
Kulit bersisik merupakan salah satu gangguan kulit yang dapat mengganggu penampilan. Kulit bersisik terjadi ketika lapisan kulit paling luar terkelupas. Meski kulit kering merupakan penyebab yang paling umum, kulit bersisik juga bisa diakibatkan oleh dermatitis kontak atau psoriasis.
Kulit bersisik ditandai dengan kulit yang tampak kering dan pecah-pecah, sehingga terkesan “bersisik”. Kondisi ini bisa terjadi di tangan, kaki, bahkan wajah. Kulit bersisik juga dapat disertai dengan rasa gatal dan kemerahan. Nah, berikut ini terdapat beberapa penyebab yang menjadi alasan mengapa Anda bisa mengalami kulit bersisik.
- Dermatitis atopik
Dermatitis atopik merupakan kondisi dimana kulit menjadi kering, pecah-pecah, gatal, dan berwarna kemerahan. Dermatitis atopik merupakan bentuk yang paling umum terjadi. Dermatitis sendiri merupakan kondisi peradangan di kulit yang ditandai dengan adanya kulit kering dan berwarna kemerahan, sedangkan kata atopik mengacu pada orang-orang yang cenderung memiliki alergi –yang biasanya berupa alergi pada sabun mandi, deterjen, dan parfum. Eksim pada tangan bahkan dapat menyebabkan kulit telapak tangan dan jari Anda menjadi kering, tebal, pecah-pecah, kulit terasa terbakar, bahkan berdarah.
- Psoriasis
Jika kulit Anda terdapat sisik putih keperakan yang menutupi kulit tebal merah, segera cek ke dokter karena bisa saja Anda menderita psoriasis. Psoriasis merupakan penyakit peradangan kulit menahun yang terjadi karena sel kulit baru tumbuh lebih cepat dari biasanya, namun sel kulit tua gagal terkelupas dengan benar. Sel-sel baru dan tua tersebut akhirnya berkelompok, menyebabkan bercak tebal, gatal, dan luka pada kulit. Penyakit ini umumnya ditandai dengan ruam merah, kulit menebal dan terkelupas, kulit terasa kering, bersisik, gatal dan perih. Psoriasis biasanya muncul pada lutut, punggung bagian bawah, siku, atau kulit kepala. Psoriasis bersifat tidak menular dan seringkali disebabkan oleh faktor genetik.
- Dermatitis popok
Kulit merah, iritasi, atau bersisik pada pantat bayi Anda kemungkinan disebabkan oleh dermatitis popok, yang juga dikenal sebagai ruam popok. Kondisi umum ini biasanya terlihat pada bayi berusia 9 hingga 12 bulan. Ruam popok muncul di sekitar lipatan paha dan alat kelamin, yang notabene merupakan tempat tertutup oleh popok. Ruam popok adalah jenis kulit bersisik yang disebabkan oleh alergi atau kulit yang teriritasi.
- Dermatitis seboroik
Gangguan ini adalah penyebab kulit kepala kering dan bersisik, sehingga muncul serpihan ketombe. Serpihan putih dan berminyak dari kulit mati di rambut, bahu, dan, kadang-kadang, kulit kepala yang gatal adalah tanda-tanda ketombe biasa. Jika Anda memiliki dermatitis seboroik, kulit kepala dan kulit di sekitarnya akan terasa berminyak dan terdapat sisik berkerak kuning atau putih. Anda bahkan dapat menemukan serpihannya di bagian alis Anda. Jenis ketombe ini juga dapat mempengaruhi kulit di belakang telinga dan di sisi hidung Anda.
- Ichthyosis vulgaris
Kelainan kulit ichthyosis vulgaris terkadang disebut sebagai fish scale disease atau fish skin disease. Kelainan ini membuat kulit menjadi kering dan bersisik. Biasanya ditemukan pada bayi baru lahir atau pada anak usia dini.
- Hipoparatiroid
Kulit kering bersisik juga bisa menjadi gejala hipoparatiroid, yaitu kondisi langka yang terjadi ketika kelenjar paratiroid di leher tidak menghasilkan hormon paratiroid (PTH) yang cukup. Jumlah PTH yang terlalu sedikit membuat kadar kalsium dalam tubuh menurun dan kadar fosfor meningkat. Hal inilah yang membuat kulit menjadi kering dan bersisik.
Kulit bersisik jarang menjadi gejala kondisi yang darurat atau berbahaya. Namun, jika kulit bersisik disertai dengan reaksi alergi parah, mual, muntah, demam tinggi, badan terasa sangat lemah atau muncul luka-luka lepuh, segeralah pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan.






