Waspadai Tanda-Tanda Kondisi Undescended Testis pada Anak

Undescended testis atau testis tidak turun adalah kondisi yang bisa ditemukan pada bayi laki-laki yang baru lahir. Bayi yang mengalami kondisi ini akan memiliki salah satu atau kedua buah zakar yang tidak pada tempatnya. Umumnya, kondisi ini terjadi pada bayi dengan kelahiran prematur.

Pada janin, testis terbentuk seiring dengan pertumbuhan janin yang dipicu oleh kromosom XY, yaitu kromoson seks laki-laki. Pembentukannya terjadi pada perut janin, lalu perlahan turun ke arah kantong yang disebut dengan skrotum. Apabila testis tetap tertinggal di perut, bayi akan mengalami undescended testis.

Tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan kondisi ini. Beberapa faktor pemicunya adalah kelainan genetik kromosom dan riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

Mengenal gejala undescended testis

Testis yang tida turun terkadang bisa dirasakan oleh dokter saat meraba alat kelamin bayi. Prosedur ini berlangsung saat dokter melakukan pemeriksaan fisik pada bayi, biasanya beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah bayi dilahirkan. Akan tetapi, terkadang dokter juga kesulitan meraba keberadaan testis.

Gejala atau tanda pertama dari kondisi undescended testis adalah saat dokter tidak bisa meraba keberadaan testis saat melakukan pemeriksaan fisik. Dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan lainnya pada area perut untuk mengetahui keberadana testis.

Selain testis yang tidak bisa diraba, tidak ada gejala lain yang mungkin ditimbulkan oleh kondisi ini. Bayi yang menderita testis tidak turun biasanya tidak merasakan rasa sakit apa pun. Kondisi ini bukanlah kondisi yang berbahaya, dan cenderung bisa membaik dengan sendiirnya dalam waktu 3-6 bulan.

Perawatan untuk bayi dengan kondisi undescended testis

Jika testis masih belum turun ke tempatnya setelah usia bayi mencapai lebih dari 6 bulan, kemungkinan besar bayi perlu menerima pengobatan khusus dari dokter. Pengobatan dilakukan melalui operasi atau prosedur pembedahan untuk mengubah posisi testis.

Operasi ini hanya dianjurkan untuk bayi yang belum berusia 12 bulan. Semakin lama Anda menunda waktu pengobatan pada bayi Anda, semakin besar pula kemungkinan bayi mengalami resiko gangguan kesuburan atau kanker testis di kemudian hari.

Operasi untuk menangani masalah undescended testis disebut dengan orkidopeksi. Prosedur ini adalah prosedur sederhana dengan membuat luka sayatan di sekitar selangkangan bayi. Apabila posisi testis cukup jauh dari yang seharusnya, dokter mungkin juga akan menjalani prosedur laparoskopi untuk mengetahui lokasinya dengan pasti.

Selama 24 jam setelah dioperasi, bayi Anda mungkin akan mengalami ketidaknyamanan. Ini hal yang wajar dan tidak mengkhawatirkan. Untuk membantu proses penyembuhan bayi, Anda mungkin bisa melakukan:

  • Memberikan obat pereda nyeri selama beberapa hari setelah operasi dilakukan
  • Mendorong anak untuk banyak minum air
  • Mengajak bayi untuk menonton, mendengarkan cerita, atau bermain game untuk mengalihkan perhatian bayi dari rasa tidak nyaman
  • Memandikan bayi sesuai dengan saran dari dokter
  • Mengenakan pakaian yang longgar agar tidak menekan selangkangan bayi
  • Beristirahat selama beberapa hari di rumah sebelum melakukan aktivitas di luar

Komplikasi akibat undescended testis

Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, bayi dengan kondisi ini beresiko memiliki kualitas sperma yang buruk di kemudian hari. Selain itu, bayi juga rentan mengalami kanker testis.

Terkadang, testis yang tidak turun tidak tertinggal di perut, melainkan masuk ke area selangkangan. Apabila hal ini dibiarkan, tulang kemaluan bayi akan mengalami tekanan dan menyebabkan kerusakan.

Sementara, komplikasi dari operasi orkidopeksi untuk kondisi undescended testis dapat memicu komplikasi berupa kerusakan tabung yang menghubungkan testis dengan uretra, yaitu saluran untuk mengeluarkan urin dari kandung kemih.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai