5 Latihan Fisik untuk Mengobati Cedera Rotator Cuff

Para atlet mungkin sering mengalami yang namanya cedera bahu yang disebut juga dengan cedera rotator cuff. Kondisi ini bisa menyakitkan, membatasi gerakan, dan butuh waktu yang mungkin tidak sebentar untuk penyembuhannya. 

Cedera rotator cuff paling umum 

Rotator cuff merupakan sekelompok otot yang berfungsi untuk menstabilkan dan memungkinkan bahu bergerak. Cedera rotator cuff yang paling umum adalah pembengkakan dan robekan. 

  • Pembengkakan, terjadi ketika otot rotator cuff membengkak dan kram, sehingga menyebabkan otot terjepit. Ketegangan otot, penggunaan berlebihan, dan taji tulang adalah penyebab umum pembengkakan.
  • Robekan, cedera yang terjadi ketika tendon atau otot rotator cuff robek. 

Gerakan di atas kepala yang berulang-ulang dapat merusak otot rotator cuff dan akhirnya menyebabkan cedera. Ini jugalah yang menyebabkan para atlet, seperti pelempar bisbol, sering mengalami masalah bahu. Risiko cedera rotator cuff akan semakin meningkat seiring pertambahan usia dan keausan yang terakumulasi pada tubuh.

Latihan fisik untuk mengobati cedera rotator cuff

Dalam banyak kasus, cedera rotator cuff dapat disembuhkan denga istirahat, terapi fisik, dan obat-obatan pereda nyeri. Jika cedera Anda cukup parah, dokter Anda mungkin merekomendasikan untuk dilakukan operasi. 

Metode pemulihan otot yang biasa digunakan adalah metode RICE (rest, ice, compression, dan elevation) untuk mengurangi nyeri dan bengkak. Setelah berkurang, Anda dapat memulihkan kembali otot rotator cuff dengan melakukan beberapa latihan fisik, meliputi:

  1. Doorway stretch.

Cara melakukannya adalah:

  • Berdiri di pintu yang terbuka dan rentangkan kedua lengan Anda ke samping.
  • Pegang sisi pintu dengan masing-masing tangan sejajar atau di bawah bahu, lalu condongkan tubuh ke depan melalui ambang pintu sampai Anda merasakan regangan yang ringan.
  • Saat  tubuh condong ke depan, salah satu kaki juga ikut maju ke depan. 
  • Lakukan beberapa kali dengan gerakan maju mundur.
  • Ingat, jangan lakukan peregangan secara berlebihan.
  1. Side-lying external rotation. 

Caranya adalah:

  • Berbaringlah dengan posisi berlawanan dari bahu Anda yang mengalami cedera rotator cuff.
  • Tekuk siku lengan Anda yang cedera hingga membentuk sudut 90 derajat. Letakkan siku di sisi dan lengan di atas perut Anda.
  • Pegang halter ringan di tangan sisi yang mengalami cedera, tahan siku di samping, perlahan-lahan angkatlah halter ke arah langit-langit, lalu turunkan kembali. Hentikan gerakan jika Anda merasa tegang.
  1. High-to-low rows. 

Berikut cara melakukannya.

  • Pasang resistance band ke sesuatu yang kokoh, seperti dinding dan di atas ketinggian bahu. Pastikan terpasang dengan kuat, sehingga tidak lepas saat ditarik.
  • Berlututlah untuk mengangkat lutut yang berlawanan dengan lengan yang cedera rotator cuff. Tubuh dan lutut bagian bawah harus sejajar dan lutut lainnya terangkat dengan sudut 90 derajat.
  • Pegang kuat tali dengan lengan terentang ke depan, tarik tali hingga posisi siku ke arah tubuh. Pertahankan punggung tetap lurus dan kencangkan tulang belikat Anda.
  • Ulangi gerakan 3 set 10 kali.
  1. Reverse fly.

Caranya adalah:

  • Berdiri dengan kaki terbuka selebar bahu dan lutut sedikit ditekuk. Buat punggung Anda tetap lurus dan tekuk sedikit di pinggang, sehingga punggung lurus condong ke depan.
  • Ambil beban yang ringan dan pegang di masing-masing tangan.
  • Rentangkan lengan Anda dan angkat beban menjauh dari tubuh Anda. Jangan mengunci siku dan kencangkan tulang belikat saat melakukannya. Jangan pula angkat lengan di melebihi tinggi bahu.
  • Ulangi gerakan 3 set 10 kali.
  1. Lawn mower pull.

Caranya, yaitu:

  • Berdiri dengan kaki terbuka selebar bahu. 
  • Pasang salah satu ujung resistance band di bawah kaki berlawanan dengan lengan yang cedera rotator cuff. Pegang ujung resistance band lainnya dengan lengan Anda yang cedera, sehingga karet gelang melewati tubuh Anda secara diagonal.
  • Posisikan tangan Anda yang lain di pinggul dan tekuk sedikit di pinggang, sehingga tangan yang memegang tali sejajar dengan lutut yang berlawanan.
  • Tarik tali melintasi tubuh secara diagonal. Jaga bahu Anda tetap rileks dan rapatkan bahu ketika berdiri.
  • Ulangi gerakan 3 set 10 kali.

Inilah beberapa latihan fisik yang dapat membantu memulihkan otot Anda dari cedera rotator cuff. Apabila dengan latihan ini, cedera masih terasa sakit, bengkak, sulit mengangkat lengan, hingga membuat Anda sulit tidur, maka segeralah temui dokter untuk mendapatkan pengobatan medis yang sesuai dengan kondisi cedera Anda.

Diagnosa dan Perawatan Hipertensi Sekunder

Tekanan darah tinggi, atau dikenal dengan istilah hipertensi, terjadi ketika tekanan darah meningkat hingga level yang tidak sehat. Tekanan darah Anda diukur dari seberapa banyak darah melewati pembuluh darah dan jumlah resistensi yang darah temui ketika jantung memompa. Arteri yang menyempit dapat meningkatkan resistensi, dengan semakin sempit arteri, semakin tinggi pula tekanan darah Anda. Apabila tidak diobati, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti penyakit jantung. Ada dua jenis hipertensi, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Berbeda dengan hipertensi primer yang disebabkan oleh faktor genetik, lingkungan, dan perubahan fisik, hipertensi sekunder disebabkan oleh penyakit lain seperti penyakit ginjal, apnea tidur obstruktif, cacat jantung bawaan, gangguan pada thyroid, efek samping obat-obatan, penggunaan obat-obatan terlarang, terlalu banyak mengonsumsi alkohol, gangguan kelenjar adrenal, dan tumor endocrine.

Diagnosa

Dokter akan memeriksa penyebab hipertensi sekunder dengan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Tes darah. Dokter akan memeriksa kadar potassium, creatinine, sodium, glukosa darah puasa, total kolesterol, dan trigliserida serta zat kimia lain di darah untuk membantu membuat diagnosa.
  • Tes urin. Dokter akan memeriksa urin dan mencari penanda yang dapat menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi Anda disebabkan oleh kondisi medis lain.
  • Ultrasound pada ginjal. Karena banyak penyakit ginjal dihubungkan dengan hipertensi sekunder, dokter akan melakukan ultrasound pada ginjal dan pembuluh darah.
  • Electrocardiogram (ECG). Apabila dokter mengira hipertensi sekunder disebabkan oleh penyakit jantung, ia akan melakukan electrocardiogram.

Perawatan

Pengobatan hipertensi sekunder berfokus pada perawatan kondisi medis yang menyebabkannya. Saat kondisi medis berhasil disembuhkan, hipertensi sekunder akan turun dan kembali ke angka yang normal. Perubahan gaya hidup seperti makan makanan yang sehat, sering berolahraga, dan menjaga berat badan sehat dapat menjaga tekanan darah dalam angka yang normal. Dokter juga dapat merekomendasikan obat-obatan tekanan darah seperti:

  • Thiazide diuretic. Diuretic, juga dikenal dengan nama pil air, merupakan obat-obatan yang bertindak di ginjal untuk membantu tubuh membersihkan sodium dan air, mengurangi volume darah.
  • Penghambat beta. Obat ini mengurangi kerja jantung dan membuka pembuluh darah, menyebabkan jantung berdetak dengan lebih lambat. Obat ini juga efektif dikombinasikan dengan thiazide diuretic. Efek samping obat ini adalah kelelahan, gangguan tidur, detak jantung yang melmbat, dan tangan dan kaki yang dingin.
  • Inhibitor ACE. Obat ini membantu menenangkan pembuluh darah dengan menghambat pembentukan zat kimia alalami yang mempersempit pembuluh darah. Inhibitor ACE khususnya penting untuk merawata tekanan darah tinggi pada orang-orang yang menderita penyakit arteri koroner, gagal jantung, dan gagal ginjal. Sama seperti penghambat beta, inhibitor ACE efektif dikombinasikan dengan thiazide diuretic dengan efek samping meliputi pusing dan batuk. Selain itu, obat ini tidak direkomendasikan untuk ibu hamil.
  • Penghambut saluran kalsium. Obat ini membantu menenangkan otot pembuluh darah dan memperlambat detak jantung. Penghambat saluran kalsium dapat bekerja dengan lebih baik pada beberapa orang, dibandingkan dengan inhibitor ACE dan penghambat beta. Efek samping dari obat ini adalah retensi air, pusing, dan konstipasi.

Perawatan hipertensi sekunder cukup rumit. Anda mungkin membutuhkan lebih dari satu jenis obat, dan dikombinasikan dengan gaya hidup yang sehat guna mengontrol tekanan darah tinggi. Makan makanan yang sehat, kurangi asupan garam pada diet Anda, menjaga berat badan yang sehat, rutin berolahraga, tidak merokok, batasi alkohol, dan kurangi stres merupakan gaya hidup sehat untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Apa yang Terjadi dalam Proses Terapi Hipogonadisme

Reproduksi merupakan aktivitas penting di dalam kehidupan. Sebagai manusia, seperti mamalia lainnya, kita bereproduksi secara seksual. Namun, ada begitu banyak masalah yang dapat mengganggu aktivitas seksual seseorang, satu di antaranya adalah hipogonadisme.

Aktivitas seksual dipengaruhi oleh keberadaan hormon testosteron. Hormon seksual ini dihasilkan oleh kelenjar gonad yang terletak di testis pria atau ovarium wanita. Hipogonadisme merupakan kondisi di mana kelenjar seksual tersebut tak mampu mencukupi kebutuhan hormon testosteron manusia.

Ketika kondisi itu terjadi, seorang manusia seakan tak memiliki gairah seksual dan akan terlihat dari gejala atau ciri di fisiknya, seperti ketidakmampuan ereksi, misalnya, atau wanita yang tidak mengalami menstruasi.

Secara umum, hipogonadisme disebabkan oleh dua faktor utama, yakni primer dan sekunder. Hipogonadisme primer berkaitan dengan sebab-sebab internal di dalam tubuh manusia, seperti kelainan genetik atau masalah-masalah pada berbagai organ.

Sedangkan hipogonadisme sekunder terjadi akibat faktor-faktor eksternal, seperti beberapa penyakit atau gangguan yang mengakibatkan terhentinya fungsi kelenjar gonad dalam memproduksi testosteron. Penggunaan obat-obatan atau prosedur medis juga bisa menyebabkan hipogonadisme sekunder.

Seseorang yang sudah mengalami atau merasakan beberapa gejala awalnya disarankan untuk segera menemui dokter untuk mendapat pertolongan. Di hadapan medis, penderita yang mengeluhkan kondisinya mungkin diharuskan menjalankan serangakain tes dan pemeriksaan terlebih dahulu agar dokter dapat menegakkan diagnosis.

Setelah itu, umumnya mereka akan mendapatkan terapi penggantian testoteron atau TRT melalui beberapa cara, seperti injeksi, patch (tempelan), gel, dan tablet. Penderita bisa juga mendapat suntikan hormon pelepas gonadotropin.

Hipogonadisme sebenarnya merupakan kondisi yang sulit disembuhkan, apalagi jika kondisi itu terjadi secara genetik. Namun, untuk mengembalikan fungsi seksual, pasien hipogonadisme bisa menggunakan suntik hormon testosteron melalui hormone replacement theraphy. Selain itu, suntik testosteron tak hanya berfungsi untuk mengembalikan aktivitas seksual, tapi juga aktivitas non seksual.

Yang dimaksud aktivitas non seksual di atas yakni untuk pembentukan tulang, pembentukan sel darah merah, untuk kulit, untuk rambut, untuk pembakaran lemak, dan lain sebagainya. Pasalnya banyak sekali fungsi testosteron bagi tubuh manusia. Kalau untuk fungsi seks jelas untuk libido atau untuk merawat penis.

John V. Conaglen dan Helen M. Conaglen pernah melakukan penelitian berjudul “The Effects of Treating Male Hypogonadism on Couples’ Sexual Desire and Function” (2009) (PDF) untuk menilai hasrat seksual dan fungsi seksual pada pria heteroseksual dengan hipogonadisme, baik sebelum terapi testosteron maupun sesudah terapi.

Hasil dari riset tersebut menunjukkan bahwa pemberian testosteron yang dilakukan pria dengan hipogonadisme ternyata mampu meningkatkan hasrat dan fungsi seksual secara signifikan, sedangkan pria kelompok kontrol (normal) tidak mengalami perubahan signifikan dalam hasrat seksualnya.

Terapi hormon juga ternyata tak hanya memulihkan fungsi seksual sepasang kekasih, tapi juga mampu memberikan kepuasan seksual yang lebih tinggi dan mengurangi rasa sakit yang muncul akibat aktivitas seksual. Berkurangnya rasa sakit itu terjadi karena menurunnya kecemasan dan kesulitan saat berhubungan seks.

Namun, sebelum mendapatkan terapi hormon ini, seseorang harus dicek semua seluruh kondisi fisiologisnya, seperti yang sudah disinggung di atas. Hal ini bertujuan untuk menentukan kadar dan kemampuan liver penderita menerima prosedur tersebut.

Terapi injeksi testosteron berbeda-beda pada setiap pasien, tergantung dari kondisi masing-masing pria dengan hipogonadisme. Pasalnya ada banyak macam testosteron yang bisa disuntikkan ke dalam tubuh manusia dan itu harus disesuaikan dengan pasien.

Namun, dari semua itu terapi injeksi merupakan metode yang paling efektif untuk semua pasien hipogonadisme. Periode penyintikannya bisa 3 bulan sekali, ada yang 2 minggu sekali, tergantung sediaan hormon masing-masing pasien.

Insufisiensi Vena

Insufisiensi vena merupakan kondisi dimana pembuluh darah balik atau vena mengalami kesulitan dalam mengalirkan darah dari bagian kaki ke jantung. Insufisiensi vena menimbulkan darah tidak dapat mengalir ke jantung dan penumpukan pembuluh darah di bagian kaki.

Gejala

Seseorang yang mengalami insufisiensi vena akan menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Gatal.
  • Kesemutan.
  • Kram.
  • Kesakitan.
  • Nyeri, namun berkurang jika kaki diangkat.
  • Kaki terasa bengkak.
  • Iritasi pada kulit kaki.
  • Perubahan warna kulit.
  • Adanya luka pada kaki.
  • Adanya varises di permukaan kulit.
  • Kulit di bagian pergelangan kaki dan tungkai bawah menebal dan mengeras.

Penyebab

Insufisiensi vena biasanya dipicu oleh pembekuan darah di bagian vena dalam tungkai bawah dimana bagian tersebut merusak katup pada vena. Kondisi seperti ini bisa membuat darah dari kaki sulit kembali ke jantung. Jika seseorang mengalami insufisiensi vena dan duduk dalam waktu yang lama, maka akan memperburuk kondisi tubuh dengan memperbesar tekanan pada bagian vena dan memperlemah katupnya.

Faktor Risiko

Insufisiensi vena lebih rentan terjadi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Tidak hanya itu, seseorang bisa memiliki risiko lebih besar terhadap insufisiensi vena jika mereka memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Berusia di atas 50 tahun.
  • Memiliki berat badan yang berlebihan.
  • Sedang mengandung atau telah melahirkan beberapa kali.
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Memiliki riwayat penyakit pembekuan darah.
  • Memiliki keluarga yang memiliki riwayat insufisiensi vena.

Diagnosis

Jika Anda terkena insufisiensi vena, Anda perlu periksa kaki Anda ke dokter. Dokter akan membantu Anda dengan melakukan diagnosis terhadap kondisi yang Anda alami. Dokter perlu memeriksa kondisi Anda terlebih dahulu. Setelah memeriksa kondisi Anda, dokter akan melakukan pemeriksaan yang melibatkan ultrasonografi vaskular atau duplex sonografi vaskuler. Cara melakukan pemeriksaan tersebut adalah dengan menempatkan perangkat kecil pada kulit yang terletak di atas vena. Alat tersebut menggunakan gelombang suara untuk melihat kondisi pembuluh darah. Tidak hanya itu, alat tersebut digunakan untuk memeriksa kecepatan dan arah aliran darah pasien.

Selain menggunakan ultrasonografi vaskular atau duplex sonografi vaskuler, pemeriksaan radiologi dengan sinar X atau pemindaian khusus juga dapat dilakukan. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui jika pasien mengalami penyakit lain sehingga dapat membuat kaki mereka bengkak atau tidak.

Pengobatan

Ada berbagai pengobatan yang dapat dilakukan pasien jika mereka ingin mengatasi insufisiensi vena. Salah satu pengobatan yang dapat dilakukan adalah menggunakan stoking kompresi. Stoking kompresi berguna untuk menjaga aliran darah pada kaki. Stoking kompresi juga dapat mengurangi risiko pembengkakan pada kaki dan pembekuan darah.

Selain stoking kompresi, prosedur medis lain dapat dilakukan dokter yang melibatkan:

  • Sklerot

Sklerot merupakan pengobatan yang dilakukan dokter dengan meliputi air garam yang disuntikkan ke pembuluh darah pasien. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi pengerasan pada vena.

  • Phlebectomy

Phlebectomy merupakan pengobatan yang dilakukan dokter dengan melibatkan pembedahan untuk menghilangkan varises yang berada di bagian bawah kaki.

  • Laser

Laser juga dapat digunakan untuk mengurangi risiko terhadap pembuluh darah.

  • Pengangkatan varises

Pengangkatan varises dapat dilakukan pada vena besar di kaki pasien.

Pencegahan

Jika pasien ingin mencegah insufisiensi vena, berikut adalah cara-cara yang dapat diterapkan:

  • Berolahraga secara teratur.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.
  • Jangan duduk dalam waktu yang lama.
  • Hindari kebiasaan merokok.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda ingin bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin ditanyakan ke dokter.
  • Daftar riwayat medis, baik dari Anda sendiri maupun keluarga.
  • Daftar gejala yang Anda rasakan akibat insufisiensi vena.

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter juga akan menanyakan pertanyaan tentang kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala akibat insufisiensi vena terjadi?
  • Apa saja gejala yang Anda alami akibat insufisiensi vena?
  • Apakah Anda punya penyakit sehingga dapat memicu insufisiensi vena?

Kesimpulan

Insufisiensi vena merupakan gangguan pada tubuh yang perlu diwaspadai, karena bisa menimbulkan berbagai gejala. Akan lebih rentan terhadap kondisi seperti ini jika Anda memiliki faktor risiko seperti berusia di atas 50 tahun. Oleh karena itu, jika Anda ingin mengatasi kondisi seperti ini, Anda sebaiknya ikuti cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang insufisiensi vena, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Mencegah Terjadinya Gangguan Memori

Gangguan memori didefinisikan sebagai kemampuan kognisi yang ditekan yang mengarah pada kemampuan penalaran dan pengambilan keputusan Anda yang memburuk. 

Gangguan memori akan menciptakan hambatan dalam keterampilan komunikasi Anda, membiarkan Anda melupakan kata-kata yang ingin diucapkan, banyak kelainan penting yang sangat mempengaruhi perkembangan otak dan kemampuan bentuknya.

Kehilangan memori adalah proses fisiologis normal yang dimulai pada usia 45 tahun. Ketajaman otak dan daya nalar Anda hilang seiring dengan waktu. Mengelolanya dengan taktik yang tepat dapat membantu mencegah penderitaan seseorang akan gangguan memori. 

Orang dengan penyakit kardiovaskular dan obesitas memiliki resiko lebih tinggi terkena gangguan memori, karena terdapat penurunan yang mencolok dalam aliran darah otak yang dipantau. Gaya hidup sehat dan seimbang diketahui dapat memperbaiki kondisi dan mencegah terjadinya gangguan tersebut. Terdapat beberapa alasan tertentu yang terkait dengan gangguan memori ringan dan berat. Penyebab utama gangguan memori antara laini:

  • Usia
  • Warisan genetik, mewarisi gen untuk penyakit Alzheimer dan Huntington
  • Trauma
  • Penyempitan pembuluh darah otak dan arteri
  • Penggunaan alkohol atau narkotika atau opioid yang berlebihan
  • Gangguan metabolisme yang tidak diobati seperti diabetes
  • Kekurangan vitamin seperti B12
  • Penyakit kardiovaskular
  • Tumor otak
  • Diet tidak sehat
  • Penggunaan obat-obatan yang berlebihan seperti penggunaan NSAID.

Gangguan memori dikaitkan dengan penggambaran gejala kehilangan yang terjadi. Perubahan tersebut cenderung muncul seiring dengan waktu yang membuat Anda khawatir. Berikut tampilan gejala pada gangguan memori:

  1. Kebingungan – Delirium
  2. Ketegangan komunikasi
  3. Vertigo
  4. Kemampuan komprehensif menurun
  5. Ketidakmampuan untuk memahami hal-hal kecil
  6. Paranoia
  7. Pertanyaan Berulang
  8. Kesulitan mengingat hal-hal penting seperti nama atau nomor telepon
  9. Tersesat dalam pikiran

Untuk mengurangi kemungkinan Anda dari gangguan memori, Anda memerlukan rencana hidup yang strategis dan mendasar untuk menjalani hidup sehat yang seimbang, antara lain:

  • Menjaga pola makan dan nutrisi dapat menyelamatkan Anda dari ratusan penyakit yang mungkin terjadi pada Anda, termasuk gangguan memori.
  • Tidur nyenyak. Pola tidur Anda adalah yang paling penting untuk proses memori. Berhenti minum opioid dan narkotika yang memiliki efek buruk tinggi pada kesehatan mental Anda. Berhentilah mengkonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan karena hal ini terkait erat dengan gangguan memori. 
  • Aktif, olahraga juga dapat meningkatkan aliran darah ke organ dalam. Sehingga Anda tidak akan pernah kekurangan suplai darah. Mulailah dengan berolahraga 20-30 menit dalam tiga kali seminggu.
  • Interaksi sosial Anda juga penting. Habiskan lebih banyak waktu dengan keluarga dan teman yang akan membantu meningkatkan mood Anda. Bersikaplah proaktif dan mulailah menjaga diri sendiri. 

Gangguan memori mengacu pada kondisi penyakit di mana Anda tidak dapat membentuk ingatan baru atau mengingat kembali ingatan yang tersimpan di masa lalu. Beberapa gangguan memori juga dikaitkan dengan penurunan kognitif secara umum. 

Diagnosis gangguan memori mencakup penilaian klinis dari keadaan mental serta studi pencitraan otak. Hal ini akan membantu Anda dalam mengidentifikasi akar penyebab dari gangguan memori dan untuk menyusun strategi pengobatannya.

Anda dapat mencegah gangguan memori dengan mengadopsi beberapa perubahan dalam gaya hidup seperti memperbaiki pola makan, tidur nyenyak, melakukan olahraga yang benar, melakukan interaksi yang sehat dengan orang-orang di sekitar Anda.

Pengobatan Gigi Avulsi yang Perlu Diketahui

Kondisi di mana gigi terlepas dari soketnya di rongga mulut disebut dengan gigi avulsi, pada umumnya terjadi karena benturan di mulut atau cedera akibat olahraga. Gigi yang terlepas masih bisa kembali dipasang pada soketnya, namun tindakan ini dapat terjadi apabila dilakukan segera setelah gigi tersebut lepas.

Ketika gigi terlpas dan masih terliha utuh, sangat direkomendasikan untuk segera di bawah ke dokter gigi dalam kurun waktu 30 menit. Apabila hal ini dilaksanakan, maka potensi keberhasilan perawatan dan pemasangan terhadap gigi yang lepas tersebut masih sangat tinggi. Namun, apabila gigi yang lepas tak kunjung dipasang kembali dalam dua jam, maka peluang untuk dipasang sedikit.

Pengobatan Gigi Avulsi

Jika yang terlepas adalah gigi susu, maka segera ambil kain kasa yang bersih dan gigit kasa tersebut selama kurang lebih 15 menit. Langkah ini bisa membantu penderita untuk mengontrol pendarahan yang terjadi, gigi susu yang mengalami kondisi ini sangat tidak disarankan untuk kembali ditanam, karena apabila dilakukan hanya akan mengganggu pertumbuhan gigi permanen di bawahnya.

Sementara itu terdapat cara lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini terhadap gigi permanen. Cara ini meliputih beberapa langkah yang harus dilakukan dengan benar dan tidak asal-asalan, berikut di antaranya.

  • Ketika gigi lepas, segera ambil gigi permanen tersebut untuk selanjutnya dibersihkan sebelum ditanam kembali.
  • Perhatikan cara mengambil gigi, cukup pegang mahkotanya saja dan jangan sampai menyetuh akar dari gigi tersebut.
  • Setelah dibersihkan, letakkan kembali gigi ke tempat semula dalam rongga mulut untuk kemudian dipasang kembali.
  • Kemudian gigit dilandasi dengan kain selama beberapa menit, tujuannya agar posisi gigi bisa bertahan.
  • Setelah itu pergi ke dokter gigi untuk melakukan konsultasi, kondisi ini termasuk darurat medis yang harus segera mendapatkan penanganan.

Apabila tidak dapat memasukkan gigi kembali ke posisi semula di rongga mulut, maka bisa direndam dalam susu dan kemudian hubungi atau kunjungi dokter.

Segera berkonsultasi atau memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gigi lepas, apabila berhasil melakukan pemasangan atau tanam gigi kembali di rumah, tetap lakukan pemeriksaan ke dokter agar mendapat penanganan tepat. Selain itu, pasien juga bisa bertanya mengenai langkah selanjutnya usai mengalami gigi lepas dan proses menanam kembali gigi yang lepas tersebut dengan benar.

Cara Mencegah dan Tanda

Penyebab utama terjadinya kondisi ini adalah karena cedera, langkah terbaik untuk mencegahnya adalah dengan menghindari cedera atau kecelakaan. Sangat disarankan untuk menggunakana alat pelindung kepala dan wajah, terutama saat berolahraga. Bisa juga dengan menggunakan pelindung gigi atau mouth guard.

Kondisi ini termasuk dalam cedera gigi atau cedera dental, dalam cedera ini akan muncul rasa nyeri di sekitar gigi hingga rahang dan merupakan gejala yang sering terjadi. Rasa nyeri juga muncul ketika seseorang mencoba mengunyah makanan dan pada saat adanya perubahan suhu. Selain itu, terdapat pula kemungkinan adanya perdarahan dan pembengkakan.

Apabila gigi avulsi yang terjadi dikarenakan benturan, beberapa gejala yang akan muncul adalah seperti luka di pipi dan bibir. Penyebab utama dan paling sering dari kondisi ini adalah trauma fisik yang diakibatkan benturan atau cedera ketika sedang berolahraga maupun mengalami celaka.

Kondisi ini juga mudah didiagnosis oleh dokter, dengan hanya melihat keadaan rongga mulut secara langsung. Setelahnya dokter kan mengambil tindakan sesuai dengan penjelasan mengenai pemgobatan kondisi ini di atas.

Jaga Kesehatan Mata dengan Rutin Melakukan Senam Mata

Anda mungkin sudah tidak asing dengan senam tubuh, tapi bagaimana dengan senam mata? Banyak orang tidak menyadari pentingnya melakukan senam mata secara rutin. Padahal, senam ini sangat bagus untuk menjaga kesehatan mata, khususnya bagi Anda yang terbiasa menatap layar laptop seharian.

Saat bekerja di depan layar komputer terlalu lama, kesehatan mata Anda akan terganggu. Anda mungkin mengalami gejala berupa pandangan kabur, ketegangan mata, mata kering, dan sakit kepala. 

Pentingnya melakukan senam mata secara rutin

Berbagai gejala yang ditimbulkan akibat menatap layar komputer bisa Anda atasi dengan melakukan senam mata secara rutin. Selain itu, selama ratusan tahun, senam mata dipercaya mampu mengendalikan berbagai penyakit mata.

Para ahli percaya bahwa masalah mata seperti rabun dekat, rabun jauh, dan silinder dapat lebih dikendalikan bila penderita rajin melakukan senam mata setiap saat. Tidak hanya itu, penderita katarak dan glaukoma juga bisa mengurangi resiko peningkatan gejala melalui senam mata. 

Karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan senam mata secara rutin dan teratur. Langkah-langkah senam mata memang mudah, tapi bukan berarti bisa diremehkan. 

Rekomendasi gerakan senam mata

Berikut ini beberapa macam gerakan senam mata yang bisa Anda coba sendiri di rumah: 

  • Gerakan angka 8

Gerakan ini dilakukan dengan menggerakkan mata mengikuti arah angka 8. Pertama-tama, tentukan satu titik pada lantai dengan jarak sekitar 3 meter dari tempat duduk Anda saat ini. 

Kemudian, fokuslah pada titik tersebut sambil membayangkan angka 8, lalu gerakkan kedua mata mengikuti angka tersebut. Lakukan selama 30 detik, kemudian ganti arah gerakan mata ke arah sebaliknya. 

  • Fokus jauh dan dekat

Gerakan senam yang satu ini dilakukan dengan mengganti fokus pandangan secara bergantian pada objek yang jauh dan dekat. Senam ini berguna untuk mengatasi ketegangan mata.

Untuk melakukannya, posisikan jempol Anda sekitar 10 inci di depan wajah. Fokuskan pandangan Anda pada ujung jempol tersebut selama 15 detik. 

Kemudian, alihkan pandangan Anda ke objek yang jauh, sekitar 6 meter dari posisi Anda saat ini, dan fokuskan pandangan pada objek tersebut selama 15 detik. Lakukan terus secara bergantian dan ulangi sampai 5 kali. 

  • Senam 20-20-20

Senam ini cukup mudah diingat, karena menggunakan aturan angka 20-20-20. Setelah bekerja menatap layar laptop, pandanglah suatu objek yang berjarak sekitar 20 kaki dari posisi Anda selama 20 detik setiap 20 menit sekali. 

Jarak 20 kaki setara dengan kurang lebih 6 meter. Gerakan ini baik untuk mengatasi ketegangan mata, karena mata manusia tidak seharusnya menatap suatu objek yang sama terlalu lama. 

Tips menjaga kesehatan mata

Melakukan senam mata secara rutin menjadi salah satu upaya menjaga kesehatan mata Anda. Selain itu, Anda juga bisa melakukan beberapa langkah lain, seperti: 

  • Gunakan kacamata hitam ketika beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari paparan sinar UVA dan UVB.
  • Mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan antioksidan, salah satunya sayur wortel.
  • Lakukan pemeriksaan mata secara rutin setiap beberapa tahun sekali.
  • Mengenakan kacamata atau lensa kontak sesuai anjuran dokter untuk melindungi kerusakan mata lebih jauh.
  • Mengenal riwayat keluarga, karena sebagian besar penyakit mata bersifat genetik.

Menjaga kesehatan mata sama pentingnya dengan menjaga kesehatan tubuh. Lindungi kesehatan mata Anda dengan melakukan senam mata secara rutin dan teratur. 

Makanan Mengandung Vitamin B6 untuk Ibu Hamil

Selama masa kehamilan, ibu hamil akan membutuhkan asupa nutrisi juga meningkat dan perlu dipenuhi agar kehamilannya sehat dan perkembangan janin tidak terganggu. Salah satunya adalah kebutuhan akan vitamin B6 (piridoksin). Pemenuhan asupan harian piridoksin ini bisa dicukupi dengan mengkonsumsi makanan mengandung vitamin B6.

Piridoksin atau vitamin B6 ini adalah jenis vitamin yang larut dalam air yang digunakan dalam berbagai proses penting tubuh untuk menghasilkan asam amino dan juga pada proses pencernaan makronutrien. Selain itu, dengan manfaat dari vitamin B6 ini juga, tubuh bisa menghasilkan vitamin B3 atau niacin dari asam amino triptofan.

Manfaat Vitamin B6 Bagi Ibu Hamil

Pada ibu hamil, vitamin B6 ini juga penting dan bermanfaat. Apa saja?

  • Vitamin B6 bermanfaat untuk membantu membentuk sel darah merah baru, neurotransmiter, dan antibodi pada janin
  • Membantu menjaga kadar glukosa darah agar tetap sehat
  • Membantu tubuh proses metabolisme protein dan karbohidrat ibu dan janin
  • Vitamin B6 mampu meringankan rasa mual dan muntah yang dialami ibu hamil
  • Membantu perkembangan saraf dan otak janin dalam kandungan
  • Mencegah masalah pada bayi baru lahir seperti berat bayi lahir rendah.

Kebutuhan Vitamin B6 bagi Ibu Hamil

Setelah mengetahui banyaknya manfaat vitamin B6 bagi ibu hamil, tentu penting untuk memenuhi asupan hariannya agar kesehatan ibu dan perkembangan janin di kandungan tetap terjaga.

Ibu hamil setiap harinya membutuhkan sekitar 1,9 miligram vitamin B6. Menurut laporan kesehatan, ibu hamil masih bisa mengkonsumsi 10-25 miligram vitamin B6 tiga kali sehari untuk mengatasi morning sickness.

Namun, tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 100 miligram vitamin B6 dalam sehari. Kelebihan vitamin B6 bisa membuat mati rasa dan kerusakan saraf. Sedangkan kekurangan vitamin B6 bisa menyebabkan peradangan di lidah, kelelahan, anemia, sariawan, depresi, hingga degenerasi neurologis.

Rekomendasi Makanan Mengandung Vitamin B6

Guna memenuhi kebutuhan vitamin B6 bisa denganmengkonsumsi sumber makanan mengandung vitamin B6 di masa kehamilan.

  1. Beras Merah

Memenuhi asupan vitamin B6 alami untuk ibu hamil bisa dengan konsumsi beras merah untuk menjaga kesehatan selama di masa kehamilan. Dalam satu porsi beras merah mengandung 0,3 vitamin B6.

Kandungan vitamin B6 pada nasi merah bisa membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh ibu hamil.

Ibu hamil juga baik mengkonsumsi beras merah ini untuk menyehatkan sistem pencernaan dan mampu meningkatkan kesehatan usus.

  • Buah-buahan

Ibu hamil juga disarankan untuk mengkonsumsi buah-buahan karena mengandung gizi yang lengkap. Selain kaya akan vitamin dan mineral alami, buah-buahan juga kaya akan vitamin B6. Buah-buahan yang dimaksud adalah alpukat, jeruk, pisang, dan juga pepaya yang bermanfaat bagi fungsi saraf dan otak.

  • Biji-bijian

Biji-bijian juga memiliki manfaat yang banyak bagi ibu hamil untuk meningkatkan aliran darah ke otak. Biji bunga matahari maupun biji wijen bisa menjadi camilan sehat dan bernutrisi baik bagi ibu hamil.

  • Ikan Salmon dan Tuna

Fugsi vitamin B6 atau piridoksin berperan penting membantu menurunkan kolesterol dan mengpbati depresi. Pilihan ikan yang bisa dijadikan sebagai sumber vitamin B6 alami seperti ikan tuna dan ikan salmon yang kaya omega-3.

  • Kacang-kacangan

Makanan mengandung vitamin B6 bagi ibu hamil selanjutnya adalah kacang-kacangan seperti kenari, kedelai, hazelnut, kacang mede, dan kacang tanah. Kacang-kacangan ini bisa mempertahankan kadar kolesterol dan berat badan ibu hamil. Vitamin B6 yang terkandung dalam kacang-kacangan bisa mencegah perkembangan diabetes selama masa kehamilan.

Makanan mengandung vitamin B6 ini baik dikonsumsi oleh ibu hamil agar asupan harian vitamin B6 yang diperlukan tubuh tetap tercukupi.

Ini Dia Jenis Antibiotik sebagai Cara Mengobati TBC

Tentu Anda sudah tidak asing dengan penyakit tuberkulosis atau TBC, bukan? Sebagian orang mungkin akan menganggap bahwa TBC adalah batuk biasa. Kenyataannya, jika tidak diobati tuberkulosis dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang lebih serius. Oleh karena itu, mencari cara mengobati TBC dengan baik menjadi penting untuk dilakukan. 

Di Indonesia sendiri, setidaknya sekitar 150 ribu kasus TBC terjadi setiap tahun. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis ini menyerang paru-paru manusia, sehingga menghambat sistem pernapasan. 

Sebagai catatan, terdapat dua kelompok pasien TBC yang perlu Anda tahu, yaitu pasien aktif dan laten. Pasien TBC aktif adalah kelompok individu yang terinfeksi bakteri TBC dan mengalami gejala. Sementara itu, pasien TBC laten merupakan individu yang sudah terinfeksi bakteri, namun tidak menunjukkan gejala maupun menularkan TBC pada orang lain.

Cara mengobati TBC terbagi menjadi tiga cara secara garis besar. Masing-masing metode pengobatan ini disesuaikan dengan kondisi pasien, yaitu aktif, laten, dan individu yang resistan.

  1. Pengobatan TBC laten

Tuberkulosis laten berisiko berkembang menjadi TBC aktif yang bergejala dan bersifat menular. Sebagai pencegahan agar kondisi ini tidak semakin parah, maka pasien TBC laten memerlukan pengobatan yang tidak kalah penting dengan pasien TBC aktif. Cara mengobati TBC laten, yaitu menggunakan obat antibiotik seperti:

  • Rifampin

Dikenal juga dengan rifampicin, obat ini perlu dikonsumsi setiap hari untuk empat bulan berturut-turut. Jenis antibiotik ini dikonsumsi sebagai alternatif pasien yang tidak dapat mengonsumsi isoniazid.

  • Isoniazid

Isoniazid adalah jenis obat antibiotik yang biasanya diresepkan untuk mengobati TBC laten. Obat ini perlu dikonsumsi selama sembilan bulan setiap hari.

  • Isoniazid dan rifapentine

Isoniazid dan rifapentine dapat dikonsumsi secara bersamaan dengan intensitas konsumsi sebanyak satu kali seminggu untuk tiga bulan.

Obat yang disebutkan di atas dapat membantu tubuh untuk membasmi bakteri M. tuberculosis yang tidak aktif dalam tubuh pasien.

  1. Cara mengobati TBC aktif

Konsumsi obat TBC aktif perlu dikonsumsi selama enam bahkan 9 bulan lamanya. Beberapa jenis obat yang biasanya diresepkan dokter, yaitu:

  • Rifampin
  • Isoniazid
  • Ethambutol
  • Pyrazinamide

Sebelum dokter meresepkan jenis obat antibiotik di atas, pasien TBC laten perlu melakukan pemeriksaan lebih dulu untuk mengonfirmasi jenis bakteri tuberkulosis yang terdapat di dalam tubuhnya.

Ketika hasil tes sudah keluar dan dikonfirmasi, dokter biasanya akan memberikan 3-4 jenis obat untuk dikonsumsi selama dua bulan. Selepas itu, jumlah obat akan dikurangi menjadi dua jenis untuk durasi 4-7 bulan ke depan.

Penghentian konsumsi obat TBC aktif memerlukan izin dari dokter. Dalam kasus tertentu, pasien memang dapat merasa lebih baik selang beberapa minggu pertama setelah mengonsumsi obat. Namun, bukan berarti bahwa tuberkulosis yang ada dalam tubuh sudah tidak menular.

  1. Cara mengobati TBC untuk pasien resistan

Dalam kasus tertentu, pasien tuberkulosis tidak dapat sembuh secara total, bahkan setelah mengonsumsi obat-obatan TBC yang telah diresepkan. Kondisi ini dapat dikatakan sebagai resistensi obat atau resistensi antibiotik.

Pasien tetap dapat mungkin sembuh, namun perlu untuk mengonsumsi obat dalam durasi yang lebih lama, sekitar 20-30 bulan. Beberapa jenis obat yang dapat dikonsumsi:

  • Antibiotik suntik: amikacin, capreomycin, dan kanamycin
  • Antibiotik fluoroquinolone
  • Antibiotik lain: bedaquiline, ethionamide, dan asam salisilat para-amino

Dengan melakukan pengobatan TBC yang tepat, pasien TBC berpeluang sembuh dengan angka harapan mencapai 85%. Meski begitu, CDC mengungkapkan bahwa angka kesembuhan untuk pasien resistan hanya berkisar 30-50% dari keseluruhan kasus.

Computer Vision Syndrome: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda mendengar computer vision syndrome? Menghabiskan banyak waktu menatap layar gadget dengan posisi yang kurang benar dapat memicu terjadinya computer vision syndrome. Secara singkat, computer vision syndrome adalah suatu masalah kesehatan pada mata akibat menatap layar gadget terlalu lama. Ketika terjadi, akan muncul beberapa gejala yang menjadi tanda computer vision syndrome. Berikut ini akan diulas secara lengkap mengenai computer vision syndrome dari penyebabnya, gejala yang muncul, serta cara mengatasinya.

Penyebab computer vision syndrome

Terjadinya computer vision syndrome, dapat disebabkan oleh berbagai sebab. Ketika Anda telah mengetahui berbagai penyebab terjadinya computer vision syndrome maka Anda dapat melakukan usaha pencegahan. Berikut ini merupakan beberapa penyebab computer vision syndrome yang sebaiknya Anda ketahui.

  • Posisi duduk kurang tepat.
  • Jarak pandang terlalu dekat.
  • Cahaya dari layar gadget terlalu terang.
  • Posisi gadget  terlalu tinggi atau terlalu rendah.
  • Pencahayaan ruangan kurang baik.
  • Kualitas udara yang buruk.
  • Durasi penggunaan gadget terlalu lama.

Gejala computer vision syndrome

Bagi Anda yang menghabiskan banyak waktu di depan layar gadget, Anda perlu mewaspadai computer vision syndrome dengan mengetahui gejala seperti apa saja yang muncul. Apabila Anda merasakan berbagai gejala seperti berikut ini, bisa jadi Anda mengalami computer vision syndrome.

  • Kepala terasa pusing
  • Leher dan bahu terasa nyeri
  • Pandangan menjadi kabur
  • Mata menjadi merah, kering, dan gatal

Mengatasi computer vision syndrome

Untuk mengatasi computer vision syndrome, Anda dapat mencoba beberapa cara seperti berikut ini.

  1. Memperbaiki posisi ketika menggunakan gadget

Posisi menjadi hal penting untuk mengatasi computer vision syndrome. Posisi yang dimaksud ada dua hal, posisi duduk Anda serta posisi peletakan gadget berupa laptop atau komputer. Usahakan layar komputer diatur 15-20 derajat di bawah pandangan mata. Hal ini bertujuan agar pandangan mata tepat di tengah. Untuk posisi duduk, gunakan kursi yang nyaman. Jarak pandang sebaiknya sekitar 50-60cm antara mata Anda dengan layar. Jika menggunakan gagdget berupa ponsel, hindari menggunakannya dalam posisi tiduran, terlalu dekat, dan dalam ruangan gelap agar tidak terkena computer vision syndrome.

  • Istirahat dengan cukup

Meski Anda merasa sehat dan kuat untuk terus beraktivitas, organ tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat, tak terkecuali mata Anda. Usahakan Anda beristirahat total dari menatap layar gadget selama 20 menit setelah terus menerus menatap gadgetselama 2 jam lamanya. Hal ini akan mengurangi kelelahan pada mata.

  • Menggunakan teknik 20-20-20

Teknik 20-20-20 cukup populer digunakan untuk mengatasi computer vision syndrome. Maksud teknik 20-20-20 adalah Anda perlu mengistirahatkan mata setiap 20 menit sekali. Cara lebih lengkapnya seperti ini. Setelah menatap layar gadget selama 20 menit, Anda perlu memberi jeda berupa istirahat selama 20 detik. Dalam waktu 20 detik tersebut, Anda dianjurkan untuk menatap objek dengan jarak 20 kaki atau kurang lebih 6 meter dari mata Anda. Teknik ini cukup efektif sebab mudah untuk diterapkan kapanpun dan di manapun.

  • Berkedip dengan sengaja

Salah satu gejala yang muncul jika Anda mengalami computer vision syndrome adalah mata kering, kemerahan, dan gatal. Untuk mengatasi hal itu, Anda dapat dengan sengaja berkedip lebih sering. Berkedip akan membantu melembapkan mata sehingga computer vision syndrome akan sedikit berkurang.

Kondisi computer vision syndrome sebenarnya tidak terlalu berbahaya. Akan tetapi, jika Anda menatap layar gadget terlalu lama dan terus menerus maka hal ini dapat berdampak pada kualitas mata. Semakin hari, kemampuan mata akan semakin menurun dan risiko mengalami kerusakan pada bagian mata pun menjadi lebih tinggi jika sering terjadi computer vision syndrome. Konsumsi berbagai makanan yang menyehatkan mata serta hindari menatap layar gadget sama sekali ketika Anda sedang berlibur sehingga kualitas mata akan senantiasa terjaga.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai