
Tidak hanya Pendidikan akademi, faktanya layanan bimbingan dan konseling yang biasa disebut guru BK di sekolah juga sangat penting bagi perkembangan mental anak. Mengalami bullying di sekolah? Tugas sekolah jarang terselesaikan karena orang tua terus bertengkar di rumah? Bingung masuk sekolah lanjutan mana atau ingin berkarir apa setelah selesai bersekolah? Nah, disinilah pentingnya peran divisi bimbingan dan konseling di sekolah.
Bimbingan dan konseling adalah divisi yang menyediakan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mandiri dan bisa berkembang secara optimal. Bimbingan dan konseling meliputi perkembangan pribadi, sosial, belajar, maupun karir peserta didik. Bimbingan dan konseling tersedia dalam berbagai tahapan didik, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Hal ini karena setiap tahapan didik memiliki spesifikasinya sendiri-sendiri di mana karakter peserta didik akan berbeda tergantung rentang usianya. Tidak hanya itu, beberapa universitas juga menyediakan layanan ini.
Manfaat Guru BK untuk perkembangan mental anak
- Melakukan studi kelayakan pelayanan bimbingan dan konseling
- Menyusun dan melaksanakan program bimbingan dan konseling yang meliputi waktu kegiatan, metode bimbingan konseling, dan pengolahan data hasil bimbingan.
- Melaksanakan program pelayanan bimbingan dan konseling
- Menilai proses dan hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling
- Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian layanan
- Mempersiapkan diri, menerima, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas BK
- Bekerjasama dengan guru mata pelajaran dan wali kelas serta pihak terkait dalam pelaksanaan program BK
- Mengadakan koordinasi dengan wali kelas dan guru bidang studi dalam rangka pembinaan siswa dan orangtua wali murid
- Bersama dengan wali kelas, menangani kondisi psikis dan kenakalan murid, seperti penyimpangan disiplin dan gangguan belajar
- Mengembangkan potensi peserta ajar sesuai dengan minat dan bakatnya
- Mengembangkan potensi peserta ajar dalam pengenalan lingkungan, karir, dan dunia kerja
- Memberikan bimbingan dan konseling kepada siswa secara individu yang berkaitan dengan hambatan hidup, latar belakang sosial, pengaruh lingkungan, kesulitan belajar, dan hal-hal lainnya
- Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas bimbingan dan konseling
Kelas atau sesi konseling akan dipandu oleh konselor atau biasa disebut guru BK. Tergantung instansi pendidikannya, seorang guru BK perlu berpendidikan minimal sarjana pendidikan atau sarjana psikologi dengan pelatihan khusus seputar bimbingan dan konseling di lingkungan sekolah. Kelas bimbingan dan konseling juga bukan seperti kegiatan pembelajaran seperti bidang studi lain. Kelas ini lebih kepada layanan untuk memandirikan peserta didik secara mental.
Guru BK pun akan berusaha menilai dan membantu menyelesaikan pertanyaan, keluhan, atau masalah murid dengan objektif, kekinian, sesuai dengan kondisi murid dan dengan tetap menanamkan nilai-nilai yang positif. Penyelesaian masalah akan didorong untuk diputuskan oleh murid itu sendiri di mana guru BK hanya membantu atau sebagai fasilitator saja. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar murid menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab. Tidak hanya itu, keputusan yang diambil oleh diri sendiri pun cenderung bersifat jangka panjang karena dilakukan dengan sukarela. Oleh karena itu, bagi murid maupun orangtua murid, tidak perlu ragu untuk mendiskusikan keluhan, masalah, hingga rasa penasaran pada guru BK. Mendiskusikan topik dengan seseorang yang sudah berpengalaman diharapkan dapat membantu kondisi Anda maupun anak dengan baik dan bijak.


