Selain Methylparaben, Ini Senyawa yang Berbahaya bagi Ibu Hamil

Methylparaben (metilparaben) merupakan pengawet yang umum ditemukan pada produk kosmetik, personal care, serta beberapa makanan dan obat-obatan.  

Paraben dikaitkan dengan dampak buruk pada kesehatan seperti risiko kanker, reaksi alergi, dan iritasi. Namun belum ada bukti kuat yang menyatakan methylparaben dan jenis paraben lainnya menyebabkan perkembangan tumor menjadi ganas.

Organisasi dan komite ilmiah di beberapa negara, seperti FDA, juga telah mengatur regulasi dosis penggunaan paraben yang disarankan dalam suatu produk.

Dampak methylparaben pada ibu hamil

Saati ini penelitian mengenai dampak methylparaben pada ibu hamil dan janin masih sangat sedikit. Namun beberapa penelitian menemukan fakta bahwa paraben dapat berdampak pada kesehatan janin.

Paraben dapat diserap tubuh melalui kulit dan masuk ke aliran darah. Meski paraben tidak menumpuk dalam tubuh, paparan tersebut dapat meningkatkan risiko obesitas pada bayi di usia dewasa.

Selain itu, penelitian lain mengungkapkan semakin tinggi kadar paraben pada darah ibu hamil, maka semakin tinggi pula risiko ibu mengalami keguguran atau lahir mati.

Senyawa yang harus dihindari oleh ibu hamil

Selain methylparaben, ada beberapa senyawa yang perlu dihindari ibu hamil untuk menghindari dampak buruk pada perkembangan janin:

  • BPA

Bisphenol A atau BPA merupakan bahan kimia yang umum ditemukan dalam campuran plastik. BPA juga ditemukan dalam banyak produk rumah tangga, personal care, kaleng kemasan, termasuk juga peralatan makan dan mainan bayi.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa paparan BPA dapat menyebabkan sejumlah kesehatan pada janin seperti gangguan pada sistem reproduksi, otak, dan masalah perilaku di kemudian hari.

  • Ftalat

Ftalat dipercaya mengganggu sistem endokrin yang memengaruhi kadar hormon reproduksi estrogen dan testosteron. Ftalat dapat ditemukan pada plastik kemasan, produk kosmetika, dan banyak lainnya.

Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita yang terpapar ftalat selama masa kehamilan cenderung berisiko meningkatkan gangguan motorik dan perkembangan bahasa pada anak.

Selain itu, ibu hamil yang terpapar ftalat dan mengalami stres secara bersamaan berisiko tinggi mengalami kelahiran prematur.

Sama seperti BPA, tak ada cara untuk menghindari senyawa ini sepenuhnya. Untuk meminimalisir risiko, selalu cuci tangan dengan sabun dan air setelah menyentuh permukaan yang mengandung ftalat.

  • Triclosan

Triclosan merupakan antibakteri yang umum terkandung dalam produk perawatan diri seperti sabun mandi, facial wash, pasta gigi, serta pada produk kosmetika.

Penggunaan triclosan selama masa kehamilan menghasilkan dampak kesehatan yang cukup banyak, antara lain terganggunya perkembangan sistem reproduksi janin, peningkatan risiko berat lahir rendah, dan ukuran lingkar kepala yang kecil.

Paparan triclosan selama kehamilan juga meningkatkan risiko kelahiran prematur.

  • Aluminium klorida heksahidrat

FDA mengelompokkan senyawa ini pada kategori C, dan ibutuhkan lebih banyak penelitian untuk  membuktikan dampak aluminium klorida heksahidrat pada antiperspirant untuk ibu hamil.

Ada baiknya untuk meminimalisir paparan aluminium klorida heksahidrat untuk mencegah efek samping yang mungkin terjadi.

  • Retinoid

Retinoid merupakan senyawa anti-aging dan termasuk salah satu senyawa yang tidak boleh digunakan selama masa kehamilan. Beberapa penelitian membuktikan bahwa vitamin A ini dapat berbahaya bagi janin. Salah satu dampaknya adalah cacat lahir. 

Pastikan bahwa produk kosmetik yang Anda gunakan tidak mengandung retinoid dan gunakan alternatif retinoid yang aman.

  • AHA dan BHA

Kini banyak perawatan kecantikan yang mengombinasikan kedua senyawa ini dalam satu produk. Kedua asam ini digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit seperti jerawat, peradangan, dan kemerahan.

Asam dosis tinggi dalam bentuk oral telah terbukti meningkatkan risiko cacat lahir dan berbagai komplikasi kehamilan lainnya. Adapun sejauh ini AHA dan BHA belum diteliti secara khusus mengenai efek sampingnya terhadap ibu hamil.

Meski begitu, ada baiknya menjauhi produk dengan kandungan AHA BHA untuk meminimalisir risiko kesehatan pada janin.

Methylparaben kerap disebut-sebut sebagai bahan berbahaya pada kosmetik dan harus dijauhi oleh ibu hamil. Namun para wanita juga harus memerhatikan senyawa lain yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan kesehatan janin.

Seluk Beluk Penyakit Keturunan yang Sebaiknya Anda Ketahui

Penyakit dapat mengintai siapa saja sebab banyak sekali jenis dan faktor penyebabnya. Penyakit keturunan termasuk salah satu jenis penyakit yang bisa dialami oleh seseorang. Jenis penyakit keturunan ada banyak, dan semuanya terjadi karena mutasi genetika di dalam tubuh. Penyakit keturunan sulit dihindari sebab berhubungan dengan genetika.

Bagaimana cara penyakit kerutunan muncul?

Penyakit keturunan terjadi bukan karena infeksi atau pola hidup yang buruk. Penyakit keturunan bahkan bisa terjadi sejak bayi atau bahkan sejak masih dalam kandungan. Kerusakan gen di dalam tubuh menyebabkan penyakit keturunan terjadi.

  • Penyakit keturunan langsung

Gen di dalam tubuh seseorang, terbentuk dari kombinasi gen kedua orang tuanya. Hal itulah yang menyebabkan seorang anak bisa mengidap penyakit yang sama dengan orang tuanya. Gen yang paling dominan antara ayah dan ibu merupakan gen penentu kondisi fisik dan psikologis anak. Misalnya ibu menderita penyakit asma dan ayah tidak. Sedangkan gen ayah jauh lebih dominan, maka ada kemungkinan anak tidak menderita penyakit asma seperti ibu.

  • Penyakit keturunan lompat satu generasi

Gen tidak dapat melompati generasi, namun penyakit bisa. Maksudnya? Penyakit keturunan bisa terjadi dari kakek atau nenek kepada cucunya. Hal tersebut dikarenakan tubuh ibu dan ayah hanya menjadi pembawa penyakit saja dan risiko munculnya mengecil akibat gaya hidup yang sangat sehat sejak kecil. Nantinya, cucu akan memiliki gen dominan akibat gabungan dari gen kedua orang tuanya yang membawa penyakit keturunan tersebut. Misalnya, kakek memiliki penyakit asma sedangkan ayah dan ibu tidak, namun cucu memiliki penyakit asma.

Jenis penyakit keturunan yang biasanya terjadi

Jenis-jenis penyakit keturunan cukup beragam dan sebaiknya Anda pahami. Berikut ini akan dijelaskan secara lengkap.

  • Asma

Penyakit keturunan yang pertama adalah asma. Asma menjadi penyakit keturunan akibat adanya gabungan dari variasi gen dari ayah dan ibu. Secara gen, garis dari perempuan lebih berisiko menyembabkan munculnya penyakit asma. Jika gen ibu dengan penyakit asma dominan, maka risiko anak terkena penyakit asma pun semakin tinggi.

  • Kanker

Kanker juga dapat digolongkan sebagai penyakit keturunan. Meski kanker dapat muncul tanpa faktor keturunan, namun jika terdapat keluarga dengan riwayat kanker maka risiko Anda terkena pun semakin tinggi. Salah satu jenis kanker keturunan adalah kanker kulit melanomia.

  • Thalasemia

Thalasemia adalah penyakit keturunan berupa kekurangan hemoglobin akibat mutasi genetik. Penyakit keturunan ini dapat menyebabkan terjadinya anemia mikrositk dan hipokromik. Thalasemia terbagi menjadi dua jenis yaitu thalasemia alfa dan thalasemia beta.

  • Hemofilia

Penyakit keturunan lainnya adalah hemofilia. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi genetik yang membuat tubuh kehilangan kemampuan membekukan darah. Laki-laki lebih rentan mengalami hemofilia akibat susunan kromosomnya. Seseorang dengan penyakit hemofilia akan sulit menghentikan pendarahan ketika terjadi luka pada tubuhnya.

  • Diabetes

Penyakit keturunan berupa diabetes tergolong cukup umum terjadi. Diabetes merupakan kondisi di mana tubuh kekurangan hormon insulin.

  • Buta warna

Seseorang yang tidak dapat membedakan warna disebut sebagai buta warna. Penyakit ini terjadi karena kelainan gen pada kerucut retina. Buta warna sendiri terbagai menjadi buta warna total dan sebagian. Buta warna total dianggap lebih parah sebab dalam kasus ini, pasien tidak dapat melihat warna sama sekali.

Meski tidak dapat dicegah 100%, namuan terdapat cara untuk meminimalisir penyakit keturunan. Salahs satunya adalah dengan melakukan pemeriksaan genetika bersama pasangan sebelum menikah. Dengan begitu maka dapat diketahui risiko penyakit yang mungkin muncul pada anak kelak. Selain itu, pola hidup yang sehat bisa membantu mengurangi tingkat keparahan penyakit keturunan yang muncul.

Sumber Penyakit Whipple dan Masalah Sistem Cerna Lain

Salah satu penyakit yang menyerang sistem cerna—kendati kenyataannya amat jarang terjadi—adalah penyakit whipple. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Intinya, bakteri penyebab penyakit ini akan mengacaukan proses pemecahan lemak dan karbohidrat di dalam tubuh sehingga menghambat kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi.

Selain bakteri penyebab penyakit whipple, ternyata ada beberapa bakteri lain yang langganan menyebabkan masalah di sistem pencernaan manusia. Setelah kita mengetahui lebih lanjut mengenai bakteri penyebab penyakit whipple di bawah ini, artikel ini juga akan membahas bakteri lainnya.

  • Tropheryma whipplei

Ini adalah bakteri yang menyebabkan penyakit whipple. T. whipplei dikategorikan sebagai bakteri Gram-positif Actinobacteriaorganisme biasanya ditemukan juga dalam kategori Gram-negatif sewaktu diberikan warna di laboratorium. Whipple sendiri mungkin mengamati organisme sebagai struktur berbentuk seperti batang dengan noda perak dalam penelitiannya.

Bakteri ini tidak diberikan nama sampai pada tahun 1991 sewaktu nama Tropheryma whippelii diusulkan setelah seksi bakteri genom diurutkan. Penamaan diubah menjadi Tropheryma whipplei pada tahun 2001 (mengoreksi ejaan nama Whipple) ketika organisme disimpan dalam daftar koleksi bakteri.

Masalahnya, bakteri ini belum dikenali dengan baik lantaran belum banyak penelitian dilakukan terhadapnya. Kenyataan itu pula yang membuat para ahli belum mengetahui dari mana bakteri T. whipplei berasal dan bagaimana mereka dapat masuk ke dalam tubuh manusia dan menyebabkan penyakit whipple.

  • Salmonella typhi

Salmonella typhi adalah bakteri penyebab penyakit demam tifoid. Demam tifoid merupakan salah satu penyakit infeksi saluran cerna yang cukup sering terjadi di Indonesia. Berbanding terbalik dengan penyakit whipple yang hanya diderita 1 dari 1 juta orang di seluruh dunia.

Demam tifoid ditangani dengan pemberian antibiotik dan terapi penunjang, seperti cairan yang cukup dan obat untuk gejala nyeri perut, diare, atau konstipasi. Vaksin untuk mencegah tifoid sendiri sudah tersedia untuk anak usia 2 tahun dan juga untuk dewasa. Namun, pemberiannya perlu diulang setiap 2 hingga 3 tahun sekali.

Higienitas adalah faktor utama dalam penyebaran bakteri tifoid. Tidak terbiasa mencuci tangan, mengonsumsi makanan dan minuman yang tercemar, sanitasi lingkungan yang kumuh, serta fasilitas mandi-cuci-kakus yang tidak memadai merupakan beberapa cara penyebaran bakteri ini.

  • Eschericia coli

Sebenarnya Eschericia coli adalah bakteri yang secara natural terdapat dalam tubuh manusia. Namun, ada beberapa strain tertentu dari Eschericia coli yang dapat menyebabkan penyakit infeksi di saluran cerna.

Gejala yang paling sering muncul adalah diare. Biasanya dokter akan melakukan kultur untuk menentukan apakah diare yang terjadi disebabkan oleh Eschericia coli atau tidak.

Sama halnya dengan pada Salmonella typhi, infeksi E. coli juga dapat terjadi melalui air, makanan, atau minuman yang terkontaminasi. E. coli juga banyak terdapat pada daging hewan yang tidak dimasak dengan baik sebelum dikonsumsi. Selain menginfeksi saluran cerna, E. coli juga dapat menyebabkan infeksi saluran kencing (ISK) bahkan pneumonia.

  • Helicobacter pylori

Helicobacter pylori adalah bakteri yang dapat merusak lapisan mukosa pelindung organ saluran pencernaan. Jika lapisan ini rusak, maka asam lambung akan merusak dinding lambung dan menyebabkan gejala seperti nyeri di bagian perut (akan semakin parah saat perut sedang kosong), rasa terbakar di perut, mual, serta kembung dan begah.

Diagnosis infeksi H. pylori sendiri dapat dilakukan dengan beberapa tes, salah satunya dengan urea breath test. Tes ini didasarkan pada fakta bahwa H. pylori akan menghasilkan suatu zat yang disebut urease, yang memecah urea menjadi amonia dan karbon dioksida.

Pada tes ini, pasien akan menelan tablet berisi urea dan kemudian kadar karbon dioksida yang dikeluarkan pasien akan diukur untuk menentukan kadar H. pylori. Sebelum melakukan tes ini, pasien tidak boleh mengonsumsi antibiotik selama 4 minggu serta obat-obatan yang bersifat mengurangi asam lambung selama 2 minggu. Hal ini karena kehadiran obat-obatan tersebut dapat mengacaukan hasil tes.

Jika pasien terbukti terinfeksi H. pylori, dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi tersebut, serta obat-obatan yang dapat mengurangi produksi asam lambung.

***

Itulah beberapa bakteri yang langganan menyerang sistem pencernaan manusia. Kendati penyakit whipple lantaran infeksi bakteri Tropheryma whipplei amat jarang terjadi, tetapi kita tetap wajib waspada. Pastikan selalu menjaga makanan dan minuman, tempat makan, dan lingkungan sekitar. Sebab, seluruh bakteri di atas hampir pasti masuk ke dalam tubuh lantaran kondisi yang tidak bersih dan higienis.

Bisakah Barrett’s Esophagus Disembuhkan?

Tidak semua masalah atau gangguan kesehatan yang dialami pada tubuh selalu dianggap remeh. Salah satu masalah yang tidak boleh disepelekan adalah barrett’s esophagus. Apa itu? Seberapa bahayakah?

Barrett’s esophagus atau esofagus barrett adalah sel mukosa yang melapisi saluran esofagus (kerongkongan) diganti dengan jaringan yang sama dengan lapisan usus. Hal ini karena lapisan kerongkongan mengalami kerusakan akibat terkena cairan asam dari lambung dalam kurun waktu yang lama.

Penyebab barrett’s esophagus sebenarnya belum diketahui pasti hingga kini, namun seringkali ditemukan pemicunya adalah GERD. 

Paparan cairan asam lambung dalam jangka panjang membuat sel-sel di kerongkongan menjadi abnormal. Namun perlu digaris bawahi, barrett’s esophagus bisa terjadi tanpa GERD, tapi penderita GERD kemungkinan besar mengalami esofagus barrett ini. Biasanya lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita, dan didiagnosis di atas usia 55 tahun.

Ketika sel lapisan kerongkongan ini berubah seperti lapisan di usus, kerongkongan menjadi sensitif dan mudah terluka. Padahal saluran esofagus didesain untuk bisa kuat meskipun mendapat gesekan saat makanan masuk ke mulut.

Ketika sel-sel kerongkongan mulai berubah, tidak ada tanda atau gejala khusus. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda mengidap barrett’s esophagus  adalah dengan memeriksakannya secara medis. Gejala yang muncul biasanya mirip seperti GERD, misalnya sulit menelan makanan, sering mengalami sakit perut, dada terasa panas, muntah darah, nyeri dada, serta BAB berwarna hitam atau berdarah.

Bisakah Barrett’s Esophagus Disembuhkan?

Meski terdengar menyeramkan, tapi untungnya barrett’s esophagus bisa disembuhkan dengan penanganan yang tepat. 

Pengobatan dan penanganan barrett’s esophagus ini pun akan disesuaikan dengan tingkat keparahan perubahan sel kerongkongan terjadi. 

Berikut cara menangani barrett’s esophagus yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Periodik Endoskopi

Pemeriksaan ini akan dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan penyakit barrett’s esophagus yang diderita pasien.

  1. Endoscopic Resection

Pengobatan yang satu ini adalah dengan pengambilan jaringan yang abnormal di esofagus tersebut yang dilakukan dengan prosedur endoskopi.

  1. Radiofrequency Ablation

Prosedur ini akan merusak jaringan abnormal di kerongkongan dengan panas. Sehingga jaringan yang sudah rusak tidak berkembang menjadi kanker.

  1. Esophagectomy

Esophagectomy merupakan prosedur mengambil sebagian organ yang terkena barrett’s esophagus.

  1. Pengobatan

Selain itu, ada juga obat yang diberikan untuk mengobati barrett’s esophagus ini. Obat yang diberikan adalah golongan PPI atau proton pump inhibitor yang berguna menurunkan kadar asam lambung. Contoh obat PPI ini adalah esomeprazole, omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, dan pantoprazole.

Cara Mencegah Barrett’s Esophagus

Tentu saja penyakit barrett’s esophagus ini bisa dicegah. Caranya adalah dengan mencegah munculnya gejala GERD. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan.

  • Tidak Merokok

Perlu diketahui bahwa rokok dapat membuat katup pemisah esofagus dan lambung menjadi longgar. Akibatnya asam lambung akan dengan mudah masuk ke saluran esofagus.

  • Tidak Mengkonsumsi Makanan Sebelum Tidur

Pastikan untuk tidak langsung tidur setelah makan, setidaknya 4 jam setelah makan. Ketika makan, jumlah cairan asam lambung akan mengalami peningkatan. Sehingga jika waktu tidur tidak memiliki jarak setelah makan, asam lambung bisa naik ke kerongkongan saat penderita berbaring atau tidur.

  • Menurunkan Berat Badan

Sebab, orang yang mengalami obesitas sangat berkaitan erat dengan GERD. Sedangkan GERD menjadi pemicu terjadinya barrett’s esophagus.

  • Menghindari Minum Alkohol

Alkohol akan membuat katup pemisah esofagus dan lambung menjadi longgar sama seperti rokok. 

  • Hindari Berbaring Setelah Makan

Penting diketahui bahwa sebaiknya Anda berbaring atau tidur setidaknya 3-4 jam setelah makan.

Komplikasi Trimester Ketiga, Diabetes Gestasional Hingga Prolonged Pregnancy

Trimester ketiga adalah minggu ke 28 hingga 40 kehamilan. Ini adalah masa-masa yang paling ditunggu oleh ibu hamil. Namun, komplikasi kehamilan seperti preeclampsia dan prolonged pregnancy dapat pula terjadi pada trimester ketiga ini. Perawatan sebelum kehamilan khususnya penting pada trimester ketiga, karena jenis komplikasi apapun yang dapat terjadi pada masa ini akan lebih mudah dirawat dan diatasi apabila dideteksi sejak dini. Artikel ini akan membahas berbagai potensi komplikasi yang terjadi pada trimester ketiga kehamilan.

Diabetes gestasional

Sekitar 9,2 persen wanita hamil di Amerika Serikat menderita diabetes gestasional. Diabetes gestasional terjadi akibat perubahan hormon kehamilan membuat tubuh kesulitan dalam menggunakan insulin dengan efektif. Saat insulin tidak mampu melakukan tugasnya dalam menurunkan gula darah ke level normal, hal ini menyebabkan tingginya level gula darah (glukosa) yang tidak normal. Kebanyakan wanita tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, meskipun kondisi ini biasanya tidak berbahaya untuk para ibu hamil, diabetes gestasional dapat menyebabkan masalah pada janin. Khususnya, makrosomia (pertumbuhan berlebih) janin yang dapat meningkatkan kemungkinan persalinan dengan menggunakan metode sesar dan risiko cidera persalinan. Saat level glukosa dapat dikontrol dengan baik, makrosomia tidak akan terjadi.

Post-term pregnancy

Juga dikenal dengan nama prolonged pregnancy, kondisi ini menimpa 7 persen ibu hamil yang akan melahirkan setelah 42 minggu atau lebih. Kehamilan apapun yang terjadi selama lebih dari 42 minggu dianggap sebagai post-term atau prolonged pregnancy. Penyebabnya hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti, namun faktor hormon dan keturunan dipercaya menjadi penyebabnya.

Terkadang, perkiraan waktu kelahiran tidak dihitung dengan benar. Beberapa orang memiliki siklus menstruasi yang panjang dan tidak teratur yang membuat ovulasi menjadi lebih sulit diprediksi. Pada awal kehamilan, ultrasound dapat membantu mengkonfirmasi dan menyesuaikan perkiraan waktu persalinan. Prolonged pregnancy biasanya tidak berbahaya untuk kesehatan ibu. Namun, hal ini cukup mengkhawatirkan pada janin, mengingat tali pusar merupakan organ yang didesain untuk bekerja selama 40 minggu. Plasenta menyediakan oksigen dan nutrisi untuk pertumbuhan janin. Setelah 41 minggu, plasenta tidak akan bekerja dengan efektif dan dapat mengakibatkan berkurangnya air ketuban di sekitar janin (oligohydramnios). Hal ini dapat menyebabkan adanya tekanan pada tali pusar dan berkurangnya pasokan udara untuk janin. Ada risiko kematian janin tiba-tiba apabila kehamilan memasuki masa prolonged pregnancy.

Preterm labor

Dikenal juga dengan istilah persalinan preterm, kondisi ini terjadi ketika Anda mulai memiliki kontraksi yang menyebabkan perubahan serviks sebelum minggu ke-37 kehamilan. Beberapa wanita memiliki risiko lebih tinggi memiliki persalinan preterm, terutama mereka yang mereka yang hamil kembar, memiliki infeksi pada kantung amnion, memiliki air ketuban berlebih (polyhydramnios), dan sebelumnya pernah memiliki persalinan preterm. Tanda dan gejala persalinan preterm terkadang tidak jelas, dan ibu sering menganggapnya sebagai bagian dari kehamilan. Gejala tersebut di antaranya adalah diare, sering buang air kecil, sakit punggung bagian bawah, terasa kencang di perut bawah, dan tekanan pada vagina.

Trimester ketiga merupakan masa penting dalam proses kehamilan. Pada saat tersebut, komplikasi seperti prolonged pregnancy dan persalinan preterm dapat terjadi. Rutinlah mengunjungi dokter ahli kandungan untuk pemeriksaan kondisi kehamilan Anda, terutama apabila tanda-tanda dan gejala yang disebutkan dalam artikel ini terjadi. Diagnosa komplikasi kehamilan trimester ketiga yang dini dapat meningkatkan harapan sembuh, baik untuk ibu dan buah hati. 

Bagaimana Mengatasi Pasif Agresif di Tempat Kerja?

Ada banyak sekali gaya komunikasi serta pergaulan di tempat kerja, termasuk perilaku pasif agresif. Istilah tersebut kini sering sekali terdengar di kalangan pertemanan hingga tempat kerja. Apakah perilaku ini dapat merusak sebuah hubungan hingga harus diatasi dengan benar? 

Ketika seseorang berperilaku pasif agresif, maka ia akan mengungkapkan perasaan kecewa atau marah secara tersirat dan bukannya disampaikan langsung secara terbuka. Jadi, orang dengan perilaku ini tidak berani untuk mengekspresikan emosi negatifnya dan sering kali tidak sesuai antara ucapan dan tingkah lakunya. 

Tanda umum orang yang berperilaku pasif agresif

Karena seringnya ada ketidaksesuaian antara ucapan dan tindakan, orang dengan perilaku ini sering kali membuat ‘keributan’ dengan keluarga, rekan kerja, ataupun teman. Namun, orang tersebut mungkin tidak menyadari perilaku pasif agresif yang mereka miliki. Tanda dari jenis perilaku ini, meliputi:

  • Sering mengkritik atau memprotes
  • Menjadi tidak menyenangkan atau mudah tersinggung
  • Menunda-nunda atau menjadi pelupa
  • Melakukan tugas secara tidak efisien
  • Bertindak bermusuhan atau sinis
  • Bertindak keras kepala
  • Sering menyalahkan orang lain
  • Mengeluh karena tidak dihargai
  • Menunjukkan kebencian atas tuntutan orang lain

Di tempat kerja, perilaku ini tentu akan mempengaruhi produktivitas dan kemampuan kolaborasi tim atau seseorang. Inilah sebabnya mengapa banyak tempat kerja yang lebih menyukai gaya komunikasi yang asertif atau mendorong orang lebih terbuka, interaksi positif, dan saling menghormati, serta berfokus pada pemeliharaan produktivitas dan efisiensi. 

Mengatasi rekan kerja yang berprilaku pasif agresif

Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan jika rekan kerja Anda ada yang berperilaku seperti ini di kantor. 

  1. Identifikasi masalah yang terjadi

Setelah memahami bagaimana mereka (rekan yang berperilaku pasif agresif) frustasi, cobalah temukan apa yang sebenarnya mengganggu mereka. Mungkin mereka prihatin atau khawatir suatu situasi atau bahkan merasa tidak ada yang mendengarkan mereka. 

Beberapa orang mungkin merasa nyaman untuk memberitahu Anda apa yang sedang terjadi pada mereka, namun beberapa juga lebih suka merahasiakannya. 

  1. Gunakan metode yang produktif saat berkomunikasi

Ketika seseorang berperilaku agresif-pasif, lebih baik melakukan beberapa cara yang sehat dan produktif untuk berkomunikasi. Saat berbicara dengan mereka, tetap berpikiran terbuka dan empati terhadap apa yang mereka katakan. Cobalah untuk melihat dari sudut pandang mereka juga. 

Dengarkan secara aktif kekhawatiran mereka, dan tunjukkan rekan kerja tersebut bahwa Anda menghargai perasaan mereka. Jika suatu interaksi menjadi terlalu tegang atau tidak produktif Anda dapat meninggalkan orang tersebut untuk sementara waktu menenangkan diri. 

  1. Meminta bantuan

Jika situasi tidak dapat diselesaikan antara Anda dan rekan kerja pasif agresif, pertimbangkan untuk meminta bantuan orang lain sebagai penengah, bisa atasan Anda atau teman lainnya.

  1. Jauhkan diri dari situasi yang tidak kondusif

Untuk keselamatan mental Anda sendiri, ada baiknya untuk menghindari situasi yang sudah tidak kondusif atau mulai tidak terkontrol. Anda dapat meminimalisir interaksi dengan rekan kerja yang toxic atau berperilaku pasif agresif. Pasalnya, menghadapi orang dengan perilaku tersebut dapat menguras emosi jika Anda mengalami dari orang lain. 

  1. Tetapkan batasan

Sebuah penelitian mengatakan, penting untuk menetapkan batasan saat berhadapan dengan orang yang berperilaku tersebut. Menetapkan bahasan pun dapat membuat Anda lebih bisa mengendalikan diri menghadapi rekan kerja yang pasif agresif.

Pasif agresif sebenarnya bukanlah gangguan mental, namun perilaku ini dapat menjadi salah satu gejala gangguan kejiwaan tertentu. Oleh karena itu, meskipun sulit untuk menghilangkan perilaku ini, namun Anda dapat mengobatinya secara perlahan. 

Kunjungi terapis atau psikolog yang dapat membantu Anda dan mengubah cara berpikir Anda setiap harinya. Ingatlah, bahwa Anda bertanggung jawab atas perilaku Anda dan Anda dapat mengubahnya kapan saja.

Efek Samping Obat Antikolinergenik yang Perlu Diketahui

Merupakan obat yang diresepkan dokter untuk menghambat neurotransmitter asetilkolin disebut dengan obat antikolinergik. Sementara, yang dimaksud dengan asetikolin adalah neurotransmitter yang berperan penting bagi tubuh, asetilkolin juga terlibat dalam penyampaian sinyal antarsel saraf meskipun aktivitasnya harus dihambat dengan obat yang biasa disebut antikolinergik.

Asetilkolin berperan dalam transfer sinyal antarsel dan berpengaruh pada kontraksi otot di dalam tubuh. Tujuan antikolinergik menghambat asetilkolin agar tidak berikatan dengan reseptornya di sel-sel saraf pada bagian tubuh tertentu. Pada umumnya, obat-obata ini mencegah aktivitas asetilkolin untuk tidak memicu pergerakan otot secara tak sadar di paru-paru, saluran pencernaan dan kemih.

Efek Samping Obat Antikolinergik

Sama seperti konsumsi obat pada umumnya, antikolinergik juga bisa menimbulkan beragam efek samping. Terdapat beberapa macam jenis efek samping yang muncul dan dirasakan oleh orang yang mengonsumsinya, berikut ini beberapa macam di antaranya.

  • Mulut menjadi kering, penglihatan menjadi kabur hingga menimbulkan rasa kantuk, sembelit hingga merasakan halusinasi.
  • Efek menenangkan yang berlebihan pada pasien, gangguan pada ingatan hingga kebingunan dan kesulitan dalam buang air kecil.
  • Delirium atau penurunan kesadaran yang parah, penurunan produksi keringat dan menurunnya produksi air liur pada pasien yang mengonsumi obat ini.

Selain beberapa efek samping yang muncul, terdapat pula beberapa peringatan dalam penggunaan obat yang termasuk ke dalam jenis ini. Hal ini tentu menjadi perhatian khusus bagi seseorang yang ingin mengonsumsinya, berikut beberapa peringatan tersebut.

  • Suhu Tubuh Meningkat Drastis

Efek obat ini dapat menurunkan produksi keringat, jika tak terkendali maka konsumsi obat tersebut berisiko memicu peningkatan suhu tubuh, terkadang bersifat drastis memicu heat stroke. Jika dokter memberi resep salah satunya obat ini, pasien harus berhati-hati ketika mengalami peningkatan suhu tubuh saat olahraga, mandi air hangat dan cuaca panas.

  • Overdosis dan Interaksi dengan Alkohol

Konsumsi obat ini secara sembarang dan berlebihan dapat memicu beberapa kondisi seperti overdosis, kehilangan kesadaran hingga kematian. Risiko peringatan ini dapat terjadi jika seseorang mengonsumsi obat tersebut bersamaan dengan mengonsumsi alkohol atau minuman dengan kandungan alkohol.

Efek lain yang ditimbulkan dari obat ini adalah bermanfaat dalam menangani banyak kondisi medis, mulai dari masalah aktivitas kandung kemih, keracunan, hingga masalah pergerakan otot yang berkaitan dengan penyakit Parkinson. Selain itu, fungsi lain dari obat ini ketika diberikan ke pasien adalah untuk mengiringi proses anestesi sebelum operasi, beberapa contoh obat seperti berikut.

  • Atropine.
  • Benztropine mesylate.
  • Clidinium.
  • Cyclopentolate.
  • Darifenacin.
  • Dicyclomine.
  • Fesoterodine.
  • Flavoxate.

Manfaat Obat Antikolinergenik

Obat yang termasuk dalam jenis ini bisa mengatasi berbagai kondisi medis, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Menangani aktivitas kandung kemih yang terlalu aktif dan kondisi sulit menahan buang air kecil. Hingga mengatasi masalah gangguan yang terjadi pada sistem pencernaan seperti diare, selain itu beberapa berikut ini juga termasuk.

  • Asma disertai pusing dan mabuk perjalanan dan gejala penyakit Parkinson, seperti gerakan otot abnormal yang tidak dikendalikan.
  • Keracunan yang disebabkan oleh organosfosfat atau muskarin yang ditemukan pada beberapa insektisida dan jamur beracun.

Selain beberapa penyakit di atas, dokter biasanya juga akan meresepkan antikolnergik sebagai pengiring anestesi operasi untuk merilekskan otot pasien. Fungsi obat ini membantu detak jantung tetap normal, membuat tubuh pasien menjadi tenang dan mengurangi produksi air liur. Selain itu pada penggunaan off-label, antikolinergik juga bisa mengatasi keringat berlebih.

Penanganan pada Penderita Hernia Nukleus Pulposus

Mengalami hernia nukleus pulposus atau saraf terjepit tidak akan menyenangkan bagi siapapun, tidak terkecuali bagi Anda. Ketika menderita penyakit ini, Anda akan sering mengalami rasa nyeri dan kesemutan uang mengganggu. Tidak hanya itu, jika sudah parah, kondisi saraf kejepit dapat menimbulkan disfungsi pada beberapa organ tubuh yang berada di sekitarnya bahkan menyeret Anda pada situasi kelumpuhan permanen. 

Penanganan yang tepat dan cepat pun sangat diperlukan apabila Anda mengalami hernia nukleus pulposus. Anda pun mesti segera menemui dokter apabila mengalami tanda-tanda seperti ini. 

  • Nyeri Semakin Parah 

Rasa nyeri yang ditimbulkan saraf kejepit umumnya datang dan pergi dengan tingkat keparahan yang masih dapat ditoleransi. Akan tetapi jika rasa nyeri yang Anda rasakan semakin menjadi dan mengganggu aktivitas, sudah saatnya Anda segera pergi ke dokter. 

  • Kesulitan Buang Air Kecil 

Jika Anda termasuk penderita hernia nukleus pulposus dan belakangan sering kesulitan buang air kecil, artinya alarm kewaspadaan mesti ditingkatkan. Kesulitan buang air kecil menunjukkan saraf terjepit yang Anda alami sudah membawa gangguan fungsi bagi organ di sekitarnya, khususnya di area kandung kemih dan usus. 

  • Mati Rasa 

Anda kini tidak lagi hanya merasakan kesemutan sebagai gejala saraf terjepit. Lebih daripada itu, Anda mulai merasakan sensasi mati rasa khususnya pada bagian bawah tubuh Anda, mulai dari pinggul, rektum, sampai area kaki. Jangan menunggu lebih lama, segeralah menjumpai tim medis untuk mendapat pertolongan. 

Sebelum memberi penanganan, dokter akan memastikan diagnosis penyakit Anda dengan melakukan pemeriksaaan fisik, pemeriksaan saraf, sampai berujung ke tindakan x-ray untuk diagnosis yang valid. Jika benar Anda mengalami hernia nukleus pulposus, beberapa tindakan terapi ini akan diberikan untuk meringankan gejala yang Anda alami atau bahkan memulihkan kondisi Anda sekaligus. 

  • Obat Oral 

Dokter akan memberikan Anda beberapa jenis obat untuk membantu meredakan gejala saraf terjepit yang Anda rasakan. Untuk menghilangkan rasa nyeri yang mengganggu, dokter biasanya memberikan jenis obat ibuprofen. 

Namun, pemberian ibuprofen hanya kepada penderita hernia nukleus pulpolus yang merasakan nyeri ringan sampai sedang. Apabila rasa nyeri sudah tidak tertahan, ada kemungkinan dokter meresepkan jenis narkotika, seperti acetaminophen ataupun oxycodone. Pemberian jenis obat keras ini kerap menimbulkan efek samping seperti mual, sembelit, dan kebingungan. 

Selain itu, obat medis yang akan diberikan kepada pasien saraf terjepit adalah jenis obat nyeri saraf. Yang termasuk di dalamnya, antara lain pregabalin, gabapentin, duloxetine, ataupun amitriptyline

  • Injeksi 

Tidak jarang dokter akan melakukan injeksi kepada pasien saraf terjepit untuk hasil penanganan yang lebih cepat. Injeksi yang dilakukan umumnya ada dua, yaitu suntikan kortison dan suntikan epidural. 

Suntikan kortison dilakukan langsung ke arah hernia. Tujuannya untuk mengurangi peradangan dan nyeri yang Anda rasakan. 

Sementara itu, suntikan epidural ditujukan ke area di sekitar sumsum tulang belakang. Obat-obatan seperti steroid dan anti-inflamasi diberikan lewat suntikan epidural dengan tujuan meminimalkan bengkak dan rasa sakit di sekitar akar saraf tulang belakang. 

  • Terapi Fisik 

Terapi fisik akan dilakukan untuk meminimalkan nyeri di hernia. Beberapa terapi yang kerap direkomendasikan oleh dokter bagi pasien hernia nukleus pulposus, di antara terapi panas atau es dan ultrasonografi. Terapi ini diharapkan mampu menstimulasi area yang mengalami tekanan sekaligus meningkatkan aliran darah di area tersebut. Dengan demikian, rasa nyeri dapat berkurang. 

Tim medis juga umumnya akan memberikan saran untuk melakukan terapi dengan penyangga jangka pendek untuk mengurangi tekanan pada saraf yang terkena. Ada pula elektroterapi untuk mengurangi rasa sakit.

  • Pembedahan  

Apabila penanganan lain sudah dilakukan, namun gejala yang dialami pasien tidak juga membaik, barulah dokter akan merekomendasikan untuk dilakukan operasi atau tindakan pembedahan. Pembedahan umumnya dilakukan untuk mengangkat bagian saraf yang menonjol. 

Jenis operasi yang dilakukan biasa berjenis disektomi terbuka. Lewat operasi ini, dokter bisa menggunakan teknik laparoskopi, yaitu membuka lubang kecil, di bagian depan atau belakang tulang belakang yang membutuhkan tindakan. Dengan demikian, pengangkatan cakram saraf yang menonjol bisa lebih tepat sasaran dan sekecil mungkin. 

***

Jangan terburu takut membayangkan akan menemui tindakan pembedahan ketika menjalani pengobatan hernia nukleus pulposus. Pasalnya, 9 dari 10 penderita penyakit ini akan mengalami perbaikan gejala dengan terapi fisik dan obat sehingga operasi tidak diperlukan.

Vitamin Otak dalam Bentuk Suplemen? Pertimbangkan Hal Ini!

Berbagai vitamin untuk kesehatan otak bisa Anda peroleh secara alami dari makanan. Namun, vitamin otak juga banyak tersedia dalam bentuk suplemen dengan berbagai klaim, seperti meningkatkan daya ingat, mempertajam fokus, memelihara kesehatan otak, dan manfaat lainnya. Sayangnya, banyak orang masih belum tahu, apakah sebenarnya perlu mendapatkan vitamin otak ini dari suplemen? Apa tidak cukup jika hanya dari makanan saja?

Macam-macam vitamin otak dalam bentuk suplemen

Tidak hanya satu, melainkan banyak sekali vitamin otak dalam bentuk suplemen yang mengklaim manfaatnya untuk kesehatan otak. Berikut ini penjelasan manfaat dan efek samping dari masing-masing suplemen.

Vitamin B

Vitamin B (B6, B12, dan B9 (asam folat)) semuanya memang berperan dalam kesehatan otak. Namun, jika Anda tidak dalam kondisi defisit vitamin B atau hamil (butuh asam folat lebih untuk mencegah cacat lahir), konsumsi suplemen mungkin tidak akan membantu. Jika Anda berisiko tinggi mengalami Alzheimer, silahkan konsultasikan dengan dokter Anda. Memang, beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang berisiko tinggi terkena Alzheimer mungkin mendapatkan manfaat dari suplemen vitamin B, tetapi harus tetap mendapatkannya juga dari makanan, seperti sayuran hijau.

Kafein

Pil dan bubuk kafein bukanlah ide yang baik untuk dijadikan sebagai vitamin otak dalam bentuk suplemen, karena berisiko overdosis. Meskipun begitu, Anda masih bisa menikmati kopi selama tidak memperburuk kualitas tidur atau membuat Anda gelisah. Kafein adalah stimulan yang membantu Anda jadi lebih semangat dan produktif.

L-theanine

L-theanine adalah asam amino yang berpotensi untuk meningkatkan kinerja mental, terutama bila dikombinasikan dengan kafein. Namun, kebanyakan penelitian masih berskala kecil. Sampai tersedia lebih banyak penelitian terkait hal ini, hal yang paling aman adalah minum teh hijau. Secara alami, teh hijau mengandung L-theanine, kafein, dan antioksidan yang dapat membantu meningkatkan kesehatan mental dan fisik Anda.

Omega-3

Diet Mediterania menganjurkan untuk membatasi daging merah dan memperbanyak konsumsi ikan, karena ikan kaya omega 3 dan telah dikaitkan dengan penurunan risiko demensia. Namun, bukan berarti Anda bisa mengonsumsi suplemen omega-3 secara bebas. Sejauh ini, penelitian-penelitian yang ada belum bisa membuktikannya. Namun, mungkin pengecualian bagi orang dengan mutasi gen APOE4 yang terkait dengan Alzheimer, karena mungkin mendapat manfaat jika mulai mengonsumsi vitamin otak ini dalam bentuk suplemen sejak dini.

Vitamin E

Banyak penelitian besar dilakukan untuk mengetahui apakah suplemen vitamin E dapat melindungi seseorang dari demensia, belum membuahkan hasil yang bagus, meskipun setidaknya satu penelitian telah berhasil menunjukkan bahwa suplemen vitamin otak ini dapat memperlambat memburuknya kondisi Alzheimer seseorang. Hingga saat ini, para ahli menyatakan bahwa kebanyakan orang sehat harus tetap memperoleh asupan vitamin otak secara alami dari makanan, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak nabati.

Ginkgo biloba

Ginkgo biloba saat ini sedang trend dijadikan sebagai suplemen atau obat herbal untuk kesehatan otak. Namun, penelitian modern telah menemukan bahwa suplemen ginkgo mungkin tidak akan melindungi ingatan Anda. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan ginkgo ada manfaatnya, tetapi tidak termasuk untuk mencegah atau memperlambat demensia.

Ginseng

Selain ginkgo, ginseng adalah suplemen populer lainnya yang banyak tersedia saat ini. Seperti halnya ginkgo, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ginseng mungkin merupakan penguat otak yang manjur, tetapi penelitian tersebut tidak bertahan ketika para ilmuwan mencoba meneliti ginseng lebih lanjut.

Kurkumin

Senyawa ini ditemukan dalam kunyit dan sangat terkenal dengan kekuatan antioksidannya. Sayangnya, belum ada bukti yang kuat untuk menunjukkan kurkumin bermanfaat untuk penderita Alzheimer, sehingga diperlukan lebih banyak penelitian.

Lalu, bagaimana jika suplemennya gabungan?

Banyak sekali vitamin otak yang tersedia dalam bentuk suplemen tidak hanya terdiri atas bahan tunggal saja. Meskipun beberapa bahan mungkin dapat bekerja sama dengan baik, tetapi suplemen gabungan lebih sulit untuk dipelajari dan bisa lebih berisiko.

Suplemen dapat menyebabkan efek samping dan risikonya akan meningkat seiring dengan jumlah yang dikonsumsi. Terlebih lagi, bila mengonsumsinya berdampingan dengan obat resep. Oleh sebab itu, penting sekali bagi Anda untuk memperhatikan setiap obat dan suplemen yang dikonsumsi. Bila perlu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker untuk memberi tahu Anda apa yang lebih aman dan lebih baik.

Tetap utamakan dari makanan

Meskipun dalam kondisi tertentu, pemenuhan asupan vitamin otak perlu ditambah dari suplemen (atas saran dari ahlinya), tetapi tetap harus memenuhinya juga dari makanan. Terlebih lagi, jika konsisi Anda sehat, maka tidak perlu konsumsi suplemen.

Konsumsi makanan yang kaya vitamin otak, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, dan ikan adalah cara terbaik untuk mendukung kesehatan otak seiring bertambahnya usia. Jangan lupa juga untuk tetap aktif secara fisik, cukup tidur, hindari stres, dan menjaga hubungan sosial dengan orang-orang sekitar untuk memelihara kesehatan otak Anda.

Kenali Kanker Kulit Di Wajah

Kanker kulit merupakan pertumbuhan sel kulit yang tidak normal dan paling sering berkembang pada kulit yang terpapar sinar matahari, seperti wajah. Tetapi bentuk kanker yang umum ini juga dapat terjadi di area kulit Anda yang biasanya tidak terpapar sinar matahari.

Terdapat tiga jenis utama kanker kulit, yaitu karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma. Anda dapat mengurangi resiko kanker kulit wajah dengan membatasi atau menghindari paparan radiasi ultraviolet (UV). Memeriksa kulit Anda untuk melihat adanya perubahan yang mencurigakan dapat membantu mendeteksi kanker kulit pada tahap paling awal. Deteksi dini kanker kulit memberi Anda peluang terbesar untuk pengobatan kanker kulit yang berhasil.

Kanker kulit berkembang terutama di area kulit yang terpapar sinar matahari, termasuk kulit kepala, wajah, bibir, telinga, leher, dada, lengan dan tangan, dan di kaki wanita. Tapi bisa juga terbentuk di area yang jarang terlihat cahaya siang hari misalnya telapak tangan, di bawah kuku jari tangan atau kaki, dan area genital Anda. Berikut kanker kulit yang umumnya terjadi di wajah:

  • Karsinoma sel basal

Karsinoma sel basal biasanya terjadi di area tubuh Anda yang terpapar sinar matahari, seperti leher atau wajah. Karsinoma sel basal dapat muncul sebagai:

  1.  Benjolan seperti mutiara atau lilin
  2.  Lesi datar, berwarna daging atau seperti bekas luka coklat
  3.  Luka berdarah atau keropeng yang sembuh dan kembali lagi

Periksa BCC di mana kulit Anda paling sering terpapar sinar matahari, terutama wajah, telinga, leher, kulit kepala, dada, bahu, dan punggung, tetapi kondisi ini juga dapat terjadi di mana saja di tubuh. Seringkali, dua atau lebih dari tanda peringatan ini terlihat pada tumor BCC.

  1. Luka terbuka yang tidak sembuh-sembuh, dan mungkin berdarah, keluar cairan atau kerak.  Sakitnya mungkin bertahan selama berminggu-minggu, atau tampak sembuh dan kemudian kembali lagi.
  2. Bercak kemerahan atau area yang teriritasi, di wajah, dada, bahu, lengan, atau kaki yang mungkin mengeras, gatal, sakit, atau tidak menimbulkan rasa tidak nyaman.
  3. Benjolan atau nodul mengkilap yang seperti mutiara atau bening, merah muda, merah atau putih.  Benjolan juga bisa menjadi cokelat, hitam atau coklat, terutama pada orang berkulit gelap, dan bisa disalah artikan sebagai tahi lalat normal.
  4. Pertumbuhan kecil berwarna merah muda dengan tepi yang sedikit terangkat dan bergulung serta lekukan berkerak di bagian tengah yang dapat mengembangkan pembuluh darah permukaan kecil seiring waktu.
  5. Area seperti bekas luka yang berwarna putih datar, kuning, atau seperti lilin.  Kulit tampak berkilau dan kencang, seringkali dengan batas yang tidak tegas.  Tanda peringatan ini mungkin menunjukkan BCC invasif.

Dengan deteksi dan pengobatan dini, hampir semua karsinoma sel basal (BCC) dapat berhasil dihilangkan tanpa komplikasi. Waspadai pertumbuhan kulit yang baru, berubah, atau tidak biasa, terutama di bagian wajah, telinga, leher sehingga Anda dapat mengenali kanker kulit seperti BCC saat paling mudah diobati dan disembuhkan.

  • Karsinoma sel skuamosa

Pada umumnya, karsinoma sel skuamosa terjadi di area tubuh Anda yang terpapar sinar matahari, seperti wajah, telinga, dan tangan. Orang dengan kulit lebih gelap lebih mungkin mengembangkan karsinoma sel skuamosa di area yang tidak sering terpapar sinar matahari. Karsinoma sel skuamosa dapat muncul sebagai:

  1.  Nodul merah yang tegas
  2.  Lesi datar dengan permukaan bersisik dan berkerak

Kanker kulit nonmelanoma ini dapat muncul sebagai nodul merah yang kuat, pertumbuhan bersisik yang mengeluarkan darah atau membentuk kerak, atau luka yang tidak kunjung sembuh. Hal ini paling sering terjadi di hidung, dahi, telinga, bibir bawah, tangan, dan area tubuh yang terpapar sinar matahari lainnya. Karsinoma sel skuamosa dapat disembuhkan jika terdiagnosis dan diobati lebih awal. Jika kanker kulit menjadi lebih parah, pengobatan akan tergantung pada stadium kankernya.

Paparan sinar matahari adalah penyebab terbesar kanker kulit, oleh karena itu Anda harus menjaga bagian seperti wajah, leher dan telinga. Tapi itu tidak menjelaskan kanker kulit yang berkembang pada kulit yang biasanya tidak terpapar sinar matahari. Paparan bahaya lingkungan, pengobatan radiasi, dan bahkan faktor keturunan mungkin berperan. Meskipun siapa aja bisa terkena kanker kulit, resikonya paling besar bagi orang yang memiliki:

  •  Kulit putih atau mata berwarna terang
  •  Banyak tahi lalat besar dan berbentuk tidak beraturan
  •  Riwayat keluarga kanker kulit
  •  Riwayat paparan sinar matahari yang berlebihan atau sengatan matahari yang melepuh
  •  Tinggal di dataran tinggi atau dengan sinar matahari sepanjang tahun
  •  Menerima perawatan radiasi

Untuk mencegah terjadinya kanker kulit, batasi paparan sinar ultraviolet matahari, terutama antara jam 10 pagi dan 4 sore, saat sinar matahari paling kuat. Saat berada di luar ruangan, gunakan tabir surya spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih tinggi di bagian wajah, leher serta jangan lupakan bibir dan telinga. Kenakan topi dan kacamata hitam, dan tutupi kulit dengan pakaian. Perlu diingat, jika Anda melihat perubahan pada kulit Anda seperti pertumbuhan baru, tahi lalat berubah penampilan, atau luka yang tidak kunjung sembuh, segera temui dokter.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai