Setiap orang menginginkan pernikahan yang sempurna. Pesta pernikahan impian dan keluarga kecil yang bahagia. Kehidupan pernikahan yang harmonis tidak terjadi dalam satu malam. Sehari setelah akad nikah dilangsungkan, Anda dan pasangan telah membuka jalan baru yang penuh rintangan.
Untuk mempersiapkan pernikahan yang sehat dan ideal, pasangan yang berencana menikah diharuskan untuk membuat tujuan pernikahan. Dengan menetapkan tujuan menikah, Anda dan pasangan dapat berkembang bersama.
Menciptakan tujuan pernikahan yang realistis
Tujuan pernikahan yang cerdas mencakup semua aspek pernikahan. Bila tidak memenuhi salah satu dari aspek ini, kehidupan pernikahan Anda berisiko terombang ambing.
Hal lain yang perlu dilakukan yaitu catat semua tujuan pernikahan. Catatan tersebut dapat dijadikan sebagai pengingat bagi Anda dan pasangan untuk mewujudkannya.
Berikut ini beberapa hal yang harus didiskusikan bersama pasangan Anda.
- Rencana keuangan
Uang bisa menjadi sumber kebahagian maupun sumber masalah. Sebelum menikah, Anda dan pasangan Anda bisa memiliki perencanaan keuangan yang berbeda, terutama bila Anda memiliki latar belakang keuangan yang berbeda.
Mendiskusikan masalah finansial dapat memberi pemahaman baru mengenai kebiasaan kalian dalam menggunakan uang, termasuk cara menghasilkan, pengeluaran, dan tabungan.
Ketika merencanakan keuangan, buatlah tujuan yang jelas dimana posisi kalian dalam jangka setahun kedepan dan lima tahun kedepan. Buatlah perencanaan finansial yang jelas dan transparan untuk mengetahui kemana uang kalian dialirkan.
Bicarakan juga mengenai polis asuransi, penggunaan kartu kredit, dan tanggungan keuangan Anda.
- Hubungan dengan keluarga besar
Ketika menikah, Anda dan pasangan sudah resmi melengkapi satu sama lain. Menikah berarti menjadikan satu sama lain sebagai rumah untuk bersandar dan saling mendukung. Susah senang dan masalah dilalui bersama.
Namun pada beberapa kasus, salah satu dari pasangan yang menikah menjadi terlalu terbuka dengan keluarga besar. Menjalin hubungan hangat dengan mertua memang sangat disarankan, tapi lain cerita jika mertua dan seluruh keluarga besar mengetahui masalah internal rumah tangga Anda.
Terkadang keluarga besar memberi nasihat pernikahan yang bisa diterima. Pada titik tertentu, mereka juga terlalu ikut campur dengan pernikahan Anda. Mereka seakan mendikte dan mengeksploitasi kehidupan pernikahan Anda.
Maka dari itu perlu penegasan dari keluarga kecil Anda. Katakan bahwa Anda sangat berterima kasih atas perhatian mereka, dan ingatkan bahwa kehidupan pernikahan Anda adalah urusan Anda dan pasangan. Yakinkan mereka bahwa kalian bisa mengurus pernikahan dengan baik.
- Merencanakan untuk memiliki anak
Memiliki anak menjadi salah satu tujuan pernikahan mayoritas bagi orang Indonesia, bahkan di seluruh belahan dunia. Memiliki anak dianggap bisa menemani ibu ketika kesepian, menjadi semangat ayah di kala lelah bekerja, dan tentunya penerus generasi.
Memiliki anak akan sangat merubah kehidupan pernikahan dari segala aspek, terutama finansial. Bagi yang menjadikan anak sebagai salah satu tujuan menikah, diskusikan secara menyeluruh dengan pasangan.
Anda bisa mendiskusikan beberapa poin di bawah ini dengan pasangan:
- Kapan waktu yang tepat untuk memiliki anak
- Berapa jumlah anak yang diinginkan, dan apa jenis kelaminnya
- Bagaimana pola asuh yang akan diterapkan pada anak
- Dimana anak akan disekolahkan
- Keintiman setelah menikah
Dalam dunia pernikahan, romantisme dan keintiman yang mulanya terasa panas akan semakin membosankan. Meskipun begitu Anda tak bisa mengabaikan satu sama lain. Walaupun terjadi pertengkaran yang hebat, Anda tetap disatukan di bawah atap yang sama.
Untuk mengembalikan kehangatan dalam rumah tangga, ciptakanlah hubungan seperti teman hidup. Jadilah pendengar yang baik dan nikmati setiap momen berdua. Anda bisa melakukan hal konyol bersama tanpa harus merasa aneh satu sama lain.
Jadilah pendukung setia yang mendukung mimpi dan tujuan satu sama lain. Meskipun telah menikah, tak ada salahnya bila Anda dan pasangan memiliki tujuan yang berbeda. Misalnya, pasangan Anda ingin melanjutkan pendidikan, sementara Anda menjadi gamer handal.
Berkencan dengan melakukan hal yang baru juga sangat disarankan untuk meningkatkan keintiman. Anda bisa mengeksplorasi tempat wisata dan kuliner baru bersama pasangan. Mencoba hal baru di ranjang juga bisa membangkitkan gairah seakan seperti malam pertama.
Ketika mendiskusikan tujuan pernikahan, bicarakanlah mengenai seluruh aspek yang bisa mendukung kehidupan rumah tangga yang sehat, ideal, dan bertahan lama. Tujuan menikah setiap orang berbeda, jadi tetapkanlah tujuan Anda sendiri.
Usahakan untuk tidak berfokus menjadi contoh pasangan ideal bagi orang lain. Alangkah lebih baik menjadi pasangan yang saling mendukung dan memahami satu sama lain.



