
Anda merasa kurang nyaman berhubungan seksual karena kerap merasa sakit ketika sedang melakukannya? Bisa jadi kondisi ini terjadi karena area intim Anda kurang licin. Pada saat inilah, Anda sangat membutuhkan pelumas.
Khususnya bagi perempuan, kondisi organ intim menjadi lebih kering daripada biasanya ketika sedang berhubungan dipengaruhi banyak faktor. Tidak hanya perkara kurangnya pemanasan dalam bercinta, perempuan yang baru melahirkan dan yang menjelang menopause pun menjadi lebih sering mengalami kekeringan tersebut. Tidak hanya itu, ketika Anda sedang memiliki masalah dengan organ kewanitaan, seperti ada luka atau iritasi, kondisi kekeringan organ intim juga rentan menggelayuti.
Menggunakan pelumas dapat membuat hubungan seksual Anda menjadi lebih bergairah dan nyaman. Namun tentunya, perlu beberapa tips untuk dapat memilih dan menggunakan pelumas secara tepat dalam berhubungan, seperti di bawah ini.
- Bahan Dasar Air atau Silikon
Banyak pilihan jenis pelumas dengan aneka bahan dasarnya. Namun, pelumas terbaik untuk melakukan hubungan yang nikmat dan aman adalah yang berbahan dasar air atau silikon. Kedua bahan ini mampu membuat area kewanitaan menjadi lebih basah sehingga proses penetrasi pun menjadi tidak menyakitkan. Pelumas dengan bahan dasar air atau silikon pun tidak akan mengganggu proses bercinta Anda, walaupun menggunakan kondom. Hal yang buruk justru terjadi apabila Anda memilih produk pelumas berbahan dasar minyak karena pelumas tersebut bisa merusak kondom.
- Perhatikan Bahan Kimia
Saat ini sudah banyak produk pelumas yang mudah digunakan dan dapat dibeli di mana-mana. Namun, jangan lupa untuk selalu memperhatikan kandungan bahan kimia yang membentuk pelumas tersebut. Ada beberapa bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan vagina. Contohnya adalah chlorhexidine gluconate, paraben, cyclomethicone, cyclopentasiloxane, dan cyclotetrasiloxane. Jika memang ingin aman dan nikmat, tentu sebaiknya Anda tidak memilih produk yang mengandung bahan kimia berbahaya tersebut. Ini karena paparan bahan kimia yang berbahaya dapat dengan mudah menimbulkan iritasi di area vagina Anda, sekaligus menjadi pemicu kanker.
- Kadar Keasaman
Kadar keasaman sangat penting untuk pembelian berbagai produk kewanitaan yang menyentuh langsung organ intim Anda, tidak terkecuali untuk pelumas. Pasalnya jika kadar keasaman terlalu berlebihan, vagina Anda akan lebih mudah terinfeksi bakteri. Kadar keasamaan yang aman untuk produk kewanitaan adalah yang memiliki rentang 3,8—4,5. Jika produk pelumas Anda sebelumnya memiliki kadar keasaman lebih daripada itu, segera tinggalkan dang anti dengan produk yang kadar keasamannya sesuai.
- Hindari Produk Berpewangi
Anda mungkin berpikir untuk memakai pelumas yang memiliki aroma tertentu. Sebagai contoh, Anda memilih produk pelumas yang memiliki wangi yang merupakan favorit pasangan Anda. Harapannya, hubungan seksual menjadi lebih bergairah. Padahal di sisi lain, produk dengan bahan pewangi tersebut justru bisa mengancam kesehatan organ reproduksi Anda. Ini karena pelumas seksual yang memiliki wangi biasanya mengandung bahan karsinogenik dan alergen yang bisa memicu berbagai masalah kewanitaan sampai berujung ke penyakit serius. Tidak hanya pewangi, Anda juga mesti menghindari produk pelumas yang menjanjikan perasa karena sama berbahayanya.
- Pelumas Alami? Kenapa Tidak?
Anda mungkin sedang kehabisan produk pelumas untuk hubungan seksual yang nikmat? Tenang saja, banyak cara alami yang dapat menjadi pelumas untuk aktivitas seksual Anda. Air liur pasangan dapat menjadi salah satu alternatif yang tidak terbantahkan membuat area organ intim menjadi tidak terlalu kering. Beberapa konsultan pun mengatakan, barang-barang di dapur dapat dijadikan alternatif pelumas, seperti minyak zaitun maupun minyak kelapa. Namun tentunya, penggunaan pelumas berbasis minyak tersebut tidak cocok digunakan bagi Anda yang memilih berhubungan seksual menggunakan kondom.
Hubungan seks lebih aman dan bebas rasa sakit dengan pelumas. Pasangan Anda pun dijamin merasa lebih bergairah dan puas.






