Beberapa orang menghindari penggunaan minyak goreng dalam proses memasak karena dianggap bisa membawa penyakit. Hal ini berkaitan dengan kecenderungan lemak jenuh yang terkandung di dalamnya. Padahal, risiko kesehatan ketika memproses makanan dengan minyak goreng dapat diminimalkan jika Anda menggunakan minyak goreng sehat.
Minyak zaitun, minyak kanola, sampai minyak bunga matahari merupakan beberapa pilihan minyak goreng sehat yang dapat Anda gunakan untuk proses memasak. Apakah artinya minyak-minyak tersebut bebas dari risiko kesehatan? Belum tentu. Kalau Anda menggunakannya secara asal, minyak goreng sehat pun dapat menjadi berbahaya bagi kesehatan Anda.

Berikut ini adalah beberapa tips ideal dalam menggunakan minyak goreng, tidak terkecuali untuk minyak goreng sehat. Dijamin risiko kesehatan dari penggunaan minyak goreng semakin bisa dikurangi ketika Anda melakukan langkah-langkah di bawah ini.
- Gunakan Sedikit Saja
Titik didih tinggi pada minyak goreng sehat sebaiknya tidak menjadi alasan untuk menggunakannya dalam jumlah banyak. Bagaimanapun, minyak goreng kaya akan lemak yang dapat menambah jumlah kalori pada makanan yang Anda buat. Cukup gunakan minyak goreng sedikit-sedikit saja untuk mencegah penumpukan kalori pada makanan yang berpotensi menimbulkan risiko obesitas dan kolesterol pada Anda.
- Hindari Metode Deep Fried
Makanan yang digoreng dengan metode deep fried di mana seluruh bagian makanan terendam dalam minyak panas memang kerap menghasilkan rasa yang lebih enak, gurih, dan garing. Namun, metode ini tidak dianjurkan bagi kesehatan Anda, bahkan ketika Anda memilih minyak goreng sehat dengan titik didih tertinggi sekalipun. Metode memasak menggunakan minyak goreng yang dianjurkan tetap mengarah pada pran fried, seperti menumis.
- Pastikan Aroma Enak
Minyak goreng pada umumnya tidak memiliki tanggal kadaluarsa. Lalu, bagaimana Anda bisa mengetahui minyak tersebut masih layak dikonsumsi atau tidak? Pastikan Anda selalu mencium minyak goreng tiap kali hendak menggunakannya. Minyak goreng yang masih layak digunakan umumnya samar memiliki bau atau cenderung berbau enak karena berasal dari tanaman. Jika Anda justru mencium bau tidak enak, seperti bau tengik, artinya minyak tersebut tidak baik lagi untuk digunakan dalam proses memasak yang Anda kerjakan.
- Buang ketika Sudah Berasap
Ada kalanya Anda menunggu minyak panas sebelum memasukkan bahan makanan untuk diolah ke panci yang menjadi wadahnya. Namun ketika proses menunggu itu terlalu lama, tidak jarang akan muncul asap yang menandakan minyak sudah melewati titik didihnya. Jika sudah demikian, minyak goreng tersebut lebih rentan mengeluarkan radikal bebas yang bisa memicu berbagai penyakit kronis, bahkan sampai pada potensi kanker. Jadi jika Anda sebentar meninggalkan kompor dan saat kembali melihat wajan minyak sudah berasap, segera buang minyak tersebut.
- Jangan Pakai Berulang
Anda mungkin sayang melihat masih banyaknya sisa minyak goreng sehabis memasak. Anda lalu menyimpannya untuk bisa digunakan lagi ketika memasak selanjutnya. Punya kebiasaan seperti ini juga? Mulai sekarang hentikan kebiasaan tersebut. Minyak goreng sehat sekalipun dapat menjadi tidak sehat apabila Anda pakai secara berulang. Ini karena ketika proses memasak pertama, besar kemungkinan ia telah mencapai titik didihnya. Jadi, mulai sekarang biasakan hanya menggunakan minyak goreng untuk sekali pakai. Agar tidak merasa mubazir dengan sisanya, Anda bisa menggunakan minyak goreng sehat secara sedikit-sedikit.
Sebenarnya tips untuk membuat minyak goreng sehat tetap sehat ketika sudah dimasak tidaklah sulit. Karena itu, jangan malas untuk mempraktikkan cara sehat mengolah minyak goreng ketika dimasak agar kesehatan tubuh Anda selalu terjaga. Selamat mencoba.




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1325272/original/088853600_1471923008-Pediatrician-567fe1db3df78ccc15983e2f.jpg)
