
Bagi awam, mungkin Calcium gloconat terdengar asing di telinga. Namun, dalam dunia medis Calsium gloconate atau kalsium glukonat telah umum sekali digunakan dalam beberapa pengobatan.
Fungsi utama dari obat ini adalah digunakan untuk menaikan kadar kalsium seseorang. Selain itu, obat ini juga bisa digunakan sebagai antidotum misalnya pada keadaan overdosis calcium channel blocker dan luka bakar asam hidrofluorik. Lebih jelas mengenai kegunaan atau indikasi dari Calcium gloconate dijelaskan dalam pembahasan berikut ini:
- Hipokalsemia
Hipokalsemia dikenal sebagai penyakit defisiensi kalsium. Kondisi ini terjadi ketika kadar kalsium dalam darah rendah. Hipokalsemia dapat disebabkan kekurangan vitamin D. Hipokalsemia juga bisa menandakan kondisi empat kelenjar kecil di leher (kelenjar paratiroid), ginjal, atau pankreas. Sebagian besar kasus tidak memiliki gejala. Pada kasus yang parah, gejalanya berupa kram otot, kebingungan, dan kesemutan di bibir dan jari-jari.
- Osteoporosis
Osteroporosis adalah suatu penyakit disebabkan oleh pengeroposan tulang. Faktor penuaan menjadi sebab utama timbulnya kondisi ini. Massa tulang berkurang seiring berjalannya waktu dan usia yang menyebabkan tulang menjadi murah rapuh. Kepadatan tulang yang menurun juga beresiko rentannya retak pada tulang.
Gejala osteoporosis antara lain:
- Sakit punggung;
- Tinggi badan menurun;
- Tulang mudah patah;
- Rasa nyeri akibat patah tulang.
Osteoporosis banyak terjadi pada wanita. Hampir 50% wanita mengidap osteoporosis yang secara dominan ditimbulkan akibat post menopause
- Rakitis
Rakitis merupakan suatu kelainan tulang kaki. Kondisi ini juga sering dinamakan ricketsia atau rickets. Penyakit ini disebabkan kurangnya asupan vitamin D, kalsium, fosfat, yang menyerang anak-anak usia 6 bulan hingga 3 tahun dan mengganggu proses pertumbuhan anak.
Penyakit ini menimbulkan massa tulang yang tidak penih dan tulang menjadi lunak akibat jaringan tulang sangat tipis dan tidak mampu menjaga kestabilan pertumbuhan. Gejala yang ditemukan pada penyakit rakitis antara lain:
- Kaki yang bengkok;
- Penebalan pada pergelangan tangan dan kaki;
- Otot lemas;
- Pertumbuhan terhambat.
Rakitis banyak ditemukan pada orang berekonomi rendah dan yang memiliki persentasi asupan sumber vitamn D dan kalsium yang sangat minim dari susu, ikan, minyak ikan, serta tinggal di daerah yang kurang dari sinar matahari.
- Overdosis magnesium sulfat
Kalsium glukonat juga bekerja menghalang pembentukan garam magnesium sulfat yang biasa diberikan pada ibu hamil untuk mencegah terjadinya preeklampsia atau kejang pada kehamilan. Pemberian magnesium sulfat yang melebihi dosis dapat menyebabkan distres napas dan hilangnya reflek tendon atau hiporefleksia.
Selain itu, beberapa kegunaan lain dari Calcium gluconate atau kalsium glukonat antara lain:
- Menjaga jantung agar tetap normal;
- Menjaga fungsi hati;
- Menjaga aliran darah;
- Mengurangi kinerja kelenjar paratiroid (hypoparathyroidism);
- Mencegah atau mengobati lemah tulang (rakitis);
- Beberapa masalah otot (latent tetany).
Kendati tergolong obat bebas, Calcium gloconate tetap harus digunakan secara hati-hati. Penggunaan yang tidak tepat memungkinkan seseorang mengalami efek samping yang tersimpan di dalam obat ini.
Namun, masing-masing orang mungkin bakal mengalami efek samping yang berbeda-beda, tergantung kondisi mereka. Akan tetapi umumnya efek sampin dari Calcium gluconate ini antara lain:
- Tanda-tanda reaksi alergi; seperti ruam kulit, biduran, gatal, kulit kemerahan, bengkak.
- Tanda tanda kelebihan kalsium; seperti lemah, kebingungan, merasa lelah, sakit kepala, rasa tidak nyaman pada perut, sembelit, dan nyeri tulang.
Oleh karenanya menjadi penting bagi seseorang untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi Calcium gloconate. Pemeriksaan yang dilakukan dokter akan memberi Anda gambaran pasti dari obat ini, termasuk berbagai kemungkinan yang bisa Anda alami jika mengonsumsi obat ini.



