Methylparaben (metilparaben) merupakan pengawet yang umum ditemukan pada produk kosmetik, personal care, serta beberapa makanan dan obat-obatan.
Paraben dikaitkan dengan dampak buruk pada kesehatan seperti risiko kanker, reaksi alergi, dan iritasi. Namun belum ada bukti kuat yang menyatakan methylparaben dan jenis paraben lainnya menyebabkan perkembangan tumor menjadi ganas.
Organisasi dan komite ilmiah di beberapa negara, seperti FDA, juga telah mengatur regulasi dosis penggunaan paraben yang disarankan dalam suatu produk.
Dampak methylparaben pada ibu hamil
Saati ini penelitian mengenai dampak methylparaben pada ibu hamil dan janin masih sangat sedikit. Namun beberapa penelitian menemukan fakta bahwa paraben dapat berdampak pada kesehatan janin.
Paraben dapat diserap tubuh melalui kulit dan masuk ke aliran darah. Meski paraben tidak menumpuk dalam tubuh, paparan tersebut dapat meningkatkan risiko obesitas pada bayi di usia dewasa.
Selain itu, penelitian lain mengungkapkan semakin tinggi kadar paraben pada darah ibu hamil, maka semakin tinggi pula risiko ibu mengalami keguguran atau lahir mati.
Senyawa yang harus dihindari oleh ibu hamil
Selain methylparaben, ada beberapa senyawa yang perlu dihindari ibu hamil untuk menghindari dampak buruk pada perkembangan janin:
- BPA
Bisphenol A atau BPA merupakan bahan kimia yang umum ditemukan dalam campuran plastik. BPA juga ditemukan dalam banyak produk rumah tangga, personal care, kaleng kemasan, termasuk juga peralatan makan dan mainan bayi.
Beberapa penelitian membuktikan bahwa paparan BPA dapat menyebabkan sejumlah kesehatan pada janin seperti gangguan pada sistem reproduksi, otak, dan masalah perilaku di kemudian hari.
- Ftalat
Ftalat dipercaya mengganggu sistem endokrin yang memengaruhi kadar hormon reproduksi estrogen dan testosteron. Ftalat dapat ditemukan pada plastik kemasan, produk kosmetika, dan banyak lainnya.
Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita yang terpapar ftalat selama masa kehamilan cenderung berisiko meningkatkan gangguan motorik dan perkembangan bahasa pada anak.
Selain itu, ibu hamil yang terpapar ftalat dan mengalami stres secara bersamaan berisiko tinggi mengalami kelahiran prematur.
Sama seperti BPA, tak ada cara untuk menghindari senyawa ini sepenuhnya. Untuk meminimalisir risiko, selalu cuci tangan dengan sabun dan air setelah menyentuh permukaan yang mengandung ftalat.
- Triclosan
Triclosan merupakan antibakteri yang umum terkandung dalam produk perawatan diri seperti sabun mandi, facial wash, pasta gigi, serta pada produk kosmetika.
Penggunaan triclosan selama masa kehamilan menghasilkan dampak kesehatan yang cukup banyak, antara lain terganggunya perkembangan sistem reproduksi janin, peningkatan risiko berat lahir rendah, dan ukuran lingkar kepala yang kecil.
Paparan triclosan selama kehamilan juga meningkatkan risiko kelahiran prematur.
- Aluminium klorida heksahidrat
FDA mengelompokkan senyawa ini pada kategori C, dan ibutuhkan lebih banyak penelitian untuk membuktikan dampak aluminium klorida heksahidrat pada antiperspirant untuk ibu hamil.
Ada baiknya untuk meminimalisir paparan aluminium klorida heksahidrat untuk mencegah efek samping yang mungkin terjadi.
- Retinoid
Retinoid merupakan senyawa anti-aging dan termasuk salah satu senyawa yang tidak boleh digunakan selama masa kehamilan. Beberapa penelitian membuktikan bahwa vitamin A ini dapat berbahaya bagi janin. Salah satu dampaknya adalah cacat lahir.
Pastikan bahwa produk kosmetik yang Anda gunakan tidak mengandung retinoid dan gunakan alternatif retinoid yang aman.
- AHA dan BHA
Kini banyak perawatan kecantikan yang mengombinasikan kedua senyawa ini dalam satu produk. Kedua asam ini digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit seperti jerawat, peradangan, dan kemerahan.
Asam dosis tinggi dalam bentuk oral telah terbukti meningkatkan risiko cacat lahir dan berbagai komplikasi kehamilan lainnya. Adapun sejauh ini AHA dan BHA belum diteliti secara khusus mengenai efek sampingnya terhadap ibu hamil.
Meski begitu, ada baiknya menjauhi produk dengan kandungan AHA BHA untuk meminimalisir risiko kesehatan pada janin.
Methylparaben kerap disebut-sebut sebagai bahan berbahaya pada kosmetik dan harus dijauhi oleh ibu hamil. Namun para wanita juga harus memerhatikan senyawa lain yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan kesehatan janin.




