Beberapa Kegunaan atau Indikasi dari Calcium Gluconate

Bagi awam, mungkin Calcium gloconat terdengar asing di telinga. Namun, dalam dunia medis Calsium gloconate atau kalsium glukonat telah umum sekali digunakan dalam beberapa pengobatan.

Fungsi utama dari obat ini adalah digunakan untuk menaikan kadar kalsium seseorang. Selain itu, obat ini juga bisa digunakan sebagai antidotum misalnya pada keadaan overdosis calcium channel blocker dan luka bakar asam hidrofluorik. Lebih jelas mengenai kegunaan atau indikasi dari Calcium gloconate dijelaskan dalam pembahasan berikut ini:

  • Hipokalsemia

Hipokalsemia dikenal sebagai penyakit defisiensi kalsium. Kondisi ini terjadi ketika kadar kalsium dalam darah rendah. Hipokalsemia dapat disebabkan kekurangan vitamin D. Hipokalsemia juga bisa menandakan kondisi empat kelenjar kecil di leher (kelenjar paratiroid), ginjal, atau pankreas. Sebagian besar kasus tidak memiliki gejala. Pada kasus yang parah, gejalanya berupa kram otot, kebingungan, dan kesemutan di bibir dan jari-jari.

  • Osteoporosis

Osteroporosis adalah suatu penyakit disebabkan oleh pengeroposan tulang. Faktor penuaan menjadi sebab utama timbulnya kondisi ini. Massa tulang berkurang seiring berjalannya waktu dan usia yang menyebabkan tulang menjadi murah rapuh. Kepadatan tulang yang menurun juga beresiko rentannya retak pada tulang.

Gejala osteoporosis antara lain:

  • Sakit punggung;
  • Tinggi badan menurun;
  • Tulang mudah patah;
  • Rasa nyeri akibat patah tulang.

Osteoporosis banyak terjadi pada wanita. Hampir 50% wanita mengidap osteoporosis yang secara dominan ditimbulkan akibat post menopause

  • Rakitis

Rakitis merupakan suatu kelainan tulang kaki. Kondisi ini juga sering dinamakan ricketsia atau rickets. Penyakit ini disebabkan kurangnya asupan vitamin D, kalsium, fosfat, yang menyerang anak-anak usia 6 bulan hingga 3 tahun dan mengganggu proses pertumbuhan anak.

Penyakit ini menimbulkan massa tulang yang tidak penih dan tulang menjadi lunak akibat jaringan tulang sangat tipis dan tidak mampu menjaga kestabilan pertumbuhan. Gejala yang ditemukan pada penyakit rakitis antara lain:

  • Kaki yang bengkok;
  • Penebalan pada pergelangan tangan dan kaki;
  • Otot lemas;
  • Pertumbuhan terhambat.

Rakitis banyak ditemukan pada orang berekonomi rendah dan yang memiliki persentasi asupan sumber vitamn D dan kalsium yang sangat minim dari susu, ikan, minyak ikan, serta tinggal di daerah yang kurang dari sinar matahari.

  • Overdosis magnesium sulfat

Kalsium glukonat juga bekerja menghalang pembentukan garam magnesium sulfat yang biasa diberikan pada ibu hamil untuk mencegah terjadinya preeklampsia atau kejang pada kehamilan. Pemberian magnesium sulfat yang melebihi dosis dapat menyebabkan distres napas dan hilangnya reflek tendon atau hiporefleksia.

Selain itu, beberapa kegunaan lain dari Calcium gluconate atau kalsium glukonat antara lain:

  • Menjaga jantung agar tetap normal;
  • Menjaga fungsi hati;
  • Menjaga aliran darah;
  • Mengurangi kinerja kelenjar paratiroid (hypoparathyroidism);
  • Mencegah atau mengobati lemah tulang (rakitis);
  • Beberapa masalah otot (latent tetany).

Kendati tergolong obat bebas, Calcium gloconate tetap harus digunakan secara hati-hati. Penggunaan yang tidak tepat memungkinkan seseorang mengalami efek samping yang tersimpan di dalam obat ini. 

Namun, masing-masing orang mungkin bakal mengalami efek samping yang berbeda-beda, tergantung kondisi mereka. Akan tetapi umumnya efek sampin dari Calcium gluconate ini antara lain:

  • Tanda-tanda reaksi alergi; seperti ruam kulit, biduran, gatal, kulit kemerahan, bengkak.
  • Tanda tanda kelebihan kalsium; seperti lemah, kebingungan, merasa lelah, sakit kepala, rasa tidak nyaman pada perut, sembelit, dan nyeri tulang.

Oleh karenanya menjadi penting bagi seseorang untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi Calcium gloconate. Pemeriksaan yang dilakukan dokter akan memberi Anda gambaran pasti dari obat ini, termasuk berbagai kemungkinan yang bisa Anda alami jika mengonsumsi obat ini.

Inilah Khasiat Madu Bagi Tubuh

Setiap orang dihimbau untuk menjaga kesehatan tubuh supaya terhindar dari risiko seperti sakit tenggorokan. Sakit tenggorokan bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Jika Anda ingin mengobati sakit tenggorokan, Anda sebaiknya konsumsi obat. Tidak hanya obat, pilihan lain yang bisa Anda gunakan adalah bahan alami. Contoh bahan alami yang bisa meredakan sakit tenggorokan adalah madu. Khasiat madu bermanfaat untuk tubuh.

Pemahaman Tentang Madu

Madu bisa Anda konsumsi untuk mencegah tenggorokan yang disertai dengan batuk. Madu bisa dikonsumsi oleh anak-anak yang berusia lebih dari satu tahun dan dewasa. Madu tidak hanya merupakan pilihan umum untuk menjaga kesehatan tubuh manusia, namun juga banyak digunakan sebagai sumber penelitian.

Sebagai bahan alami, madu yang mentah mengandung antiseptik yang disebut sebagai hidrogen peroksida. Kandungan ini bisa memberikan efek antijamur dan antibakteri pada tubuh manusia. Efektivitas yang ada pada kandungan madu tersebut juga bergantung pada kualitas yang tersedia di pasaran.

Beberapa penelitian menyatakan bahwa khasiat madu bisa digunakan konsumen untuk mengatasi sakit tenggorokan. Menurut sebuah studi yang ditampilkan melalui jurnal Molecule, madu memiliki efek yang baik pada tubuh manusia karena mempunyai ciri-ciri berikut:

  • Mempunyai sifat antioksidan.
  • Mempunyai sifat antijamur.
  • Mempunyai sifat antivirus.
  • Mempunyai efek anti peradangan.
  • Memiliki peran dalam mencegah mikroba di dalam tubuh.
  • Menjaga kondisi tubuh supaya terhindar dari risiko kanker.
  • Mencegah diabetes.

Madu mentah yang tidak dipasteurisasi mengandung polen lebah. Menurut sebuah studi yang ditampilkan melalui jurnal Evidence Based Complement Alternative Medicine, polen lebah mempunyai ciri-ciri berikut:

  • Mempunyai efek antioksidan.
  • Mempunyai efek antiradang.
  • Mempunyai efek antijamur.
  • Mempunyai efek antibakteri.
  • Mempunyai kemampuan untuk mengatasi nyeri.

Selain sifat di atas, polen madu juga mengandung sumber yang bermanfaat, antara lain vitamin A, vitamin C, kalsium, natrium, dan magnesium.

Madu Biasa atau Madu Mentah?

Anda mungkin merasa bingung untuk memilih antara madu mentah dan madu biasa yang telah dipasteurisasi. Kedua madu tersebut memiliki beberapa perbedaan. Meskipun membutuhkan penelitian lebih lanjut, para peneliti menyatakan bahwa madu yang dipasteurisasi mengandung zat-zat yang bisa memberikan lebih sedikit manfaat pada tubuh manusia dibandingkan dengan madu mentah.

Madu yang dipasteurisasi harus diuji melalui suhu tinggi. Suhu tinggi dapat meningkatkan warna dan tekstur madu tersebut. Tidak hanya itu, proses tersebut juga dilakukan untuk membunuh jamur yang berbahaya, menghilangkan kristalisasi, dan menambah usia penyimpanan madu.

Di sisi lain, madu yang dipasteurisasi juga bisa mengurangi nutrisi untuk tubuh. Selain itu, madu tersebut memiliki gula tambahan dan zat-zat aditif yang pada umumnya ada pada pengawet.

Meskipun kedua pilihan madu tersebut memiliki kelemahan, kedua madu tersebut baik untuk dikonsumsi. Namun, Anda sebaiknya pilih madu mentah, karena madu mentah memiliki nutrisi yang lebih baik.

Campuran dengan Bahan Lain

Anda bisa mencampurkan madu dengan takaran dua sendok makan ke dalam gelas air hangat. Madu bisa Anda konsumsi di pagi hari untuk membantu Anda melakukan aktivitas sesuai kebutuhan Anda.

Tidak hanya dengan air hangat, Anda bisa mencampurkan madu dengan bahan-bahan lain seperti perasan lemon yang dicampurkan ke dalam cangkir teh.

Efek Samping Madu

Sama seperti bahan lain, Anda perlu pahami bahwa madu juga bisa memicu efek samping seperti mual dan muntah. Meskipun jarang terjadi, madu juga bisa membuat sebagian orang mengalami kondisi yang lebih serius.

Bahan-Bahan Lain untuk Mengatasi Sakit Tenggorokan

Jika Anda tidak bisa mengkonsumsi madu karena alergi terhadap bahan tersebut, Anda sebaiknya gunakan bahan lain seperti teh chamonile dan akar licorice untuk mengatasi sakit tenggorokan.

Kesimpulan

Khasiat madu bisa menjaga kondisi tubuh supaya terhindar dari risiko sakit tenggorokan. Madu juga merupakan bahan alami yang sangat direkomendasikan oleh para peneliti dan Anda bisa mencampurkan madu dengan bahan lain jika Anda ingin menambah selera minuman Anda.

Bahaya Asam Karbonat untuk Tubuhmu

Asam karbonat (H2CO3) merupakan suatu asam organik. Asam karbonat ini termasuk dalam asam tanah. Dalam fisiologi, asam karbonat digambarkan sebagai asam volatil atau asam pernapasan, karena adanya suatu senyawa itu ialah satu-satunya asam yang diekskresikan oleh paru-paru sebagai gas. 

Senyawa tersebut dapat memainkan peran penting dalam sistem penyangga bikarbonat dalam mempertahankan homeostasis asam. Telah lama diyakini bahwa asam karbonat tidak dapat eksis sebagai senyawa murni. Pada tahun 1991, bagaimanapun, dilaporkan bahwa dalam para ilmuwan NASA telah berhasil membuat sebuah sampel H2CO3 padat.

Senyawa tersebut dalam suatu produk perantara dalam pengangkutan CO2 dari tubuh melalui pertukaran gas melalui proses pernapasan. Reaksi hidrasi karbon dioksida atau CO2 biasanya lambat ketika tidak kembung.

Namun, sel darah merah mengandung enzim dari enzim asam karbonat, yang meningkatkan laju reaksi dan dapat memisahkan ion hidrogen atau H + dari asam karbonat yang terbentuk, yang mengarah ke bikarbonat terlarut atau plasma darah HCO-3.

Reaksi katalitik ini kembali ke paru-paru, di mana bikarbonat diubah kembali menjadi CO2 sehingga gas dapat terbakar. Proses kesetimbangan ini sangat penting sebagai penyangga atau larutan penyangga terhadap suebuah darah manusia.

Sifat Fisik dan Kimia

Asam karbatin hanya tersedia dalam larutan air. Kamu belum dapat mengisolasi koneksi murni. Solusi ini mudah dimengerti karena mengandung gas karbon dioksida efisien yang dilepaskan dari media air.

Ini memiliki berat molekul 62.024 g/mol dan kepadatan 1,668 g / ml Asam karbonat adalah asam lemah dan tidak stabil yang sebagian berdisosiasi dalam air dalam ion air (H +) dan ion bikarbonat (HCO3-) karena pKa 3.6.

Asam karbonat tidak dianggap beracun atau berbahaya dan ada dalam tubuh manusia. Akan tetapi, dalam suatu paparan terhadap sebuah konsentrasi tinggi dapat mempengaruhi saluran pernapasan dan mata.

Asam karbinic umumnya ditemukan dalam air dari samudera, samudera, danau, sungai, dan hujan karena ia tercipta ketika karbon dioksida, yang berada dalam suasana hati, berinteraksi dengan air.

Bahkan di es gletser, pada tingkat lebih rendah. Asam karbat adalah asam yang sangat lemah, meskipun dapat menyebabkan erosi dalam jangka panjang.

Peningkatan dalam karbon terhadap dioksida di atmosfer menyebabkan produksi lebih banyak asam karbonat di lautan dan di beberapa bagian, yang bertanggung jawab atas keasaman lautan dalam seratus tahun terakhir.

Karbon dioksida, produk sampingan dari sel-sel limbah metabolisme, ditemukan dalam konsentrasi tinggi dalam jaringan. Ini menyebar dalam darah dan diangkut ke paru-paru untuk dikeluarkan dari udara yang dihembuskan.

Bahaya H2CO3 Asam Karbonat

Jika kamu dapat mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung Dalcooam H2CO3 (asam karbonat), itu dapat menyebabkan keasaman dalam darah menjadi lebih asam daripada pH dalam darah. Kondisi ini disebut asidosis.

Efeknya adalah nafas menjadi lebih dalam dan lebih cepat ketika tubuh mencoba mengurangi kelebihan asam dalam darah dengan menurunkan karbon dioksida.

Dimungkinkan untuk bernafas tanpa bernafas. Selain itu, ginjal mencoba menetralisir kondisi tersebut dengan mengeluarkan lebih banyak asam dalam urin. Akan tetapi, ketika di dalam tubuh menggunakan H2CO3 dalam jumlah besar, ginjal tidak lagi berfungsi karena asidosis parah.

Jika ini terus berlanjut, pasti mereka yang merasa terlalu lelah akan menderita kantuk dan sering mual dan kebingungan. Dan jika asidosis tidak diobati dengan benar, tekanan darah, syok, koma dan bahkan kematian akan turun.

Meskipun karbohidrat bersifat asam, mereka juga digunakan dalam minuman karbonat karena kami menemukan berbagai jenis minuman ringan. Selain itu, efek ini dapat terjadi jika konsentrasi asam yang tinggi menyebabkan kondisi larutan dengan pH rendah.

Itulah pembahasan yang telah kami sampaikan terhadap kamu secara lengkap dan jelas yakni mengenai H2CO3 (Asam Karbonat). Asam karbonat hanya ada dalam garam (karbonat), garam (bikarbonat), asam klorida (karbon dioksida), dan amina (karbohidrat).

Simethicone

Simethicone merupakan jenis obat yang bisa digunakan untuk mengatasi rasa tidak nyaman dan nyeri yang disebabkan oleh banyaknya gas di dalam saluran pencernaan seperti perut kembung. Obat simethicone memiliki kegunaan dalam menghancurkan gelembung gas pada usus. Merek-merek obat simethicone yang bisa Anda beli adalah Neolanta dan Gastulen.

Kemasan Obat Simethicone

Obat simethicone digolongkan sebagai obat antiflatulensi dan bisa Anda peroleh baik melalui resep dokter maupun secara bebas di toko obat. Meskipun demikian, Anda perlu menggunakan obat simethicone dengan hati-hati. Obat tersebut bisa Anda gunakan baik dalam kemasan tablet kunyah maupun suspensi.

Penggunaan Obat Simethicone

Jika Anda ingin menggunakan obat simethicone, Anda perlu gunakan dosis berdasarkan informasi yang tertera pada kemasan. Setiap orang memiliki dosis yang berbeda-beda dan dapat memberikan pengaruh yang berbeda pada tubuh mereka. Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat tersebut. Berikut adalah dosis obat simethicone jika pasien mengalami kondisi berikut:

  • Perut kembung

Jika pasien berusia kurang dari 2 tahun, maka dosisnya sebanyak 20 mg yang dikonsumsi 4 kali sehari. Jika pasien berusia di antara 2 sampai 12 tahun, maka dosisnya sebanyak 40 mg yang dikonsumsi 4 kali sehari.

Jika pasien anak berusia di atas 12 tahun, maka dosisnya sebanyak 40 sampai 250 mg dan dikonsumsi setelah makan dan pada malam hari sebelum tidur. Jika pasien merupakan orang dewasa, maka dosisnya sebanyak 100 sampai 250 mg yang dikonsumsi 3 sampai 4 kali sehari.

  • Kolik pada bayi

Jika bayi mengalami kondisi seperti ini, maka dosisnya sebanyak 20 sampai 40 mg pada saat makan.

Efek Samping Obat Simethicone

Sama seperti obat lain, obat simethicone bisa memicu efek samping berupa diare, mual, muntah, ruam, pusing, dan kesulitan bernafas. Jika kondisi pasien memburuk atau mengalami efek samping lain, pasien dihimbau untuk menghubungi dokter supaya kondisinya bisa ditangani lebih lanjut.

Jika Anda mengalami efek samping akibat penggunaan obat simethicone dan ingin bertemu dengan dokter, Anda sebaiknya jangan lupa beritahu dokter jika Anda pernah mengalami penyakit tertentu, khususnya jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Alergi.
  • Kehamilan.

Anda tidak boleh mengkonsumsi obat simethicone jika Anda mengalami hipersensitivitas terhadap simethicone.

Interaksi dengan Obat Lain

Sebagian obat bisa memicu reaksi yang berbeda pada tubuh jika dikonsumsi secara bersamaan dengan obat simethicone. Ada baiknya jika Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu apakah obat tersebut dapat Anda gunakan atau tidak. Dokter mungkin akan melakukan penyesuaian dengan mengurangi dosis obat simethicone atau Anda dianjurkan untuk menggunakan obat lain.

Contoh obat yang tidak bisa dikonsumsi secara bersamaan dengan obat simethicone adalah obat levothyroxine. Kedua obat tersebut bisa menurunkan penyerapan obat-obatan untuk tiroid.

Jika Kondisi Anda Memburuk

Jika kondisi Anda memburuk, Anda dihimbau untuk menghubungi dokter. Jika Anda ingin bertemu dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda rasakan.
  • Daftar riwayat medis (jika dibutuhkan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisi Anda dengan menanyakan pertanyaan seperti:

  • Kapan gejala akibat obat simethicone terjadi?
  • Berapa lama kondisi yang Anda alami terjadi?
  • Apakah Anda memiliki penyakit tertentu?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter akan melakukan diagnosis terhadap kondisi Anda (jika perlu) dan menentukan pengobatan yang lebih baik untuk mengatasi kondisi yang Anda alami.

Kesimpulan

Obat simethicone bisa Anda gunakan jika Anda ingin mengatasi perut kembung. Meskipun demikian, Anda perlu waspada terhadap penggunaannya karena bisa menimbulkan efek samping dan tidak bisa dikonsumsi secara bersamaan dengan obat-obatan tertentu. Untuk informasi lebih lanjut tentang obat simethicone atau perut kembung, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Jenis Trauma Thorax dan Metode Pengobatannya

Trauma thorax dapat menjadi masalah kesehatan yang sangat penting, karena banyak dari luka ini berakibat fatal segera setelah cedera atau hanya beberapa jam setelahnya. Ini adalah kasus yang dapat menyebabkan kematian, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Cedera dada yang spesifik, meliputi cedera paru dan luka bakar pada batang trakeobronkial akibat aspirasi. Selain itu, cedera fraktur yang berkaitan dengan dinding dada dapat disebabkan oleh tekanan langsung, serta kerusakan jaringan dan organ dada, termasuk memar, robekan, atau pecah. 

Jenis trauma thorax

Menurut etiologinya, trauma thorax dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu trauma tumpul dan tembus dada. 

Trauma thorax tumpul

Mekanisme paling umumnya adalah kecelakaan lalu lintas jalan raya, di mana pengemudi dan penumpang kursi depan di mobil paling berisiko. Sementara itu, pengemudi sepeda motor lebih jarang mengalami cedera. Ada lima jenis cedera yang berhubungan dengan kendaraan bermotor seperti mobil, yaitu: 

  • Tabrakan langsung.
  • Tabrakan samping.
  • Tabrakan benturan belakang.
  • Benturan rotasi dan terguling.
  • Cedera akibat perlambatan (cedera perlambatan) dan penghancuran (cedera himpitan).

Saat perlambatan, tubuh Anda yang bergerak cepat berhenti secara tiba-tiba, dan cedera terjadi pada saat tubuh terkena benturan yang tiba-tiba. Akibatnya, merusak bagian dinding dada Anda. Adapun cedera organ dalam diakibatkan oleh penutupan refleks glotis, sehingga tekanan intra-toraks meningkat dengan cepat. 

Trauma thorax tembus

Luka dada tembus dapat terjadi akibat dari cedera lengan samping atau senjata api dan dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Tidak ada luka bakar (luka sleeper).
  • Luka masuk dan luka keluar (luka perforasi).
  • Luka yang menembus seluruh rongga intra-toraks dan tetap berada di jaringan subkutan.

Ciri umum dari trauma thorax tembus adalah berinteraksi langsung antara lingkungan luar dan ruang pleura. Jika bagian dinding dada besar mengalami cacat, maka pneumotoraks akan terbuka. Jika lukanya kecil, maka luka dapat menutup secara spontan akibat kontraksi otot atau pembekuan darah. 

Namun, Anda harus selalu ingat bahwa interaksi antara lingkungan luar dan rongga pleura dapat menyebabkan jaringan rongga pleura yang rusak terpapar banyak udara. Akibatnya, berisiko tinggi mengalami infeksi dan semakin memperumit perawatan cederanya. 

Seperti apa perawatannya?

Cedera dada yang mengancam jiwa dan harus segera dirawat apabila didiagnosis:

  • Gangguan pernapasan dengan dugaan pneumotoraks tegangan (dekompresi jarum).
  • Gangguan pernapasan/syok dengan penurunan bunyi napas dan dugaan hemotoraks (tube thoracostomy).
  • Gangguan pernapasan dengan dugaan pneumotoraks terbuka (dressing oklusif sebagian disertai torakostomi tuba).
  • Gangguan pernapasan dengan dugaan flail chest (ventilasi mekanik).
  • Syok dengan dugaan tamponade jantung (pericardiocentesis).
  • Syok hipovolemik yang dicurigai (resusitasi cairan).

p

Di sisi lain, jika Anda mengalami gangguan pernapasan atau syok dan penurunan suara napas, tindakan tube thoracostomy dapat dilakukan sebelum hasil tes pencitraan diperoleh.

Torakotomi resusitasi bisa segera dipertimbangkan untuk kasus trauma thorax jika Anda mengalami salah satu kondisi berikut:

  • Cedera penetrasi dada dengan kebutuhan CPR <15 menit.
  • Menembus trauma non-thorax dengan kebutuhan CPR <5 menit.
  • Trauma thorax tumpul dengan kebutuhan CPR <10 menit.
  • Tekanan darah sistolik persisten <60 mmHg karena dugaan tamponade jantung, perdarahan, atau emboli udara.

Jika Anda tidak memiliki satupun kriteria di atas, maka tidak dilakukan torakotomi resusitasi, karena prosedur ini berisiko signifikan. Misalnya, penularan penyakit melalui darah, dokter mengalami cedera, dan juga biayanya yang besar.

Catatan

Pengobatan trauma thorax pada umumnya dibagi menjadi dua macam, yaitu terapi suportif dan perawatan khusus. Terapi suportif dapat mencakup obat analgesik, oksigen tambahan, dan ventilasi mekanis, sedangkan perawatan khusus ditujukan langsung untuk menangani cedera tertentu.

Waspada dengan Bunga Wolfsbane

Bunga monkshood atau wolfsbane adalah bunga indah yang tidak sepopuler bunga lain yang orang-orang kenal dengan baik dan berharap untuk melihatnya dalam karangan bunga dan karangan bunga. Faktanya, kebanyakan orang mungkin belum pernah mendengarnya bunga ini.

Ada nama lain untuk bunga Monkshood seperti Devil’s Helmet, Wolfsbane, Blue Rocket, dan lain-lain. Secara historis, dalam legenda sejarah kuno, bunga wolfsbane digunakan oleh Medea untuk meracuni Theseus. Arti dari bunga ini adalah menjadi pertanda bahwa bahaya mungkin ada di dekat Anda dan musuh mungkin bersembunyi menunggu Anda.

Anda akan menemukan bahwa bunga wolfsbane sebenarnya adalah bagian dari keluarga Buttercup. Oleh karena itu bunganya bersifat abadi sehingga akan tumbuh sendiri setiap tahun dan tidak perlu ditanam kembali. Bunga wolfsbane sebenarnya tumbuh paling baik di wilayah utara dunia dan dengan iklim tersebut.

Bunga wolfsbane tumbuh dalam berbagai variasi warna, dari merah muda hingga kuning hingga putih dan biru, Anda akan menemukan bunga besar yang menonjol dengan warna-warna indah. Bunganya sendiri memiliki lima sepal dan bisa memiliki dua kelopak hingga sepuluh kelopak. Bunga wolfsbane juga beracun jadi Anda harus berhati-hati dengannya.

Aconitum napellus (A. napellus, juga dikenal sebagai monkshood atau wolfsbane) adalah ramuan abadi yang sering ditanam sebagai tanaman hias karena bunganya yang berwarna biru hingga ungu tua yang menarik.  Semua bagian tanaman, terutama akarnya, mengandung racun. 

Aconitine adalah yang paling berbahaya dari racun pada bunga wolfsbane. Racun inj paling terkenal sebagai racun jantung tetapi juga merupakan racun saraf yang kuat. Tanaman aconite mentah sangat beracun, hanya digunakan sebagai herbal setelah diolah dengan cara direbus atau dikukus untuk mengurangi toksisitasnya.

Bunga wolfsbane telah digunakan sejak zaman kuno sebagai racun yang digunakan pada tombak dan panah untuk berburu dan berperang. Sebagai wolfsbane, itu diyakini dapat mengusir manusia serigala (dan serigala sungguhan). Bangsa Romawi kuno menggunakannya sebagai metode eksekusi.

Bunga wolfsbane berasal dari Eropa bagian barat dan tengah di mana ia dianggap sebagai salah satu tanaman paling beracun.  Keracunan aconitine jarang terjadi di Amerika Utara. Jika memang terjadi, umumnya karena kebingungan dengan tanaman yang dapat dimakan atau tertelan secara tidak sengaja oleh anak-anak.  Namun, dengan meningkatnya popularitas dan ketersediaan obat-obatan herbal yang mengandung A. napellus, keracunan aconitine bisa lebih sering terjadi.

Keracunan aconitine paling umum terjadi di Asia karena penggunaan obat-obatan herbal secara luas. Di Hong Kong, aconitine bertanggung jawab atas sebagian besar keracunan serius dari sediaan herbal Cina.  Sedangkan sumber aconitine, terutama di China, biasanya Aconitum carmichaeli (chuanwu) atau Aconitum kusnezoffii (caowu), toksisitasnya mirip dengan bunga wolfsbane.

Dugaan penggunaan terapeutik pada bunga wolfsbane termasuk pengobatan nyeri sendi dan otot. Sebagai tingtur yang dioleskan pada kulit, diklaim dapat memperlambat detak jantung pada pasien jantung.  Kegunaan lain yang diklaim termasuk pengurangan demam dan gejala pilek.

Ada batas keamanan yang sangat rendah antara dosis terapeutik dan dosis toksik aconitine. Namun bagaimanapun juga, Anda perlu berhati-hati dengan bunga wolfsbane karena bunga ini terkenal dengan racunnya.

Bagaimana Bronkodilator Seperti Theophylline Bekerja?

Bronkodilator adalah sebuah obat yang dapat menenangkan dan membuka saluran udara di paru-paru. Bronkodilator seperti theophylline digunakan untuk merawat berbagai macam penyakit paru-paru dan tersedia dalam bentuk resep. Penyakit pernapasan, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (COPD), dapat menyebabkan bronchospasm atau penyempitan saluran udara. Saluran udara yang sempit dapat menyebabkan orang mengeluarkan lendir dari mulut dan membuat bernapas menjadi sulit dilakukan. Mengonsumsi bronkodilator dapat membantu memperlebar saluran pernapasan, sehingga Anda bisa bernapas dengan lebih mudah dan dengan normal. 

Cara kerja bronkodilator

Bronkodilator bekerja dengan cara menenangkan otot di saluran pernapasan. Relaksasi tersebut menyebabkan saluran udara terbuka dan tabung bronkial melebar. Jenis bronkodilator yang berbeda dengan cara yang sedikit berbeda pula. Klasifikasi bronkodilator di antaranya adalah xanthine derivative, beta 2-agonist, dan antikolinergik. Obat-obatan tersebut akan membuka saluran udara, namun masing-masing bekerja dalam reseptor berbeda di tubuh. 

  • Xanthine derivative

Xanthine derivative utama adalah theophylline yang bekerja untuk menenangkan otot saluran udara (meskipun para dokter masih belum tahu bagaimana tepatnya obat ini bekerja). Dokter jarang meresepkan theophylline karena banyak orang menderita gejala efek samping akibat bronkodilator jenis ini. Theophylline tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, ataupun cair. 

  • Obat antikolinergik

Bronkodilator antikolinergik  menghambat aksi acethylcholine, sebuah zat kimia yang dilepaskan oleh saraf yang dapat mengakibatkan penyempitan tabung bronkial. Dengan menghambat zat kimia tersebut, bronkodilator antikolinergik akan membuat saluran udara relaks dan terbuka. 

  • Beta-2 agonist

Beta-2 agonist menstimulasi beta-adrenoceptor di saluran udara. Kelas bronkodilator ini menyebabkan otot halus di sekitar saluran udara relaks, sehingga meningkatkan aliran udara dan mengurangi gejala yang dirasakan, seperti sesak napas. 

Jenis bronkodilator

Ada dua jenis bronkodilator, yaitu long-acting dan short-acting. Keduanya memiliki sebuah peran penting dalam merawat penyakit paru yang sering dijumpai, seperti asma dan emphysema. Baik beta 2-agonist maupun bronkodilator antikolinergik hadir dalam jenis short-acting dan long-acting. 

  • Short-acting

Bronkodilator jenis ini dapat merawat gejala yang terjadi secara tiba-tiba, seperti mengi, sesak napas, dan dada yang terasa sesak. Bronkodilator jenis ini dapat bekerja dengan cepat dan hanya dalam waktu beberapa menit saja. Meskipun demikian, efek terapeutik bronkodilator short-acting hanyalah 4-5 jam saja. Bronkodilator short-acting digunakan untuk merawat gejala yang tiba-tiba terjadi, dan Anda tidak perlu menggunakannya apabila tidak memiliki gejala gangguan saluran pernapasan apapun. Beberapa contoh bronkodilator short-acting adalah albuterol, levalbuterol, dan pirbuterol. Menurut Akademi Alergi, Asma, dan Immunology Amerika, apabila seseorang membutuhkan bronkodilator fast-acting setiap hari, hal ini menunjukkan bahwa ia tidak dapat mengatur gejala dengan baik, sehingga membutuhkan bronkodilator long-acting. 

  • Long-acting

Bronkodilator long-acting tidak bekerja secepat jenis short-acting, sehingga jenis ini tidak digunakan untuk merawat gejala akut dan tiba-tiba. Namun, efek jenis ini dapat bertahan selama 12 hingga 24 jam, dan Anda perlu mengonsumsinya setiap hari untuk mencegah terjadinya gejala gangguan saluran pernapasan. Adapun contoh bronkodilator long-acting adalah salmeterol, formoterol, aclidinium, tiotropium, dan umeclidinium. 

Bronkodilator seperti theophylline adalah sebuah kelas obat yang dapat menenangkan otot di sekitar saluran udara. Bronkodilator merupakan salah satu perawatan utama untuk mengatasi penyakit pernapasan, seperti asma, emphysema, dan bronkitis kronis. Dua jenis bronkodilator yang diresepkan untuk penyakit paru-paru bersifat short-acting dan long-acting. Namun, meskipun bronkodilator dapat mengurangi gejala yang ditimbulkan, seperti mengi dan gangguan pernapasan, obat ini dapat menyebabkan efek samping.

Diclofenac

Diclofenac merupakan jenis obat yang bisa digunakan untuk mengatasi rasa sakit, pembengkakan, dan sendi yang kaku akibat artritis. Contoh-contoh merek obat diclofenac yang bisa Anda beli adalah Cataflam, Eflagen, Voltaren, dan Nadifen.

Apa Saja Bentuk Obat Diclofenac?

Obat diclofenac merupakan salah satu obat yang digolongkan sebagai obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan menggunakan resep dokter karena perlu digunakan dengan hati-hati. Selain itu, obat diclofenac juga bisa digunakan baik dalam bentuk kapsul, tablet, injeksi, maupun patch.

Bagaimanakah Penggunaan Obat Diclofenac?

Jika Anda ingin menggunakan obat diclofenac, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, karena obat diclofenac bisa menimbulkan efek yang berbeda bagi setiap orang. Berikut adalah dosis obat diclofenac (berdasarkan kondisi yang dialami pasien):

  • Nyeri akut

Jika pasien mengalami nyeri akut, pasien sebaiknya pakai obat diclofenac dalam kemasan patch yang dikonsumsi dua kali sehari.

  • Nyeri pascaoperasi

Jika pasien mengalami nyeri pascaoperasi, pasien sebaiknya pakai obat diclofenac sebanyak 75 mg dengan glukosa sebanyak 5 persen atau NaCl sebanyak 0,9 persen yang diterapkan melalui infus selama setengah sampai 2 jam. Penggunaan maksimal obat diclofenac adalah 2 hari.

  • Peradangan okular pascaoperasi

Jika pasien mengalami peradangan okular pascaoperasi, pasien sebaiknya pakai obat diclofenac sebanyak 0,1 persen yang diteteskan ke mata sebanyak empat kali sehari. Waktu pengobatan terhadap kondisi tersebut adalah 24 jam setelah pasien menjalani operasi sampai 28 hari.

  • Rheumatoid artritis

Jika pasien mengalami rheumatoid artritis, pasien sebaiknya pakai obat diclofenac sebanyak 75 sampai 150 mg per hari.

Apa Saja Efek Samping Obat Diclofenac?

Sama seperti obat lain, obat diclofenac tidak menutup kemungkinan untuk menimbulkan efek samping jika dikonsumsi secara berlebihan. Efek samping yang terjadi pada pasien bisa baik dalam skala ringan maupun berat. Berikut adalah efek samping yang bisa terjadi (jika kondisinya dalam skala ringan):

  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Sembelit.
  • Mual.
  • Nyeri di bagian ulu hati.
  • Sakit kepala.
  • Mengantuk.
  • Telinga berdenging.
  • Gangguan mental.
  • Peningkatan berat badan.

Berikut adalah efek samping dalam skala berat yang bisa terjadi pada pasien:

  • Ulkus peptikum.
  • Perdarahan di bagian saluran cerna.
  • Racun epidermal necrolysis.
  • Sindrom Stevens-Johnson.

Jika kondisi pasien memburuk, pasien perlu hubungi dokter supaya kondisi yang dialami bisa ditangani lebih lanjut.

Jika Anda mengalami efek samping akibat penggunaan obat diclofenac, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter. Anda perlu beritahu dokter jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Penyakit serebrovaskular (atau setidaknya memiliki risiko terhadap penyakit ini).
  • Hipertensi.
  • Gagal jantung.
  • Gangguan di bagian hati dan ginjal.
  • Laktasi.

Anda tidak boleh mengkonsumsi obat diclofenac jika kondisi Anda seperti ini:

  • Mengalami hipersensitivitas.
  • Mengalami ulkus peptikum atau pendarahan di saluran cerna.
  • Sedang hamil.

Bagaimanakah Reaksi Tubuh Jika Dikonsumsi dengan Obat Lain?

Selain kondisi, obat diclofenac juga bisa memicu reaksi tertentu pada tubuh pasien jika dikonsumsi dengan obat lain. Berikut adalah kondisi yang bisa timbul pada tubuh pasien (yang disertai dengan obat berikut):

  • Meningkatnya risiko pendarahan saluran cerna karena menggunakan obat diclofenac dengan obat antikoagulan.
  • Meningkatnya risiko nefrotoksisitas karena menggunakan obat diclofenac dengan ciclosporin atau triamterene.
  • Konsentrasi plasma menurun karena menggunakan obat diclofenac dengan sukralfat.
  • Efikasi preparat mata asetilkolin dan karbakol menurun karena menggunakan obat diclofenac dengan preparat mata diclofenac.

Jika Kondisi Memburuk, Apa yang Perlu Dilakukan?

Jika kondisi Anda memburuk, Anda sebaiknya menemui dokter. Sebelum berkonsultasi dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda rasakan.
  • Daftar riwayat medis (jika dibutuhkan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisi Anda dengan menanyakan pertanyaan seperti:

  • Kapan gejala karena efek samping obat diclofenac terjadi?
  • Berapa lama kondisi yang Anda alami terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kondisi tertentu?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter akan memberikan pengobatan yang lebih tepat terhadap kondisi Anda.

Kesimpulan

Obat diclofenac bisa Anda gunakan untuk mengatasi gangguan pada tubuh yang disebabkan oleh artritis. Meskipun demikian, obat diclofenac sebaiknya Anda gunakan dengan hati-hati, karena obat tersebut bisa menimbulkan berbagai efek samping dan kondisi tertentu pada tubuh Anda jika dikonsumsi dengan obat lain. Untuk informasi lebih lanjut tentang obat diclofenac, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Obat Penurun Kolesterol, Ada Gemfibrozil hingga Ezetimibe

Kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Ada beberapa jenis obat yang bisa digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh ini, seperti gemfibrozil, misalnya.

Target utama dari pengobatan ini adalah untuk menurunkan kadar kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL).  Selain megurangi LDL, obat-obatan ini juga dapat meningkatkan kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL).

Berbagai Jenis Pengobatan Kolesterol Sesuai Kelas Obat

Ada beberapa macam obat kolesterol sesuai dengan kelas obatnya. Berikut penjelasan lebih detailnya.

  • Statin

Statin masuk golongan obat yang menghambat enzim yang dibutuhkan dalam produksi kolesterol jahat LDL. Dengan mengonsumsi obat Statin ini bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Ini termasuk obat yang paling umum digunakan. Sebab, obat jenis statin ini dapat menurunkan risiko penyumbatan arteri jantung, stroke, serangan jantung, hingga menurunkan risiko kematian.

Contoh obat statin yang tersedia adalah atorvastatin, fluvastatin, pravastatin, lovastatin, rosuvastatin, simvastatin, lescol, lipitor, crestor, zocor, mevacor, hingga pravachol.

  • Fibrates (Serat)

Kelompok obat fibrates ini berguna menurunkan lemak (trigliserida) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam darah.

Biasanya, obat golongan fibrates ini digunakan untuk mengobati pasien yang memiliki kadar lemak yang sangat tinggi. Tujuannya adalah untuk menurunkan risiko terjadinya penyakit pankreas (pankreatitis), yaitu perasangan serius yang terjadi pada pankreas yang dapat mengancam keselamatan jiwa pasiennya.

Ada dua jenis obat fibrates ini, yaitu gemfibrozil (lopid) dan fenofibrate (lipanthyl). Obat gemfibrozil maupun obat fenofibrate yang merupakan golongan obat fibrates ini tentu saja memiliki efek samping. Terlebih jika digunakan bersamaan dengan statin.

Beberapa efek samping serius yang mungkin terjadi ketika mengonsumsi obat golongan fibrates seperti gemfibrazol atau pun fenofibrate ini yaitu nyeri otot parah, peningkatan enzim liver parah, serta mengalami nyeri otot yang parah.

Sedangkan efek samping ringan yang mungkin terasa seperti mual, nyeri otot ringan, sakit kepala, perut begah, serta meningkatnya enzim liver dalam kadar yang rendah.

  • Sekuestran Asam Empedu

Obat sekuestran asam empedu ini biasanya digunakan dengan kombinasi bersama obat statin atau pun ezetimibe. Sekuestran asam empedu ini mampu mengikat asam empedu dalam usus dan mencegahnya tidak terserap dalam darah. Kemudian, liver akan menghasilkan empedu yang lebih banyak guna mengganti empedu yang hilang dengan menggunakan kolesterol dalam darah. Sehingga membuat jumlah kolesterol LDL dalam darah menjadi berkurang.

Adapun obat dalam golongan ini yang tersedia adalah colestipol, cholestyramine, dan colesevelam.

  • Asam Nikotin

Obat asam nikotin ini berasal dari vitamin niacin (vitamin B3) yang dapat meningkatkan HDL dan menurunkan LDL serta trigliserida. Akan tetapi, banyak studi dengan asam nikotin ini yang menunjukkan hasil yang mengecewakan. Penggunaan obat ini sudah jarang digunakan sekarang ini.

  • Minyak Omega-3

Minyak omega-3 merupakan suplemen makanan yang berasal dari minyak ikan yang berguna untuk menurunkan kadar trigliserida.

  • Penghambat Penyerapan Kolesterol

Obat penghambat penyerapan kolesterol satu-satunya adalah ezetimibe (ezetrol). Obat ini mampu mengikat kolesterol yang ada dalam usus dan menghambat penyerapannya. Sehingga dengan begitu, bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Biasanya obat ini digunakan bersamaan dengan statin untuk menambah produksi penurun LDL. Obat ezetimibe ini pun biasanya aman digunakan dan bisa ditoleransi baik oleh tubuh.

Inilah macam-macam obat penurun kolesterol jahat dalam tubuh yang bisa digunakan, seperti statin, fibrates (gemfibrozil dan fenofibrate), asam nikotin, sekuestran asam empedu, minyak omega-3, hingga obat ezetimibe. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan.

Voltadex

Voltadex merupakan jenis obat yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri dan persendian seperti rheumatoid arthritis. Obat ini merupakan salah satu obat yang dikategorikan sebagai obat keras dimana obat tersebut harus digunakan berdasarkan resep dokter.

Kandungan Voltadex

Voltadex memiliki kandungan natrium diklofenak. Natrium diklofenak merupakan obat antiinflamasi steroid (NSAID) yang memiliki kegunaan dalam mengatasi nyeri ringan hingga sedang. Tidak hanya itu, obat ini juga bisa meredakan gejala-gejala yang timbul akibat rheumatoid arthritis seperti pembengkakan dan peradangan.

Kemasan Voltadex

Voltadex diproduksi oleh Dexa Medica, dan bisa Anda peroleh baik di toko obat maupun secara online dengan harga sekitar Rp 7.000,00 per strip. Obat ini dijual dalam kemasan 5 strip yang dikemas dalam 10 tablet sebesar 50 mg.

Informasi Zat Aktif Voltadex

Obat tersebut memiliki sifat analgesik, antiinflamasi, dan antipiretik. Obat tersebut bisa menghambat reversibel siklooksigenase-1 dan 2, serta sintesis prostaglandin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, Voltadex memiliki status sebagai berikut:

  • Absorpsi

Obat Voltadex bisa diserap dari saluran pencernaan. Obat ini memiliki kadar obat yang masuk ke peredaran darah atau ketersediaan hayati lebih dari 50 persen, dan waktu yang dibutuhkan untuk mengeluarkan obat tersebut dari dalam tubuh dalam separuh kadar adalah 1 jam.

  • Distribusi

Obat Voltadex bisa melintasi plasenta dan memasuki ASI. Obat ini memiliki volume distribusi yang berkisar antara 1,3 sampai 1,4 L/kg. Obat ini juga memiliki ikatan protein plasma sekitar 99 persen.

  • Metabolisme

Obat Voltadex bisa menjalani metabolisme efek lintas pertama di bagian hati.

  • Ekskresi

Obat Voltadex bisa diekskresikan melalui urin sekitar 60 persen dan empedu sekitar 35 persen. Tidak hanya itu, obat ini juga memiliki waktu untuk keluar dari tubuh dalam separuh kadar di antara 1 sampai 2 jam.

Manfaat Voltadex

Jika Anda menggunakan obat Voltadex, berikut adalah manfaat yang Anda peroleh:

  • Meredakan peradangan di bagian sendi akibat rheumatoid arthritis.
  • Mengurangi gejala peradangan di bagian tulang belakang (spondilitis ankilosa).
  • Mengatasi peradangan di bagian sendi (osteoartritis).

Penggunaan Voltadex

Jika Anda ingin menggunakan obat Voltadex, maka Anda perlu pahami informasi di bawah:

  • Dosis umum

Anda perlu menggunakan obat Voltadex sebanyak 1 tablet yang dikonsumsi 3 kali sehari.

  • Pengobatan jangka panjang

Untuk pengobatan dalam jangka panjang, Anda perlu menggunakan obat Voltadex sebanyak 1,5 sampai 2 tablet yang dikonsumsi sekali sehari.

Obat Voltadex harus Anda konsumsi langsung setelah makan.

Efek Samping Voltadex

Obat Voltadex tidak menutup kemungkinan untuk menimbulkan efek samping berupa:

  • Sakit perut

Jika Anda sakit perut, Anda dihimbau untuk beristirahat dan minum air hangat.

  • Pusing

Jika Anda merasa pusing, maka Anda perlu berbaring. Jika merasa lebih baik, Anda bisa coba duduk, berdiri, dan berjalan.

  • Mual

Jika Anda merasa mual, Anda dihimbau untuk tidak mengkonsumsi makanan dalam porsi yang banyak.

  • Muntah

Jika Anda muntah, Anda dihimbau untuk mengkonsumsi minuman yang mengandung gula untuk menenangkan perut.

  • Diare

Jika Anda mengalami diare, Anda sebaiknya hindari minuman yang mengandung kafein atau bersoda.

Jika Anda Ingin Bertemu Dengan Dokter

Jika Anda mengalami rheumatoid arthritis, Anda bisa menghubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda rasakan akibat rheumatoid arthritis.
  • Daftar riwayat medis (jika dibutuhkan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisi Anda dengan menanyakan pertanyaan seperti:

  • Kapan gejala akibat rheumatoid arthritis terjadi?
  • Berapa lama gejala rheumatoid arthritis terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan tertentu?

Kesimpulan

Voltadex merupakan salah satu obat yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi rheumatoid arthritis. Meskipun demikian, obat tersebut bisa menimbulkan berbagai efek samping seperti pusing dan diare. Untuk informasi lebih lanjut tentang obat Voltadex atau rheumatoid arthritis, Anda bisa tanyakan informasi tersebut ke dokter.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai