
Mungkin telah banyak orang yang salah kaprah terhadap karbohidrat, menganggap karbohidrat adalah alasan berat badan terus bertambah. Hingga akhirnya, banyak orang merelakan tubuhnya kekurangan karbohidrat demi tercapainya berat badan ideal. Faktanya, karbohidrat adalah sumber energi utama di dalam tubuh. Tanpa karbohidrat, tubuh tidak akan bisa melakukan seluruh aktivitasnya dengan baik.
Apa peran penting karbohidrat di tubuh?
Sebelum Anda mengira bahwa karbohidrat adalah ‘musuh’ yang harus dihilangkan dari menu makanan harian, cobalah pahami peran penting karbohidrat di dalam tubuh berikut ini.
Memberi energi
Selama proses pencernaan, karbohidrat akan dipecah menjadi gula sederhana, kemudian diserap ke dalam darah Anda. Inilah yang dikenal sebagai gula darah (glukosa). Glukosa digunakan tubuh untuk menghasilkan energi, sehingga Anda bisa melakukan semua aktivitas, seperti bernapas, berjalan, duduk, berdiri, dan lain sebagainya. Jika glukosa berlebih, maka akan disimpan di dalam hati, otot, dan sel lain untuk digunakan kembali saat tubuh membutuhkannya.
Melindungi dari penyakit
Beberapa bukti penelitian menunjukkan bahwa biji-bijian dan serat dari makanan utuh dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, obesitas, dan diabetes tipe 2, serta memelihara kesehatan pencernaan Anda secara optimal.
Mengontrol berat badan
Mengonsumsi banyak buah, sayuran, dan biji-bijian dapat membantu mengontrol berat badan Anda. Serat yang terkandung di dalamnya dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga mengendalikan asupan makanan yang berlebihan.
Akibat dan gejala tubuh kekurangan karbohidrat
Karbohidrat di dalam tubuh akan dipecah menjadi gula sederhana yang akan digunakan sebagai sumber energi utama. Energi akan dibutuhkan otak, otot, dan bagian lain tubuh Anda lainnya agar dapat berfungsi dengan normal. Jika tubuh kekurangan karbohidrat, kadar gula dalam darah Anda bisa turun dan menyebabkan hipoglikemia. Di kondisi ini, tubuh Anda mulai membakar lemak untuk menghasilkan energi dan menyebabkan ketosis.
Gejala hipoglikemia yang mungkin akan Anda rasakan, meliputi:
- Kelaparan.
- Tubuh terasa goyah.
- Kepala pusing.
- Kebingungan.
- Kesulitan berbicara.
- Merasa cemas dan lemah.
Adapun gejala ketosis yang mungkin bisa terjadi, meliputi:
- Kelelahan mental.
- Bau mulut.
- Mual dan sakit kepala.
- Persendian membengkak dan terasa sakit.
- Batu ginjal yang parah.
Perhatikan, kelebihan karbohidrat juga tidak baik untuk tubuh!
Diet tinggi karbohidrat juga dapat menyebabkan kadar gula darah melonjak tajam dan meningkatkan risiko diabetes. Bila dilakukan dalam jangka panjang, keseimbangan asupan lemak dan protein juga jadi terganggu. Kondisi ini akan menimbulkan gejala defisiensi asam lemak esensial atau defisiensi asam amino esensial, termasuk:
- Kulit kering.
- Otot lemah.
- Mengidam makanan yang berlemak.
- Depresi.
Jadi, konsumsilah karbohidrat secara bijak!
Karbohidrat adalah bagian penting dari makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Normalnya, kebutuhan kabohidrat seseorang mencakup 45 – 65% dari total energi setiap hari. Jadi, jika total kebutuhan energi Anda sebanyak 2.000 Kalori sehari, maka sekitar 900 – 1.300 Kalorinya berasal dari karbohidrat. Ini sekitar 225 – 325 gram karbohidrat sehari. Kebutuhan ini dapat berubah sesuai dengan kondisi tubuh Anda, misalnya jika Anda penderita diabetes atau dalam kondisi hamil.
Beberapa cara menyeimbangkan asupan karbohidrat dari makanan, sehingga terhindar dari kekurangan karbohidrat, yaitu:
- Konsumsi buah-buahan 2 – 3 porsi, sedangkan sayuran 3 – 4 porsi dalam sehari.
- Pilih biji-bijian yang utuh daripada biji-bijian olahan.
- Pilih produk susu rendah lemak untuk membantu membatasi kalori dan lemak jenuh.
- Perbanyak konsumsi kacang-kacangan, seperti kacang polong dan lentil.
- Batasi gula tambahan.
Sekarang, buanglah pemikiran karbohidrat harus dihilangkan dari makanan atau membatasi asupan karbohidrat Anda secara ekstrem. Anda bisa mengonsumsi karbohidrat secara bijak dan zat gizi penting lainnya juga tetap terpenuhi. Dengan melakukan hal ini, tubuh Anda tidak akan kelebihan ataupun kekurangan karbohidrat.

