Apakah Anda pernah mendengar apa itu shatavari? Ya, shatavari adalah jenis asparagus yang biasanya dimanfaat atau berguna dalam pengobatan Ayurveda di India. Pengobatan tradisional ini diklaim dapat mengatasi beberapa masalah kesehatan.
Namun, apakah penggunaan pengobatan herbal tersebut dapat menyebabkan efek samping? Pada artikel kali ini akan dibahas apa saja manfaat dari shatavari dan apakah ada efek samping dari penggunaan obat tradisional atau herbal tersebut.
Apa itu shatavari?
Shatavari atau asparagus racemosus adalah jenis tanaman yang digunakan dalam pengobatan tradisional di India. Bagian yang biasanya digunakan untuk membuat obat adalah akarnya. Beberapa orang menggunakan asparagus racemosus atau memiliki manfaat untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan, meliputi:
- Sakit perut (dispepsia)
- Sembelit
- Kejang perut
- Sakit maag
- Retensi cairan
- Nyeri
- Kecemasan
- Kanker
- Diare
- Bronchitis
- Tuberculosis
- Dementia
- Diabetes
- Mengatasi ketergantungan pada alkohol
Pada wanita, shatavari digunakan untuk mengatasi sindrom pramenstruasi atau PMS dan perdarahan uterus, serta membantu payudara dalam memproduksi susu. Selain itu, asparagus racemosus ini juga digunakan untuk meningkatkan hasrat seksual (sebagai afrodisiak).
Bagaimana cara kerjanya?
Pada dasarnya, karena ini adalah obat herbal tidak ada cukup informasi yang tersedia tentang bagaimana obat herbal ini bekerja. Ada beberapa penelitian ilmiah pada tabung reaksi dan pada hewan yang menunjukkan bahwa asparagus racemosus memiliki efek antioksidan dan antibakteri, serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ada pula penggunaan obat herbal ini untuk diabetes, karena beberapa penelitian tabung reaksi menunjukkan bahwa shatavari dapat merangsang sekresi insulin.
Manfaat kesehatan shatavari
- Bagi reproduksi wanita. Shatavari membantu dalam mengobati berbagai masalah hormonal. Tidak hanya itu, asparagus ini pun dapat mengobati endometriosis, yaitu radang selaput rahim, memperkuat organ reproduksi wanita dan meningkatkan pematangan sel telur menjadi folikel. Menjadi tonik rahim yang kuat, penggunaan formulasi ini secara teratur dapat meningkatkan kesuburan dan mungkin bisa membantu untuk bisa hamil.
- Kendalikan gula darah. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, shatavari dapat digunakan untuk penderita diabetes dalam mengendalikan kadar gula darah. Kandungan yang terkandung di dalamnya dapat merangsang produksi insulin. Namun, sebelum menggunakannya ada baiknya untuk tetap mengkonsultasikan hal tersebut untuk menggunakannya.
- Meningkatkan libido. Shatavari diklaim sebagai afrodisiak alami, di mana akan membantu mengurangi stres mental dan kecemasan serta merangsang hormon untuk meningkatkan libido baik pada pria dan wanita. Ini juga meningkatkan kejantanan dan stamina pada pria.
- Mengobati luka dan maag. Sifat anti-inflamasi dan anti-tukak lambung yang kuat dari akar shatavari memainkan peran kunci dalam mengobati berbagai jenis bisul atau tukak lambung, kolitis ulserativa, atau sariawan. Komposit bioaktif dalam tanaman mendorong regenerasi jaringan dan jus yang diekstrak dari daun juga digunakan untuk mengobati luka.
- Memperbaiki masalah pernapasan. Shatavari dianggap sebagai obat mutlak untuk semua jenis masalah pernapasan. Karena sifat anti-inflamasi, antibiotik dan anti-asma yang berlaku, bubuk akar memiliki arti penting dalam mengobati gejala flu biasa, batuk dan pilek. Ini juga menipiskan dan mengendurkan simpanan rheum di dalam dada dan rongga hidung dan karenanya memudahkan pernapasan dan membantu tubuh membuat lendir. Ini juga bermanfaat dalam mengatasi bronchitis dan kondisi asma. Asupan yang teratur dapat memperkuat jaringan paru-paru dan meningkatkan kesehatan paru-paru.
Efek samping shatavari
Meskipun shatavari memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan, obat herbal ini pun dilaporkan memiliki beberapa efek samping pada beberapa kondisi. Pada orang yang memiliki reaksi alergi terhadap keluarga tanaman asparagus harus menghindari formulasi shatavari. Reaksi alergi yang mungkin bisa muncul adalah terkait ruam, gatal pada mata dan kulit, pusing, detak jantung cepat atau gejala asma yang memburuk.
Jadi, jika Anda ingin mengonsumsi shatavari ada baiknya untuk mengecek terlebih dahulu apakah Anda alergi atau tidak pada obat herbal ini. Hal tersebut tentu untuk menghindari efek samping yang bisa muncul.


