Hidrosefalus tekanan normal merupakan kondisi medis karena adanya kelebihan cairan serebrospinal di ventrikel otak yang menyebabkan kerusakan. Cairan serebrospinal ini memiliki berbagai fungsi termasuk melindungi otak saraf, membuang limbah sisa metabolisme, dan memberi nutrisi. Biasanya cairan serebrospinal akan terserap oleh pembuluh darah, akan tetapi pada pasien hidrosefalus tekanan normal penyerapan cairan serebrospinal tidak terjadi dengan baik. Hidrosefalus tekanan normal berbeda dengan hidrosefalus biasa dari segi penderita. Hidrosefaus biasa umumnya bersifat bawaan dan erjadi pada anak-anak. Sedangkan hidrosefalus tekanan normal umumnya terjadi pada lansia.
Tanda-tanda hidrosefalus tekanan normal
Berikut ini merupakan beberapa tanda pada pasien yang menderita hidrosefalus tekanan normal.
- Mengalami masalah ingatan tentang dirinya sendiri maupun hal lain dan semakin memburuk setiap harinya
- Mengalami gangguan buang air kecil seperti inkontinensia atau tidak dapat menahan buang air kecil, rasa ingin buang air kecil yang muncul tiba-tiba, dan intensitas buang air kecil meningkat. Umumnya pasien akan mengalami gejala ini dalam waktu lama.
- Mengalami kesulitan berjalan seperti berkurangnya keseimbangan, berjalan menjadi lambat, gemetar, serta langkah kaki melebar.
Penyebab hidrosefalus tekanan normal
Hingga saat ini, penyebab hidrosefalus tekanan normal secara pasti belum dapat diketahui. Hal itu membuat langkah pencegahan terhadap penyakit ini tidak dapat dilakukan. Akan tetapi, beberapa faktor risiko dapat menyebabkan hidrosefalus tekanan normal. Berikut beberapa faktor tersebut.
- Adanya infeksi sistem saraf pusat seperti meningitis karena gondok atau bakteri.
- Adanya cedera otak tertentu.
- Adanya luka, tumor otak, atau sesuatu di sumsum tulang belakang.
- Adanaya pendarahan di otak akibat cedera kepala atau stroke.
Pengobatan hidrosefalus tekanan normal
Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengobati hidrosefalus tekanan normal seperti berikut ini.
- Melakukan pemeriksaan ke dokter
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi CT-Scan atau MRI otak, pemeriksaan cairan serebrospinal, pemeriksaan cara berjalan, dan tes memori. Berbagai pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memastikan apakah seseorang menderita hidrosefalus tekanan normal atau gangguan medis lainnya.
- Memperbaiki pola hidup
Seseorang yang mengalami hidrosefalus tekanan normal dapat mengurangi gejala dengan memperbaiki pola hidup. Beberapa yang dapat dilakukan yaitu menghindari merokok, menjaga berat badan, serta berolahraga secara teratur.
- Jalani terapi kognitif
Terapi kognitif bisa dijalankan jika dirasa diperlukan. Terapi ini bertujuan untuk merangsang kinerja otak sehingga gejala yang berhubungan dengan masalah ingatan dapat dikurangi.
- Operasi bedah
Operasi bedah mungkin dilakukan untuk pengobatan pada pasien hidrosefalus tekanan normal. Pemasangan shunt dapat dilakukan untuk membantu cairan serbrospinal dapat diserap.
Komplikasi yang mungkin terjadi
Pengobatan yang dijalankan pada penderita hidrosefalus tekanan normal memiliki risiko dan komplikasi tertentu. Beberapa komplikasi dapat terjadi seperti berikut ini.
- Infeksi pada shunt
Komplikasi pengobatan yang mungkin timbul salah satunya adalah adanya infeksi pada shunt. Penyebabnya yaitu adanya organisme bakteri yaitu Staphylococcus Epidermidis. Bakteri ini tidak dapat muncul karena penularan namun telah ada di permukaan kulit seseorang terutama pada kelenjar keringat dan folikel rambut di dalam kulit.
- Hematoma subdural
Selain infeksi pada shunt, pasien hidrosefalus tekanan normal yang menjalani pengobatan juga berisiko mengalami hematoma subdural. Kondisi tersebut merupakan salah satu komplikasi serius. Hematoma subdural adalah gumpalan darah yang terjadi pada pasien hidrosefalus tekanan normal. Hal tersebut biasanya terjadi setelah pemasangan shunt.
- Shunt rusak
Risiko kerusakan shunt dapat terjadi ketika pemasangan di otak sedang dilakukan berupa penyumbatan shunt parsial atau lengkap. Hal tersebut berakibat pada fungsi shunt yang dapat tiba-tiba berhenti kemudian berfungsi lagi. Penyumbatan shunt ini daapt menyebabkan cairan serebrospinal menumpuk sehingga hidrosefalus tekanan normal yang dialami akan semakin parah.
Pasien yang mengalami hidrosefalus tekanan normal perlu penanganan medis. Kondisi ini akan menunjukkan gejala yang terus menerus memburuk seiring berjalannya waktu. Meski hidrosefalus tekanan normal umumnya menyerang lansia berusia di atas 60 tahun, namun seseorang dengan faktor risiko seperti yang disebutkan di atas perlu lebih waspada. Selain itu, Anda dapat selalu memantau kondisi kesehatan Anda dengan rutin berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Konsultasi dapat dilakukan secara online dan mudah.



