Apabila seseorang habis terluka, maka bukan tidak mungkin dia akan mengalami keloid. Untuk diketahui bersama, keloid adalah jaringan parut yang dapat tumbuh secara melebar dan bisa juga tampak menonjol dari permukaan kulit. Biasanya, kondisi tersebut paling umum muncul di bekas luka yang ada di area bahu, dada, pipi, atau telinga.
Oleh berbagai sumber disampaikan, bahwa kondisi tersebut lebih rentan dialami oleh orang yang sudah berusia sepuluh sampai tiga puluh tahun. Akan tetapi, ihwal keterangan itu masih perlu dicari tahu lagi kebenarannya, apakah memang hasil penelitian ilmiah atau baru sebatas dugaan saja.
Namun demikian, yang sudah dapat dipastikan saat ini adalah bahwa keloid bisa muncul karena bekas luka. Adapun luka yang bisa menyebabkan timbulnya keloid ada berbagai jenis. Di antaranya adalah luka bekas tindik, luka bekas cacar air, luka bekas terbakar, luka bekas tergores, dan luka bekas operasi.
Jika keloid sudah muncul di bekas luka, itu bisa pula terjadi karena berbagai faktor. Dihimpun dari berbagai sumber, satu hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami keloid adalah bahwa cara penanganan bekas luka yang ada dilakukan secara sembarangan atau tidak tepat. Oleh sebab itu, setiap habis mengalami sesuatu yang membuat anda terluka, memang ada baiknya anda berkonsultasi dengan dokter terkait cara terbaik dalam perawatan bekas luka.
Hal tersebut dianggap penting, sebab apabila keloid sudah muncul, maka bukan tidak mungkin benjolan tersebut bisa membesar. Hal ini disampaikan karena keloid memang bisa terus tumbuh sampai ukuran tertentu, meskipun untuk penyebab pastinya belum diketahui.
Hanya saja, beberapa sumber kesehatan mengatakan, bertambah besarnya keloid mungkin saja karena ada pengaruh dari gen. Hal tersebut dikemukakan karena ada yang menyatakan kalau orang yang mengalami keloid kerap kali mempunyai gen yang dikenal dengan ANHAK. Nah, gen tersebutlah yang diyakini sebagai gen nan menyebabkan keloid muncul di area bekas luka.
Namun demikian, ternyata masih ada lagi faktor yang bisa meningkatkan risiko keloid muncul di permukaan kulit. Adapun faktor yang dimaksud adalah sedang hamil, remaja yang lagi masa pubertas, berkulit gelap, ras Asia atau Amerika Latin, dan di bawah usia tiga puluh tahun sebagaimana yang sudah dikemukakan di atas.
Berdasarkan keterangan di atas, paling tidak kini kita sudah tahu jenis luka apa saja yang bisa menyebabkan munculnya keloid. Di samping itu, kita pun sudah mengatahui kalau ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko kemunculan keloid. Namun demikian, yang perlu dipahami adalah bahwa kondisi tersebut merupakan kondisi yang masih bisa diatasi.
Hal tersebut disampaikan karena sejatinya memang ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan keloid. Adapun beberapa cara yang dimaksud, seperti melakukan operasi penghilangan keloid, terapi radiasi, terapi laser, menyuntikan obat tertentu, pemakaian gel, dan lain sebagainya.
Namun demikian, untuk mengetahui keterangan lebih lanjut ihwal cara menghilangkan keloid, para pembaca disarankan untuk mencari referensi tambahan. Akan tetapi, jika para pembaca merasa punya waktu yang cukup, maka anda disarankan untuk langsung berkonsultasi dengan dokter terkait.
Hal tersebut tentu sangat dianjurkan karena informasi yang diterima nanti bisa lebih jelas dan komprehensif. Di sisi lain, konsultasi langsung dengan dokter pun bisa menguntungkan karena bukan tidak mungkin, anda langsung disarankan melakukan metode medis tertentu yang bisa menghilangkan keloid nan ada alami.
Akhir kata, demikianlah penjelasan ringkas yang bisa disampaikan kepada para pembaca terkait penyebab keloid. Semoga artikel ini bisa membantu para pembaca sekalian.





