
Rontgen gigi adalah gambar gigi-geligi yang digunakan dokter gigi untuk mengevaluasi kesehatan mulut pasien. Sinar X ini memakai radiasi tingkat rendah guna menangkap gambar bagian dalam gigi serta gusi. Anda bisa melakukan pemeriksaan ini ke Widya Bhakti Inti, klinik di Bandung yang terpercaya.
Prosedur yang juga disebut radiograf atau ini bertujuan membantu dokter gigi dalam mengidentifikasi masalah. Misalnya, gigi berlubang, kerusakan gigi, dan gigi yang tidak bisa keluar dari gusi (impaksi). Rontgen gigi memang menggunakan radiasi dan mungkin tampak rumit, tapi termasuk aman untuk dijalani. Oleh karena itu, Anda tidak perlu takut.
Ada beberapa prosedur rontgen gigi yang dapat dianjurkan oleh dokter gigi.
- Intraoral X-ray
Intraonal X-ray adalah jenis rontgen gigi yang paling sering dilakukan oleh dokter gigi. Prosedur ini memungkinkan dokter untuk menemukan gigi berlubang dan memeriksa kesehatan akar maupun tulang di sekitar gigi. Prosedur rontgen gigi ini dibagi lagi menjadi beberapa tibe berikut ini.
- Bitewing
Saat melakukan bitewing, dokter akan meminta Anda untuk menggigit selembar kertas khusus. Tindakan medis ini berguna untuk mendeteksi kerusakan di antara gigi dan perubahan ketebalan tulang akibat penyakit gusi.
- Oklusal
Rontgen oklusal dilakukan saat rahang pasien tertutup, guna melihat gigi atas dan bawah sejajar atau tidak. Tujuannya adalah mendeteksi kelainan anatomi di dasar atau langit-langit mulut.
- Periapikal
Rontgen gigi periapikal memungkinkan dokter untuk melihat seluruh struktur gigi, dari mahkota hingga akar gigi. Dengan ini, dokter bisa mendeteksi ada tidaknya perubahan abnormal pada akar maupun struktur tulang di sekitar gigi.
- Extraoral X-ray
Extraoral X-ray bermanfaat untuk mendeteksi masalah gigi di rahang dan tengkorak pasien. Jenis-jenisnya meliputi
- Panorama
Untuk melakukan rontgen panorama, dokter akan meletakkan mesin yang berputar di sekitar kepala pasien. Dokter gigi biasanya menggunakan teknik ini untuk memeriksa gigi bungsu, merencanakan pemasangan perangkat gigi, atau menyelidiki masalah rahang.
- Tomogram
Tomogram akan menunjukkan lapisan mulut tertentu dan mengaburkan lapisan lainnya. Sinar X ini berguna untuk memeriksa struktur yang sulit terlihat.
- Sialogram
Untuk melakukan sialogram, dokter akan menyuntikkan cairan pewarna ke kelenjar ludah. Dengan ini, kelenjar ludah dapat terlihat dengan jelas. Jenis rontgen ini bermanfaat untuk menemukan sumber masalah pada kelenjar ludah. Contonya, penyumbatan kelenjar atau sindrom Sjogren.
- Cephalometric projections
Cephalometric projections akan menunjukkan seluruh sisi kepala pasien. Jenis rontgen bertujuan melihat hubungan antara kondisi gigi dengan rahang.
- Cone beam CT
Cone beam CT dilakukan untuk mendeteksi masalah gusi, akar gigi, dan rahang. Prosedur ini juga dapat mengevaluasi kista maupun tumor di mulut serta wajah.
- Dental computed tomography (CT)
Dental CT berfungsi menemukan masalah pada tulang wajah, seperti kista, tumor, dan patah tulang. Sama seperti prosedur rontgen umum, radiografi gigi juga memiliki risiko radiasi. Namun, risiko paparan radiasi dari sinar X terbilang rendah sehingga aman untuk anak-anak maupun orang dewasa.
Dokter akan meminta Anda menggunakan sebuah apron khusus yang terbuat dari timah. Apron ini dapat menutupi dada, perut, dan panggul sehingga bagian-bagian tubuh tersebut tidak terkena paparan radiasi.
Meski kadar radiasinya rendah, paparannya ditakutkan dapat mengganggu perkembangan janin yang ada di dalam kandungan. Itu sebabnya sebelum rontgen, beri tahukan dokter gigi Anda jika Anda sedang hamil atau berencana hamil. Maka dari itu, sebelum melakukan pemeriksaan pada klinik di Bandung ini, lakukan konsultasi terlebih dahulu.


