Tes testosteron adalah tes yang dilakukan untuk mengetahui kadar hormon testosteron dalam tubuh. Hormon testosteron itu sendiri merupakan hormon reproduksi pada pria, namun juga terdapat dalam tubuh wanita.
Dalam kondisi normal, pria dewasa memiliki kadar hormon testosteron mencapai 300 hingga 1000 nanogram per desiliter. Sementara, pada wanita dewasa hormon ini berjumlah 15-70 nanogram per desiliter.
Seiring bertambahnya usia, kadar hormon testosteron akan berangsur-angsur menurun. Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya perubahan fisik dan penurunan kesehatan karena faktor usia. Melewati usia 40 tahun, setiap laki-laki dewasa akan mengalami penurunan level testosteron setidaknya 1% setiap tahunnya.
Manfaat melakukan prosedur tes testosteron
Tes testosteron dilakukan apabila seorang pria mengalami ketidakseimbangan hormon, baik kadar hormon yang terlalu rendah ataupun terlalu tinggi. Hal ini juga bisa terjadi pada remaja laki-laki yang memasuki usia pubertas.
Pada wanita, ketidakseimbangan ini ditandai dengan kadar hormon testosteron yang terlalu berlebih, menyebabkan pertumbuhan fisik yang tidak semestinya.
Hormon testosteron yang berlebih pada wanita biasanya ditandai dengan:
- Pertumbuhan rambut pada wajah dan tubuh secara berlebihan
- Penambahan berat badan yang tidak terkendali
- Pertumbuhan jerawat
- Siklus menstruasi yang tidak teratur
- Suara yang merendah dan mendalam
Sementara, pada laki-laki, hormon testosteron yang terlalu rendah ditandai dengan gejala:
- Kesulitan ereksi
- Dorongan seksual yang rendah
- Pelemahan tulang
- Penurunan massa otot
- Perkembangan jaringan payudara
- Masalah kesuburan
- Rambut rontok
Gejala-gejala ini bisa menjadi penandan adanya abnormalitas pada kadar hormon testosteron. Tes testosteron akan membantu memastikan apabila benar terjadi ketidakseimbangan kadar hormon dan penanganan yang harus dilakukan.
Hal-hal yang harus diperhatikan saat akan tes testosteron
Tes dilakukan dengan pengambilan darah sebagai sampel untuk diuji di laboratorium. Biasanya, tes dilakukan di pagi hari saat kadar homron testosteron berada pada tingkat tertinggi. Terkadang, tes perlu dilakukan lebih dari satu kali untuk mendapatkan kepastian yang lebih akurat.
Sebelum memulai tes, dokter akan meminta Anda untuk berhenti mengonsumsi obat-obatan yang dapat mempengaruhi level hormon. Obat-obatan seperti steroid, antikonvulsan, dan barbiturat dapat meningkatkan level testosteron.
Sementara, level testosteron bisa merendah apabila Anda mengonsumsi obat seperti obat opiat. Sebaiknya, sampaikan pada dokter mengenai obat-obatan yang Anda konsumsi agar bisa mendapatkan hasil tes yang akurat.
Pelaksanaan tes berlangsung sangat singkat, hanya memakan waktu selama kurang lebih lima menit. Darah Anda akan diambil dengan jarum suntik. Area kulit yang terkena jarum suntik juga diolesi dengan cairan antiseptik untuk menghindari peradangan.
Tidak ada komplikasi khusus atau efek samping yang bisa ditimbulkan dari prosedur tes ini.
Memahami hasil tes testosteron
Hasil dari tes ini akan menunjukkan apabila Anda memiliki kadar hormon testosteron yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Setiap hasil tes menandakan kondisi yang berbeda-beda.
Pada pria dewasa, hasil tes bisa menunjukkan level hormon yang terlalu tinggi dan terlalu rendah. Bila level hormon terlalu rendah, Anda mungkin memiliki penyakit kronis tertentu atau kondisi medis akibat kelainan genetik.
Sebaliknya, jika level hormon terlalu tinggi, dokter mungkin mencurigai adanya pertumbuhan tumor pada testis atau kelenjar adrenal Anda.
Pada wanita, hasil tes yang terlalu tinggi menandakan kondisi sindrom ovarium polikistik, suatu kondisi yang menyebabkan infertilitas pada wanita. Akan tetapi, hasil tes testosteron yang rendah pada wanita merupakan kondisi normal dan tidak berbahaya.
