Berikut ini Penyebab Munculnya Keloid

Apabila seseorang habis terluka, maka bukan tidak mungkin dia akan mengalami keloid. Untuk diketahui bersama, keloid adalah jaringan parut yang dapat tumbuh secara melebar dan bisa juga tampak menonjol dari permukaan kulit. Biasanya, kondisi tersebut paling umum muncul di bekas luka yang ada di area bahu, dada, pipi, atau telinga. 

Oleh berbagai sumber disampaikan, bahwa kondisi tersebut lebih rentan dialami oleh orang yang sudah berusia sepuluh sampai tiga puluh tahun. Akan tetapi, ihwal keterangan itu masih perlu dicari tahu lagi kebenarannya, apakah memang hasil penelitian ilmiah atau baru sebatas dugaan saja.

Namun demikian, yang sudah dapat dipastikan saat ini adalah bahwa keloid bisa muncul karena bekas luka. Adapun luka yang bisa menyebabkan timbulnya keloid ada berbagai jenis. Di antaranya adalah luka bekas tindik, luka bekas cacar air, luka bekas terbakar, luka bekas tergores, dan luka bekas operasi.

Jika keloid sudah muncul di bekas luka, itu bisa pula terjadi karena berbagai faktor. Dihimpun dari berbagai sumber, satu hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami keloid adalah bahwa cara penanganan bekas luka yang ada dilakukan secara sembarangan atau tidak tepat. Oleh sebab itu, setiap habis mengalami sesuatu yang membuat anda terluka, memang ada baiknya anda berkonsultasi dengan dokter terkait cara terbaik dalam perawatan bekas luka.

Hal tersebut dianggap penting, sebab apabila keloid sudah muncul, maka bukan tidak mungkin benjolan tersebut bisa membesar. Hal ini disampaikan karena keloid memang bisa terus tumbuh sampai ukuran tertentu, meskipun untuk penyebab pastinya belum diketahui. 

Hanya saja, beberapa sumber kesehatan mengatakan, bertambah besarnya keloid mungkin saja karena ada pengaruh dari gen. Hal tersebut dikemukakan karena ada yang menyatakan kalau orang yang mengalami keloid kerap kali mempunyai gen yang dikenal dengan ANHAK. Nah, gen tersebutlah yang diyakini sebagai gen nan menyebabkan keloid muncul di area bekas luka.

Namun demikian, ternyata masih ada lagi faktor yang bisa meningkatkan risiko keloid muncul di permukaan kulit. Adapun faktor yang dimaksud adalah sedang hamil, remaja yang lagi masa pubertas, berkulit gelap, ras Asia atau Amerika Latin, dan di bawah usia tiga puluh tahun sebagaimana yang sudah dikemukakan di atas.

Berdasarkan keterangan di atas, paling tidak kini kita sudah tahu jenis luka apa saja yang bisa menyebabkan munculnya keloid. Di samping itu, kita pun sudah mengatahui kalau ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko kemunculan keloid. Namun demikian, yang perlu dipahami adalah bahwa kondisi tersebut merupakan kondisi yang masih bisa diatasi.

Hal tersebut disampaikan karena sejatinya memang ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan keloid. Adapun beberapa cara yang dimaksud, seperti melakukan operasi penghilangan keloid, terapi radiasi, terapi laser, menyuntikan obat tertentu, pemakaian gel, dan lain sebagainya. 

Namun demikian, untuk mengetahui keterangan lebih lanjut ihwal cara menghilangkan keloid, para pembaca disarankan untuk mencari referensi tambahan. Akan tetapi, jika para pembaca merasa punya waktu yang cukup, maka anda disarankan untuk langsung berkonsultasi dengan dokter terkait. 

Hal tersebut tentu sangat dianjurkan karena informasi yang diterima nanti bisa lebih jelas dan komprehensif. Di sisi lain, konsultasi langsung dengan dokter pun bisa menguntungkan karena bukan tidak mungkin, anda langsung disarankan melakukan metode medis tertentu yang bisa menghilangkan keloid nan ada alami.

Akhir kata, demikianlah penjelasan ringkas yang bisa disampaikan kepada para pembaca terkait penyebab keloid. Semoga artikel ini bisa membantu para pembaca sekalian.

Ini Tanda-tanda Depresi, Jangan Remehkan 

Stres yang tidak terkelola dengan baik lambat laun bisa menyeret Anda ke kondisi depresi. Jika sudah seperti itu, penanganan medis dengan pergi ke psikolog sangat mungkin Anda perlukan untuk meredakan depresi yang Anda alami. Takutnya jika dibiarkan, kondisi depresi Anda bisa bertambah para sehingga membuat Anda mulai melakukan hal-hal yang di luar akal sehat. 

Masalahnya, tidak semua orang sadar akan depresi yang sedang dialaminya atau tidak. Tidak jarang pula orang-orang yang mengalami depresi “menolak” gejala-gejala yang sebenarnya ia rasakan sebagai gejala dari kondisi masalah mental yang satu ini. 

Padahal, tanda-tanda depresi sebenarnya cukup jelas dan mudah diidentifikasi. Jika Anda mengalami gejala-gejala di bawah ini, jangan ragu untuk mulai membuat janji dengan psikolog guna mengonsultasikan masalah yang Anda alami dan kondisi kejiwaan Anda.

Kerap Merasa Lelah 

Seseorang yang mengalami depresi akan membutuhkan usaha ekstra untuk melakukan berbagai kegiatannya. Ini karena tidak jarang depresi yang dideritanya membuat seseorang merasa lelah berkepanjangan, walaupun tidak beraktivitas fisik terlalu berat. 

Merasa Sedih Tanpa Sebab 

Jangan remehkan perasaan sedih yang datang tanpa sebab. Jika Anda kerap tiba-tiba menangis atau merasa sangat putus asa, segera konsultasikan kondisi Anda ke psikolog. Bisa jadi Anda tengah mengalami depresi yang tidak bisa Anda tangani sendiri. 

Mudah Tersinggung dan Marah 

Marah memang manusiawi, tetapi ketika Anda menjadi sangat mudah marah dan tersingguh terhadap hal-hal yang kecil sekalipun, hal tersebutlah yang tidak wajar. Seseorang yang mengalami depresi sendiri memiliki ciri mudah tersinggun dan marah terkait sesuatu yang remeh sekalipun. 

Alami Gangguan Tidur 

Kondisi depresi pada seseorang bisa menyebabkan gangguan tidur yang berpengaruh pada kesehatan fisik seseorang tersebut kelak. Di mana kondisi depresi bisa membuat seseorang mengalami insomnia secara terus-menerus. Di luar, yang terjadi bisa saja sebaliknya, di mana depresi membuat seseorang merasa lelah dan membutuhkan waktu tidur yang sangat panjang dalam jangka waktu berkelanjutan. 

Kehilangan Minat 

Kondisi depresi bisa membuat seseorang kehilangan minatnya terhadap berbagai hal karena merasa hidungnya tidak lagi menarik. Karena itu, berhati-hatilah jika tiba-tiba Anda mulai merasa hilang minat terhadap olahraga, hobi, atau kesempatan bertemu orang layaknya aktivitas normal pada umumnya. Sangat mungkin hal yang Anda alami merupakan bentuk tanda-tanda depresi. 

Perubahan Nafsu Makan Ekstrem 

Seseorang yang mengalami depresi bisa mengalami penurunan atau peningkatan berat badan yang signifikan. Ini karena saat terjadi depresi, nafsu makan bisa berubah secara ekstrem. Nafsu makan Anda bisa tiba-tiba menghilang total sehingga berat badan turun drastis ataupun justru nafsu makan menggeliat sehingga berat badan membengkak. 

Sulit Berpikir 

Depresi bisa sangat berpengaruh pada kemampuan otak Anda. Seseorang yang mengalami depresi bisa menjadi sangat pelupa, sulit berpikir, bahkan sulit untuk berkomunikasi. Kenalinya tanda-tanda tersebut agar Anda bisa langsung mengonsultasikannya ke psikolog yang tepat. 

Sering Sakit Fisik 

Pernah tidak Anda sering mengalami sakit kepala atau sakit punggung, namun didiagnosis baik-baik saja ketika Anda berobat ke dokter? Bisa jadi gejala sakit fisik yang Anda rasakan tersebut timbul dari kondisi depresi. 

Pikiran Bunuh Diri 

Jika sudah pernah berpikir untuk bunuh diri secara berulang, ada baiknya Anda segera pergi ke psikolog. Hampir bisa dipastikan ada masalah di kesehatan mental Anda yang mesti ditangani agar pikiran bunuh diri tidak berbuntut ke percobaan atau perbuatan bunuh diri. 

*** 

Menerima tanda-tanda depresi pada diri Anda adalah jalan terbaik menuju kesembuhan. Dari proses penerimaan tersebut, Anda menjadi berani pergi ke psikolog dan melakukan sejumlah cara untuk bisa memulihkan kondisi mental Anda, bukan?   

Jangan Panik, Begini Cara Mengatasi Keracunan Makanan

Makanan dan minuman yang diolah atau disimpan dengan baik memiliki risiko besar terkontaminasi dengan bakteri dan bakteri. Jika dikonsumsi, makanan atau minuman seperti ini bisa menyebabkan keracunan yang membahayakan jiwa. Oleh sebab itulah, agar tidak terjadi hal yang lebih parah, Anda perlu memahami cara mengatasi keracunan makanan dengan tepat.

Keracunan dapat terjadi apabila makan dan minum makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi dengan virus, bakteri atau parasit. Kondisi seperti biasanya akan menimbulkan gejala mulai dari mual, muntah bahkan masalah pencernaan lainnya. Jika tidak diatasi dengan baik, keracunan makan bisa berakibat fatal hingga kematian.

Bakteri atau virus yang mengkontaminasi makanan membuat makanan atau minuman menjadi beracun. Jika makanan atau minuman tersebut dikonsumsi, maka akan menjadi penyebab keracunan yang ditandai dengan beberapa gejala seperti berikut ini:

  • Mual 
  • Muntah
  • Diare
  • Tubuh lemas
  • Badan demam
  • Nyeri dan kram perut

Lalu bagaimana cara mengatasi tanda-tanda keracunan makanan agar tidak menimbulkan akibat yang lebih parah?

Cara Mengatasi Keracunan Makanan dengan Tepat

Pada beberapa kasus, keracunan makanan hanya menimbulkan gejala ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, gejala keracunan bisa membuat anda menjadi tidak nyaman sehingga harus diatasi dengan tepat agar tidak menimbulkan  gejala lebih serius.

Berikut ini beberapa cara mengatasi kasus keracunan makanan dengan tepat yang bisa Anda lakukan :

  1. Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh

Dalam kasus keracunan makanan, biasanya penderita akan mengalami mual dan muntah. Kondisi ini bisa membuat anda mengalami dehidrasi karena kehilangan banyak cairan. Untuk mengembalikan cairan dalam tubuh, maka anda harus memperbanyak minum air putih agar tidak terjadi dehidrasi. Selain air putih, anda juga bisa minum cairan elektrolit dan makanan berkuah untuk menghindari dehidrasi.

  1. Pilih Makanan yang Mudah Dicerna

Cara mengatasi keracunan makanan yang selanjutnya adalah dengan memilih jenis makanan yang tepat. Saat mengalami keracunan, pasien biasanya tidak disarankan untuk mengkonsumsi makanan terlebih dahulu. Akan tetapi setelah kondisi membaik, ada baiknya anda lebih berhati-hati dalam memilih jenis makanan. Pilih jenis makanan yang mudah dicerna seperti bubur, pisang dan madu. Selain itu hindari dulu makanan pedas, berminyak serta yang memiliki rasa asam karena bisa memperparah gejala keracunan.

  1. Konsumsi Air Jahe

Gejala keracunan biasanya menimbulkan rasa yang tidak nyaman di dalam perut. Untuk mengurangi gejala tersebut, minum air jahe baik untuk menenangkan saluran pencernaan. Selain jahe, anda juga bisa mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung probiotik seperti yoghurt.

  1. Hindari Mengkonsumsi Obat-obatan Tanpa Resep Dokter

Saat mengalami gejala keracunan makanan seperti muntah dan diare, ada baiknya jangan mengkonsumsi obat-obatan terlebih dahulu terutama tanpa menggunakan resep dokter. Hal ini karena muntah dan diare merupakan proses tubuh untuk mengeluarkan sisa racun yang ada di dalam saluran pencernaan. Jika gejala keracunan makanan terasa semakin parah, ada baiknya hubungi dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut dengan tepat.

Itulah cara mengatasi keracunan makanan yang perlu Anda ketahui. Keracunan makanan tidak boleh disepelekan karena bisa membahayakan kesehatan terutama jika anda sampai mengalami dehidrasi akibat muntah dan diare yang berlebihan. Maka dari itu, untuk menghindari risiko keracunan, pastikan pilih makanan dan minuman yang sehat dan higienis untuk menghindari kontaminasi bakteri dan kuman pada makanan.

Komplikasi Infeksi Saluran Kemih (ISK) Saat Kehamilan

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan sebuah infeksi yang terjadi di saluran kemih terlebih di saluran kemih bagian bawah, seperti kandung kemih dan uretra. Baik wanita dan pria sama-sama berisiko mengalami ISK, namun, Komplikasi ISk lebih sering dialami wanita terutama selama kehamilan. 

ISK mungkin tidak memiliki gejala apa pun, tetapi bisa juga muncul dengan sensasi terbakar saat buang air kecil atau perasaan untuk ingin buang air kecil terus menerus. ISK yang gagal didiagnosis atau tidak diobati dengan baik bisa menimbulkan komplikasi. 

Seputar ISK saat kehamilan

ISK adalah infeksi yang terjadi di bagian mana pun dari sistem kemih, termasuk kandung kemih dan ginjal. Penelitian menunjukkan kondisi itu umum bagi ibu hamil. Menurut sebuah studi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), 8% ibu hamil mengalami ISK.

Selama kehamilan, rahim mengembang untuk janin yang sedang tumbuh dan ekspansi tersebut memberi tekanan pada kandung kemih dan ureter, saluran yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih.

Urin juga kurang asam dan mengandung lebih banyak protein, gula, dan hormon selama kehamilan. Kombinasi faktor tersebut meningkatkan risiko terjadinya ISK. Bahkan selama dan setelah melahirkan pun, wanita tetap rentan terhadap ISK. 

Selama persalinan, risiko bakteri masuk ke saluran kemih bisa meningkat. Setelah melahirkan, seorang wanita mungkin mengalami sensitivitas dan pembengkakan kandung kemih, yang dapat menyebabkan ISK lebih mungkin terjadi. 

Gejala dari seseorang yang memiliki ISK bisa berupa rasa ingin buang air kecil lebih sering dan mendesak, sensasi terbakar saat buang air kecil, urin keruh atau berbau kuat, darah dalam urin, hingga nyeri di punggung bagian bawah, perut, dan samping.

Dalam beberapa kasus, infeksi bakteri penyebab ISK dapat menyebar ke ginjal. Jika ini terjadi, gejala lain mungkin menghampiri, seperti sakit punggung, demam, panas dingin, mual dan muntah.

Komplikasi ISK selama kehamilan

Tanpa pengobatan yang baik dan tepat, ISK dapat menyebabkan komplikasi serius selama kehamilan. Komplikasi ISK yang mungkin terjadi termasuk:

  • Infeksi ginjal
  • Lahir prematur
  • Sepsis
  • Infeksi parah dan infeksi jangka panjang

Bayi yang lahir dari seorang ibu dengan ISK yang tidak diobati mungkin juga memiliki berat badan lahir rendah saat melahirkan. Jika ISK sudah menyebar ke ginjal, ini dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut, seperti:

  • Anemia
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Preeklamsia
  • Pemecahan sel darah merah atau hemolisis
  • Jumlah trombosit darah rendah
  • Bakteri dalam aliran darah
  • Sindrom kesulitan pernapasan akut

Dalam beberapa kasus, infeksi dapat menular ke bayi yang baru lahir, menyebabkan komplikasi para namun jarang terjadi. Penting untuk menghadiri pemeriksaan ISK selama kehamilan dan mendapatkan perawatan segera saat terjadi, dapat membantu mencegah komplikasi tersebut.

Pencegahan ISK

Beberapa kiat berikut dapat membantu Anda mengurangi kemungkinan terkena ISK dan menghindari komplikasinya: 

  • Minum banyak air putih
  • Minum jus cranberry tanpa pemanis tambahan dan buatan atau minum pil cranberry
  • Cuci sekitar alat kelamin dan anus dengan hati-hati
  • Buang air kecil setiap kali keinginan muncul, dan setidaknya setiap 2-3 jam
  • Buang air kecil sebelum maupun sesudah berhubungan seks
  • Ikuti pemeriksaan isk atau skrining pada awal kehamilan 
  • Bersihkan diri Anda dari depan ke belakang ketika pergi ke kamar mandi atau sehabis buang air
  • Jika anda membutuhkan pelumas saat berhubungan seks, pilih yang berbahan dasar air
  • Hindari deodoran atau sabun feminin yang kuat yang menyebabkan iritasi pada area genital
  • Sebelum berhubungan seks, cuci area genital Anda dengan air hangat 
  • Kenakan pakaian dalam berbahan katun dan jangan pakai celana yang terlalu ketat
  • Hindari konsumsi alkohol, jus jeruk, makanan pedas, dan minuman berkafein, yang dapat mengiritasi kandung kemih 

Komplikasi ISK dapat terjadi juga pada ibu hamil. Jika itu terjadi, bukan hanya ibu hamil saja yang terkena imbas tapi juga sang janin. Ini bisa menyebabkan kelahiran prematur, berat badan bayi yang kecil, preeklamsia. 

Jangan tunda atau menghindari pemeriksaan awal kehamilan untuk memeriksa apakah Anda mengalami ISK. Infeksi yang diketahui lebih dini akan lebih baik untuk mendapat pengobatan yang tepat dan menghindari komplikasi ISK. 

Temukan lebih banyak informasi seputar komplikasi ISK di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Anda juga bisa menemukan informasi lain terkait kesehatan atau berdiskusi langsung dengan dokter di aplikasi ini. Download aplikasi SehatQ di App Store atau Play Store.

Mengenal Penyebab Atrisi Gigi dan Cara Mencegahnya

Ada banyak permasalahan gigi dan perawatan gigi. Salah satunya adalah atrisi gigi yang banyak terjadi pada orang yang lebih tua dan pria. Atrisi gigi merupakan kondisi gigi yang terkikis.  Efeknya, ini bisa memengaruhi struktur gigi dan mengubah penampilan, serta membuat gigi menjadi lebih sensitive.

Lantas apa penyebabnya dan cara mencegahnya? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Atrisi Gigi?

Atrisi gigi masih termasuk dalam jenis keausan gigi. Atrisi gigi adalah kerusakan mekanis pada permukaan insisal dan oklusal gigi sebagai akibat langsung dari kontak fungsional atau parafungsional gigi-ke-gigi.

Saat Anda mengatupkan atau menggertakkan gigi, gerakan tersebut membuat gigi Anda akan mulai aus. Dengan gesekan, gigi belakang akan menjadi lebih rata dan gigi depan akan menjadi lebih pendek. 

Atrisi yang parah bahkan dapat mempengaruhi penampilan wajah Anda karena hilangnya struktur gigi. Ini juga dapat menyebabkan sensitivitas gigi terhadap permen dan suhu panas atau dingin.

Penyebab Atrisi Gigi

Penyebab paling umum dari atrisi gigi adalah bruxism, menggertakkan dan mengatupkan gigi yang terjadi saat tidur. Hal ini biasanya karena hipertonisitas atau ketegangan otot. Bruxism dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya, seperti sleep apnea dan gangguan sendi temporomandibular di dalam rahang.

Penyebab lain dari atrisi gigi adalah ketidaksejajaran gigitan. Jika gigi Anda tidak sejajar dengan benar, mereka bisa bergesekan. Seiring waktu, permukaan satu gigi dapat mulai mengikis permukaan gigi dan email gigi lainnya. Jika tidak diobati sejak dini, email gigi yang rusak dapat mulai menumpuk deposit bakteri dan menyebabkan gigi berlubang, serta sensitivitas dan nyeri pada gigi.

Tanda-Tanda Atrisi Gigi

Orang yang mengalami atrisi gigi mungkin menunjukkan tanda-tanda gejala, seperti:

  • Menggertakkan gigi di malam hari
  • Sakit rahang, kelelahan, dan pembukaan terbatas saat bangun
  • Gigi terasa longgar pada bagian tertentu atau menyeluruh
  • Sakit gigi atau gusi sakit
  • Sakit kepala di daerah temporal
  • Menggertakkan atau mengatupkan gigi saat terjaga

Sementara tanda-tanda klinisnya dapat berupa:

  • Keausan gigi dan faset keausan yang ditandai, terutama pada tonjolan atau ekskursi lateral
  • Fraktur gigi – gigi asli atau restorasi
  • Mobilitas gigi
  • Nekrosis pulpa – karena beban menyebabkan keterbatasan suplai darah
  • Ulkus traumatik
  • Alba linier
  • Hipertrofi otot pengunyahan – terutama otot masseter dan temporalis
  • Lekukan lidah

Pencegahan Atrisi Gigi

Beberapa kiat berikut bisa Anda coba untuk membantu mencegah Anda dari atrisi gigi, meliputi:

  • Mengurangi asupan minuman berkarbonasi dan jus dengan tingkat keasaman yang sangat tinggi 
  • Hindari menyikat gigi sebaiknya segera setelah mengonsumsi minuman dan makanan asam, tunggu selama kurang lebih 20 menit. Asam yang ada dalam minuman ini melembutkan email gigi Anda, membuatnya rentan terhadap kerusakan akibat menyikat
  • Hindari menggosok gigi secara horizontal yang kuat dan sikat gigi yang keras 
  • Jangan gunakan gigi sebagai alat untuk memegang atau menggenggam barang
  • Penggunaan perhiasan lidah dan tindik mulut dalam jangka panjang juga harus dihindari
  • Berbagai jenis pasta gigi memiliki tingkat kekasaran yang berbeda, pasta gigi abrasive membantu menghilangkan noda gigi tetapi juga dapat menyebabkan keausan gigi. Carilah pasta gigi fluoride yang tidak terlalu abrasif. Fluoride dalam pasta gigi membantu memerangi keausan gigi

Atrisi gigi merupakan salah satu jenis keausan gigi yang sering terjadi pada pria dan orang yang lebih tua. Penyebab potensialnya adalah karena bruxism. Penting untuk mencegah bruxism yang bisa mengganggu gigi Anda baik secara penampilan maupun kesensitivannya. 

Temukan lebih banyak informasi seputar atrisi gigi di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Anda juga bisa menemukan informasi lain terkait kesehatan atau berdiskusi langsung dengan dokter di aplikasi ini. Download aplikasi SehatQ di App Store atau Play Store.

BERAPA BIAYA TES TORCH DI LAB KIMIA FARMA? 

Saat tubuh seseorang terserang mikroorganisme asing seperti virus maupun bakteri, artinya sistem kekebalan tubuh akan memproduksi senyawa berupa antibodi. Peran senyawa tersebut berguna untuk melawan serta mencegah mikroorganisme tersebut menyebabkan penyakit.

Dalam kasus ini, pemeriksaan TORCH perlu dilaksanakan karena pemeriksaan tersebut sebagai upaya mendeteksi antibodi yang dihasilkan tubuh ketika terserang mikroorganisme asing. Perlu diketahui bahwa TORCH atau TORCHS merupakan sebuah singkatan dari sejumlah nama penyakit infeksi, mulai ToxsoplasmaRubellaCytomegalovirusHerpes simplex virus, dan Sifilis.

Lalu, apa saja perawatan yang dibuthkan dan berapa biaya tes torch di lab kimia farma? Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut. 

Apa itu tes TORCH dan apa saja jenisnya?

Anda masih awam dengan istilah TORCH? Agar lebih kenal dan paham secara detail trkait istilah medis tersebut, Anda perlu menyimak pembahasannya berikut ini.

Tes TORCH merupakan sebuah pemeriksaan screening yang berupa tes darah. Tindakan tersebut berguna untuk mendeteksi sekelompok infeksi pada tubuh, khususnya pada ibu hamil. Untungnya, saat ini pemeriksaan TORCH sudah dapat dilakukan di berbagai macam tempat pelayanan kesehatan di Indonesia, salah satunya yaitu di Klinik Lab Kimia Farma Mataram. Tepatnya di Jalan Sriwijaya No. 69, Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (83232).

Namun, terkait biaya tes TORCH di Lab Kimia Farma atau haraga jasa pelayanannya tidaklah sama antara satu tempat dengan tempat lain. Meski begitu, ada pula estimasi biaya tes tersebut sehingga Anda bisa di bawah ini sudah kami rangkum secara jelas terkait rincian biaya tes TORCH di Lab Kimia Farma disertai prosedur pelaksanaannya.

Sebagai informasi, tes TORCH di Klinik Lab Kimia Farma terdiri atas beberapa jenis paket pemeriksaan. Supaya lebih jelas, berikut ini jenis-jenis pemeriksaan yang terdapat di dalam prosedur tes TORCH di Klinik Laboratorium Kimia Farma Mataram.

  • Anti-HSV II IgG.
  • Anti-HSV II IgM.
  • Anti-toxoplasma IgG.
  • Anti-rubella IgM.
  • Anti-CMV IgG. Anti-toxoplasma IgM.
  • Anti-rubella IgG.
  • Anti-CMV IgM.

Biaya tes TORCH di Lab Kimia Farma

Umumnya, semua cabang Klinik Lab Kimia Farma, terutama mematok tarif jasa pelayanan serupa, yaitu mulai dari Rp 3.250.000. Besaran biaya tes TORCH di lab Kimia Farma Mataram ini juga biasanya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Misalnya, kelengkapan peralatan medis, fasilitas penunjang, tingkat kesulitan, hingga risiko pemeriksaannya.

Biasa tes TORCH di Lab Kimia Farma tersebut biasanya sudah mencakup beberapa hal. Di antaranya, biaya administrasi, biaya konsultasi dokter, hingga biaya obat-obatan yang memang diperlukan. Untuk itu, apabila nda ingin melakukan tes lab tersebut sebaiknya menyiapkan dana melebihi estimasi di atas. Hal itu berguna untuk berjaga-jaga apabila nantinya terjadi penyesuaian tarif.

Bagaimana prosedur tes TORCH di Lab Kimia Farma Mataram?

Selain harus mengetahui biaya tes TORCH di Lab Kimia Farma Mataram, Anda juga harus mengetahui prosedur pemeriksaannya. Pemeriksaan TORCH di Lab Kimia Farma Mataram tidak memerlukan persiapan yang terlalu rumit attau khusus. Untuk mengetahui lebih jelasnya, di bawah ini sudah tertera tahapan-tahapan tes TORCH di Klinik Laboratorium Kimia Farma Mataram.

  1. Pertama, petugas medis membersihkan lokasi pengambilan darah dengan menggunakan cairan antiseptik.
  2. Kemudian, lengan atas pasien diikat dengan perban elastis agar aliran darah dapat terkumpul sehingga pembuluh darah vena mudah untuk ditemukan.
  3. Setelah vena ketemu, darah akan diambil dengan menggunakan suntikan.
  4. Selanjutnya, biasanya dokter menggunakan tabung khusus di belakang jarum suntik guna menampung darah pasien.
  5. Jika jumlah darah dianggap sudah cukup, jarum lalu dilepas.
  6. Tahap yang terakhir, bekas luka suntikan akan ditutup dengan menggunakan perban agar lebih aman.

Jam Operasional Lab Kimia Farma Mataram

Lab Kimia Farma Mataram beroperasi selama 6 hari. Mulai Senin sampai Sabtu. Ada pula jam operasinya sebagai berikut:

  • Mulai Senin-Jumat pukul 08.00–22.00 
  • Sabtu pukul 08.00 – 21.00

Di Lab Kimia Farma Mataram juga terdapat fasilitas medis seperti laboratorium. Sementara itu, fasilitas umumnya berupa ruang tunggu hingga parkiran yang luas bagi pengunjung. Tak ketinggalan, Lab Kimia Farma Mataram juga dilengkapi dengan tenaga medis ahli serta dokter ahli di bidangnya. 

Kenali Gejala dan Tanda Tipes Kambuh Lagi

Penyakit tipes memang bisa disembuhkan, namun penyakit ini berisiko untuk balik lagi. Ada beberapa tanda tipes kambuh lagi, sehingga Anda perlu mengetahuinya dan waspada. 

Tipes atau dikenal juga dengan demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini jadi salah satu yang mengancam kesehatan masyarakat, terlebih pada anak-anak.

Penyebab Tipes Bisa Kambuh Lagi

Penyakit tipes ini diobati dengan antibiotik untuk melawan bakteri penyebabnya dan menjadi satu-satunya pengobatan yang efektif. 

Antibiotik biasanya dikonsumsi selama 7-14 hari atau hingga obat tersebut habis. Selain konsumsi obat, Anda juga perlu untuk beristirahat, minum air putih yang banyak, hingga menjaga kebersihan. 

Akan tetapi, orang yang pernah mengalami sakit tipes mungkin akan mengalami gejala atau tanda tipes kambuh kembali. Ada beberapa penyebab dari kondisi ini, yaitu:

  1. Pasien terinfeksi ulang

Pasien yang sudah sembuh mungkin saja dapat terinfeksi kembali oleh bakteri Salmonella typhi. Ada banyak cara bakteri ini masuk ke tubuh seseorang. 

Biasanya yang paling umum masuk lewat fekal-oral, yaitu terinfeksi dari feses orang yang sakit ke mulut yang sehat. Perpindahan ini bisa terjadi saat pasien tipes tidak mencuci tangan setelah BAB. Lalu, dengan tangan yang sama dia menyiapkan makanan untuk orang lain yang sehat.

Atau bisa juga minum air yang terkontaminasi bakteri. Orang yang pernah tipes akan lebih mungkin mengalami penyakit yang sama karena mungkin sistem imunnya masih lemah.

  1. Tidak minum antibiotik sampai habis

Orang yang pernah mengalami tipes dan kambuh lagi bisa juga disebabkan karena menjalani pengobatan antibiotik yang tidak tuntas sesuai dengan resep dokter. 

Sebab, banyak orang yang berhenti konsumsi antibiotik karena merasa kondisinya sudah membaik.  Padahal, antibiotik ini perlu diminum sampai habis. Jika berhenti tanpa adanya persetujuan dari dokter, maka beberapa bakteri akan bertahan di dalam tubuh dan kembali menginfeksi.

  1. Masih jadi carrier

Penyakit tipes yang kembali kambuh bisa terjadi karena orang tersebut pembawa bakteri. Pada beberapa kasus, ada orang yang sembuh dari tipes namun tetap menyimpan bakteri dalam tubuhnya. 

Bakteri yang “tertidur” ini bisa bangun dan aktif menginfeksi kembali saat sistem imun pasien sedang lemah. 

Gejala dan Tanda Tipes Kambuh Lagi

Infeksi bakteri penyebab tipes ini dapat memengaruhi banyak organ karena bakterinya bisa menyebar ke seluruh tubuh.

Tubuh yang terinfeksi akan mengalami demam tinggi, muntah, hingga diare. Jika tidak diobati dengan cepat, maka tipes bisa menyebabkan komplikasi dan akibatnya cukup fatal.

Tanda tipes kambuh lagi biasanya muncul seminggu setelah selesai pengobatan. Atau setelah pengobatannya selesai antara 6-30 hari setelah kembali terpapar bakteri penyebab tipes lagi. 

Ada pun gejala dan tanda tipes kambuh lagi adalah sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Demam tinggi dan akan meningkat secara bertahap
  • Kelelahan ekstrem
  • Tubuh terasa nyeri dan juga sakit
  • Sembelit

Mungkin saja muncul gejala lain saat infeksi terus berlanjut, seperti berkurangnya nafsu makan, sakit perut, hingga diare.

Ada juga orang yang mengalami ruam, bintik merah di perut dan leher. 

Pengobatan dan Tindakan Setelah Sembuh

Jika kondisi tipes yang kembali kambuh sudah benar-benar berlalu, maka Anda perlu melakukan berbagai tindakan lanjutan, seperti melakukan tes untuk pengujian sampel kotoran misalnya. 

Hal ini guna memeriksa apakah bakteri penyebab tipes masih terdapat pada kotoran Anda atau tidak. Jika masih terdeteksi, maka Anda berkemungkinan menjadi carrier, atau pembawa infeksi tipes. Namun kemungkinan tidak ada gejala lain yang muncul. 

Atau ada juga kemungkinan bakteri hidup di dalam tubuh Anda selama 12 bulan atau lebih setelah tubuh Anda pertama kali terinfeksi. 

Hal yang bisa dilakukan adalah jangan memegang atau menyiapkan makanan jika di dalam tubuh Anda masih ada bakteri penyebab tipes. Hal ini dilakukan agar tidak menular pada anggota keluarga lainnya sampai hasil tes benar-benar menyatakan tubuh Anda sudah tidak ada bakteri tipes lagi.

COBA OBAT HIPERTENSI AMPUH, IRBESARTAN TABLET 

Bagi Anda yang menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, menjaga pola makan yang sehat dan pilih-pilih sesuai kebutuhan memang penting untuk dilakukan. Sebab, makanan juga bisa memicu timbulnya penyakit hipertensi Anda jadi meningkat. 

Selain tindakan medis, ada pula cara untuk mencegah atau mengatasi saat penyakit hipertensi Anda kambuh, yaitu dengan mengonsumsi obat irbesartan tablet 300mg. 

Lalu, apa saja informasi zat aktif di dalamnya serta bagaimana dosis penggunaannya bagi penderita hipertensi? Simaklah ulasan terkait irbesartan tablet sebagai berikut ini.

Apa saja informasi zat aktifnya?  

Perlu Anda ketahui bahwa obat irbesartan tablet 300mg merupakan golongan ARB atau Angiotensin Receptor Blocker yang bisa saja digunakan untuk mengobati penyakit hipertensi atau yang kerap disebut tekanan darah tinggi. 

Penggunaan obat hipertensi tersebut secara teratur bisa sangat berfungsi untuk mencegah risiko terjadinya serangan jantung, masalah ginjal, stroke, hingga masalah ginjal yang merupakan akibat hipertensi kronis. Atau, hipertensi yang terus-terusan tanpa adanya pengobatan yang baik.

Lebih dari itu, ada pula kategori bagi ibu hamil dan menyusui saat mengonsumsi obat ini, yaitu masuk dalam kategori D. Berdasar hasil penelitian, obat irbesartan tablet bisa menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan obat tersebut pada ibu hamil dapat dipertimbangkan apabila manfaat yang diberikan bisa melebihi risiko yang timbul pada janin manusia. 

Misalnya, apabila obat irbesartan tersebut dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, dan saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Bagaiamana komposisi dan aturan pakainya?

Obat irbesartan tablet 300 mg ini memiliki aturan pakai yang tidak boleh asal. Sebagai dosis awal dan pemeliharaan, obat ini dikonsumsi 150 mg sebanyak 1 kali per hari. Dosis tersebut juga bisa ditingkatkan sampai dengan 300 mg atau ditambahkan lagi dengan obat antihipertensi lainnya.

Sementara itu, untuk aturan pemakaiannya, obat irbesartan tablet 300mg ini bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Ada pula interaksi obatnya yaitu lithium, alkohol, dan tembakau.

Obat irbesartan tablet 300mg iuni bisa dibeli di apotek atau Toko SehatQ dengan harga 11.600. 

Bagaiamana aturan pakai serta dosis yang terlewat?

Apabila dosis yang sudah ditentukan dalam mengonsumsi obat Irbesartan Tablet 300mg (1 strip @ 10 tablet) terlewat, Anda perlu mempelajarinya sebagai berikut ini. 

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Apabila Anda masih dekat dengan jadwal sebelumnya untuk mengonsumsi Irbesartan, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat tersebut.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Apabila Anda sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat bisa diabaikan saja, kemudian Anda perlu melanjutkan untuk mengonsumsi obat Irbesartan sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    perlu diingat. Jangan pernah mengonsumsi total dosis yang terlewat serta dosis berikutnya, kecuali jika Anda dianjurkan lain oleh dokter kepercayaan Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Apabila Anda sering lupa mengonsumsi obat Irbesartan, cobalah menggunakan pengingat atau alarm atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, cara alternatif lainnya ialah menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda agar selalu ingat kapan waktunya untuk meminum obat tersebut.

Apa saja indikasi atau manfaat dari irbesartan?

Perlu diketahui bahwa obat irbesartan tablet 300mg ini memiliki manfaat untuk mencegah dan mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi. Selain itu, obat ini juga berfungsi untuk menurunkan tekanan darah tinggi sehingga bisa mencegah terjadinya masalah ginjal, serangan jantung, dan stroke. 

Tak berhenti di sana, obat irbesartan tablet 300mg ini juga bisa berfungsi untuk membantu melindungi ginjal dari kerusakan akibat penyakit kencing manis atau yang disebut dengan diabetes melitus. Lebih lanjut, apabila Anda mengalami efek samping yang tak kunjung hilang saat mengonsumsi obat tersebut, hentikan penggunaan obat dan segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Mengenal Obat Fluvir: Manfaat, Dosis dan Efek Samping

Fluvir obat apa? Fluvir menjadi salah satu obat yang banyak dicari di tengah pandemi Covid-19 karena dianggap sebagai terapi untuk pasien corona. Lalu, seperti apa obat produk kreasi negara India ini?

Fluvir memiliki nama medis lain yaitu oseltamivir. Fluvir adalah obat antivirus dengan kandungan oseltamivir yang digunakan dalam pengobatan infeksi virus influenza tipe A dan B. 

Selain itu, Fluvir merupakan obat antivirus dari kelompok neuraminidase inhibitor yang diformulasikan untuk pengobatan dan pencegahan influenza.

Fluvir tersedia dalam bentuk kapsul, dan tiap kapsul mengandung oseltamivir phosphate atau setara dengan oseltamivir 75 mg.

Cara kerja fluvir adalah dengan cara menekan aktivitas enzim neuraminidase, yang bertanggung jawab atas virus dari sel yang terinfeksi.

Di sisi lain, Fluvir juga dapat mengobati gejala yang disebabkan oleh virus influenza seperti:

  • Mengobati batuk,
  • Hidung tersumbat,
  • Sakit tenggorokan,
  • Demam,
  • Kelelahan.

Manfaat fluvir

Obat fluvir (oseltamivir) adalah kerjasama antara PT Kalbe Farma Tbk dan PT Amarox Global Pharma dan sudah memperoleh Nomor Izin Edar (NIE) dari BPOM.

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, manfaat utama obat fluvir ini adalah untuk mencegah dan mengobati influenza tipe A dan tipe B. 

Fluvir juga dapat digunakan pada pasien positif virus Covid-19 yang mempunyai gejala ringan terutama dengan dugaan infeksi influenza, seperti batuk, kelelahan, demam lebih dari 38 derajat Celcius, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat.

Dengan begitu, fluvir dapat dimanfaatkan untuk terapi Covid-19 agar mencegah virus yang semakin berkembang.

Dosis dan aturan pakai Fluvir

Dosis fluvir dibedakan berdasarkan kondisi dan umur pasien. Berikut rinciannya:

Tujuan: Pencegahan influenza tipe A dan B

  • Untuk dewasa dan remaja berusia 13 tahun atau lebih, dikonsumsi sekali sehari selama 10 hari dengan dosis 75 mg. Mulai digunakan dalam jangka waktu 2 hari setelah terpapar virus flu.
  • Untuk anak-anak dengan berat badan > 40 kg, yang dapat menelan kapsul, dosisnya adalah sekali sehari atau 75 mg selama 10 hari.

Tujuan: Pengobatan influenza tipe A dan B

  • Untuk orang dewasa dan remaja 13 tahun atau lebih, dosis yang dianjurkan adalah 75 mg 2 kali sehari selama 5 hari. Obat fluvir ini dapat diminum dalam 2 hari sejak timbul gejala awal.
  • Untuk anak umur satu tahun atau lebih, dengan berat badan di atas 40 kg, sediaan kapsul bisa diresepkan menggunakan dosis dewasa 75 mg 2 kali sehari selama 5 hari.

Interaksi fluvir dengan obat lain

Terkadang obat-obatan tidak aman dikonsumsi dengan obat atau makanan tertentu lainnya. 

Hindari mengonsumsi fluvir bersamaan dengan pemberian vaksin influenza. Penggunaan keduanya secara bersamaan dapat menyebabkan hambatan kerja vaksin influenza.

Anda dapat memberi jeda sekurang-kurangnya 2 hari setelah mengakhiri konsumsi fluvir, sebelum vaksin flu diberikan.

Pastikan untuk selalu konsultasikan kepada dokter apabila tengah mengosumsi fluvir bersama dengan obat-obatan lain. Adapun yang dapat memicu interaksi obat yang tak diinginkan adalah Amoxicillin, karena dapat menurunkan khasiat kedua obat.

Efek samping fluvir

Di samping manfaat yang diberikan, tiap obat juga mengakibatkan efek samping untuk orang yang menggunakannya. Sejumlah efek samping yang dapat terjadi usai mengonsumsi fluvir yaitu:

  • Mual,
  • Muntah,
  • Sakit kepala,
  • Sakit perut,
  • Diare,
  • Bronkitis.

Demikian informasi mengenai obat fluvir yang membahas seputar manfaat, dosis dan efek sampingnya. Jangan lupa untuk selalu konsultasikan dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan Anda.

Jangan Panik! Lakukan Ini Saat Terserang Hipotermia

Hipotermia adalah menurunnya suhu tubuh dengan sangat ekstrem yang disebabkan oleh paparan suhu dingin yang terlalu lama. Jika suhu tubuh normal berkisar 37ºC, hipotermia bisa membuat suhu tubuh turun hingga di bawah 35ºC. 

Orang-orang paling sering terkena hipotermia saat mendaki gunung, namun hipotermia juga bisa terjadi saat seseorang berlayar. Namun paparan dingin yang lebih ringan juga dapat menyebabkan hipotermia tergantung pada usia seseorang, lemak tubuh, massa tubuh, dan kesehatan secara keseluruhan.

Saat hipotermia terjadi, jantung, sistem saraf, dan organ lainnya tidak bisa berfungsi secara normal. Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan kegagal jantung dan sistem pernapasan dan berakibat kematian. 

Gejala hipotermia

Hipotermia bisa menyerang siapapun tanpa memandang usia atau jenis kelamin. Gejala awal yang bisa terlihat saat suhu tubuh mulai menurun adalah menggigil, sebagai reaksi alami tubuh terhadap suhu dingin dan upaya untuk menaikkan suhu tubuh. 

Namun semakin lama jika hipotermia tidak ditangani akan memperlihatkan tanda meliputi:

  • Kulit dingin ketika disentuh
  • Bicara cadel atau bergumam
  • Pernapasan lambat dan dangkal
  • Denyut nadi lemah
  • Tidak memiliki koordinasi yang baik, seperti mudah tersandung atau tangan meraba-raba
  • Mengantuk atau penurunan energi 
  • Hilang kesadaran
  • Kebingungan atau kehilangan ingatan
  • Kulit merah cerah pada bayi

Pertolongan pertama ketika hipotermia

Hipotermia harus segera mendapatkan penanganan medis karena dapat berakibat fatal. Ketika Anda atau seseorang yang Anda kenal dicurigai terkena hipotermia, jangan panik dan segera hubungi nomor darurat lokal. 

Sementara menunggu bantuan medis atau jika perawatan medis tak tersedia, lakukan hal berikut untuk membantu mencegah penurunan suhu tubuh yang lebih parah:

  1. Pergilah ke ruangan yang terhindar dari suhu dingin atau kering
  2. Jika perlu lepaskan pakaian basah, topi, sarung tangan, sepatu, kaus kaki, lalu keringkan badan dengan kain kering
  3. Kelilingi tubuh dengan selimut atau pakaian tambahan. Jangan pijat atau melakukan gerakan yang berlebihan karena dapat memicu serangan jantung.
  4. Isi botol plastik dengan air hangat lalu letakkan di area leher, selangkangan, atau punggung. Jangan menghangatkan tangan atau kaki karena dapat menyebabkan syok dan berakibat fatal. Jika tidak ada, gosokkan kedua tangan atau dengan badan untuk membuat panas secara alami. 
  5. Jangan panaskan tubuh dengan rendaman air panas, bantal pemanas, atau lampu pemanas karena dapat merusak kulit dan memicu aritmia jantung. 
  6. Minum air hangat, namun bukan kafein atau alkohol karena dapat mempercepat hilangnya panas tubuh.

Jangan berikan minum pada orang yang tak sadar. Jika orang yang terkan hipotermia tidak sadar atau tidak ditemukan denyut nadi atau tanda pernapasan, segera mulai CPR sampai orang tersebut mulai bernapas atau bantuan darurat tiba. 

Orang dengan hipotermia mungkin akan mendapatkan perawatan medis, termasuk memberikan oksigen, cairan infus, dan pengaturan suhu ruangan yang lebih hangat dan lembab.

Mencegah hipotermia 

Untuk mencegah hipotermia, selalu ingat untuk menggunakan pakaian ekstra sebelum terkena paparan dingin. Kenakan topi khusus dan syal untuk mencegah panas tubuh keluar dari kepala, wajah, atau leher. Alih-alih menggunakan sarung tangan berjari (gloves), pilihlah sarung tangan polos tanpa jari (mitt), dan kalau bisa menggunakan penutup telinga. 

Urutan pakaian juga bisa membuat suhu tubuh lebih terjaga. Pertama kenakanlah pakaian yang longgar dan ringan yang dapat menyerap keringat dengan baik. Kemudian kenakan pakaian yang dapat menahan panas dengan baik seperti wol, sutra, atau polipropilen. Untuk pakaian luar, pilihlah yang terbuat dari bahan anti air. Jaga tubuh dan pakaian sekering mungkin, dan segera ganti jika pakaian basah.   

Catatan 

Orang dengan kondisi medis tertentu, anak-anak, lansia, dan alkoholik sangat rentan dengan hipotermia. Konsultasikan dengan dokter jika Anda berisiko terkena hipotermia dan dapatkan perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai