanyaan, keluhan, atau masalah murid dengan objektif, kekinian, sesuai dengan kondisi murid dan dengan tetap menanamkan nilai-nilai yang positif. Penyelesaian masalah akan didorong untuk diputuskan oleh murid itu sendiri di mana guru BK hanya membantu atau sebagai fasilitator saja. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar murid menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab. Tidak hanya itu, keputusan yang diambil oleh diri sendiri pun cenderung bersifat jangka panjang karena dilakukan dengan sukarela. Oleh karena itu, bagi murid maupun orangtua murid, tidak perlu ragu untuk mendiskusikan keluhan, masalah, hingga rasa penasaran pada guru BK. Mendiskusikan topik dengan seseorang yang sudah berpengalaman diharapkan dapat membantu kondisi Anda maupun anak dengan baik dan bijak.

Proses Metabolisme Tubuh, Ini Faktor yang Mempengaruhinya!

Proses metabolisme tubuh adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan semua reaksi kimia yang terlibat dalam mempertahankan keadaan hidup sel dan organisme. Mudahnya, metabolisme adalah reaksi kimia dalam sel tubuh yang mengubah makanan menjadi energi. Nah, energi tersebut akan digunakan oleh tubuh untuk melakukan segalanya, mulai dari bergerak, berpikir, hingga tumbuh dan berkembang.

Metabolisme Anda dapat berperan dalam penambahan berat badan dengan mempengaruhi jumlah energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Dan, kelebihan energi biasanya akan disimpan menjadi lemak. Nah, penambahan berat badan bisa jadi karena pilihan makanan yang salah serta kurangnya olahraga. Jadi bukan semata-mata karena lambatnya proses metabolisme.

Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat metabolisme basal atau yang biaa disebut BMR dan metabolisme:

  • Massa otot. Jumlah jaringan di tubuh Anda, otot membutuhkan lebih banyak energi untuk berfungsi daripada lemak. Jadi, semakin banyak jaringan otot yang Anda bawa, maka semakin banyak pula energi yang dibutuhkan oleh tubuh Anda untuk bertahan. Jenis latihan ketahanan atau kekuatan adalah cara yang paling efektif untuk membangun dan mempertahankan massa.
  • Usia. Seiring bertambahnya usia, proses metabolisme tubuh seseorang pun akan melambat. Hal ini dikarenakan hilangnya jaringan otot dan perubahan pada proses hormonal dan neurologis. Selama perkembangan, anak-anak akan mengalami periode pertumbuhan dengan tingkat metabolisme yang ekstrim.
  • Ukuran tubuh. Seseorang dengan ukutan tubuh yang besar memiliki BMR yang lebih besar, karena mereka memiliki organ dan volume cairan yang lebih besar pula untuk dipertahankan.
  • Jenis kelamin. Para pria  umumnya memiliki metabolisme yang lebih cepat dibandingkan para wanita.
  • Genetik. Beberapa keluarga memiliki BMR yang lebih cepat daripada keluarga lainnya dengan beberapa kelainan genetik yang juga mempengaruhi metabolisme.
  • Aktivitas fisik. Olahraga dapat meningkatkan massa otot dan memperkuat mesin metabolisme tubuh dengan membakar kilojoule (satuan untuk mengukur energi) dengan lebih cepat, bahkan saat Anda beristirahat sekalipun.
  • Faktor hormonal. Ketidakseimbangan hormol dalam  tubuh, seperti hipo dan hipertiroidisme dapat mempengaruhi metabolisme tubuh Anda.
  • Faktor lingkungan. Perubahan lingkungan seperti peningkatakn panas atau dingin akan memaksa tubuh bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu normalnya dan meningkatkan BMR.
  • Obat-obatan. Kafein dan nikotin yang Anda konsumsi dan ada di dalam tubuh merupakan salah satu yang dapat meningkatkan BMR sementara obat-obatan seperti antidepresan dan steroid akan meningkatkan penambahan berat badan terlepas dari apa yang mereka makan.
  • Diet. Makanan yang Anda konsumsi pun akan mengubah metabolisme tubuh Anda. Apa dan bagaimana Anda makan memiliki pengaruh besar terhadap BMR Anda.

Hal lain yang dapat mempengaruhi metabolisme tubuh adalah stres. Dampak stres sendiri akan sangat berpengaruh terhadap metabolisme tubuh dan keseimbangan energi yang diproduksi. Pasalnya, jika Anda stres maka simpanan energi tubuh akan merespon bahwa ada situasi yang mengancam.

Jadi, ada dua respon yang akan tubuh keluarkan, yang pertama stres dapat dikaitkan dengan penekanan makanan atau penurunan berat badan dan yang kedua adalah stres kronis yang dapay menyebabkan konsumsi makanan yang berlebihan yang akan berdampak pada kenaikan berat badan yang signifikan.

Bagaimana metabolisme bekerja?

Setelah Anda mengonsumsi makanan, sistem pencernaan akan menggunakan enzim untuk:

  • Memecah protein menjadi asam amino
  • Mengubah lemak menjadi asam lemak
  • Mengubah karbohidrat menjadi gula sederhana, seperti glukosa misalnya

Selanjutnya, tubuh akan menggunakan gula, asam amino, dan asam lemak sebagai sumber energi saat dibutuhkan. Senyawa tersebut akan diserap ke dalam darah yang membawanya ke sel. Setelah memasuki sel, enzim lain bertindak untuk mempercepat atau mengatur reaksi kimia yang terlibat dengan metabolisme senyawa ini. Nah, selama proses tersebut, energi dari senyawa ini dapat dilepaskan untuk digunakan oleh tubuh atau disimpan pada jaringan tubuh, terutama hati, otot, dan lemak tubuh.

Jadi, ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi proses metabolisme tubuh seseorang. Lambat atau tidaknya proses metabolisme dalam tubuh seseorang akan sangat bergantung pada faktor tersebut.

Selain Obat Kanker Paru, Ini Perawatan Pasien Kanker Paru

Kanker paru terjadi ketika sel kanker mengalami pertumbuhan pada organ paru-paru Anda. Setiap penderita mungkin mengalami gejala yang berbeda-beda dan mendapatkan upaya perawatan yang berbeda-beda pula. Biasanya, dokter akan memberikan obat kanker paru untuk mengimbangi upaya perawatan di rumah sakit.

Metode pengobatan pasien kanker paru

Selain obat kanker paru, ada beberapa upaya lain yang dilakukan untuk mengobati kanker paru. Berikut ini perawatan yang dijalani oleh pasien kanker paru:

  • Operasi

Bila kanker paru masih berada pada stadium awal, salah satu pengobatan yang bisa dilakukan adalah melalui operasi pengangkatan sel kanker. Metode operasi biasanya berbeda-beda pada setiap pasien, tergantung lokasi dan perkembangan sel kankernya.

Biasanya, operasi untuk pasien kanker paru akan dilakukan dengan mengangkat seluruh paru-paru yang atau hanya lapisan di luar paru yang terkena sel kanker. Biasanya, efek samping pengobatan ini menimbulkan sesak napas, infeksi, dan pendarahan.

  • Terapi radiasi

Terapi radiasi sangat umum dilakukan bagi penderita kanker. Terapi ini memanfaatkan energi X-ray yang sangat tinggi untuk mematikan sel kanker dari luar tubuh.

Pelaksanaan terapi radiasi disesuaikan dengan kondisi pasien. Beberapa terapi dilakukan setelah operasi untuk mematikan sel kanker yang masih tersisa bahkan setelah diangkat. Selain itu, bagi penderita kanker paru yang tidak bisa disembukan, terapi radiasi berguna untuk meringankan gejala dan meredakan nyeri dan kerusakan saluran pernapasan.

  • Kemoterapi

Kemoterapi merupakan upaya pengobatan kanker paru dengan menggabungkan lebih dari satu jenis obat kanker paru. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemungkinan mengobati sebanyak mungkin sel kanker secara bersamaan melalui efek obat yang berbeda-beda.

Biasanya, efek samping dari kanker paru meliputi penekanan sumsum tulang belakang, kelelahan, dan rambut rontok. Selain itu, mual dan muntah juga menjadi efek samping dari kemoterapi, namun tidak terlalu parah.

  • Imunoterapi

Imunoterapi merupakan jenis pengobatan kanker paru-paru yang belum lama diterapkan. Terapi ini baru diberlakukan sejak tahun 2015 dan bekerja dengan memanfaatkan sistem kekebalan tubuh untuk membersihkan sel kanker.

Pengobatan imunoterapi cocok digunakan bagi penderita kanker yang memiliki kebiasaan merokok. Obat yang digunakan untuk imunoterapi adalah obat berjenis nivolumab dan pembrolizumab.

Selain upaya penyembuhan di rumah sakit yang telah disebutkan di atas, umumnya dokter akan tetap meresepkan obat kanker paru untuk mengurangi rasa sakit dan efek samping akiba terapi atau operasi.

Upaya penanganan kanker paru di rumah

Setelah menjalani operasi atau terapi di rumah sakit, Anda perlu melakukan perawatan diri di rumah. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi obat kanker paru pemberian dokter sesuai dengan dosis dan anjuran yang telah ditetapkan.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan:

  • Yoga

Saat yoga, Anda akan melakukan meditasi untuk menenangkan pikiran. Meditasi dapat membantu dalam mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur, sehingga Anda dapat beristirahat dengan baik setelah menjalani rangkaian pengobatan yang melelahkan.

  • Pijat

Selain yoga, pijat juga membantu dalam merilekskan pikiran. Tidak hanya itu, pijat mampu meredakan rasa nyeri yang ditimbulkan akibat perawatan di rumah sakit. Anda bisa memanggil ahli pijat profesional yang sudah terbiasa memijat pasien penderita kanker ke rumah.

  • Memakai krim

Setelah menjalani terapi, khususnya terapi radiasi, kulit Anda bisa saja mengalami iritasi. Kenakanlah pakaian yang longgar dan oleskan krim berbahan lidah buaya pada area kulit yang terkena paparan radiasi tersebut.

Dengan mengombinasikan upaya perawatan di rumah dan konsumsi obat kanker paru secara teratut, Anda bisa lebih mudah menjalani aktivitas sehari-hari tanpa tergangg oleh gejala yang tidak nyaman.

Diagnosa dan Perawatan Alergi Sengatan Lebah

Sengatan lebah merupakan gangguan yang umum dijumpai apabila Anda beraktivitas di luar ruangan. Dalam kebanyakan kasus, sengatan lebah hanya menyebabkan rasa nyeri biasa, dan perawatan rumahan atau “home treatment” saja sudah cukup untuk mengatasi rasa sakit. Namun, apabila Anda memiliki alergi sengatan lebah, atau Anda disengat beberapa kali, Anda mungkin dapat menderita reaksi yang lebih serius yang membutuhkan perawatan medis kegawatdaruratan. 

Apabila Anda memiliki reaksi setelah disengat lebah, ada kemungkinan Anda menderita alergi sengatan lebah. Dokter akan merekomendasikan Anda untuk mendapatkan satu atau dua tes berikut ini:

  • Tes kulit. Dalam proses pemeriksaan tes kulit, ekstrak alergen dalam jumlah kecil (dalam kasus ini berupa racun lebah) disuntikkan ke dalam kulit di tangan dan punggung atas Anda. Tes ini aman dilakukan, dan tidak akan menyebabkan reaksi serius. Apabila Anda memiliki alergi sengatan lebah, benjolan pada daerah yang disuntik akan timbul. 
  • Tes darah alergi. Tes darah dapat mengukur respon kekebalan tubuh Anda terhadap racun lebah dengan cara mengukur jumlah antibodi yang menyebabkan alergi di dalam aliran darah. Sampel darah dikirim ke laboratorium medis, di mana sampel tersebut akan dites guna melihat bukti sensitivitas terhadap alergen tertentu. 

Tes kulit dan tes darah alergi biasanya digunakan bersama untuk mendiagnosa alergi serangga. Dokter mungkin akan merekomendasikan pengujian alergi terhadap tawon jaket kuning dan tawon yang dapat menyebabkan reaksi alergi berbeda dengan sengatan lebah biasa. 

Perawatan

Perawatan alergi sengatan lebah bergantung dengan tingkat keparahan reaksi alergi yang seseorang alami. 

  • Perawatan reaksi ringan hingga sedang

Setelah lebah menyengat, lepaskan alat penyengat sesegera mungkin menggunakan alat pencabut. Berhati-hatilah agar Anda tidak memencet kantung racun. Dengan melepaskan alat penyengat akan membatasi jumlah racun yang masuk ke dalam aliran darah. Menurut Akademi Alergi, Asma, dan Imunologi Amerika, reaksi lokal biasanya hanya membutuhkan perawatan rumahan, seperti menggunakan kompres dingin, mengoleskan salep steroid, dan minum antihistamin OTC untuk membantu mengurangi rasa gatal dan peradangan. Gejala akan hilang setelah beberapa hari. 

  • Perawatan reaksi parah

Reaksi sistemik parah membutuhkan suntikan epinephrine secepatnya, yang mana dapat membantu mengurangi keparahan reaksi alergi. Dokter juga dapat memberi oksigen dan cairan IV. Jika Anda memiliki EpiPen, alat suntikan epinephrine, gunakan alat tersebut secepatnya. Epinephrine dapat mengurangi gejala reaksi alergi parah sementara waktu. Mereka yang memiliki alergi sengatan lebah parah harus membawa EpiPen kapan saja. 

Jika seseorang menderita gejala anaphylaxis, mereka harus dibawa ke ruang kegawatdaruratan secepatnya, meskipun mereka sudah mendapatkan suntikan EpiPen. Meskipun jarang ditemui, racun anaphylaxis dapat menyebabkan serangan jantung dalam waktu 5 hingga 10 menit setelah disengat lebah. 

Ada pula perawatan jangka panjang yang bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki alergi sengatan lebah. Imunoterapi desensitisasi merupakan sebuah perawatan yang didesain untuk mengurangi sensitivitas seseorang terhadap alergen tertentu. Seseorang yang memiliki reaksi alergi sengatan lebah parah dapat mendapatkan perawatan jenis ini yang dikenal dengan nama imunoterapi racun (VIT). VIT melibatkan suntikan racun lebah dengan dosis yang terus meningkat. Dengan terus menerus meningkatkan dosis dalam waktu 3 tahun, tubuh dapat meningkatkan sistem kekebalan terhadap racun lebah. Sebuah tinjauan tentang VIT yang diterbitkan dalam Jurnal Asma dan Alergi tahun 2015 menyatakan bahwa VIT merupakan perawatan yang efektif terhadap alergi sengatan lebah. Mereka yang menderita reaksi alergi parah perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai informasi lebih jauh tentang perawatan ini.

Pengobatan dan Pencegahan Aase-Smith Syndrome

Merupakan sebuah kelainan genetik langka yang bisa ditentukan di awal masa bayi disebut dengan Aase-Smith Syndrome. Secara umum, sindrom ini ditandai dengan keberadaan tiga ruas tulang pada ibu jari dalam ibu jari tersebut atau disebut juga triphalangeal thumb. Selain itu juga ditandai dengan kurangnya produksi sel darah merah atau anemia hipoplastik

Meski demikian, dalam beberapa kasus yang muncul, terdapat pula kelainan tambahan yang bisa dijumpai. Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti dari kasus tersebut, sebagian besar bukti menunjukkan jika kelainan ini muncul karena warisan sebagai sifat resesif autosomal. Untuk itulah perlu diketahui beberapa tanda dan gejala terkait sindrom aase.

Pengobatan dan Pencegahan

Di tahun pertama bayi, pengobatan bisa mencakup transfusi darah untuk mengobati anemia, obat steroid, seperti prednisone telah digunakan untuk mengobati anemia yang berkaitan dengan sindrom ini. Tetapi, obat ini hanya boleh digunakan jika telah meninjau manfaat dan risiko saat berkonsultasi dengan dokter yang berpengalaman dalam mengobati anemia.

Selain itu, tranplantasi sumsum tulang juga kemungkinan diperlukan apabila pengobatan lain yang sudah dilakukan gagal. Beberapa komplikasi terkait anemia di antaranya, badan lelah dan lemas, oksigen dalam darah berkurang dan gangguan jantung yang bisa menyebabkan berbagai komplikasi, tergantung pada kelainan seperti yang dialami.

Pencegahan Aase-Smith Syndrome bisa dengan menjalani konseling bersama pakar genetik, hal ini sangat dianjurkan jika seseorang sebelumnya memiliki riwayat keluarga terkait sindrom langka ini, konsultasi juga dilakukan untuk bisa menemukan solusi terbaik bagi para penderitanya. Bisa juga memeriksakan diri ke dokter ketika pasangan akan merencanakan kehamilan.

Kapan Periksa ke Dokter?

Pengobatan dini dan diagnosis bisa digunakan untuk mencegah kondisi semakin memburuk hingga masuk ke dalam keadaan darurat medis lainnya. Untuk itu, segera konsultasikan ke dokter jika menemui tanda-tanda dan gejala seperti yang dijelaskan di atas. Hal ini guna mencegah kondisi masuk ke dalam keadaan serius.

Tanyakan segalanya mengenai kondisi ini kepada dokter saat konsultasi, karena tubuh setiap orang bereaksi dengan cara yang berbeda-beda. Diskusikan kondisi tersebut dengan dokter guna mendapat keputusan terbaik dalam menangani keadaan atau penyakit langka ini.

Diagnosa Sindrom Aase

  • Tanya Jawab

Dalam melakukan diagnosa, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan seputar gejala yang dialami oleh anak kepada orang tuanya. Sangat memungkinkan jika dokter menanyakan mengenai riwayat anggota keluarga yang mengalami gejala serupa.

  • Pemeriksaan Fisik

Setelah mengetahui riwayat dan gejala yang dialami penderita, dokter akan melakuka pemeriksaan fisik. Pemeriksaan tubuh penderita bertujuan untuk mendeteksi gejala yang muncul dan dialami oleh penderita.

  • Pemeriksaan Penunjang

Bayi atau anak kemungkinan akan ditempatkan pada pemeriksaan penunjang, tujuannya untuk memastikan diagnosis yang ada. Pemeriksaan ini terdiri dari beberapa jenis, mulai dari tes darah, pungsi lumbal, echocardiogram dan x-ray.

Penyebab Aase-Smith Syndrome

Pada kebanyakan kasus, penyakit langka ini muncul tanpa alasan yang jelas dan tidak diturunkan dalam keluarga. Meski demikian, terdapat beberapa kasus yang telah terbukti menjelaskan bahwa sindrom ini dapat menurun dari keluarga. Kondisi ini sama seperti dengan anemia diamond-blacfan dan keduannya tidak dapat dipisahkan.

Beberapa orang dengan kondisi anemia diamond-blackfan dan orang dengan penyakit sindrom aase menurut penelitian sama-sama memiliki kromosom 19 yang tidak sempurna. Sindrom aase disebabkan karena gangguan perkembangan sumsum tulang, tempat di mana sel darah terbentuk di dalam tubuh manusia.

Cara Membuat Toner Cuka Apel untuk Jerawat

Bagi Anda yang memiliki masalah jerawat, mungkin cuka apel rumahan dapat membantu mengatasinya. Selain murah, cuka apel dapat Anda buat sendiri, sehingga bahan-bahannya benar-benar alami. Cuka apel untuk jerawat bisa Anda oleskan 1 – 2 kali sehari, lho. Jika kulit Anda cocok dengan cuka apel, maka jerawat dan bekasnya pun dapat hilang tanpa bekas. Anda mungkin akan mempertimbangkan menggunakan cuka apel setelah perawatan jerawat lainnya tidak berhasil atau justru lebih mahal.

Manfaat cuka apel untuk jerawat

Beberapa manfaat cuka apel untuk kulit yang lebih bersih dan sehat adalah:

  1. Membantu menyeimbangkan pH kulit.

Cuka apel bersifat asam, pH-nya sekitar 2 – 3. Kulit yang sehat dengan lapisan pelindung yang kuat butuh sedikit asam, idealnya dengan pH 5,5. Sementara itu, lapisan pelindung kulit dapat terganggu jika muncul masalah kulit, termasuk jerawat, yang biasanya memiliki tingkat pH yang lebih tinggi (basa). Oleh sebab itulah, menggunakan cuka apel untuk jerawat dapat membantu mengembalikan tingkat pH alami kulit yang sedikit asam. 

  1. Bermanfaat untuk eksfoliasi kulit.

Cuka sari apel dapat berperan sebagai exfoliant kimiawi yang cukup efisien. Secara alami, cuka penuh dengan asam alfa-hidroksi (AHA), termasuk beberapa senyawa organik lainnya yang diformulasikan ke dalam toner dan efektif mengangkat sel-sel kulit mati. Alhasil, kulit Anda akan terlihat lebih halus dan terhidrasi.

  1. Berperan sebagai antijamur dan antibakteri.

Selain untuk eksfoliasi kulit, AHA secara alami juga memiliki sifat antijamur dan antibakteri yang dapat membantu membunuh bakteri penyebab jerawat. Beberapa hasil penelitian juga memastikan bahwa asam sitrat dan asam laktat yang terkandung di dalam cuka apel dapat membunuh Cutibacterium acnes atau Propionibacterium acnes, yaitu sejenis bakteri pada kulit yang terbukti berkontribusi pada perkembangan jerawat. Maka dari itu, cuka apel untuk jerawat dapat digunakan untuk perawatan kulit Anda.

Cara membuat dan mengaplikasikan toner cuka apel 

Mungkin Anda ingin membuat toner cuka apel sendiri, tetapi masih bingung dengan caranya. Nah, langkah-langkah membuat toner cuka apel untuk jerawat ini bisa Anda praktikkan dengan mudah di rumah.

  1. Campurkan cuka sari apel dengan air.

Anda bisa mencampurkan cuka sari apel dengan air untuk diencerkan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai toner. Cuka apel sangat asam, sehingga bila tidak diencerkan dapat menyebabkan luka bakar dan iritasi kulit. Takarannya seperti berikut.

  • Jerawat parah, ambil 1 bagian cuka sari apel dan 3 bagian air.
  • Jerawat sedang, ambil 1 bagian cuka sari apel dan 4 bagian air.
  • Kulit sensitif, ambil 1 bagian cuka sari apel dan 5 bagian air.

Jika ini pertama kalinya, maka sebelum mengaplikasikan toner cuka apel untuk jerawat ke wajah, ada baiknya Anda melakukan uji coba pada kulit Anda untuk memastikan tidak ada reaksi yang merugikan. Selain itu, buatlah toner selalu dalam keadaan segar, karena toner buatan sendiri tidak mengandung stabilisator atau pengawet yang sama dengan produk pilihan yang Anda beli di toko.

  1. Oleskan ke kulit sesuai toleransi.

Untuk mengoleskan cuka apel untuk jerawat yang telah siap digunakan, aplikasikan dengan kapas lembut dan bersih. Oleskan sedikit toner ke kulit selama beberapa menit sebelum dibilas. Jika kulit Anda dapat menoleransinya dengan baik, Anda dapat meningkatkan jumlah toner yang digunakan atau lama waktu toner di kulit sebelum dibilas dengan air bersih. Namun ingat, jangan lebih dari 15 menit. Anda dapat menggunakan pelembab wajah setelahnya. 

  1. Gunakan hanya pada bagian kulit yang berjerawat.

Apabila jerawat Anda hanya berada di bagian tertentu saja, seperti dagu, zona T, atau bagian wajah lainnya, Anda mungkin tidak perlu merawat seluruh kulit wajah dengan toner. Ini akan membantu membasmi jerawat satu per satu tanpa harus merawat seluruh permukaan wajah.
Perlu diingat, jika tipe kulit Anda kering, sangat sensitif atau rentan berjerawat, atau memiliki luka terbuka, menggunakan toner cuka apel untuk jerawat mungkin tidaklah membantu. Hal ini justru dapat menambah masalah kulit baru, seperti kemerahan dan iritasi kulit. Jadi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit Anda sebelum mengoleskan campuran cuka apel atau sejenisnya ke kulit.

Cedera Kepala

Cedera kepala merupakan gangguan yang terjadi di bagian otak, tengkorak, atau kulit kepala. Cedera kepala bisa berupa benjolan, memar, bahkan cedera otak.

Jenis Cedera Kepala


Cedera kepala terdiri dari enam jenis, antara lain:

  • Hematoma

Hematoma merupakan cedera kepala yang melibatkan kumpulan atau pembekuan darah pada bagian luar pembuluh darah. Kondisi seperti ini bisa menimbulkan tekanan di bagian tengkorak sehingga penderita akan kehilangan kesadaran, bahkan kerusakan otak permanen.

  • Perdarahan

Perdarahan juga bisa terjadi di bagian kepala manusia. Perdarahan pada bagian kepala bisa menimbulkan penderita sakit kepala, muntah, dan tekanan pada otak.

  • Gegar otak

Gegar otak merupakan jenis cedera kepala yang membuat penderita kehilangan fungsi otak, namun dalam sementara waktu. Kondisi seperti ini bisa terjadi karena penderita mengalami cedera yang parah di bagian tengkorak. Jika penderita mengalami gegar otak secara berulang, maka bisa memicu kerusakan permanen pada otak.

  • Edema

Edema merupakan jenis cedera otak yang melibatkan penumpukan cairan di bagian otak. Kondisi seperti ini bisa menyebabkan tekanan pada otak manusia.

  • Fraktur tengkorak

Fraktur tengkorak merupakan jenis cedera kepala yang meliputi keretakan atau patah di bagian tulang tengkorak. Kondisi seperti ini bisa terjadi karena penderita mengalami benturan keras seperti jatuh ke lantai.

  • Cedera aksonal difus

Cedera aksonal difus merupakan jenis cedera kepala yang dapat merusak sel-sel otak, dan hal tersebut bisa menimbulkan kerusakan otak secara permanen, bahkan kematian.

Gejala

Seseorang yang mengalami cedera kepala bisa menderita gejala ringan atau berat. Pada umumnya, penderita bisa mengalami sebagai berikut:

  • Sakit kepala.
  • Kepala terasa ringan.
  • Merasakan sensasi berputar.
  • Merasa bingung.
  • Mual.
  • Telinga berdengung.

Jika gejala yang dialami penderita berat, maka penderita bisa mengalami gejala sebagai berikut:

  • Kehilangan kesadaran.
  • Kejang.
  • Muntah.
  • Penurunan pada keseimbangan tubuh.
  • Mata kehilangan fokus.
  • Sakit kepala yang serius.
  • Hilang ingatan atau amnesia.
  • Penurunan atau kehilangan kendali otot.
  • Perubahan suasana hati.
  • Cairan keluar dari hidung atau telinga.

Penyebab

Cedera kepala bisa terjadi karena dua hal, antara lain:

  • Kecelakaan

Contoh kecelakaan yang sering terjadi dan dapat menyebabkan cedera kepala adalah kecelakaan mobil atau motor.

  • Kekerasan fisik

Cedera kepala juga bisa disebabkan oleh kekerasan fisik seperti bentrokan antarmanusia.

Diagnosis

Jika Anda mengalami cedera kepala, Anda perlu periksa diri ke dokter. Dokter perlu mengetahui kondisi Anda terlebih dahulu. Setelah mengetahui kondisi yang dialami, dokter akan melakukan diagnosis yang meliputi:

  • GCS

GCS (Glasgow Coma Scale) dapat digunakan dokter untuk mengetahui tingkat kesadaran Anda. Jika Anda memiliki skor yang rendah pada GCS, maka tingkat kesadaran Anda rendah.

  • Pemeriksaan neurologis

Pemeriksaan neurologis dapat dilakukan dokter untuk mengetahui seberapa baik atau buruk pengendalian tubuh Anda seperti mata dan otot.

  • Pemeriksaan radiologis

Pemeriksaan radiologis seperti CT scan dapat dilakukan dokter untuk mengetahui seberapa parah kerusakan yang terjadi pada kepala Anda.

Pengobatan

Untuk mengobati cedera kepala, dokter bisa melakukan cara-cara berikut:

  • Obat

Jika Anda mengalami gejala ringan, Anda mungkin akan diminta untuk menggunakan obat tertentu. Contoh obat yang dapat dikonsumsi untuk mengatasi cedera kepala adalah obat antikejang.

  • Rehabilitasi

Rehabilitasi perlu dilakukan jika Anda ingin mengembalikan fungsi otak Anda.

  • Operasi

Operasi perlu dilakukan jika Anda mengalami kerusakan yang parah seperti keretakan di bagian tulang kepala dan untuk mencegah kerusakan otak lebih lanjut.

Kesimpulan

Cedera kepala merupakan gangguan yang dapat membahayakan kepala. Tidak hanya itu, cedera kepala bisa menimbulkan berbagai gejala, baik ringan maupun berat. Oleh karena itu, ada berbagai cara yang dapat dilakukan dokter untuk mengobati kepala pasien. Untuk informasi lebih lanjut tentang cedera kepala, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Cek Stadium Kanker Usus Besar dan Cara Pengobatannya

Kanker usus besar merupakan jenis kanker yang terjadi di bagian usus besar. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya kumpulan sel yang disebut sebagai polip.

Stadium Kanker Usus Besar

Ada lima stadium kanker usus besar yang bisa dialami penderita. Kelima stadium kanker usus besar menentukan seberapa parah kanker yang dialami penderita. Berikut adalah penjelasan tentang stadium kanker usus:

  • Stadium 0

Stadium 0 merupakan tahap awal kanker usus besar dimana kanker yang dialami penderita belum tumbuh lebih jauh dari lapisan dalam usus besar (rektum). Penderita yang mengalami kanker stadium 0 akan mudah diobati.

  • Stadium 1

Stadium 1 merupakan tahap dimana kanker telah tumbuh ke lapisan jaringan berikutnya, namun belum mencapai nodus limfa atau organ lain.

  • Stadium 2

Stadium 2 merupakan tahap dimana kanker telah mencapai lapisan luar usus besar, namun belum menyebar ke bagian luar usus besar.

  • Stadium 3

Stadium 3 merupakan tahap dimana kanker telah mencapai lapisan luar usus besar dan menyebar ke satu sampai tiga nodus limfa. Meskipun demikian, kanker belum mencapai bagian tubuh yang jauh.

  • Stadium 4

Stadium 4 merupakan tahap dimana kanker telah mencapai jaringan lain pada bagian luar dinding usus besar. Ketika penderita mengalami kanker stadium 4, kanker usus besar mencapai bagian tubuh yang jauh.

Gejala

Pada awalnya, seseorang yang mengalami kanker usus besar tidak merasakan gejala apapun. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka bisa mengalami gejala sebagai berikut:

  • Diare.
  • Sembelit.
  • Perut kembung.
  • Perubahan feses secara terus menerus.
  • Feses berair.
  • Darah pada feses.
  • Tubuh terasa lelah.
  • Berat badan menurun.
  • Sindrom iritasi usus.

Faktor Risiko

Kanker usus besar bisa terjadi pada siapapun. Namun, risiko kanker usus besar bisa lebih besar jika mereka memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Lansia.
  • Mengalami obesitas.
  • Penderita diabetes.
  • Keluarganya memiliki riwayat kanker usus besar.
  • Orang-orang yang memiliki kebiasaan buruk seperti mengkonsumsi alkohol.

Pengobatan

Jika Anda menderita kanker usus besar, Anda perlu periksa diri ke dokter. Dokter akan membantu Anda menentukan pengobatan yang tepat untuk Anda. Ada tiga pilihan yang dapat dilakukan dokter untuk menangani kanker usus besar, antara lain:

  • Operasi

Operasi merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengatasi kanker usus besar. Prosedur tersebut dilakukan dengan mengangkat sebagian atau seluruh usus besar yang disebut sebagai kolektomi. Dokter tidak hanya mengeluarkan bagian usus yang terdapat kanker, namun juga bagian lain seperti nodus limfa yang terkena kondisi serupa untuk mengurangi risiko penyebaran.

Setelah melakukan hal tersebut, dokter akan menaruh kembali usus besar atau membuat stoma. Stoma merupakan lubang yang dibuat di bagian dinding perut. Feses pasien akan dikeluarkan dari stoma. Prosedur tersebut disebut sebagai kolostomi.

  • Kemoterapi

Kemoterapi merupakan cara lain yang bisa dilakukan dokter dengan menggunakan obat-obatan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Kemoterapi diperlukan jika sel kanker usus besar sudah menyebar secara luas di dalam tubuh pasien. Selain itu, obat-obatan kemoterapi bisa mengganggu protein dan merusak sel-sel sehat pasien.

  • Terapi radiasi

Terapi radiasi juga bisa dilakukan dokter dengan menggunakan paparan sinar berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker. Terapi radiasi merupakan pilihan yang dapat dilakukan dokter jika pasien mengalami kanker usus besar fase terakhir.

Pencegahan

Selain pengobatan, berikut adalah beberapa cara yang sebaiknya Anda lakukan untuk mencegah risiko kanker usus besar:

  • Mengkonsumsi makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Hindari kebiasaan buruk seperti merokok atau mengkonsumsi alkohol.
  • Melakukan pemeriksaan secara rutin jika Anda berusia di antara 50 sampai 75 tahun.

Kesimpulan

Kanker usus besar merupakan salah satu penyakit yang bisa menimbulkan berbagai gejala. Untuk mencegah risiko kanker usus besar, Anda perlu menerapkan pola hidup yang sehat. Untuk informasi lebih lanjut tentang kanker usus besar, Anda bisa tanyakan informasi tersebut ke dokter.

Diskinesia: Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Tahukah Anda diskinesia? Diskinesia merupakan suatu gangguan di mana Anda bergerak tanpa sengaja, tanpa disadari, tidak terkendali, atau tidak terkontrol. Gerakan tersebut bisa terjadi di lengan, kaki, kepala, salah satu atau seluruh bagian tubuh Anda. Umumnya, kondisi ini dialami oleh penderita penyakit Parkinson.

Penyebab diskinesia

Sejauh ini, para peneliti sebenarnya masih belum menemukan penyebab pasti seseorang yang menderita Parkinson mengalami diskinesia. Namun, ada dugaan bahwa kondisi ini merupakan efek samping dari obat Parkinson yang dikonsumsi, yaitu obat levodopa. Seseorang yang telah menderita Parkinson sejak lama dapat mengalami diskinesia setelah beberapa tahun ia mengonsumsi obat tersebut.

Hingga saat ini, para ahli meyakini bahwa diskinesia merupakan efek samping dari obat Parkinson yang dikonsumsi. Pada penyakit Parkinson, sel-sel otak yang menghasilkan dopamin akan hilang, sehingga kadar dopamin akan menurun. Obat levodopa akan memulihkan sementara dopamin yang hilang, tapi obat tersebut hanya diminum beberapa kali sehari saja. Akibatnya, kadar dopamin jadi naik turun. Bervariasinya kadar dopamin inilah yang akhirnya menimbulkan kondisi diskinesia.

Gejala umum diskinesia

Gejala diskinesia dapat berbeda-beda setiap orang. Bisa saja gejala ringan dengan sedikit gerakan di kepala, lengan, atau kaki. Bisa pula gejalanya sudah parah, seperti beberapa bagian tubuh bergerak tanpa disengaja. Adapun beberapa gejala umum diskinesia, meliputi gelisah, menggeliat, tubuh bergoyang, kepala terayun-ayun, dan berkedut.

Umumnya, diskinesia akan membuat Anda bergerak cepat dan menyerupai tarian. Namun, tidak sama dengan gerakan distonia yang menyebabkan kontraksi dan kejang otot secara tidak sadar. Distonia gerakannya lebih lambat, menyakitkan, berputar, dan memaksa tubuh ke posisi yang tidak wajar. Selain itu, distonia bukanlah efek samping dari obat levodopa, tapi disebabkan oleh penyakit Parkinson sendiri. Terkadang, ada suatu kondisi di mana seseorang bisa saja mengalami diskinesia dan distonia secara bersamaan, sehingga terlihat gejalanya yang tumpang tindih.

Diskinesia juga tidak berkaitan dengan tremor yang sering terjadi pada penyakit Parkinson dan gangguan tics, yaitu gerakan tiba-tiba, berulang, dan tidak berirama yang melibatkan kelompok otot terisolasi, misalnya mata berkedip atau membersihkan tenggorokan.

Cara mengatasi keluhan diskinesia

Perawatan diskinesia bervariasi setiap yang dapat ditentukan oleh beberapa faktor berikut ini.

  1. Tingkat keparahan gejala.
  2. Waktu munculnya gejala, misalnya apakah akan lebih buruk jika tidak mengonsumsi levodopa atau tidak.
  3. Usia.
  4. Lamanya waktu minum obat levodopa.
  5. Jangka waktu sejak didiagnosis Parkinson.

Adapun beberapa cara untuk mengatasi dan mengobati diskinesia adalah:

  1. Dokter akan menyesuaikan kembali dosis obat levodopa yang Anda konsumsi.
  2. Minum obat levodopa 30 menit sebelum makan, agar protein makanan Anda tidak mengganggu penyerapan obatnya.
  3. Rajin berolahraga, seperti berjalan dan berenang, sesuai dengan saran dari dokter Anda.
  4. Lakukan manajemen stres, karena stres dapat memperburuk diskinesia.
  5. Menggunakan agonis reseptor dopamin melalui monoterapi, hanya pada tahap paling awal Parkinson sebelum berkembang menjadi tardive.
  6. Menjalani stimulasi otak dalam jika gejala diskinesia sudah parah dan pengobatan lain tidak berhasil. Tindakan bedah ini sesuai dengan arahan dari dokter Anda.

Perlu digarisbawahi, obat levodopa saat ini adalah pengobatan paling efektif untuk penyakit Parkinson. Tidak mengonsumsinya sama sekali mungkin bukanlah pilihan yang tepat.

Oleh karena itu, penting untuk berbicara dengan dokter Anda tentang pilihan pengobatan Parkinson yang ada untuk mengurangi dan membantu mengelola diskinesia jika berkembang. Apapun itu pengobatannya, pastikan Anda telah memutuskannya bersama dengan dokter dan itu adalah perawatan terbaik untuk Anda.

Manfaat dan Risiko Sitz Bath, Terapi Air Hangat untuk Wasir dan Masalah Genital

Ambeien atau wasir biasanya terjadi karena berbagai faktor, salah satunya akibat mengejan terlalu keras. Nah, ambeien yang tidak berbahaya biasanya bisa sembuh sendiri atau diobati dengan pengobatan yang tepat. Ada salah satu cara untuk mengobati wasir dengan cara sederhana, yaitu dengan sitz bath.

Sitz bath merupakan terapi sederhana dengan bak mandi atau alat khusus, tujuannya untuk menyembuhkan masalah kesehatan dan membersihkan area sekitar perineum. Terapi  sitz bath ini menggunakan air hangat untuk merawat dan membersihkan area antara anus dan organ intim. Terapi ini juga bisa dilakukan oleh semua umur, tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak.

Manfaat Sitz Bath untuk Kesehatan

Berendam dalam air hangat bisa mempercepat proses penyembuhan dengan meningkatkan aliran darah ke area perineum ini. Terapi ini tidak menjadi perawatan utama, tetapi dapat membantu mengurangi iritasi dan rasa tidak nyaman yang dirasakan.

Berikut beragam manfaat yang bisa dirasakan dengan terapi sitz bath ini.

  • Meningkatkan aliran darah ke perineum yang dapat membuat luka cepat sembuh
  • Membantu mengatasi kista bartholin
  • membantu mengatasi rasa gatal di selangkangan dan dubur
  • Membantu mengatasi infeksi peradangan akibat infeksi saluran kemih, bakteri, hingga infeksi menular seksual.
  • Membantu merilekskan otot sfingter anal
  • Membantu mengatasi radang vagina
  • Mengatasi vulvodynia
  • Membantu menyembuhkan fisura anus
  • Meringankan keluhan pada wasir, turun peranakan, serta sembelit kronis
  • Meringankan rasa nyeri di vagina pasca persalinan

Langkah-langkah Melakukan Sitz Bath

Sitz bath ini memang baik dilakukan di bath tub. Namun, jika Anda tidak memilikinya, bisa dengan menggunakan baskom besar atau wadah yang bisa dijadikan untuk berendam.

Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan.

  1. Bersihkan bath tub atau wadah yang digunakan untuk berendam. Memastikan wadah bersih adalah hal utama dan paling penting agar area anogenital tidak infeksi ketika berendam dengan air hangat
  2. Isilah wadah yang digunakan setidaknya 7-10 dengan air hangat, atau hingga cukup untuk menrendam organ intim Anda. Takaran ini bisa disesuaikan dengan wadah yang digunakan. Pastikan suhu air tidak panas atau terlalu dingin. Cukup suam-suam kuku saja.
  3. Bisa juga menambahkan campuran lain untuk mempercepat proses penyembuhan. Misalnya dengan menambahkan garam tanpa yodium, essential oil, atau minyak zaitun. Pastikan juga bahwa Anda tidak mengalami alergi pada unsur-unsur tersebut.
  4. Berendamlah kira-kira selama 16-20 menit dalam air hangat yang sudah dicampur dengan unsur campuran tersebut. Anda tidak perlu menyentuh area kewanitaan. Jangan mencuci organ intim dengan sabun kewanitaan atau sabun mandi saat berendam. Jika suhu air dalam baskom sudah mulai dingin, bisa tambahkan lagi air hangat.
  5. Setelah itu, berdiri dan keringkan area organ intim dengan handuk bersih dengan cara ditepuk-tepuk halus. Hindari menggosok area kewanitaan. Jika ada salep yang diberikan oleh dokter, Anda bisa melanjutkan dengan mengoleskan salep tersebut di area organ intim Anda.

Apakah Sitz Bath Berisiko?

Efek samping sitz bath memang sangat kecil dan jarang terjadi. Sebab, berendam dengan air hangat hanyalah sebuah terapi dan tergolong perawatan non-invasif. Biasanya yang cukup sering terjadi adalah infeksi perineum akibat tidak membersihkan peralatan dengan teliti dan terdapat luka.

Meski terendam dalam wadah yang sama, anus tidaklah membahayakan vagina, asalkan anus sudah dibersihkan terlebih dahulu.

Jika setelah melakukan sitz bath dan gejala masih terasa, maka Anda perlu melakukan kontrol serta berkonsultasi dengan dokter. Segera hentikan sitz bath jika kondisi perineum menjadi merah, bengkak, rasa sakit atau gatal semakin memburuk, dan adanya indikasi infeksi seperti demam dan lainnya.

Sebab, meskipun sitz bath membantu proses pengobatan, tetapi terapi air hangat ini tidak menjamin gangguan area anogenital hilang sepenuhnya. Hubungi dokter segera jika kondisi yang dialami terus berlanjut.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai