Memahami Hasil Pemeriksaan Ukuran Minus Mata yang Tinggi

Memiliki ukuran minus mata tinggi merupakan kondisi yang sangat umum terjadi. Saat minus mata Anda tinggi, artinya Anda menderita miopi atau rabun jauh. Kondisi ini membuat Anda kesulitan melihat benda-benda yang jauh, namun tidak ada masalah untuk melihat benda dalam jarak dekat. 

Rabun jauh bisa terjadi ketika mata Anda gagal memproyeksikan benda jarak jauh dengan sempurna. Tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan hal ini. Akan tetapi, faktor genetik menjadi faktor resiko terbesar dalam kondisi ini. 

Melakukan pemeriksaan ukuran minus mata

Untuk mengetahui apabila Anda menderita rabun jauh, Anda perlu melalui pemeriksaan ukuran minus mata terlebih dahulu. Pemeriksaan ini akan membantu dokter dalam mendiagnosa kondisi mata Anda. 

Ukuran minus dihitung dalam satuan dioptri atau D. Semakin tinggi angka dioptri, semakin tinggi juga keparahan rabun jauh yang Anda derita. 

Pada penderita rabun jauh ringan, ukuran minus tidak melebihi -0,50 D sampai -06,00 D. Minus yang telah lewat dari -06,00 D dikategorikan sebagai rabun jauh yang parah. 

Terdapat beberapa rangkaian pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui ukuran minus Anda, yaitu: 

  • Pengukuran tekanan di dalam mata
  • Memeriksa koordinasi kerjasama kedua mata
  • Tes ketajaman visual dengan membaca bagan dari huruf terbesar ke huruf terkecil
  • Retinoskopi dengan menyinari mata menggunakan cahaya sangat terang untuk melihat reaksi mata

Setelah mendapatkan hasil dari pemeriksaan, Anda akan diresepkan lensa untuk kacamata ataupun lensa kontak. Penggunaan kacamata dan lensa kontak merupakan upaya mengatasi rabun jauh yang paling umum.

Pada resep, Anda akan melihat informasi mengenai: 

  • Sph

Angka yang menandakan ukuran mata Anda. Bila angka pada Sph positif, artinya Anda menderita rabun dekat, sementara angka yang negatif menandakan adanya minus dan rabun jauh. 

  • Cyl (Silinder)

Angka pada Cyl atau silinder menunjukkan apakah Anda menderita astigmatisme, yaitu kondisi saat bagian depan mata tidak melengkung dengan sempurna seperti yang seharusnya. 

  • Axis

Axis berhubungan dengan astigmatisme pada Cyl. Angka pada axis melambangkan setiap sudut dari astigmatisme yang Anda miliki. 

Laser mata untuk mengatasi ukuran minus mata

Beberapa orang dengan ukuran minus mata yang sangat tinggi mungkin memilih untuk menjalani pengobatan berupa laser. Melalui laser, Anda tidak akan lagi memerlukan kacamata dan lensa kontak untuk melihat benda dalam jarak jauh.

Operasi laser mata melibatkan penggunaan laser untuk membakar bagian kecil kornea Anda untuk memperbaiki kelengkungan, sehingga cahaya lebih terfokus ke retina Anda. Ada tiga macam prosedur laser mata yang umum dilakukan, yaitu: 

  • Photorefractive keratectomy (PRK)

PRK dilakukan dengan mengangkat sejumlah kecil permukaan kornea dan laser dilakukan guna mengangkat jaringan dan mengubah bentuk kornea.

  • Laser epithelial keratomileusis (LASEK)

Prosedur LASEK serupa dengan PRK, namun menggunakan alkohol untuk melonggarkan permukaan kornea, sehingga flap jaringan dapat terangkat sementara laser digunakan untuk mengubah bentuk kornea.

  • Laser in situ keratectomy (LASIK)

LASIK pada dasarnya sama seperti LASEK, hanya saja dilakukan dengan membuat flap kornea yang lebih kecil.

Melalui pengobatan laser, Anda tidak bisa menyembuhkan rabun jauh sepenuhnya. Akan tetapi, Anda bisa merasakan peningkatan pada kemampuan penglihatan Anda. Selain itu, perlu diingat, hasil dari operasi laser mata tidak akan membuat penglihatan Anda menjadi sama seperti saat menggunakan kacamata atau lensa kontak.

Bagi beberapa orang, mengatasi ukuran minus mata tinggi dengan operasi laser bisa menimbulkan efek samping dan komplikasi. Karena itu, lakukan konsultasi dan pertimbangan yang matang sebelum memutuskan untuk menjalaninya.

Mengatasi Bekas Jerawat dengan Laser CO2

Isu kecantikan sejak dahulu kala telah menjadi produk kebudayaan yang amat laris. Ditampilkan bahwa cantik adalah mereka yang memiliki bentuk dan jenis kulit yang sempurna, termasuk di dalamnya terbebas dari jerawat. Seiring berkembangnya zaman, prosedur dan teknik untuk mengatasi jerawat semakin maju. Kini, seseorang cukup datang ke klinik kecantikan untuk melakukan perawatan laser CO2 dan, ya, masalah itu dapat selesai.

Laser CO2 ini termasuk dalam jenis laser ablative atau biasa disebut melukai kulit untuk mendapatkan hasil yang baik dan hasil yang maksimal dengan downtime yang sangat ringan dibandingkan laser konvensional yang ada sebelumnya. Laser ini sangat popular di Inggris, Amerika Serikat, dan juga beberapa negara lainnya.

Prosedur laser CO2 menggunakan gas karbon dioksida sebagai “senjata” untuk menangani masalah di kulit wajah. Metode ini digadang-gadang lebih bermanfaat dalam mengobati problem kulit semacam bekas luka, kutil, atau keriput.

Tujuan dari prosedur laser CO2 ini adalah melakukan pengelupasan sel kulit mati (resurfacing) dan memperbaiki tekstur kulit  pada lapisan epidermis kulit. Awalnya, prosedur ini bakal menimbulkan bekas luka selama beberapa hari, tetapi secara perlahan bekas jerawat berkurang serta mengurangi pembentukan bopeng pada wajah.

Selain mampu mengatasi acne scar atau bopeng akibat jerawat dan beberapa bekas masalah kulit lain seperti bekas luka atau bekas cacar, laser CO2 juga bermanfaat untuk meremajakan kulit, mengencangkan kulit, hingga mengecilkan pori-pori di kulit wajah.

  • Seberapa efektif prosedur laser CO2?

Prosedur laser CO2 saat ini disebut-sebut sebagai perawatan wajah yang terbaik. Di beberapa negara maju treatment ini menjadi tulang punggung treatment yang berfokus untuk mengatasi scars acne dan mengecilkan pori-pori dibanding dengan jenis laser ablative lainnya.

Kekuatan laser CO2 adalah hampir 10 kali lebih baik dibanding laser erbium. Diyakini hasil dari laser CO2 sudah dapat terlihat dalam jangka waktu 2-3 penggunaan. Belum lagi kenyataan bahwa hasil yang diberikan cukup signifikan walaupun biasanya seseorang harus melakukan pengulangan hingga lima atau enam kali.

  • Cara kerja laser CO2 mengatasi masalah jerawat di wajah

Cahaya kuat dari laser mampu menembus lapisan kulit, lalu melukai permukaan kulit paling luar. Setelah sampai di dalam jaringan kulit, sinarnya akan merangsang produksi kolagen serta sel pembaruan, guna mengencangkan kulit. Kemudian lapisan kulit yang rusak tadi secara perlahan menghilang, sehingga akan tumbuh lapisan kulit baru dari bagian bawah.

Perawatan laser biasanya memakan waktu sekitar 60 menit, tergantung kasus bekas jerawat sang pasien. Akan ada masa downtime atau masa-masa ketika kulit wajah Anda terdampak dari perawatan itu. Namun, Anda masih tetap dapat beraktivitas seperti biasa. Hanya saja dibutuhkan perhatian dan perawatan secara khusus.

Downtime yang dialami seseorang setelah menjalani perawatan ini terjadi akibat reaksi dari gelombang laser pada wajah Anda. Biasanya, kulit seseorang akan mengalami:

  • Kulit kemerahan dalam waktu 1 hingga 24 jam
  • Kulit kasar dan bersisik
  • Perih dan panas, tetapi akan hilang dalam 1 sampai 4 jam
  • Kulit terkelupas, biasanya terjadi pada hari kedua hingga keempat
  • Kaku dan kering, akan berkurang dan hilang setelah kulit terkelupas semua

Seseorang yang baru saja menjalani terapi laser CO2 amat disarankan untuk tidak terkena sinar matahari secara langsung. Hal ini dibutuhkan agar tidak terjadi infeksi sehingga menghambat masa pemulihan.

Perawatan dengan laser CO2 ini mungkin bisa menjadi jawaban atas semua keluhan Anda terkait jerawat dan bekas jerawat di wajah Anda. Namun, sebelum menjalaninya, pastikan Anda telah berkonsultasi dahulu dan hanya melakukannya di klinik kecantikan atau dokter kulit yang terpercaya.

Daun Kubis Dingin untuk Menyapih

Banyak ibu menyusui percaya bahwa meletakkan daun kubis dingin pada payudara membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan payudara yang mungkin terjadi selama menyusui. Pembengkakan payudara, pasokan ASI yang berlebihan, atau menyapih bayi dari menyusui dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

Peneliti menemukan daun kubis memiliki khasiat yang dapat mengurangi rasa sakit dan bengkak. Berikut ini yang perlu Anda ketahui tentang cara kerjanya dan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menggunakan daun kubis pada payudara Anda.

  1. Sebelum Anda menggunakan daun kubis untuk payudara yang membengkak, Anda harus membuatnya dingin. Jadi, letakkan kepala kubis di lemari es.
  2. Setelah kepala kubis dingin, keluarkan dari lemari es. Kupas lapisan luar daun, dan buang.  Kemudian, cabut dua daun bagian dalam dan masukkan kembali kepala kubis ke dalam lemari es, sehingga akan siap saat Anda membutuhkannya lagi.
  3. Di wastafel, gunakan air dingin untuk membilas kedua daun yang baru saja Anda buang. Anda ingin memastikannya bersih dan bebas dari kotoran, pestisida, dan residu.
  4. Buang kelebihan air dari daun dengan menepuknya perlahan menggunakan handuk bersih.
  5. Setelah Anda membilas daun, potong batang dengan hati-hati dari bagian tengah setiap daun tanpa memotongnya menjadi dua bagian. Anda ingin menyimpannya sebagai satu bagian dengan celah di tengah. Setelah Anda mencabut batangnya dan memotongnya, daunnya akan pas di payudara Anda tanpa menutupi puting.
  6. Selanjutnya, letakkan daun kubis bersih dan dingin di payudara Anda. Bungkus setiap daun di setiap payudara, tetapi biarkan puting Anda terbuka. Dengan menjauhkan kubis dari puting Anda, kulit di sekitar puting Anda akan tetap kering dan utuh.
  7. Pegang daun kubis di payudara Anda dengan cara yang sama seperti Anda memegang kompres dingin. Atau, Anda bisa mengenakan bra untuk menjaga daun tetap di tempatnya. Jika Anda khawatir bocor, letakkan bantalan payudara yang bersih dan kering di atas puting susu Anda di atas daun kubis untuk menyerap ASI.
  8. Anda bisa membiarkan daun kubis di payudara Anda selama kurang lebih 20 menit atau sampai menjadi hangat. Kemudian, keluarkan dari payudara Anda.
  9. Buang daun yang layu dan gunakan yang segar di lain waktu.
  10. Ulangi proses ini sampai Anda mulai merasa lega dan merasa lebih baik.

Jika Anda masih menyusui atau memompa ASI untuk anak Anda, dan hanya ingin menggunakan daun kubis untuk membantu mengurangi pembengkakan payudara, berhati-hatilah agar tidak menggunakan daun kubis dingin berlebihan. Setelah Anda menyadari payudara Anda terasa lebih baik, dan pembengkakannya sudah berkurang, hentikan penggunaan kubis di payudara Anda.

Meskipun penggunaan kompres dingin atau daun kubis dingin membantu mengurangi pembengkakan payudara, hal ini juga dapat menurunkan suplai ASI. Jika Anda terus menggunakan daun kubis dingin pada payudara setelah Anda meredakan pembengkakan, Anda mungkin saja berakhir dengan penurunan suplai ASI yang lebih besar dari yang Anda harapkan. Oleh karena itu, daun kubis dingin juga digunakan untuk ibu menyapih.

  • Daun kubis dingin untuk menyapih

Terdapat banyak alasan berbeda untuk menyapih bayi Anda; idealnya, prosesnya akan dilakukan secara bertahap, tetapi terkadang hal itu tidak memungkinkan. Anda mungkin ingin mencoba menggunakan daun kubis dingin untuk mempercepatnya atau membuat diri Anda lebih nyaman sambil menunggu persediaan ASI Anda berkurang.

Proses penggunaan daun kubis untuk penyapihan sama dengan proses mastitis dan pembengkakan, tetapi Anda tidak perlu terlalu mengkhawatirkan waktu dan frekuensinya. Anda dapat membiarkan daun kubis di payudara Anda sampai daunnya mulai layu (bukan maksimal 20 menit) dan Anda dapat mengulangi perawatan ini sebanyak yang Anda inginkan.

Tidak ada batasan untuk menggunakan daun kubis jika tujuannya adalah untuk mengeringkan persediaan ASI Anda. Mungkin masih perlu beberapa hari sampai ASI Anda mengering dengan metode ini. Anda juga dapat mencoba menambahkan pengobatan rumahan lainnya, seperti olahan herbal atau obat-obatan, bersama dengan daun kubis untuk membantu penyapihan.

Menggunakan daun kubis dingin dapat mengurangi rasa sakit dan peradangan yang terkait dengan mastitis dan pembengkakan, serta dapat membantu proses penyapihan. Namun, perawatan ini mungkin berhasil atau tidak untuk Anda; karena setiap orang akan memiliki hasil yang berbeda.

Selain Cetirizine untuk Ibu Hamil, Berikut Obat Alergi yang Juga Aman Dikonsumsi

Tidak hanya orang normal, ibu hamil juga bisa merasakan alergi akibat reaksi ketika tubuh mendapat zat tertentu dari luar. Salah satu obat alergi salah satunya adalah cetirizine untuk ibu hamil bisa dicoba.

Alergi akan membuat ibu hamil merasa tidak nyaman, namun di sisi lain merasa khawatir akan kondisi janin di dalam kandungan.

Obat Alergi yang Aman untuk Ibu Hamil

Selama menjalani masa kehamilan, perlu berhati-hati agar tidak salah menggunakan obat. Ada obat cetirizine yang aman dan tidak aman dikonsumsi. Obat yang aman berarti sudah dilakukan penelitian dan disahkan oleh FDA. Salah satunya adalah obat cetirizine untuk ibu hamil yang tergolong aman. Sedangkan obat alergi yang tidak aman sebaiknya tidak dikonsumsi untuk menghindari hal-hal buruk.

Berikut obat-obat alergi yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil.

  1. cetirizine HCL

Obat cetirizine HCL merupakan obat antihistamin yang fungsinya untuk meringankan semua gejala alergi. Bahkan bisa meringankan beberapa keluhan alergi yang dirasakan oleh ibu hamil seperti gatal-gatal, pilek, bersin, mata bengkak, dan sebagainya. Obat cetirizine ini bekerja dengan memblokir zat tertentu dalam tubuh yang menyebabkan reaksi alergi pada tubuh. 

Meski begitu, obat cetirizine untuk ibu hamil tidak bisa merawat anafilaksis dan tidak bisa menggantikan obat epinefrin untuk ibu hamil.

Sebaiknya obat cetirizine ini tidak digabung dengan jenis obat lain. Sebelum konsumsi obat ini, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan dosis yang tepat. 

Konsumsi obat sesuai dengan bentuk obatnya. Jika itu obat kunyah, maka harus dikunyah, begitupun obat cair dan sebagainya. 

Minum obat sesuai dosisnya dan pastikan mendapat persetujuan dari dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya. Segera datangi dokter jika alergi tidak berkurang selama 3 hari untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Obat cetirizine untuk ibu hamil akan menyebabkan berbagai efek samping seperti merasa sangat lelah, mengantuk berlebihan, mulut kering, perut terasa melilit dan sakit, hingga perut kembung. 

Ada juga reaksi yang sangat jarang terjadi, seperti susah buang air besar, ruam, lemah, bengkak di wajah, pusing, hingga sulit bernapas.

  1. Chlorpheniramine 

Chlorpheniramine juga termasuk obat antihistamin yang bisa digunakan untuk mengatasi alergi seperti ruam, gatal, mata berair, flu, tenggorokan gatal, pilek, dan juga bersin. Obat Chlorpheniramine tergolong aman untuk ibu hamil. Obat ini bekerja dengan menghalangi asetilkolin, lalu mengeringkan cairan tubuh yang berlebih seperti pada mata dan hidung yang pilek. 

Pastikan untuk mendapatkan persetujuan dokter sebelum menggunakan obat ini untuk ibu hamil. Konsumsilah sesuai dosis yang sudah ditetapkan. Menggunakan obat melebihi dosis bisa memperparah reaksi alergi yang terjadi.

  1. Fexofenadine HCL

Fexofenadine HCL juga masih tergolong obat antihistamin yang bisa meringankan gejala alergi termasuk mata bengkak, gatal, mata berair, hidung gatal, hingga pilek.

Obat ini bekerja dengan menciptakan zat tertentu untuk menghalangi antihistamin. Dengan begitu reaksi alergi akan berhenti dengan cepat.

Sama dengan cetirizine untuk ibu hamil, konsultasikan terlebih dahulu sebelum menggunakan obat fexofenadine HCL ini.

  1. Diphenhydramine HCL

Diphenhydramine HCL merupakan obat antihistamin yang mampu meringankan semua gejala alergi termasuk demam, flu, gatal-gatal, mata berair, bersin, batuk pilek, hingga sakit tenggorokan. Obat Diphenhydramine HCL akan bekerja dengan memblokir antihistamin yang menyebabkan reaksi alergi dalam tubuh.

Bahkan obat ini mampu mengatasi mabuk darat pada ibu hamil, mual, muntah, sakit kepala, hingga membuat ibu merasa nyaman atau tidur.

  1. Loratadine

Obat alergi yang aman untuk ibu hamil selanjutnya adalah Loratadine. Obat ini bekerja dengan menghilangkan reaksi alergi seperti pilek, batuk, gatal, mata berair, demam, hingga bersin-bersin. Loratadine ini bagus untuk mengobati alergi berupa gatal-gatal parah yang disebabkan oleh berbagai alergen. Namun, tidak bisa mengobati alergi parah yang memicu terjadinya anafilaksis.

Semua jenis obat tersebut, mulai dari loratadine hingga cetirizine untuk ibu hamil sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu untuk lebih amannya agar tidak terjadi kondisi yang tidak diinginkan.

Tanaman Pucuk Merah

Setiap orang memiliki hobi yang berbeda. Ada yang suka bersepeda, ada juga yang suka melakukan aktivitas lain seperti berkebun. Meskipun saat ini dunia menghadapi pandemi virus Corona, masalah tersebut tidak akan menghentikan orang-orang yang memiliki hobi berkebun. Ada banyak tanaman yang bisa dipajang di halaman depan atau belakang rumah. Salah satu tanaman yang bisa dipajang adalah tanaman pucuk merah.

Informasi Tentang Tanaman Pucuk Merah

Tanaman pucuk merah (syzygium oleana) merupakan salah satu jenis tanaman hias yang tidak hanya bisa memperindah halaman depan atau belakang, namun juga mampu memberikan manfaat bagi tubuh manusia.

Tanaman pucuk merah memiliki daun berwarna merah yang terletak pada bagian pucuk ranting daun. Untuk menanam tanaman tersebut, Anda perlu tanam di suhu tropis dimana tanaman tersebut dapat tumbuh dengan diameter selebar 30 cm dan tingginya bisa mencapai 7 meter. Jika terus dirawat, maka usia tanaman pucuk merah akan mencapai puluhan tahun. Anda bisa beli tanaman tersebut, baik di toko maupun secara online, dengan harga yang terjangkau, yakni sekitar Rp 20.000,00.

Tanaman pucuk merah tumbuh dengan warna merah di bagian ujung. Hal tersebut menunjukkan bahwa tanaman tersebut merupakan tanaman yang muda. Semakin bertambah usia tanaman pucuk merah, semakin beda penampilan fisik tanaman tersebut dengan menjadi cokelat pada bagian daun, dan akan menjadi hijau sehingga dapat berbaur dengan bagian tanaman lain yang memiliki warna daun yang umum (hijau).

Banyak orang yang mengira bahwa tanaman pucuk merah merupakan tanaman hias yang menarik sehingga ingin dipajang di halaman rumah. Oleh karena itu, belum ada banyak penelitian yang membahas tentang tanaman pucuk merah dimana tanaman tersebut mengandung fitokimia yang mampu memberikan manfaat bagi tubuh manusia. Fitokimia dapat Anda temukan melalui sayur dan buah.

Alasan Untuk Membeli Tanaman Pucuk Merah

Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda sebaiknya pajang tanaman pucuk merah di rumah:

  • Kemampuan tanaman

Salah satu manfaat yang Anda peroleh jika Anda menanam tanaman pucuk merah adalah tanaman tersebut memiliki akar yang kuat sehingga dapat menahan longsor. Tidak hanya itu, tanaman tersebut juga dapat menyimpan cadangan air.

  • Diolah menjadi teh

Tanaman pucuk merah juga bisa Anda olah menjadi teh. Anda boleh memetik daun yang ada pada tanaman pucuk merah, namun Anda harus keringkan daun tanaman tersebut. Setelah itu, Anda dapat menggunakan air panas untuk merebus daun pucuk merah dan Anda bisa menikmati teh tersebut seperti teh herbal lainnya.

  • Diolah menjadi minyak esensial

Sebuah penelitian menyatakan bahwa tanaman pucuk merah bisa diolah menjadi minyak esensial. Minyak esensial memiliki cairan berwarna kuning dan aroma yang baik. Minyak tersebut dipengaruhi oleh kandungan minyak atsiri yang ada pada daun pucuk merah. Minyak atsiri bisa Anda rasakan dengan meremas daunnya sehingga mengeluarkan aroma khas.

  • Menurunkan kadar asam urat

Hal lain yang dapat Anda peroleh, jika Anda memiliki tanaman pucuk merah, adalah dapat menurunkan kadar asam urat di dalam tubuh. Kandungan tanaman pucuk merah serupa dengan kandungan yang ada pada daun salam dimana daun tersebut bisa menurunkan kadar asam urat sehingga bisa digunakan sebagai obat tradisional.

  • Mencegah penyakit tertentu

Tanaman pucuk merah merupakan salah satu tanaman yang mampu mengatasi tumor dan kanker, karena mengandung fenolat, antioksidan flavonoid, dan asam batulinic untuk menjaga kondisi tubuh. Meskipun dapat mencegah tumor dan kanker, manfaat ini membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Kesimpulan

Tanaman pucuk merah merupakan salah satu tanaman yang bisa Anda gunakan sebagai pajangan di rumah. Tidak hanya itu, tanaman ini juga bisa Anda gunakan untuk menjaga kesehatan tubuh. Tanaman tersebut merupakan tanaman yang dapat Anda gunakan jika Anda tinggal di daerah yang rawan longsor, karena memiliki akar yang kuat. Untuk informasi lebih lanjut tentang tanaman pucuk merah, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Mengapa Masker Bayi Tidak Perlu Digunakan? Apa Sebabnya?

Hingga saat ini, pandemi belum juga berakhir. Namun, hampir seluruh dunia sedang mengusahakan yang terbaik untuk mengatasi masalah kesehatan ini, salah satunya dengan membuat vaksin dari virus corona ini. Berbagai penelitian pun terus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. 

Di samping itu, berbagai pencegahan pun terus dilakukan untuk mengurangi banyaknya orang yang terinfeksi oleh Covid-19. Salah satunya saran untuk menggunakan masker ketika berada di ruang publik. Namun bagaimana dengan anak-anak dan bayi? Apakah masker bayi diperlukan, atau mungkin bayi tidak membutuhkan masker? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Mengapa masker bayi tidak diperlukan?

Bayi dan anak-anak di bawah 2 tahun tidak boleh menggunakan masker, karena:

  • Mereka memiliki saluran udara yang lebih kecil, jadi bernapas melalui masker lebih sulit untuk bayi. 
  • Jika memaksa untuk menggunakannya dan bayi atau anak usia di bawah 2 tahun kesulitan bernapas, mereka umumnya tidak dapat memberi tahu siapa pun atau melepas masker mereka sendiri. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi kekurangan oksigen dan mati lemas. 
  • Beberapa masker buatan sendiri mungkin memiliki bagian yang dapat membuat bayi tersedak, seperti tali yang bisa mencekik.
  • Mereka kemungkinan besar akan mencoba melepaskan masker, dan hal tersebut menyebabkan mereka menyentuh wajah. Tentu saja hal tersebut dapat meningkatkan risiko mereka tertular dan menyebarkan virus corona. 

Bisakan bayi dan balita tertular virus corona?

Meskipun banyak orang dewasa yang terinfeksi virus corona ini, bukan berarti bayi dan anak-anak tidak dapat tertular. Pada anak-anak, virus kadang menyebabkan penyakit ringan, dan seringkali tidak menimbulkan gejala sama sekali. Tetapi pada beberapa bayi dan anak-anak lain bisa menjadi sangat sakit karena virus tersebut, terkadang berminggu-minggu setelah mereka terinfeksi. Bayi dan balita tidak disarankan untuk menggunakan masker, jadi lindungi mereka dengan cara lain. 

Cara melindungi bayi dan balita dari virus

Meskipun masker bayi tidak disarankan, namun Anda dapat melindungi Si Kecil dengan menghindari kerumunan besar dan menjaga jarak aman (setidaknya 2 meter) dari orang lain saat keluar dari rumah. Di rumah dan di tempat umum, lakukan semua yang dapat Anda bisa lakukan untuk membantu menghentikan penyebaran virus, terlebih pada bayi dan balita. Beberapa caranya adalah:

  • Hindari orang yang sedang sakit.
  • Cuci tangan Anda lebih sering dan ajari orang lain di rumah Anda untuk melakukan hal yang sama, ketika
  • Anda atau anggota keluarga lain kembali ke rumah dari luar
  • Sebelum memegang anak Anda
  • Sebelum menyusui atau menyiapkan botol serta makanan
  • Bersihkan permukaan benda yang sering disentuh orang. Seperti gagang pintu, meja, kursi, ponsel, dan beberapa barang lainnya.
  • Cobalah untuk tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut.
  • Gunakan tisu atau siku jika Anda bersin atau batuk, bukan dengan tangan Anda.
  • Kenakan masker di rumah jika Anda sakit. Cobalah untuk membatasi kontak dengan anak Anda sampai gejala berhenti. 
  • Jika Anda membawa bayi Anda keluar dengan gendongan, Anda dapat meletakkan selimut atau kain di atas gendongan untuk menutupi bayi, namun tetap aman untuk bayi bernapas. Bersihkan tas atau kereta dorong ketika sampai di rumah. 

Kapan sebaiknya anak memakai masker?

Menggunakan masker untuk anak-anak tergantung pada beberapa faktor. Termasuk usia mereka, kemampuan untuk menggunakan dengan aman dan jika mereka melakukan kontak fisik dengan seseorang yang sakit. 

Penggunaan masker pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun

Secara umum, anak usia 5 tahun ke bawah sebaiknya tidak menggunakan masker. Pendapat ini dikemukakan oleh WHO dan UNICEF berdasarkan pada keamanan dan minat anak-anak secara keseluruhan. 

Namun beberapa negara telah mengeluarkan peraturan tentang penggunaan masker untuk anak-anak yang lebih kecil dengan tetap dilakukan pemantauan. Misalnya, jika anak sedara fisik dekat dengan orang sakit dan kondisi lainnya. Jika anak Anda yang berusia di bawah 5 tahun diharuskan memakai masker, pastikan mereka selalu dalam jarak pandang langsung dengan Anda, sehingga Anda dapat terus mengawasi. 

Kesimpulannya, masker bayi tidak disarankan untuk digunakan, pun pada anak usia 2 tahun. Karena bisa menyebabkan bayi mati lemas karena gagal napas. Akan tetapi, pada beberapa kondisi penggunaan masker pada anak usia di bawah 5 tahun diperbolehkan, namun tetap dalam pengawasan Anda dalam penggunaannya.

Tahu Cara Mengobati Telinga Berdenging? Kenali Pula Penyebabnya

Ketika telinga Anda berdengung, apa yang Anda langsung lakukan? Umumnya orang akan segera mencari cara mengobati telinga berdenging untuk menghindari rasa tidak nyaman yang ditimbulkan. Namun pernahkah Anda mencari tahu terlebih dahulu mengenai penyebab kondisi tersebut?

Mengobati memang jalan tercepat untuk bisa lepas dari kondisi telinga berdenging. Akan tetapi dengan mengetahui penyebabnya terlebih dahulu, Anda dapat melakukan penanganan yang lebih tepat dengan risiko yang seminimal mungkin. Untuk mengetahui penyebabnya, Anda baiknya tidak melakukan identifikasi sendiri. Diagnosis dokter dan penjelasan dari tim medis akan membuahkan hasil lebih valid untuk penanganan yang lebih tepat sasaran.

Dalam dunia medis, telinga yang berdenging dikenal dengan gejala tinnitus. Kondisi ini dipengaruhi oleh banyak hal. Berikut ini adalah beberapa penyebab telinga berdenging yang umum didapati oleh pasien-pasien tinnitus.

  1. Bertambahnya Usia

Telinga berdenging umumnya dialami oleh orang-orang lanjut usia. Risiko terkena tinnitus pun lebih besar mengarah pada orang-orang yang berumur di atas 60 tahun Pasalnya semakin bertambahnya usia, pendengaran seseorang bisa makin berkurang dan menyebabkan gangguan dengingan di telinganya.

  • Suara Bising

Apabila Anda terbiasa beraktivitas di tempat yang super berisik, kemungkinan Anda mengalami dengungan yang sering dan kencang di telinga akan semakin besar. Contohnya, para pekerja di pabrik dengan mesin-mesin besar akan mudah mengalami telinga berdenging. Dalam jangka panjang jika Ada terus mendengar suara bising tersebut, tinnitus akan semakin parah dan bersifat permanen. Cara mengobati telinga berdenging akibat suara bising adalah dengan menjeda telinga Anda dengan suara-suara yang lebih lembut.

  • Telinga Kotor

Anda sering merasakan telinga berdenging? Coba cek kebersihan telinga Anda. Sangat mungkin terjadi dengungan pada telinga disebabkan adanya penumpukan kotoran di telinga Anda. Telinga yang penuh kotoran membuat aliran udara ke telinga tersumbat sehingga menimbulkan suara denging yang mengganggu. Bahkan jika kotoran di telinga terlalu banyak, bakteri pada kotoran-kotoran tersebut rentan menimbukan iritasi telinga yang dapat merusak gendang telinga.

  • Kebiasaan Merokok

Salah satu kebiasaan yang dapat menimbulkan gejala telinga berdenging adalah merokok. Ini karena merokok dapat menghambat aliran darah ke sel-sel saraf sensitif, termasuk ke telinga. Kondisi tersebut membuat suara yang terdengar di telinga pun menjadi tersumbat dan menimbulkan suara denging.

  • Cedera Kepala

Saraf pendengaran sangat berkaitan dengan fungsi otak. Jadi jika ada masalah di otak, pendengaran pun dapat terganggu. Karena itulah, kondisi telinga berdenging tidak jarang dipicu oleh cedera kepala yang berpengaruh pada fungsi otak.

  • Diabetes

Jika Anda termasuk penderita diabetes, risiko mengalami telinga berdenging semakin besar. Ini karena kondisi kadar gula darah yang tinggi membuat aliran darah menjadi tersumbat, termasuk ke telinga. Cara mengobati telinga berdenging apabila Anda pasien penyakit kencing manis haruslah diawali dengan menurunkan kadar gula darah Anda.

  • Infeksi Telinga

Infeksi di telinga jelas akan memengaruhi kualitas suara yang Anda dengar. Infeksi di telinga pun sangat besar memberikan risiko pendengaran yang berdenging. Untuk mengatasinya, terlebih dahulu Anda harus memulihkan kondisi telinga Anda infeksi yang menjangkit.

  • Konsumsi Alkohol

Alkohol membuat aliran darah menjadi lebih kencang sekaligus melebarkan pembuluh darah. Kondisi ini menekan area telinga bagian dalam sehingga tidak jarang menimbulkan dengingan yang mengganggu. Cara mengobati telinga berdenging akibat alkohol tak lain adalah mengurangi konsumsinya.

***

Kira-kira dari berbagai penyebab telinga berdenging di atas, mana yang kemungkinan menjadi penyebab kondisi Anda? Lekaslah lakukan pengobatan terkait kondisi tersebut. Cara mengobati telinga berdenging bisa Anda lakukan sesuai anjuran dokter, maupun melakukannya dari rumah.

Berikut Ini Penanganan dan Pengobatan Penderita Granuloma Inguinale

Granuloma inguinale merupakan penyakit yang disebabkan bakteri Klebsiella granulomatis dan ditularkan melalui hubungan seksual. Biasanya penyakit ini terjadi di negara beriklim tropis dan tergolong negara berkembang. Granuloma inguinale ditandai dengan lesi yang makin lama berubah menjadi luka borok sampai pada akhirnya timbul kulit jaringan parut. Dibutuhkan pengobatan dan penanganan yang tepat sehingga mampu menhentikan perkembangan lesi agar tidak semakin parah.

Pengobatan medis

Antibiotik menjadi obat yang digunakan untuk mengatasai infeksi penyakit. Pemberian obat tersebut dilakukan sampai luka granuloma inguinale sembuh. Berikut ini jenis pengobatan medis yang biasanya diberikan oleh dokter:

Pengobatan dan dosis yang direkomendasikan:

  • Azithromycin: 1 g per minggu atau 500 mg per hari paling tidak selama 3 minggu atau sampai lesi benar-benar menghilang

Obat alternatif lainnya:

  • Doxycycline: 100 mg dua kali sehari paling tidak selama 3 minggu atau sampai lesi benar-benar menghilang
  • Ciprofloxacin: 750 mg dua kali sehari paling tidak selama 3 minggu atau sampai lesi benar-benar menghilang
  • Erythromycin: 500 mg empat kali sehari paling tidak selama 3 minggu atau sampai lesi benar-benar menghilang
  • Trimethoprim-sulfamethoxazole: 160 mg/800 mg dua kali sehari paling tidak selama 3 minggu atau sampai lesi benar-benar menghilang

Obat-obat tersebut bukan dikonsumsi bersamaan, melainkan hanya salah satunya saja atau sesuai yang diresepkan dokter. Penambahan antibiotik lain atau pemakaian antibitoik lebih dari satu jenis mungkin saja terjadi jika dalam beberapa hari lesi tidak kunjung membaik.

Operasi pembedahan mungkin diperlukan untuk menghilangkan jaringan parut sisa infeksi. Biasanya tindakan ini diberlakukan bagi mereka yang terlambat ditangani.

Penanganan bagi ibu hamil

Penyakit ini sangat jarang terjadi pada ibu hamil. Berdasarkan penelitian International Journal STD & AIDS, tingkat keparahan infeksi granuloma inguinale akan meningkat di akhir masa kehamilan. Jika terdapat tanda dan gejala pada ibu hamil, dokter biasanya akan melakukan atenatal atau pemeriksaan serta memberikan antibiotik dosis rendah.

Ibu tetap bisa melakukan persalinan normal apabila ukuran ulkus telah berkurang selama pengobatan. Kemungkinan ulkus akan mengeluarkan banyak darah selama persalinan. Oleh karena itu, metode sesar merupakan cara yang dinilai lebih aman.

Antibiotik doxycycline sebaiknya dihindari selama kehamilan trimester kedua dan ketiga, namun tetap bisa dikonsumsi bagi ibu menyusui. Antibiotik ciprofloxacin menimbulkan risiko kesehatan pada janin meskipun risiko tersebut tergolong rendah. Sulfonamida sebaiknya juga dihindari selama kehamilan trimester ketiga dan saat menyusui.     

Kapan saatnya menemui dokter?

Jika Anda melakukan hubungan seksual dengan penderita granuloma inguinale, sebaiknya segera hubungi dokter setidaknya sebelum 60 hari setelah berhubungan. Hal ini tetap harus dilakukan meskipun belum muncul tanda dan gejala. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan terapi khusus.

Penyakit ini membutuhkan penanganan segera untuk mencegah komplikasi jangka panjang setelah dokter mendiagnosis berdasarkan tanda dan gejala fisik serta biopsi atau pemeriksaan labortaorium terhadap luka infeksi. Anda sebaiknya segera pergi ke dokter ketika menyadari terdapat tanda dan gejala seperti luka di area alat kemalin atau anus, benjolan merah yang tumbuh semakin besar, tidak nyeri, serta mungkin berdarah.

Seseorang yang telah terdiagnosis granuloma inguinaledisarankan meminta pasangannya untuk melakukan pemeriksaan juga sehingga mampu mencegah penyebaran dan menemukan penyakit lebih awal. Center for Disease and Prevention juga merekomendasikan tes HIV kepada setiap penderita penyakit ini berpotensi meningkatkan penularan HIV melalui luka yang ditimbulkan.

Bayi Lahir Prematur? Waspadai Gejala Duktus Arteriosus Paten

Bayi yang lahir secara prematur beresiko terkena berbagai masalah kesehatan, salah satunya duktus arteriosus paten. Kondisi ini terjadi ketika terjadi bukaan yang tidak menutup di dua pembuluh darah utama yang mengarah ke jantung.

Sebenarnya, kondisi ini tidak hanya terjadi pada bayi prematur, tetapi juga bisa menyerang bayi yang lahir dalam waktu normal. Saat bayi berada di dalam kandungan, bukaan di dua pembuluh darah utama adalah hal yang wajar.

Namun, setelah bayi dilahirkan, bukaan tersebut akan menutup dengan sendirinya, maksimal dua sampai tiga hari setelah lahir. Jika bukaan tersebut tidak menutup, bayi Anda bisa mengalami aliran darah yang berlebihan ke jantung dan paru-paru, menyebabkan berbagai komplikasi yang berbahaya bagi kesehatan bayi. 

Komplikasi duktus arteriosus paten

Duktus arteriosus paten pada bayi menyebabkan aliran darah yang berlebihan di jantung dan paru-paru. Bila bukaan cukup lebar dan kondisinya cukup parah, bayi Anda bisa mengalami komplikasi berupa: 

  • Tekanan darah tinggi di paru-paru

Kondisi ini disebut juga dengan hipertensi pulmonal. Bila tidak diatasi, hipertensi pulmonal bisa merusak fungsi paru-paru bayi. Secara khusus, aliran darah berlebih di paru-paru bisa memicu Eisenmenger, yaitu jenis hipertensi pulmonal parah yang tidak bisa disembuhkan. 

  • Gagal jantung

Bukaan di dua pembuluh darah utama yang tidak disembuhkan akan menyebabkan jantung mengalami pembesaran. Akibatnya, bayi Anda rentan mengalami gagal jantung, yaitu kondisi kronis yang terjadi ketika jantung tidak bisa memompa secara efektif. 

  • Infeksi jantung

Infeksi jantung rentang terjadi pada orang-orang yang mengalami berbagai masalah pada jantung, salah satunya duktus arteriosus paten. Bayi Anda beresiko lebih tinggi dalam mengalami radang lapisan jantung dibandingkan dengan bayi lain yang memiliki kondisi jantung sehat. 

Bisakah duktus arteriosus pada bayi disembuhkan?

Dalam beberapa kasus, apabila bukaan cukup kecil, bayi bisa saja tidak mengalami gejala apa pun. Bila hal ini terjadi, bayi Anda tidak perlu melalui pengobatan dan bisa membaik seiring dengan bertambahnya usia bayi.

Akan tetapi, bila bukaan menimbulkan gejala tertentu dan cukup berbahaya, dokter akan menganjurkan pengobatan dengan pilihan sebagai berikut: 

  • Obat-obatan

Pada bayi yang lahir secara prematur, obat berjenis ibuprofen dan indometasin bisa digunakan untuk menutup bukaan. Obat jenis ini memblokir aliran darah yang berlebihan, dengan mengencangkan otot di sekitar pembuluh darah.

Biasanya, pemberian obat-obatan seperti ini efektif untuk penderita yang masih bayi. Namun, pengobatan ini mungkin kurang maksimal untuk penderita anak-anak atau orang dewasa. 

  • Operasi

Operasi dilakukan pada penderita dengan gejala cukup parah yang tidak berhasil ditangani dengan pengobatan lain. Prosedur operasi dilakukan dengan membuat sayatan kecil di antara tulang rusuk untuk memperbaiki saluran yang terbuka mengarah ke jantung, ditutup dengan klip atau jahitan.

Bayi Anda akan diresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi pasca operasi. Biasanya, dibutuhkan beberapa minggu untuk bisa sepenuhnya pulih dari operasi jantung. 

  • Prosedur kateter

Kateter adalah sebuah tabung kecil tipis yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah melalui selangkangan bayi. Prosedur ini lebih dianjurkan untuk bayi yang telah berusia enam bulan ke atas. 

Prosedur ini dilakukan tanpa adanya pembedahan seperti operasi. Bayi Anda tidak harus menjalani prosedur rawat inap usai melakukan prosedur ini.

Pilihan pengobatan untuk bayi yang mengalami duktus arteriosus paten disesuaikan dengan kondisi pasien. Gejala yang dialami juga berbeda-beda, dipengaruhi oleh besarnya bukaan pada dua pembuluh darah utama.

Kandungan Moisturizer yang Perlu Anda Waspadai

Tidak semua orang perlu menggunakan moisturizer. Tetapi jika Anda menggunakannya, kandungan moisturizer Anda harus memiliki bahan yang aman bukan kandungan yang salah.

Pertama-tama Anda harus mencari formula yang mengandung jenis bahan paling penting yang telah terbukti memberikan hasil paling mengesankan untuk semua jenis kulit.

Memilih moisturizer adalah suatu keharusan, apa pun jenis kulit yang Anda miliki, berminyak, kering, atau kombinasi keduanya.

Jika kulit Anda gatal atau kering, Anda mungkin ingin memerlukan moisturizer dengan tekstur ointment kental. Tekstur krim lebih encer, membantu melembabkan, dan cocok untuk kulit normal. Sedangkan lotion adalah yang paling ringan (air adalah bahan utamanya) dan cocok untuk kulit berminyak.

Apapun jenis kulit Anda, pastikan untuk memilih moisturizer dengan kandungan yang tepat serta tekstur dan ketenalan yang sesuai, seperti pada kapan dan di mana Anda menggunakannya pada tubuh Anda.  

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan, intuk mendapatkan manfaat maksimal bagi Anda perlu menghindari beberapa kandungan bahan populer. Berikut kandungan moisturizer yang tidak baik untuk kulit jenis apapun:

  • Pewarna dan parfum

Apakah Anda membutuhkan moisturizer untuk melembabkan kulit kering, kulit sensitif, atau di antaranya, sebagian besar ahli mengatakan untuk menghindari moisturizer dengan kandungan yang tidak perlu dan berpotensi menyebabkan iritasi, seperti pewarna dan pewangi tambahan. Agen antibakteri juga bisa menjadi keras yang tidak perlu, karena dapat menghilangkan minyak esensial dari kulit.

  • Bahan yang ramah tubuh

Kandungan yang baik untuk tubuh Anda tidak selalu baik untuk wajah Anda. Anda disarankan untuk menghindari moisturizer wajah dengan bahan produk tubuh yang populer seperti lanolin, minyak mineral, lilin, atau shea butter. Karena kandungan tersebut dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat di wajah.

  • Terlalu banyak asam

Hindari moisturizer dengan kandunga  asam alfa-hidroksi, asam glikolat, asam retinoat, dan asam salisilat jika Anda memiliki kulit kering atau sensitif. Bahan-bahan ini bisa menembus kulit terlalu dalam dan mengganggu kulit halus. Hindari juga produk yang mengandung alkohol.

  • Penggunaan bahan steroid secara berlebihan (untuk kulit gatal)

Batasi penggunaan krim atau salep steroid hanya untuk satu atau dua minggu kecuali jika dokter Anda menganjurkan untuk menggunakannya lebih lama. Penggunaan krim ini secara berlebihan dapat membuat kulit menjadi sangat tipis dan menyebabkan masalah kulit lainnya.

  • Urea atau asam laktat (untuk eksim atau kulit pecah-pecah)

Jauhi moisturizer dengan kandungan bahan ramah kulit kering ini, karena mereka dapat memperburuk iritasi kulit yang sudah ada.

Seperti yang Anda bayangkan, mungkin tidak ada moisturizer yang “sempurna”, karena tantangan dalam memformulasikan jenis produk ini serta kandungan yang terdapat di dalamnya. 

Pastikan untuk memilih moisturizer dengan kandungan bahan yang sesuai jenis kulit Anda. Selain itu, pastikan moisturizer yang Anda miliki juga mempunyai kandungan bahan yang aman.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai