Dalam penanganan luka, seperti tergores, teriris benda tajam, atau lain sebagainya, bukan tak mungkin para pembaca membutuhkan perban luka. Hal itu tentu sangat wajar, terlebih apabila luka yang dialami mengalami pendarahan. Di sisi lain, penggunaan perban luka sebetulnya juga dianjurkan, sebab pemakaian perban dapat menghindari luka dari infeksi atau bisa membuat pembalut luka tidak mengalami pergeseran.
Terkait hal itu, terdapat serangkaian informasi yang perlu diketahui pembaca sebelum memakai perban luka. Adapun informasi ini dipandang penting supaya penggunaan perban luka bisa dilakukan dengan baik. Meskipun terbilang sepele, tapi yang perlu diingat adalah pemasangan perban yang benar di bagian luka bisa membuat luka itu lebih cepat membaik.
Berdasarkan hal itulah artikel ini ditulis dengan maksud menyampaikan cara pemakaian perban luka yang benar. Tentu yang diharapkan tulisan ini bisa membantu para pembaca sekalian. Nah, tanpa bertele-tele lagi, inilah penjelasan cara penggunaan perban luka.
Sebelum anda memakai perban luka, hal yang perlu diperhatikan adalah menentukan lokasi penanganan luka. Hal ini menjadi saran pertama karena dalam pemasangan perban, anda perlu merasa nyaman, sehingga tempat nan perlu dipilih adalah tempat yang bisa membuat anda tenang agar proses pemakaian perban berjalan dengan lancar.
Di sisi lain, apabila anda sebagai pihak yang hendak memasangkan perban luka, selain tetap menentukan lokasi yang nyaman, maka anda pun perlu memperhatikan posisi diri anda. Sangat disarankan anda berada di posisi yang bisa membuat tangan menjangkau seluruh area luka pasien.
Tahap berikut yang perlu dilakukan sebelum memasang perban luka adalah membersihkan luka terlebih dahulu. Jika sudah dibersihkan, anda perlu memperhatikan bagian yang luka. Hal ini tidak boleh dilewatkan karena jenis perban yang digunakan haruslah sesuai dan menutupi seluruh area luka.
Ketika anda sudah memilih perban luka yang sesuai, maka perban bisa langsung diletakkan pada bagian yang terluka. Namun demikian, anda juga tetap perlu memperhatikan letak pembalut luka. Mengenai hal ini, yang perlu dipastikan adalah perban menutup seluruh pembalut luka. Di sisi lain, anda juga tidak boleh mengabaikan sirkulasi udara.
Jika tahap tersebut sudah dilakukan dan dipastikan benar, maka cara selanjutnya dalam menggunakan perban luka adalah merekatkan perban dengan plester. Untuk tahap ini, yang perlu anda pastikan adalah perban dalam posisi yang kuat dan tidak mudah bergeser namun rekatannya tidak juga terlalu kencang.
Demikianlah langkah yang perlu diperhatikan saat menggunakan perban luka. Terlepas dari keterangan di atas, masih ada catatan khusus bagi anda yang mengalami luka di bagian jari kaki atau tangan. Untuk luka di jari kaki atau tangan, saat menggunakan perban luka juga perlu dipastikan sirkulasi darah tetap lancar.
Dalam memastikan kelancaran sirkulasi darah, ketika perban luka terpasang di jari kaki atau tangan, maka anda bisa menekan kuku. Sebagai informasi, jika kuku ditekan hal yang terjadi adalah perubahan warna menjadi pucat. Nah, apabila sudah memakai perban dan kuku nan ditekan warna pucatnya tidak segera kembali normal, maka itu bisa dijadikan sebagai indikasi kalau perban luka yang dipasang terlalu kencang.
Adapun untuk catatan lainnya adalah bahwa setiap luka bisa jadi perlu menggunakan perban khusus. Hal ini memang memungkinkan karena ada beberapa perban luka yang dibuat khusus untuk penanganan luka tertentu. Oleh karena itu, sebelum menggunakan perban, ada baiknya anda memilih jenis perban yang sesuai dengan luka anda.
Akhir kata, itulah keterangan yang bisa disampaikan terkait cara menggunakan perban luka. Semoga apa yang dikemukakan di atas ini bisa membantu para pembaca sekalian, khususnya untuk anda yang masih bingung memakai perban.





