Kenali, Akibat dan Gejala Tubuh Kekurangan Karbohidrat!

Mungkin telah banyak orang yang salah kaprah terhadap karbohidrat, menganggap karbohidrat adalah alasan berat badan terus bertambah. Hingga akhirnya, banyak orang merelakan tubuhnya kekurangan karbohidrat demi tercapainya berat badan ideal. Faktanya, karbohidrat adalah sumber energi utama di dalam tubuh. Tanpa karbohidrat, tubuh tidak akan bisa melakukan seluruh aktivitasnya dengan baik.

Apa peran penting karbohidrat di tubuh?

Sebelum Anda mengira bahwa karbohidrat adalah ‘musuh’ yang harus dihilangkan dari menu makanan harian, cobalah pahami peran penting karbohidrat di dalam tubuh berikut ini.

Memberi energi

Selama proses pencernaan, karbohidrat akan dipecah menjadi gula sederhana, kemudian diserap ke dalam darah Anda. Inilah yang dikenal sebagai gula darah (glukosa). Glukosa digunakan tubuh untuk menghasilkan energi, sehingga Anda bisa melakukan semua aktivitas, seperti bernapas, berjalan, duduk, berdiri, dan lain sebagainya. Jika glukosa berlebih, maka akan disimpan di dalam hati, otot, dan sel lain untuk digunakan kembali saat tubuh membutuhkannya.

Melindungi dari penyakit

Beberapa bukti penelitian menunjukkan bahwa biji-bijian dan serat dari makanan utuh dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, obesitas, dan diabetes tipe 2, serta memelihara kesehatan pencernaan Anda secara optimal.

Mengontrol berat badan

Mengonsumsi banyak buah, sayuran, dan biji-bijian dapat membantu mengontrol berat badan Anda. Serat yang terkandung di dalamnya dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga mengendalikan asupan makanan yang berlebihan.

Akibat dan gejala tubuh kekurangan karbohidrat

Karbohidrat di dalam tubuh akan dipecah menjadi gula sederhana yang akan digunakan sebagai sumber energi utama. Energi akan dibutuhkan otak, otot, dan bagian lain tubuh Anda lainnya agar dapat berfungsi dengan normal. Jika tubuh kekurangan karbohidrat, kadar gula dalam darah Anda bisa turun dan menyebabkan hipoglikemia. Di kondisi ini, tubuh Anda mulai membakar lemak untuk menghasilkan energi dan menyebabkan ketosis.

Gejala hipoglikemia yang mungkin akan Anda rasakan, meliputi:

  • Kelaparan.
  • Tubuh terasa goyah.
  • Kepala pusing.
  • Kebingungan.
  • Kesulitan berbicara.
  • Merasa cemas dan lemah.

Adapun gejala ketosis yang mungkin bisa terjadi, meliputi:

  • Kelelahan mental.
  • Bau mulut.
  • Mual dan sakit kepala.
  • Persendian membengkak dan terasa sakit.
  • Batu ginjal yang parah.

Perhatikan, kelebihan karbohidrat juga tidak baik untuk tubuh!

Diet tinggi karbohidrat juga dapat menyebabkan kadar gula darah melonjak tajam dan meningkatkan risiko diabetes. Bila dilakukan dalam jangka panjang, keseimbangan asupan lemak dan protein juga jadi terganggu. Kondisi ini akan menimbulkan gejala defisiensi asam lemak esensial atau defisiensi asam amino esensial, termasuk:

  • Kulit kering.
  • Otot lemah.
  • Mengidam makanan yang berlemak.
  • Depresi.

Jadi, konsumsilah karbohidrat secara bijak!

Karbohidrat adalah bagian penting dari makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Normalnya, kebutuhan kabohidrat seseorang mencakup 45 – 65% dari total energi setiap hari. Jadi, jika total kebutuhan energi Anda sebanyak 2.000 Kalori sehari, maka sekitar 900 – 1.300 Kalorinya berasal dari karbohidrat. Ini sekitar 225 – 325 gram karbohidrat sehari. Kebutuhan ini dapat berubah sesuai dengan kondisi tubuh Anda, misalnya jika Anda penderita diabetes atau dalam kondisi hamil.

Beberapa cara menyeimbangkan asupan karbohidrat dari makanan, sehingga terhindar dari kekurangan karbohidrat, yaitu:

  • Konsumsi buah-buahan 2 – 3 porsi, sedangkan sayuran 3 – 4 porsi dalam sehari.
  • Pilih biji-bijian yang utuh daripada biji-bijian olahan.
  • Pilih produk susu rendah lemak untuk membantu membatasi kalori dan lemak jenuh.
  • Perbanyak konsumsi kacang-kacangan, seperti kacang polong dan lentil.
  • Batasi gula tambahan.

Sekarang, buanglah pemikiran karbohidrat harus dihilangkan dari makanan atau membatasi asupan karbohidrat Anda secara ekstrem. Anda bisa mengonsumsi karbohidrat secara bijak dan zat gizi penting lainnya juga tetap terpenuhi. Dengan melakukan hal ini, tubuh Anda tidak akan kelebihan ataupun kekurangan karbohidrat.

Tips dan Trik Membaca FT4

Hormon tiroksin atau juga disebut dengan istilah T4 merupakan salah satu hormon yang penting di dalam tubuh manusia, hormon ini berfungsi untuk mengatur metabolisme tubuh. Sehingga, kadar dan fungsi hormon tiroksin perlu dijaga agar tetap normal dan membuat metabolisme tubuh berjalan dengan baik serta normal, inilah pentingnya mengetahui hasil FT4.

FT4 merupakan pemeriksaan laboratorium yang termasuk memeriksa kadar hormon tiroid, hormon ini adalah salah satu dari dua jenis hormon tiroid yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid di dalam leher. Jenis hormon tiroid yang lain adalah triiodotironin atau T3, kedua jenis hormon ini produksinya diatur oleh hormon perangsang tiroid atau TSH yang dihasilkan otak.

Cara Membaca Hasil FT4

  1. Fisiologi Hormon Tiroid

Hormon tiroid diproduksi dari kelenjar tiroid dan disekresi ke sirkulasi dalam bentuk tiroksin (T4) sebanyak 95 persen dan sisanya triiodotironin (T3). Keberadaan hormon tiroid ini di bawah regulasi hipotalamus dan hipofisis, yakni TRH (thyrotropin releasing hormone) dan TSH (thyroid stimulating hormone).

Terdapat mekanisme umpan balik negatif hormon tiroid terhadap TRH dan TSH, pada homeostasis jika kadar hormon tiroid lebih rendah maka hormon TRH dan TSH akan meningkat produksinya. Sebaliknya, jika kadar hormon tiroid menjadi lebih tinggi maka produksi TRH dan TSH akan terhambat atau diperlambat.

Perlu diketahui bahwa hanya 20 persen kadar T3 dalam sirkulasi yang berasal dari kelenjar tiroid, sementara 80 persen T3 berasal dari deiodinasi T4 pada jaringan perifer. Kebanyakan hormon tiroksin terikat dengan protein, TBG (thyroxine binding globune, 70 persen), TBPA (thyroxine binding prealbumin, 10 persen) dan albumin (20 persen).

Sementara itu ada pula free-T4 atau yang tidak terikat dengan protein, proporsinya terdapat di angka 0,1 persen T4 total dan bebas T3 sebanyak 0,3 T3 total. Selain menggunakan fisiologi hormon tiroid, bisa juga menggunakan pemeriksaan laboratorium fungsi tiroid yang penjelasannya sebagai berikut ini.

  1. Pemeriksaan Laboratorium Fungsi Tiroid

Pemeriksaan ini digunakan untuk menegaskan diagnosis dari kelainan fungsi tiroid (thyroid profiling test) dan dipakai untuk mencari etiologi kelainan fungsi tiroid atau definitive test. Namun sebelum mempelajari lebih lanjut mengenai kerumitan dalam mencari etiologi kelainan fungsi tiroid, dokter umum biasanya sudah mengetahui pengetahuan dasar dalam diagnosa kasus ini.

Ini merupakan salah satu pemeriksaan dasar yang digunakan dalam melakukan diagnosa, algoritma hasil pemeriksaan dan kemungkinan dosis biasanya dapat dilihat pada sebuah tabel algoritma pemeriksaan tersebut.

  1. Kadar T4 dan TSH Tidak Normal

Hasil pemeriksaan ini akan menunjukkan kadar T4 menurun atau kadar T4 meningkat, jika menurun maka dapat disertai dengan peningkatan kadar TSH atau penurunan kadar TSH. Sementara itu, pada kadar T4 yang meningkat juga bisa disertai dengan peningkatan maupun menurunkan kadar TSH, artinya masing-masing kondisi tersebut memiliki konsekuensi klinis.

Sebelum mengetahui bagaimana hasil FT4, ada baiknya memahami beberapa fungsi hormon tiroksin untuk kesehatan tubuh. Hal ini akan membuat seseorang lebih peduli dengan kadar hormon tiroksin di dalam tubuh, sehingga nantinya seseorang bisa memilih antisipasi yang tepat ketika dalam kondisi tidak memungkinkan.

Proses pembentukan energi dan suhu panas alami tubuh oleh seluruh sel serta jaringan disebut dengan metabolisme. Jika proses ini bermasalah, otomatis kinerja organ tubuh juga akan terganggu, karena itulah metabolisme harus diatur agar prosesnya tetap stabil. Hormon tiroksin, berperan untuk mengatur cepat lambat proses berlangsung.

Kecanduan Alkohol, Berikut Sederet Masalah Kesehatan yang Mengintai

Kecanduan alkohol atau terlalu sering mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat memicu berbagai masalah, baik kesehatan fisik ataupun mental. Orang dengan gangguan ini juga berisiko memiliki hubungan sosial yang buruk.

Pada laki-laki, kecanduan alkohol didefinisikan sebagai mengonsumsi 4 botol minuman beralkohol atau lebih per hari, atau 15 minuman per minggu. Adapun wanita yang meminum 3 minuman alkohol per hari atau 8 minuman per minggu merupakan tanda kecanduan alkohol.

Dampak alkohol pada tubuh

Alkohol memiliki senyawa yang mampu mengaktifkan reseptor kesenangan sehingga memicu ketergantungan. Selain itu, mengonsumsi alkohol juga memiliki dampak merugikan yang luas pada tubuh yang meliputi:

  • Kelenjar pencernaan dan sistem endokrin
  • Organ hati dan pankreas
  • Sistem saraf pusat
  • Sistem peredaran darah
  • Kesehatan seksual dan reproduksi
  • Sistem rangka dan otot
  • Kekebalan tubuh

Risiko kesehatan kecanduan alkohol

Meminum satu botol alkohol sehari mungkin tidak akan memperlihatkan efek samping yang signifikan. Anda hanya akan merasa pusing atau mual yang bisa hilang dalam sehari.

Alkohol merupakan depresan (zat yang memici depresi) yang dengan cepat dimetabolisme tubuh sehingga efeknya akan segera hilang.

Namun, akumulasi dari konsumsi alkohol secara rutin akan mempersulit tubuh untuk menghilangkannya. Pada akhirnya, alkohol akan menumpuk dalam darah dan mengakibatkan beberapa masalah kesehatan.

Adapun beberapa risiko kesehatan pada orang yang kecanduan alkohol antara lain:

  • Kerusakan hati

Hati berperan sebagai detoksfikasi alami yang membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Alkohol merupakan zat beracun, namun mengonsumsinya dalam jumlah banyak akan memberatkan fungsi hati sehingga rentan mengalami kerusakan.

Sirosis hati adalah salah satu penyakit yang umum menimpa alkoholik. Penyalahgunaan alkohol dalam jangka panjang juga dapat mengembangkan risiko penyakit hati berlemak.

  • Anemia

Terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat mengganggu sistem hematologi yang terdiri dari arah, limpa, hati, dan sumsum tulang belakang.

Hal ini menyebabkan terganggunya proses produksi sel darah merah yang menyebabkan anemia. Alkohol juga memiliki kemampuan untuk menghambat penyerapan nutrisi oleh tubuh, sehingga anemia defisiensi zat besi juga bisa terjadi.

  • Kanker

Paparan alkohol dapat merusak sel-sel di dalam tubuh. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker seperti:

  • Kanker mulut
  • Kanker lambung
  • Kanker hati
  • Kanker usus besar
  • Kanker rektum
  • Kanker payudara

Pecandu alkohol yang juga seorang perokok juga berisiko lebih tinggi terkena kanker saluran pencernaan bagian atas dan saluran pernapasan.

  • Penyakit jantung dan pembuluh darah

Alkohol meningkatkan kadar lemak darah (trigliserida) yang akan menyumbat pembuluh darah dan terhambatnya pengaliran oksigen ke otak dan seluruh tubuh. Hal ini akan mengakibatkan sejumlah masalah kardiovaskular seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke, dan angina.

  • Masalah otak dan sistem saraf

Konsumsi alkohol mempengaruhi jalur komunikasi otak dan sistem motorik. Orang yang dalam keadaan mabuk cenderung berbicara tak jelas dan memiliki kontrol tubuh yang rendah. Tak jarang, mereka juga mengalami amnesia terhadap perilaku mereka saat mabuk.

Mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang juga dapat mempercepat penuaan pada sel otak. Penyalahgunaan alkohol dapat meningkatkan risiko demensia dan sindrom Korsakoff.

Selain masalah kesehatan di atas, kecanduan alkohol juga dikaitkan dengan osteoporosis, asam urat, kejang, dan banyak masalah kesehatan lainnya. Dalam beberapa kasus, penyalahgunaan alkohol bermula dari upaya mengatasi depresi, namun justru banyak pecandu alkohol yang berujung depresi.

Jika Anda memiliki masalah dengan alkohol, khususnya kecanduan alkohol, Anda bisa menghubungi konselor atau meminta bantuan pusat rehabilitasi di Indonesia.

Menilik Penyebab Kondisi Galaktorea

Galaktorea merupakan kondisi yang disebabkan produksi hormon prolaktin secara berlebihan.

Apakah akhir-akhir ini Anda mengalami ada yang aneh dengan payudara Anda, seperti kondisinya yang mengeras atau bahkan mengeluarkan cairan bening atau seperti susu? Kondisi tersebut wajar dimiliki oleh wanita hamil atau ibu yang menyusui. Namun jika Anda sedang tidak dalam kondisi hamil atau menyusui, keluarnya cairan dari puting bisa menunjukkan Anda tengah mengalami galaktorea. 

Galaktorea merupakan kondisi ketika payudara Anda memproduksi cairan, meskipun sedang tidak hamil atau menyusui. Kondisi ini kerap diikuti gejala lain, seperti periode menstruasi yang tidak stabil hingga gangguan penglihatan. Beberapa kondisi galaktorea bisa hilang sendirinya dalam beberapa waktu. Namun, ada pula galaktorea yang mesti ditangani secara medis sebab merupakan indikasi dari suatu penyakit yang berhubungan dengan payudara. 

Penyebab galaktorea ada banyak. Beberapa berhubungan dengan penyakit. Beberapa lainnya erat berkaitan dengan kebiasaan Anda. Berikut ini adalah beberapa penyebab galaktorea yang dapat Anda antisipasi. 

  1. Stres 

Tingkat tekanan yang dialami seseorang bisa memicu produksi cairan dalam payudara Anda. Bahkan munculnya cairan dari payudara menunjukkan Anda sedang dalam tingkat stres yang parah. Stres memicu cairan di payudara karena kondisi tersebut memicu peningkatan hormon prolaktin. Di mana salah satu fungsi ini adalah meningkatkan kadar laktasi seseorang sehingga payudara memproduksi cairan. 

  1. Pengaruh Obat 

Obat-obatan tertentu bisa membuat peningkatan hormon prolaktin yang mampu memicu kondisi galaktorea. Beberapa obat yang dapat menyebabkan galaktorea, di antaranya obat antidepresi, antihipertensi, juga kontrasepsi oral. Meskipun demikian, jangan langsung menghentikan pengonsumsian obat-obatan tersebut guna menghilangkan kondisi galaktorea. Pastikan Anda berkonsultasi ke dokter untuk memperoleh penanganan yang lebih baik. 

  1. Tumor Pituitari 

Adanya benjolan atau tumor di kelenjar pituitari dapat menyebabkan kondisi galaktorea pada diri Anda. Ini karena pituitari merupakan kelenjar di dasar otak yang merupakan bagian sistem neuroendokrin yang memproduksi hormon-hormon. Salah satunya adalah hormon prolaktin. Munculnya benjolan pada pituitari mengakibatkan peningkatan kadar prolaktin sehingga payudara memproduksi cairan. Galaktorea yang merupakan kondisi akibat tumor pituitari kerap diikuti gejala gangguan penglihatan juga sakit kepala. 

  1. Stimulasi Puting 

Galaktorea yang terjadi pada diri Anda mungkin  saja terjadi karena kebiasaan menstimulasi puting payudara secara berlebihan. Stimulasi yang intens pada puting payudara memicu perubahan hormonal yang menyebabkan kadar hormon prolaktin. Selanjutnya sudah bisa ditebak, payudara jadi lebih mudah memproduksi cairan, walaupun Anda sedang tidak hamil atau menyusui. Galaktorea yang disebabkan oleh kebiasaan ini dapat hilang dengan sendirinya, seiring Anda mengurangi stimulasi. 

  1. Gangguan Tiroid 

Salah satu fungsi dari kelenjar tiroid adalah memproduksi hormon yang berhubungan dengan metabolisme tubuh. Gangguan pada tiroid alhasil dapat mempengaruhi berbagai produksi hormon, tidak terkecuali hormon prolaktin. Peningkatan hormon prolaktin yang bisa memicu kondisi galaktorea kerap terjadi apabila Anda mengalami hipotiroid yang membuat kelenjar tiroid lebih sedikit mengeluarkan hormon tiroid sehingga terjadi ketidakseimbangan produksi hormon lainnya. 

  1. Penyakit Ginjal Kronis 

Berhati-hatilah terhadap kondisi galaktorea sebab bisa jadi mengindikasikan adanya masalah penyakit kritis pada diri Anda. Salah satu penyakit yang kerap mengundang produksi cairan pada payudara adalah penyakit ginjal. Penderita penyakit ginjal kronis kerap mengalami galaktorea sebab masalah pada ginjal akan membuat ketidakseimbangan produksi hormon. Di mana biasanya ginjal berfungsi mengatur produksi hormon eritropoietin. 

*** 

Ketika Anda mengalami gejala galaktorea, cobalah berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti. Dengan demikian, tindakan medis yang tepat bisa diambil apabila galaktorea yang Anda alami dipicu oleh penyakit tertentu.

Takut Boneka? Ini Pilihan Perawatan Pediophobia

Pediophobia, atau rasa takut terhadap boneka, merupakan sebuah kondisi yang relatif umum dijumpai. Pediophobia dipercaya sebagai salah satu jenis automatonophobia, atau rasa takut akan benda-benda yang menyerupai manusia. Beberapa orang takut akan semua jenis boneka dan mainan, dengan beberapa yang lain hanya takut jenis boneka tertentu. Boneka yang dapat berbicara atau bergerak dan boneka porcelain biasanya adalah jenis boneka yang paling ditakuti oleh para penderita pediophobia. Apabila anak Anda sering menangis atau menjerit saat melihat boneka, jangan khawatir. Pediophobia dapat diobati. Artikel ini akan membahas jenis perawatan yang bisa Anda lakukan apabila Anda atau anak memiliki pediophobia.

Diagnosa dan pilihan perawatan takut boneka

Untuk mendiagnosa pediophobia, dokter dan tenaga kesehatan mental akan melakukan wawancara klinis. Mereka biasanya akan mengikuti panduan diagnosa yang dipublikasikan oleh Asosiasi Psikiater Amerika (APA) dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5). Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang gejala dan riwayat medis yang Anda miliki. Dokter juga ingin memastikan apakah kondisi Anda tidak berhubungan dengan gangguan kesehatan mental lain, seperti schizophrenia, gangguan panik, gangguan obsesif kompulsif, atau gangguan kepribadian.

Ada beberapa metode perawatan yang tersedia untuk mengatasi pediophobia seperti beberapa jenis terapi dan obat-obatan resep.

  • Terapi paparan

Metode perawatan untuk fobia yang paling sering dijumpai adalah terapi paparan atau desensitisasi sistematis. Terapi ini melibatkan pemaparan penderita pediophobia dengan boneka secara bertahap. Anda juga akan diajarkan berbagai jenis teknik untuk mengatasi kecemasan, seperti latihan relaksasi dan pernapasan. Terapi paparan biasanya dimulai dengan melihat gambar boneka dan penderita pediophobia mempraktekkan teknik relaksasi. Setelah itu, dengan terapis ada di dekat Anda, Anda diminta menonton video pendek tentang boneka sembari melakukan teknik pernapasan dan relaksasi. Selain itu, Adna juga diminta untuk berada di dalam ruangan bersama dengan terapis dan boneka asli untuk melakukan latihan relaksasi. Tenaga kesehatan mental profesional juga dapat menggunakan jenis terapi lain untuk membantu mengubah rasa takut tidak rasional menjadi pandangan lebih logis dalam melihat boneka, seperti terapi perilaku kognitif, hipnotis, terapi keluarga, dan terapi virtual (di mana pasien dapat berinteraksi dengan boneka menggunakan komputer).

  • Obat-obatan

Meskipun tidak ada obat-obatan yang disetujui oleh Lembaga Obat dan Makanan (FDA) untuk secara khusus menjadi obat perawatan fobia, beberapa dokter meresepkan obat anti cemas dan antidepresan untuk membantu mengurangi gejala yang ditimbulkan. Beberapa contoh obat-obatan yang mungkin diresepkan oleh dokter di antaranya adalah benzodiazepines seperti alprazolam dan clonazepam serta diazepam, buspirone, penghambat beta, SSRI seperti escitalopram dan fluoxetine, dan MAOI seperti isocarboxazid dan phenelzine. Namun, obat seperti benzodiazepines hanya boleh digunakan dalam jangka waktu yang pendek. Dan pastikan untuk selalu mengikuti petunjuk dokter saat Anda mengonsumsi obat-obatan untuk kecemasan.

Harapan sembuh orang-orang yang menderita pediophobia cukup tinggi, terutama mereka yang mencari bantuan tenaga kesehatan mental profesional untuk mendapatkan bimbingan dalam mengatasi fobia. Untuk dapat meningkatkan harapan sembuh tersebut, orang-orang yang menderita pediophobia harus benar-benar memiliki komitmen dalam menjalani rencana perawatan mereka. Apabila rasa takut terhadap boneka memengaruhi fungsi aktivitas sehari-hari Anda, dan menyebabkan berbagai macam gejala parah yang mengganggu, kunjungi dokter atau petugas kesehatan mental profesional. Kebanyakan orang dapat dibantu melalui perawatan seperti terapi dan obat-obatan yang disebutkan di atas.

Teknik Dasar yang Harus Dipelajari Pemain Skateboard Pemula

Dari dulu hingga kini, skateboard memang sudah jadi bagian dari hidup anak muda. Banyak yang tertarik pada olahraga ini, baik yang sudah pro maupun yang masih baru belajar. Bagi skateboard pemula, ada beberapa teknik dasar yang setidaknya perlu dipahami.

Kita sering takjub melihat para pemain skateboard bisa seperti terbang di udara dan banyak yang ingin mencoba gaya serupa. Namun, trik tersebut akan sulit bagi skateboard pemula. Sebab, butuh jam terbang tinggi untuk melakukannya.

Teknik Dasar Bermain Skateboard untuk Pemula

Olahraga ekstrem ini memang tidak ada habisnya. Namun, sebelum mulai mencoba hobi ini, ada beberapa teknik yang perlu dipahami oleh skateboard pemula.

Bermain skateboard memiliki banyak risiko seperti terjatuh, kaki terkilir, hingga patah tulang. Berikut 4 teknik dasar bermain skateboard yang bisa dicoba oleh Anda para skater pemula.

  1. Pelajari Teknik Jatuh

Teknik pertama yang harus dikuasai oleh skateboard pemula adalah teknik jatuh. Bermain skateboard, apalagi bagi pemula yang baru belajar, persentase jatuhnya akan lebih besar karena belum terbiasa. Sehingga, pemain skateboard harus mengetahui posisi atau cara jatuh yang tidak membahayakan diri.

Jika posisi jatuhnya salah, bisa berakibat fatal. Jadi, perhatikan dan kuasai teknik jatuh dengan posisi yang benar sehingga dapat meminimalisir risiko cedera.

  • Teknik Melompat (Ollie) Bisa Dikembangkan Menjadi Teknik Lain

Penting untuk menguasai teknik lompatan atau disebut Ollie. Dari teknik ollie ini, pelan-pelan pemain skateboard pemula mengembangkannya menjadi teknik lain loncat memutar hingga papan menempel, teknik putaran papan skate, dan teknik lainnya.

Penting menguasai teknik dasar melompat agar bisa mencoba teknik lain yang lebih advance.

  • Menjaga Keseimbangan Diri dan Mengenali Kekuatan Kaki

Posisi kaki di atas papan skate sering menjadi permasalahan umum yang dilakukan oleh para skateboard pemula. Posisi kaki akan mempengaruhi keseimbangan dan pengendalian papan skate.

Pemain skateboard juga harus mengetahui kekuatan kakinya sendiri. Apakah kaki sebelah kiri atau kanan yang bisa lebih cepat dalam mengendalikan papan skate, kaki sebelah mana pula yang melepas papan.

  • Pilih Papan Skateboar yang Cocok

Memilih papan skateboard yang cocok bagi ukuran kaki Anda juga tak kalah pentingnya. Sesuaikan dengan ukuran dan kenyamanan skateboard dengan kaki Anda. Jangan sampai Anda memilih papan skate yang besar sedangkan ukuran kaki Anda kecil atau sebaliknya.

Tips Anti Cedera Bagi Skateboard Pemula

Selain mempelajari teknik dasar di atas, penting juga untuk mengetahui berbagai tips agar menghindari risiko cedera yang fatal bisa diminimalisir.

  • Gunakan Pengaman

Bagi skateboard pemula, jangan ragu dan malu menggunakan alat pengaman lengkap. Sebab, terjatuh saat bermain skate adalah hal yang pasti terjadi. Sehingga gunakan pengaman lengkap agar tidak mengalami cedera yang fatal.

  • Gunakan Pakaian yang Aman dan Nyaman

Outfit yang digunakan saat bermain skateboard juga penting untuk kenyamanan dan keamanan. Jangan pakai sendal, tapi gunakan sepatu yang empuk karena digunakan untuk melompat dariketinggian.

  • Bergabung dengan Komunitas

Bagi skateboard pemula, bergabung dengan komunitas pecinta skate akan membuat Anda banyak belajar. Berbagai hal baru seputar skate bisa Anda ketahui dan bisa langsung dicoba saat belajar bermain. Teruslah bertumbuh dan rajin berlatih.

  • Hargai Proses

Proses tidak boleh dianggap remeh dan menganggapnya hal mudah. Pemain skateboard tidak takut untuk jatuh. Berlatihlah terus dan konsisten.

Apakah Maltodextrin Berbahaya untuk Kesehatan?

Apakah Maltodextrin Berbahaya untuk Kesehatan?

Maltodextrin merupakan bahan yang sering digunakan sebagai pengental, pengisi, atau pengawet dalam banyak makanan olahan. Maltodextrin dapat Anda temukan dalam bentuk bubuk putih seperti tepung, tetapi bertekstur lebih halus. Bubuk putih ini terbuat dari tepung jagung, beras, tepung kentang, atau gandum.

Jika dikombinasikan dengan pemanis buatan, maltodextrin berguna untuk mempermanis produk makanan, seperti pada buah kaleng dan minuman bubuk. Meskipun maltodextrin terbuat dari bahan-bahan alami seperti pati jagung, nasi, kentang, atau gandum, tetapi maltodextrin merupakan bahan yang telah melewati banyak proses pengolahan.

Pati dari tumbuhan di atas akan melewati proses yang disebut hidrolisis agar bisa dipecah menjadi bentuk yang lebih kecil. Kemudian, asam atau enzim seperti alfa-amilase dicampurkan ke dalam pati. Campuran enzim dan pati tersebut akan menghasilkan tepung berwarna putih yang larut dalam air serta tidak memiliki rasa.

Atas dasar itu, sebuah pertanyaan bisa dimunculkan terkait keamanan atau dampak negatif maltodextrin terhadap tubuh manusia. Kira-kira, apa saja kemungkinan risiko yang bisa dialami seseorang jika mengonsumsi maltodextrin?

  • Dapat membahayakan kesehatan usus

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Plos One tahun 2012 menemukan bahwa maltodextrin dapat mengubah komposisi bakteri usus, sehingga Anda lebih rentan terhadap penyakit. Bahkan lebih banyak penelitian menunjukkan bahwa maltodextrin meningkatkan kelangsungan hidup salmonella, yang mungkin bertanggung jawab atas berbagai penyakit radang kronis. 

Konsumsi maltodextrin dalam jumlah banyak dapat menekan pertumbuhan bakteri baik (probiotik) dalam usus dan meningkatkan pertumbuhan bakteri jahat, seperti E. coli. Padahal, probiotik dalam usus dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Menurut beberapa penelitian, berbagai jenis bakteri dalam usus berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh, pengaturan berat badan, gula darah, dan metabolisme makanan.

  • Meningkatkan gula darah

Maltodextrin dapat menyebabkan lonjakan gula darah seseorang karena memiliki indeks glikemik yang tinggi. Ini bisa sangat berbahaya bagi orang dengan gejala diabetes atau resistensi insulin.

Indeks glikemik Maltodextrin bahkan lebih tinggi daripada gula meja, berkisar antara 106 hingga 136 (sementara gula meja adalah 65). Hal ini menyebabkan maltodextrin dapat meningkatkan kadar gula darah dengan sangat cepat sehingga konsumsi maltodextrin dalam jumlah banyak dapat berbahaya bagi seseorang yang mempunyai diabetes atau yang mempunyai keturunan diabetes. Makanan dengan indeks glikemik tinggi juga dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung.

  • Menimbulkan berbagai gangguan kesehatan

Maltodextrin dapat menyebabkan beberapa orang tertentu mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsinya, walaupun belum ada penelitian yang menghubungkan hal ini. Beberapa gangguan yang bisa muncul setelah mengonsumsi maltodextrin adalah sakit perut, perut kembung, diare, muntah, ruam, dan asma.

  • Dapat menyebabkan bertambahnya berat badan 

Mengingat maltodextrin tidak memiliki nilai gizi, mengonsumsi senyawa ini sebenarnya dapat meningkatkan berat badan. Pasalnya, maltodextrin biasa digunakan sebagai bahan dalam nutrisi bar dan pengganti makanan. Inilah sebabnya mengapa maltodextrin kerap digunakan oleh atlet dan binaragawan untuk membantu menambah berat badan mereka.

***

Perlu diketahui bahwa maltodekstrin hampir tidak mengandung vitamin dan mineral sehingga konsumsi maltodextrin yang terlalu sering tentu tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan tidak tercukupinya kebutuhan vitamin dan mineral. 

Pasalnya, orang yang mengonsumsi maltodextrin ini amat mungkin mengalami peningkatan gula darah, menekan pertumbuhan probiotik, dan secara toksik mempengaruhi beberapa organ dan sistem tubuh yang pada akhirnya bakal menyebabkan reaksi alergi atau efek samping.

Perbedaan Butter dan Margarin, Mana yang Lebih Sehat?

Butter dan margarin merupakan salah satu bahan dasar yang sering digunakan untuk memasak. Akan tetapi, hingga saat ini, masih banyak orang yang belum memahami dengan benar apa perbedaan butter dan margarin. 

Dari wujudnya, sekilas butter dan margarin memang terlihat serupa. Tapi, kalau diteliti lebih jauh, kedua bahan ini memiliki kandungan nutrisi, manfaat, serta resiko yang berbeda-beda bila dikonsumsi. 

Mengenal perbedaan butter dan margarin

Perbedaan butter dan margarin yang paling utama ada pada bahan pembuatan serta jenis lemak yang terkandung di dalamnya. Butter atau mentega merupakan produk yang terbuat dari susu atau krim yang diaduk. Sementara, margarin tidak termasuk ke dalam kategori produk susu.

Butter dibuat dengan memisahkan lemak mentega padat dari cairan mentega atau buttermilk. Tampilannya berwarna kuning pucat, tapi bisa juga tersedia dalam warna putih hingga kuning tua. Anda bisa mencoba untuk membuat butter sendiri di rumah. 

Sebagian besar mentega atau butter yang dijual di pasaran mengandung sekitar 80 persen lemak. Lemak ini merupakan lemak hewani, sehingga mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan margarin.

Berbeda dengan butter, margarin terbuat dari bahan utama minyak sayur, air, garam, dan emulsifiers. Anda tidak bisa mencoba untuk membuat sendiri margarin di rumah, karena margarin merupakan produk yang hanya bisa diolah dari pabrik.

Karena komponen utamanya adalah minyak nabati, margarin cenderung lebih rendah kolesterol dan lemak jenuh bila dibandingkan dengan butter

Perbedaan butter dan margarin dari segi manfaat 

Penggunaan butter dan margarin dalam bahan masakan bisa memberikan manfaat yang berbeda-beda bagi kesehatan tubuh Anda. Karena cara dan bahan pembuatannya yang berbeda, manfaat yang dirasakan pun akan beragam.

Untuk mengetahui perbedaan butter dan margarin dari segi manfaat, berikut ini keuntungan yang bisa didapat dengan menggunakan butter berdasarkan kandungannya: 

  • Vitamin K12

Tidak banyak orang mengetahui pentingnya vitamin K12 bagi kesehatan tubuh. Kadar vitamin K12 yang cukup bisa membantu dalam mencegah berbagai penyakit serius, seperti kanker, osteoporosis, dan penyakit jantung. 

  • Conjugated Linoleic Acid (CLA)

CLA merupakan kandungan asam lemak yang terdapat dalam butter. Menurut penelitian, asam lemak ini memiliki sifat antikanker dan mampu menurunkan persentase lemak di tubuh Anda. 

  • Butyrate

Butyrate adalah asam lemak rantai pendek yang dapat ditemukan dalam butter dan juga diproduksi oleh bakteri di usus. Asam ini mampu melawan peradangan, meningkatkan kesehatan pencernaan, dan membantu mencegah penambahan berat badan.

  • Omega-3

Mentega yang diolah dari sapi yang mengonsumsi rumput kaya akan kandungan omega-3 dan rendah omega-6. Hal ini baik untuk dikonsumsi oleh orang-orang yang sudah terlalu banyak mengonsumsi omega-6 dan bukan omega-3.

Sementara, margarin juga memiliki manfaat khusus yang menjadi perbedaan butter dan margarin. Manfaat dari margarin antara lain: 

  • Mengandung fitosterol atau stanol

Fitosterol atau stanol berfungsi untuk menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh. Meski begitu, kolesterol baik pun ikut diturunkan melalui konsumsi margarin. 

Kandungan stanol dalam margarin diperoleh dari minyak nabati sebagai senyawa alami yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan. 

  • Mengandung lemak tak jenuh

Lemak tak jenuh ganda yang tinggi terdapat dalam margarin. Jumlahnya tergantung pada minyak nabati yang digunakan untuk membuatnya. Hal ini tentu lebih baik dibandingkan dengan lemak jenuh. 

Meski terdapat perbedaan butter dan margarin, keduanya tetap sama-sama memiliki manfaat dan bisa digunakan saat memasak. Anda bisa menyesuaikan penggunaannya berdasarkan manfaat kesehatan yang ingin dirasakan.

Penyebab Munculnya Percobaan Bunuh Diri

Percobaan bunuh diri merupakan suatu kondisi di mana seseorang melakukan hal yang bisa mengakhiri hidupnya sendiri. Biasanya kondisi ini dipicu beberapa faktor, seperti depresi, akibat penyalahgunaan obat hingga masalah dalam kehidupan. Untuk melakukan pencegahan bunuh diri memang harus datang dari diri orang tersebut, tetapi juga harus didukung orang terdekat.

Selain faktor untuk mengakhiri hidup, terdapat beberapa tanda yang biasa ditunjukkan seseoran ketika ingin mencoba bunuh diri. Seperti terlihat cemas, merasa bersalah hingga membuat wasiat, kondisi ini dapat dicegah dengan adanya peran aktif dari orang terdekat seperti keluarga, kerabat, teman atau yang lainnya.

Penyebab Percobaan Bunuh Diri

Sebelum berbicara mengenai cara pencegahan bunuh diri, terlebih dahulu yang perlu diketahui adalah penyebab dan gejala percobaan bunuh diri. Keinginan untuk mengakhiri hidup biasanya tergantung dari kondisi seseorang itu, karena memang terdapat banyak faktor yang bisa dijadikan sebagai alasan, seperti berikut.

  • Mengalami gangguan mental, depresi misalnya dan kekerasan psikologis seperti korban perundungan atau bully.
  • Penyalahgunaan NAPZA, obat-obatan terlarang memang memiliki dampak buruk bagi kesehatan mental pemakainya.
  • Menderita penyakit parah hingga mengakibatkan tekanan batin, bisa juga datang dari nasib seperti kehilangan pekerjaan, status atau kedudukan hingga uang.
  • Mengalami kekerasan seksual, kehilangan kerabat dekat atau anggota keluarga hingga telah melakukan perbuatan pindana hingga dipenjara.
  • Cyberbullying atau perundungan melalui dunia maya atau media sosial juga menjadi penyebab seseorang melakukan percobaan bunuh diri.

Sementara itu, tanda atau gejala seseorang yang akan ingin melakukan percobaan bunuh diri juga banyak. Biasanya ditunjukkan lewat sikap atau gerak-gerik orang itu, kelakuan aneh seseorang yang tidak seperti biasanya menjadi tanda paling umum. Berikut ini beberapa tanda orang yang ingin melakukan bunuh diri.

  • Membuat wasiat, memberikan benda-benda berharga ke orang lain yang umumnya masih kerabat atau keluarga.
  • Tiba-tiba mengucapkan perpisahan atau pamit kepada keluarga dan kerabat tanpa alasan yang jelas dan masuk akal.
  • Menyimpan obat terlarang yang berbahaya atau senjata api, sering mengonsumsi alkohol dan obat-obatan.
  • Menjauhkan diri dari kerabat atau keluarga tanpa alasan yang jelas, menunjukkan sikap cemas dan gelisah.
  • Terjadi perubahan, biasanya terhadpa pola makan dan tidur dan perubahan suasana hati yang drastis.
  • Nekat melakukan tindakan berbahaya yang dampaknya bisa mengakibatkan kematian, seperti ugal-ugalan dalam berkendara di jalan raya.

Pencegahan Bunuh Diri

Mengetahui faktor risiko dan tanda-tanda percobaan bunuh diri yang diperlihatkan seseorang sangat penting. Misalnya, terdapat anggota keluarga atau teman yang memiliki tanda-tanda tersebut harus segera melakukan tindakan pencegahan. Berikut ini terdapat beberapa tindakan yang bisa diambil jika mengetahui orang lain menunjukkan gejala di atas.

  • Mencoba mendengarkan sekaligus mempelajari dengan seksama apa yang dipikirkan oleh orang tersebut.
  • Membantu dalam mengatasi depresi yang dialami, tanyakan apakah ada keinginan untuk melakukan bunuh diri.
  • Beri kasih sayang baik dalam bentuk perbuatan maupun kata-kata dan jangan sampai mengabaikan perasaannya.
  • Untuk jaga-jaga, jauhkan barang-barang yang bisa dimanfaatkan untuk mengakhiri hidup, seperti pisau, senjata api dan tali.
  • Metode medis juga kemungkinan sangat disarankan, psikoterapi yang akan melatih pasien atau orang yang ingin bunuh diri menangani stres.
  • Konsumsi obat juga menjadi bagian dari metode mesi, beberapa jenis obat golongan antipsikotik seperti clozapine juga sering dikonsumsikan pada pasien skizofrenia dengan tujuan untuk menurunkan risiko munculnya keinginan bunuh diri.

Penyebab Ikatan Batin dengan Bayi Sulit Dibentuk

Mungkin tidak semua orang tua bisa membangun ikatan batinnya dengan bayi yang baru lahir. Ada pula yang sampai butuh waktu lama untuk bisa membentuknya. Hal yang perlu dicatat adalah membentuk ikatan dengan bayi itu penting dan tidak bisa terjadi secara instan, karena merupakan sebuah proses. Oleh sebab itu, Anda tidak perlu khawatir jika memang Anda butuh waktu sedikit lebih lama dari orang tua yang lain. Tentunya, selama Anda terus berusaha membentuknya dengan baik. 

Pentingnya membangun ikatan batin (bonding)

Ikatan batin terjadi ketika bayi dan orang tua membentuk hubungan yang kuat satu sama lain, baik itu secara emosional maupun fisik. Ikatan yang terbentuk dapat membantu bayi melepaskan hormon di otak untuk mendorong pertumbuhan otak dengan cepat. Selain itu, ikatan batin juga mendorong perkembangan sel-sel otak yang penting untuk pembelajaran, pertumbuhan, dan perkembangan positif dari perasaan bayi.

Dengan siapa bayi membentuk keterikatan?

Umumnya, bayi lebih menempel pada ibunya, karena di usia kehamilan 8 bulan, bayi sudah dapat mengenali dan ditenangkan dengan suara ibu saat di dalam kandungan. Begitu ia lahir, bayi baru lahir pun dapat mengenali beberapa suara di sekitarnya.

Selain orang tua, bayi sebenarnya juga bisa menciptakan keterikatannya dengan orang lain. Ayah, kakek, nenek, dan pengasuhnya juga bisa terikat dengan bayi Anda. Namun, bukan berarti bayi Anda akan berkurang keterikatannya dengan Anda, melainkan membantu bayi Anda belajar dekat dengan orang lain.

Saat Anda menanggapi dan memenuhi semua kebutuhan bayi baru lahir, maka sebenarnya ikatan batin dengan bayi Anda sudah terbentuk. Bergantung pada usia dan tingkat perkembangannya, mereka mungkin akan menunjukkan responnya dengan cara:

  • Melakukan kontak mata dengan Anda.
  • Tersenyum, tertawa, atau membuat suara lain yang ditujukan kepada Anda.
  • Mengulurkan tangannya kepada Anda.
  • Merangkak ke arah Anda.
  • Meniru apa yang Anda lakukan.
  • Menangis ketika menginginkan sesuatu sambil menatap Anda.
  • Tertarik dengan sesuatu yang Anda lakukan.

Hal yang menyebabkan ikatan batin sulit dibentuk

Meskipun ikatan batin bisa langsung terbentuk bagi beberapa orang, tetapi ada pula yang kesulitan membangun ikatan ini dengan bayinya. Perlu Anda ingat bahwa jangan pernah Anda merasa bersalah jika tidak terikat dengan bayi Anda sejak awal. Proses bonding ini terkadang bisa membutuhkan waktu lebih lama. Seiring dengan Anda merawat si Kecil, maka ikatan batin juga akan tumbuh. 

Beberapa orang tua, terutama para ibu, kesulitan membangun ikatan ini setelah menjalani operasi caesar atau tidak dapat melihat bayinya segera setelah melahirkan. Hal ini sering terjadi pada bayi lahir prematur dan harus menghabiskan waktunya di unit perawatan intensif neonatal (NICU) setelah dilahirkan. Selain itu, kesulitan juga bisa terjadi ketika Anda mengadopsi seorang bayi. Oleh sebab itu, mungkin butuh waktu lebih lama untuk bisa membangun ikatan batin.

Kondisi lain yang bisa memengaruhi keterikatan ini adalah depresi pasca persalinan, yang dapat mencegah ibu terikat sepenuhnya dengan bayinya. Rasa sakit dan kelelahan yang dialami, terutama persalinan yang sulit, juga bisa menghambat proses ikatan terjadi.

Terkadang, kondisi ibu atau ayah juga bisa memengaruhi proses ikatan batin dengan bayi baru lahir, seperti:

  • Masa kecil yang tidak memiliki teladan positif dari orang tua.
  • Riwayat depresi atau penyakit mental lainnya.
  • Kehilangan anak di masa lalu.
  • Kurang kemampuan bersosialisasi.
  • Adanya tekanan dalam hal pekerjaan atau masalah keuangan lainnya.
  • Masalah pelecehan atau kekerasan dalam perkawinan.

Catatan

Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk menjalin ikatan batin dengan bayi Anda yang baru lahir adalah memberikan sentuhan atau kontak kulit ke kulit sambil menyusuinya. Hal ini akan menenangkan bagi Anda dan bayi Anda. Lalu, lakukan kontak mata ke mata akan membangun komunikasi yang berarti dengan bayi Anda.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai